WhatsApp Icon
RSB Pesawaran Berikan Edukasi Scabies dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Santri Diniyyah Putri

Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran kembali melaksanakan kegiatan layanan kesehatan luar gedung di Perguruan Diniyyah Putri Lampung, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.25 WIB tersebut mengangkat tema “Penyuluhan Kesehatan Scabies dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis”. Layanan diberikan kepada santri dan tenaga pengajar sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini berbagai keluhan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, RSB Pesawaran menugaskan dokter umum dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes. bersama tiga staf. Selain mendapatkan edukasi mengenai scabies, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan secara gratis.

Sebanyak 85 penerima manfaat mengikuti kegiatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, antara lain ISPA, dyspepsia, dermatitis, febris, konjungtivitis, dan cephalgia.

dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes. mengatakan, edukasi mengenai scabies penting diberikan di lingkungan pesantren karena interaksi dan aktivitas bersama yang cukup tinggi dapat meningkatkan risiko penularan apabila kebersihan diri dan lingkungan tidak diperhatikan.

“Kami berharap para santri dan tenaga pengajar semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga scabies maupun keluhan kesehatan lainnya dapat dicegah dan ditangani sejak dini,” ujar dr. Redha.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSB Pesawaran dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan akses pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara langsung.

Melalui layanan kesehatan luar gedung, RSB Pesawaran tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

#BAZNASRI
#CahayaZakat
#BAZNASKabupatenPesawaran
#RumahSehatBAZNASPesawaran
#RSBIndonesia

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan dan Staf BAZNAS Pesawaran Ikuti Pra-RAKORNAS BAZNAS Secara Daring

Pimpinan dan staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran mengikuti kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia. Pra-RAKORNAS menjadi bagian dari persiapan koordinasi nasional sekaligus momentum untuk mengevaluasi capaian program dan kinerja pengelolaan zakat di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, MA., menyampaikan sambutan dan laporan. Kegiatan kemudian dibuka oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc.

Salah satu agenda utama adalah pemaparan materi oleh Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, H. Syarifuddin, S.Ag., ME., mengenai evaluasi pencapaian RKAT 2026 pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota.

Selain evaluasi program, Pra-RAKORNAS juga diisi dengan penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., mengatakan keikutsertaan dalam Pra-RAKORNAS penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan program BAZNAS di daerah tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional.

“Pra-RAKORNAS menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan koordinasi agar pengelolaan zakat semakin efektif dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Hi. Hamid.

Menurutnya, evaluasi secara berkala diperlukan agar setiap program yang dijalankan BAZNAS Pesawaran dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi tata kelola, perencanaan maupun dampaknya bagi mustahik.

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Pesawaran berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS di berbagai daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat serta memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Pendamping Lumbung Pangan BAZNAS Bahas Pengajuan Alsintan dan Persiapan Panen Raya di Desa Kutoarjo

Pendamping Program Lumbung Pangan BAZNAS, Galih Tirta Yudanta, mengunjungi kediaman Ketua Gapoktan Makarti Jaya di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memusyawarahkan pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui Google Form. Pertemuan dihadiri Ketua Gapoktan serta sejumlah petani binaan.

Selain membahas pengajuan alsintan, pertemuan juga membahas persiapan pelaksanaan panen raya yang direncanakan berlangsung pada September mendatang. Para petani turut menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama kekeringan dan serangan hama tikus yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.

Menurut Galih, kondisi kekeringan terjadi hampir di seluruh wilayah Lampung. Di Desa Kutoarjo, pengairan irigasi dilakukan secara bergilir untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Petani tetap berikhtiar melalui perawatan tanaman dan pengendalian hama. Untuk tikus, sudah beberapa kali dilakukan gropyokan atau gerakan pengendalian hama bersama BPP Kecamatan Gedong Tataan dan PPL,” ujar Galih.

Ia berharap upaya pengendalian tersebut dapat menjaga populasi hama tetap terkendali hingga masa panen. Para petani juga didorong untuk terus melakukan perawatan tanaman secara optimal sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas.

 

#CahayaZakat

#LumbungPangan

#BadanAmilZakatNasional

 

19/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
RSB Pesawaran Edukasi Santri tentang Scabies dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran melaksanakan kegiatan luar gedung di Pondok Pesantren Al-Farabi, Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB dengan agenda penyuluhan kesehatan tentang scabies dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan tersebut melibatkan satu dokter umum, dr. Jihan Azzahra Namira, bersama tiga staf RSB Pesawaran. Sebanyak 350 penerima manfaat yang terdiri atas santri, guru pondok pesantren, serta masyarakat sekitar mendapatkan edukasi kesehatan, pemeriksaan, dan pemberian obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan.

Dalam penyuluhan, santri diberikan pemahaman mengenai scabies, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta langkah pencegahan agar penyakit kulit tersebut tidak mudah menular di lingkungan pesantren.

“Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting untuk mencegah scabies. Jika muncul keluhan seperti gatal yang menetap, sebaiknya segera diperiksa agar dapat ditangani sejak dini,” ujar dr. Jihan Azzahra Namira.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya dermatitis dan cephalgia. Melalui kegiatan ini, RSB Pesawaran tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya santri, terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu deteksi dini masalah kesehatan sekaligus memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

 

#BaznasRI

#CahayaZakat

#BaznasKabupatenPesawaran

#RumahSehatBaznasPesawaran

#Rsbindonesia

 

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Petani Binaan BAZNAS Lakukan Pemupukan untuk Jaga Produktivitas Cabai Rawit

Petani Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, melakukan pemupukan tanaman cabai rawit sebagai upaya menjaga pertumbuhan dan produktivitas tanaman di tengah kondisi lahan yang cenderung kering.

Monitoring dilakukan Pendamping Program Lumbung Pangan BAZNAS, Galih Tirta Yudanta, di lahan milik Bapak Handoyo. Selain mengusahakan tanaman padi, Handoyo memanfaatkan lahan seluas sekitar 25 x 25 meter di sekitar areal persawahannya untuk menanam sekitar 1.000–1.200 batang cabai rawit yang kini berusia sekitar 70 hari setelah tanam (HST).

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam dan kambing yang telah difermentasi sempurna, dengan takaran sekitar 2–3 genggam per tanaman. Pupuk organik tersebut dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, sekaligus menjaga kemampuan tanah dalam menyimpan air dan nutrisi.

“Pupuk kandang dipilih karena relatif hemat biaya dan mudah diperoleh. Sebagian masyarakat di Desa Kutoarjo juga memelihara unggas dan kambing sehingga bahan bakunya cukup tersedia,” ujar Galih.

Pemanfaatan lahan untuk tanaman cabai diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Handoyo. Upaya tersebut menjadi penting di tengah penurunan produktivitas lahan padinya akibat kendala kekeringan dan serangan hama tikus.

Melalui pendampingan Program Lumbung Pangan BAZNAS, petani didorong untuk mengoptimalkan lahan dan mengembangkan usaha pertanian yang adaptif, efisien, serta mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.

#CahayaZakat

#LumbungPangan

#BadanAmilZakatNasional

 

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran

Berita Terbaru

BAZNAS Pesawaran Raih Penghargaan Prestisius di Rakorda Lampung: Tuntaskan 100% Pembentukan UPZ Desa
BAZNAS Pesawaran Raih Penghargaan Prestisius di Rakorda Lampung: Tuntaskan 100% Pembentukan UPZ Desa
BANDAR LAMPUNG (04/12/2025) - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Lampung yang digelar pada hari Kamis-Sabtu, 4-6 Desember 2025, di Hotel Emersia, Bandar Lampung. Dalam perhelatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Pesawaran menerima penghargaan khusus dari BAZNAS Provinsi Lampung atas keberhasilannya dalam menyelesaikan pembentukan 100 persen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat desa se-Kabupaten Pesawaran. Penghargaan ini diserahkan langsung di hadapan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Bupati/Walikota dan para pimpinan BAZNAS Kab/Kota se-Provinsi Lampung. Pencapaian ini menandakan bahwa akses layanan zakat, infak, dan sedekah kini telah menjangkau seluruh pelosok desa di Kabupaten Pesawaran secara terstruktur dan legal. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M. menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi ini. "Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh amil dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat Pesawaran. Dengan terbentuknya UPZ di seluruh desa, kami berharap potensi zakat dapat tergali maksimal dan penyalurannya semakin merata kepada mustahik yang membutuhkan," ujarnya usai menerima penghargaan. Momentum Rakorda ini menjadi penyemangat bagi BAZNAS Pesawaran untuk terus menjaga amanah dan meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan dana umat di tahun mendatang.
BERITA04/12/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Baznas Pesawaran Raih Penghargaan Baznas Lampung atas Capaian 100 Persen Pembentukan UPZ Desa
Baznas Pesawaran Raih Penghargaan Baznas Lampung atas Capaian 100 Persen Pembentukan UPZ Desa
Bandar Lampung, 04 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima penghargaan dari BAZNAS Provinsi Lampung. Penghargaan ini diberikan atas capaian luar biasa BAZNAS Pesawaran yang telah berhasil membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di 100 persen desa di wilayah Kabupaten Pesawaran. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam rangkaian acara pembukaan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Lampung yang bertempat di Emersia Hotel Bandar Lampung, Kamis (04/12/2025). Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen BAZNAS Pesawaran dalam memperluas jangkauan dan optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga ke tingkat akar rumput. Dengan terbentuknya UPZ di seluruh desa, diharapkan penghimpunan dan penyaluran dana ZIS dapat lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Pesawaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan BAZNAS Provinsi Lampung. "Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh amil dan dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat Pesawaran. Dengan terbentuknya UPZ di seluruh desa, kami berharap potensi zakat dapat tergali maksimal dan penyalurannya semakin merata kepada mustahik yang membutuhkan," ujarnya. BAZNAS Provinsi Lampung mengapresiasi langkah strategis BAZNAS Pesawaran dalam menindaklanjuti program nasional penguatan kelembagaan zakat di tingkat desa. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi BAZNAS kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola zakat demi kemaslahatan umat. Kegiatan RAKORDA BAZNAS Provinsi Lampung ini dibuka oleh Gubernur Lampung, serta dihadiri oleh Bupati Wali Kota Lampung, Pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Lampung, menjadikannya forum strategis untuk memperkuat sinergi gerakan zakat di Bumi Ruwa Jurai.
BERITA04/12/2025 | Humas Baznas Pesawaran
BAZNAS Lampung Gelar RAKORDA dan Luncurkan Gerakan Sadar Zakat
BAZNAS Lampung Gelar RAKORDA dan Luncurkan Gerakan Sadar Zakat
BANDAR LAMPUNG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Lampung dan Launching Gerakan Sadar Zakat yang berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, mulai tanggal 4 hingga 6 Desember 2025. Acara penting ini bertujuan untuk menguatkan peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat dalam upaya mewujudkan visi Lampung MajU. RAKORDA dan peluncuran gerakan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pimpinan daerah, menunjukkan komitmen kolektif terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Prof. Nadratuzzaman Hosen, turut hadir untuk memberikan arahan, khususnya terkait upaya digitalisasi pengelolaan zakat yang semakin modern. Gubernur Lampung memimpin langsung pembukaan acara, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program-program BAZNAS. Para Kepala Daerah se-Lampung, termasuk Bupati dan Walikota, turut hadir. Pimpinan BAZNAS se-Lampung dari tingkat kabupaten/kota hadir untuk menyelaraskan program dan strategi kerja. Salah satu peserta dalam kegiatan RAKORDA ini adalah BAZNAS Kabupaten Pesawaran. Kehadiran BAZNAS Pesawaran dalam kegiatan ini menjadi indikasi kuat dari komitmen mereka untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat lokal. Ketua BAZNAS Pesawaran Hi. A. Hamid S, menyatakan bahwa partisipasi dalam RAKORDA ini sangat penting untuk mengadopsi praktik terbaik dan strategi nasional. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat agar dapat memberikan dampak nyata dalam memajukan Kabupaten Pesawaran, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan diluncurkannya Gerakan Sadar Zakat dan penguatan koordinasi ini, diharapkan pengelolaan zakat di Lampung, termasuk Pesawaran, akan semakin profesional, terpercaya, dan mampu menjadi instrumen utama dalam pembangunan daerah.
BERITA04/12/2025 | HUMAS BAZNAS Pesawaran
Baznas Salurkan Bantuan Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar
Baznas Salurkan Bantuan Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar
Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung, menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam Sumatera di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini salah bentuk kepedulian masyarakat Lampung membantu meringankan warga yang terdampak langsung akibat bencana banjir dan longsor. “Saatnya kita saling bahu membahu membantu saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian dari Allah. Bantuan ini bentuk rasa empati dan turut meringankan kesulitan yang dihadapi korban bencana akibat banjir dan longsor,” kata Gubernur Mirza usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Lampung dan Gerakan Sadar Zakat di Bandar Lampung, Kamis (4/12/2025). Data yang dihimpun dari situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Alam), Selasa (2/12/2025) pukul 10.00 WIB, dalam menu 'Rekapitulasi Terdampak Bencana’, terungkap bahwa, bencana yang menerjang 50 kabupaten itu menewaskan 631 orang, lalu warga yang dinyatakan hilang berjumlah 472 jiwa. Belum lagi kerusakan infrastrukur seperti jalan, jembatan fasilitas umum dan rumah warga. Bantuan sebesar Rp150 juta itu berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui BAZNAS. Gubernur menyerahkan langsung kepada Pimpinan BAZNAS RI, Prof Muhammad Nadratuzzaman Hosen disaksikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, Sekdaprov Marindo Kurniawan, para Bupati dan Wali Kota di Lampung, serta unsur Forkopimda Lampung. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS RI menyerahkan sejumlah program bantuan kepada BAZNAS Kabupaten dan Kota di Lampung, meliputi Lumbung Pangan, Balai Ternak, Z-Auto, Rumah Layak Huni, Program UMKM, Microfinance Masjid. Selain itu juga dukungan percepatan penurunan stunting. Dalam RAKORDA itu juga dilakukan penandatanganan prasasti Rumah Sehat BAZNAS di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Tengah sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis dana zakat. BAZNAS Lampung juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah pendukung gerakan zakat, antara lain, Kabupaten Pesawaran, Kota Bandarlampung, Kota Metro, Tulang bawang Barat, Lampung Timur, dan Lampung Tengah. “Bantuan dari BAZNAS RI menjadi pendorong agar BAZNAS Lampung semakin agresif menggerakkan potensi zakat. Hal itu untuk memperkuat pentingnya penyusunan program yang tepat guna dan tepat sasaran untuk menghadirkan zakat memberi manfaat lebih besar bagi mustahik,” kata Iskandar. Iskandar juga menegaskan BAZNAS Lampung terus meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi untuk melakukan pengumpulan dan pendistribusian tepat sasaran. Dengan begitu, BAZNAS melibatkan Satuan Audit Internal (SAI) agar dana ZIS benar-benar sesuai aman syari’, aman regulasi, dan aman NKRI. “Kami terus memperkuat kelembagaan agar BAZNAS menjadi lembaga amil zakat yang amanah, profesional. Kami pastikan zakat dikumpulkan, didistribusikan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi umat,” tambahnya. Rakorda BAZNAS Lampung tahun ini bertemakan: Menguatkan BAZNAS dalam Mewujudkan Lampung Maju. Ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk membangun lembaga zakat yang semakin terpercaya, meluas manfaatnya, dan selaras dengan agenda pembangunan daerah. Melalui sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Provinsi Lampung, dan pemerintah kabupaten/kota, gerakan zakat diharapkan menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan umat. ***
BERITA04/12/2025 | Humas Baznas Pesawaran
BAZNAS Berikan Bantuan di Lokasi Bencana di Sumatera: Dukungan Air Bersih, Sembako, Layanan Kesehatan, dan Dapur Umum
BAZNAS Berikan Bantuan di Lokasi Bencana di Sumatera: Dukungan Air Bersih, Sembako, Layanan Kesehatan, dan Dapur Umum
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bersama BAZNAS di Indonesia Turut Meringankan Korban Bencana Alam di Sumatera BAZNAS RI dan BAZNAS Indonesia memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan yang diberikan berupa sembako, air bersih, layanan kesehatan, dan dapur umum. Data dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana menyebutkan bahwa bencana ini telah menewaskan 631 orang dan 472 jiwa lainnya dinyatakan hilang. BAZNAS RI mendirikan dapur umum di beberapa lokasi seperti Tanah Datar, Padang, Tapanuli Selatan, Blang Awe di Aceh, dan Meusi di Bireuen. Saat ini, kondisi pengungsi masih membutuhkan dukungan, terutama dalam hal pelayanan makanan. Saidah Sakwan, MA., dari BAZNAS RI, menyatakan pentingnya penyaluran bantuan untuk membantu warga terdampak secara tepat waktu. BAZNAS juga akan memberikan pendampingan kesehatan dan paket kebersihan ke depannya. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, telah didirikan 32 titik pos bantuan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dengan menyumbangkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS untuk membantu pemulihan warga terdampak bencana.
BERITA02/12/2025 | BL-01
BAZNAS Distribusikan Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir di Kota Padang
BAZNAS Distribusikan Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat. Penyaluran air bersih ini sebagai upaya respons cepat terhadap bencana yang melanda wilayah tersebut. Dalam aksi ini, BAZNAS menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar 150 kepala keluarga yang terdampak dan mengalami keterbatasan akses air layak konsumsi. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengatakan banjir membuat sumber air tercemar lumpur, limbah, bakteri E.coli, hingga virus penyebab diare dan leptospirosis. Dengan distribusi air bersih, para warga terdampak tidak perlu menggunakan air banjir yang tidak layak konsumsi sehingga risiko penyakit menurun drastis. "Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Maka, BAZNAS memandang penting adanya air untuk membantu para warga memenuhi kebutuhan dasarnya," kata Saidah, dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025). Saidah menambahkan, tak mudah bagi tim kemanusiaan BAZNAS dalam menyalurkan bantuan. Akses menuju lokasi terdampak saat ini masih sangat terbatas. "Jalan utama dipenuhi lumpur, material kayu, serta minimnya penerangan, sehingga tim BTB harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan menantang untuk mencapai titik pendistribusian. Alhamdulillah, dengan keyakinan kuat, kami berhasil mengatasi setiap kendala yang ada," lanjutnya. BAZNAS RI, menurut Saidah, akan terus hadir mendampingi warga terdampak hingga pulih seperti semua, melalui bantuan logistik maupun layanan kemanusiaan lain yang dibutuhkan. Saat ini, telah tersebar 32 titik pos bantuan BAZNAS di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang siap melayani masyarakat. “Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, BAZNAS terus berupaya hadir untuk membantu pemulihan penyintas bencana," katanya.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Luncurkan Modernisasi SIMBA di Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025
BAZNAS Luncurkan Modernisasi SIMBA di Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) di ajang Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Langkah ini menjadi dorongan besar percepatan digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh pelaporan BAZNAS ke depan wajib melalui SIMBA sebagai standar nasional. Ia mengakui transformasi digital awalnya penuh tantangan, terutama di daerah dengan keterbatasan perangkat dan jaringan. “Dulu masih banyak yang hanya pakai HP dan sinyalnya terbatas, tapi alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Kita ingin semua daerah bisa tembus,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya AI. Menurutnya, digitalisasi merupakan keniscayaan yang kini membuat BAZNAS semakin dilirik dunia. “AI ini luar biasa, tapi jangan sampai kita dimanipulasi. Bisa saja dibuatkan suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” katanya. Dalam kesempatan yang sama. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec, Ph.D., menjelaskan bahwa SIMBA kini lebih kuat, lebih cepat, dan memiliki standar keamanan setara perbankan. Menurutnya SIMBA bukan sekadar sistem laporan, tetapi alat memantau perjalanan mustahik hingga mandiri. “Data sekarang sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu SIMBA kita bangun ulang supaya lebih aman dan lincah,” jelasnya. Prof. Nadra menyebut SDM daerah masih menjadi tantangan utama dalam transformasi digital. Banyak lembaga daerah belum memiliki staf IT, sehingga peningkatan kapasitas dilakukan bertahap. Meski demikian, dukungan lembaga teknologi global membantu memperkuat tim digitalisasi BAZNAS secara nasional. “Tidak bisa langsung semuanya mahir. Kami latih pelan-pelan,” katanya. Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 juga menghadirkan berbagai inovasi digital dari BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global. Peserta disuguhkan teknologi berbasis AI, cloud, serta aplikasi zakat yang memperkuat ekosistem digital BAZNAS. Dengan modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya membangun tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terintegrasi dari pusat hingga daerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi percepatan digitalisasi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan pengelolaan zakat modern di tingkat global.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengoptimalkan modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional melalui penguatan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur, sebagai upaya menciptakan tata kelola zakat yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak luas. Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 dengan tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising” untuk memperkuat ekosistem digital zakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mempertemukan BAZNAS Daerah dan mahasiswa dalam ruang kolaborasi inovatif untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan zakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa modernisasi sistem digital menjadi keharusan bagi BAZNAS RI dalam merespons perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan publik terhadap layanan zakat yang lebih cepat dan efisien. “InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi BAZNAS yang terbaik, khususnya dalam keterbukaan informasi publik. Ini merupakan komitmen yang telah dibangun sejak lama, komitmen untuk mengembangkan digitalisasi di seluruh Indonesia, bukan hanya di pusat,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Rabu (26/11/2025). Kiai Noor menyampaikan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi instrumen efisiensi, tetapi juga bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola manajemen yang terus diperbarui. “Kami mengapresiasi upaya digitalisasi ini karena alhamdulillah BAZNAS juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lembaga publik yang transformal dan informatif. Penguatan kelembagaan dan manajemen, termasuk pelaporan melalui SIMBA, telah kita jalankan. Meski belum semua daerah siap, insyaAllah ke depan seluruh Indonesia akan memiliki transformasi digital yang sama dari pusat sampai daerah,” ucap Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, transformasi digital BAZNAS tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama menghadapi tantangan teknologi yang berkembang cepat. “Kita memasuki era digital sehingga tidak mungkin SDM BAZNAS tidak memahami atau mengoperasikan sistem digital. Dalam lingkungan Prof. Nadratuzzaman sendiri ada transformasi digital termasuk bidang keamanan. AI juga menjadi tantangan; kita memperkuat bagaimana memanfaatkannya sekaligus mewaspadainya,” tuturnya. Kiai Noor menambahkan bahwa lima tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan dalam transformasi digital BAZNAS dan dampaknya telah diakui di tingkat internasional. “Terbukti, jaringan BAZNAS kini bersifat internasional bahkan menjadi rujukan zakat dunia. Karena itu, kami berterima kasih, melalui Rakernis ini kita dapat memastikan digitalisasi tidak pernah berhenti. Percepatannya begitu besar dan apa yang dilakukan di sini akan kita sampaikan kepada semua BAZNAS di seluruh Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menambahkan, penguatan basis data menjadi pilar utama dalam transformasi digital yang dicanangkan BAZNAS. “Digitalisasi yang terukur memungkinkan peningkatan akurasi pendataan mustahik serta mempercepat proses distribusi zakat,” katanya. Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat, peningkatan literasi digital bagi amil zakat dan pemangku kepentingan, serta evaluasi atas pelaksanaan program digitalisasi yang telah berjalan. “Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi digital yang dikembangkan BAZNAS RI agar dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS Daerah, serta menampilkan berbagai inovasi melalui Mini Expo untuk menghasilkan rekomendasi penguatan sistem digital ke depan,” ujarnya. Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta perwakilan dari BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, para praktisi dan akademisi.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
AI Bukanlah Pengganti, Melainkan Mitra Strategis Anda
AI Bukanlah Pengganti, Melainkan Mitra Strategis Anda
Di tengah pesatnya adopsi teknologi digital, kekhawatiran mengenai Artificial Intelligence (AI) yang akan menggantikan peran manusia terus mencuat. Menanggapi hal ini, Sugiyanto Yoannatan, Enterprise Sales Google Cloud Indonesia, menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam memandang teknologi ini. Dalam pernyataannya, Sugiyanto menggarisbawahi bahwa AI tidak dirancang untuk mengambil alih pekerjaan manusia, melainkan hadir sebagai mitra strategis. Teknologi ini berfungsi untuk mengaugmentasi kemampuan manusia, membebaskan tenaga kerja dari tugas-tugas repetitif, dan memberikan ruang lebih besar bagi inovasi serta pengambilan keputusan strategis. "AI bukanlah pengganti, tetapi mitra strategis bagi Anda yang memungkinkan kegiatan bergerak lebih cepat dan efisien. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi antara kecerdasan mesin dan kreativitas manusia," ungkap Sugiyanto. Google Cloud Indonesia terus mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab guna mengakselerasi transformasi digital di berbagai sektor, khususnya dalam penguatan digital fundraising BAZNAS.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Staf BAZNAS Pesawaran Ikuti Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 di Jakarta
Staf BAZNAS Pesawaran Ikuti Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 di Jakarta
Staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran tengah mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Jakarta, pada tanggal 26 hingga 27 November 2025. Acara penting ini berfokus pada pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan strategi penguatan digital fundraising dalam pengelolaan zakat. "Keikutsertaan BAZNAS Pesawaran bertujuan untuk mengadopsi inovasi teknologi terkini guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan jangkauan pengumpulan serta penyaluran zakat di wilayah Pesawaran, sejalan dengan upaya BAZNAS RI menuju ekosistem zakat digital yang modern," ujar Laksana Sanjaya Staf Sekretariat.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Ungkap Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
BAZNAS RI Ungkap Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan kembali pentingnya optimalisasi zakat pertanian sebagai sumber penghimpunan zakat nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., dalam Pengajian Selasa Pagi bertajuk "Implementasi Zakat Pertanian Berbasis Desa" yang diselenggarakan Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (25/11/2025). Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., menekankan besarnya potensi sektor pertanian bagi peningkatan zakat di berbagai daerah. “Sebagai negara agraris, dan kita sebagai amil zakat tentunya kita berharap sektor pertanian ini menjadi salah satu sumber peningkatan pengumpulan zakat kita di BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota,” ujar Prof Nadra. Prof Nadra mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luas, namun belum dikelola secara optimal dari aspek zakat. “Kita terkenal sebagai negara agraris, kita punya perkebunan yang luas, kita punya tanaman pangan yang luas, sawah yang luas, namun kita belum melakukan pungutan zakat di pertanian,” ucap Prof Nadra. Ia juga menyoroti potensi zakat dari sektor peternakan yang mengalami perkembangan signifikan. “Kalau di peternakan, kita sudah tau ada industri peternakan unggas yang luar biasa. Apalagi sekarang ada MBG yang kebutuhan telur maupun ayam begitu besar,” katanya. Menurut Prof Nadra, kondisi ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya edukasi agar potensi zakat dapat tergarap lebih maksimal. “Ini adalah peluang kita untuk menyadarkan para pengusaha, khususnya yang muslim dan pekerja di sektor pertanian dan perkebunan,” katanya. Sementara itu, Divisi Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Herlin, SE., M.Si., menambahkan bahwa data ekonomi terbaru turut menguatkan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. “Hasil dari pertumbuhan PDB menurut Lapangan Usaha Triwulan I Tahun 2025 ini untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memegang peran nomor satu. Hal ini menandakan sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung bagi perekonomian Indonesia,” katanya.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Tingkatkan Pelayanan, RSB Pesawaran Kunjungi Rumah Pasien
Tingkatkan Pelayanan, RSB Pesawaran Kunjungi Rumah Pasien
Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran melaksanakan kegiatan Pelayanan kesehatan gratis kunjungan rumah pasien (home visit) dan pemberian sembako untuk penerima manfaat di Dusun Sukabanjar, Gedong Tataan, Pesawaran pada Kamis (20/11/2025).Penanggung jawab RSB Pesawaran, dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes., mengatakan: "Selain layanan di klinik, RSB juga aktif melaksanakan program sosial seperti kunjungan rumah pasien (home visit) untuk pelayanan kesehatan di tempat dan pemberian bantuan sembako kepada penerima manfaat di wilayah sekitarnya," ujar dr. Redha. "Program ini adalah wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk mendukung sektor kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di Pesawaran." Pungkas dr. Redha.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS PESAWARAN PERKUAT SINERGI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DAN PENGENDALIAN MALARIA
BAZNAS PESAWARAN PERKUAT SINERGI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DAN PENGENDALIAN MALARIA
BAZNAS Pesawaran berpartisipasi dalam Rakor Penanggulangan Bencana dan Sosialisasi Percepatan Penanggulangan Malaria Pemkab Pesawaran, pada Selasa (18/11/2025) di Aula Pemkab Pesawaran. Partisipasi ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam mendukung program pemerintah daerah dan konsep pentahelix. Mewakil Ketua BAZNAS Pesawaran, Ahmad Fudloli, selaku Koordinator BAZNAS Tanggap Bencana menyatakan siap berperan aktif dalam penanggulangan bencana dan pencegahan Malaria melalui dana ZIS. "BAZNAS siap berperan aktif dalam penanggulangan bencana dan pencegahan Malaria melalui dana ZIS," ujar Ahmad Fudloli Ini menegaskan peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah untuk Pesawaran yang maju dan sejahtera.
BERITA18/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Salurkan Santunan untuk Korban Angin Puting Beliung
BAZNAS Pesawaran Salurkan Santunan untuk Korban Angin Puting Beliung
PESAWARAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah dengan menyalurkan santunan kepada korban bencana angin puting beliung di Dusun Kalibungur, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Penyaluran santunan ini dilaksanakan pada Jumat, (14/11/2025), dan difokuskan kepada delapan rumah yang mengalami kerusakan paling parah akibat musibah tersebut. Santunan diserahkan secara langsung oleh Waka III BAZNAS Pesawaran, M. Robani, yang didampingi oleh Camat Tegineneng Aep Alamsyah, bersama dengan Babinkamtibmas, Babinsa, dan aparatur desa setempat di Balai Desa Trimulyo. Kehadiran pihak-pihak ini menunjukkan sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Bantuan untuk Pemulihan Keluarga Salah satu penerima santunan, Herianto, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. "Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS ini. Bantuan ini sangat membantu saya agar segera memperbaiki rumah saya, sebagai tempat berlindung bagi keluarga kecil saya," tutur Herianto penuh harap. Sementara itu, Waka III BAZNAS Pesawaran, M. Robani, menjelaskan bahwa penyaluran santunan ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial lembaga tersebut. "Ini adalah komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat. Dana zakat yang dihimpun dari umat, kembali kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban dan mempercepat proses perbaikan rumah warga," tegas M. Robani. Camat Ajak Warga Berdonasi ZIS Melalui BAZNAS Menutup kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Camat Tegineneng, Aep Alamsyah, turut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Pesawaran dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam program kebaikan. "Kami berterima kasih kepada BAZNAS Pesawaran yang telah bergerak cepat membantu warga kami di Desa Trimulyo. Kami juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Tegineneng, untuk bersama-sama meringankan beban sesama dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Pesawaran. Mari kita jadikan BAZNAS sebagai sarana kita untuk berbagi dan menguatkan persaudaraan," ajak Camat Aep Alamsyah.
BERITA14/11/2025 | BTB BAZNAS Pesawaran
BAZNAS dan Pemkab Pesawaran Tinjau Dampak Angin Kencang di Tegineneng, Puluhan Rumah Rusak
BAZNAS dan Pemkab Pesawaran Tinjau Dampak Angin Kencang di Tegineneng, Puluhan Rumah Rusak
PESAWARAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran bergerak cepat meninjau langsung dampak bencana angin kencang di Dusun Kalibungur, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhamad Ali, didampingi OPD terkait, tiba di lokasi untuk melihat kondisi warga dan memberikan dukungan.Peristiwa yang terjadi pada Senin siang (03/11/2025), sekitar pukul 13.15 WIB, tersebut menyebabkan kerusakan signifikan akibat hujan deras dan angin yang kencang.Menurut data di lapangan, bencana alam ini berdampak pada 53 rumah warga. Rinciannya, dua rumah mengalami rusak berat (roboh), tiga rumah rusak sedang, dan sisanya mengalami rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun musibah tersebut menyisakan trauma mendalam bagi para korban.Triono, salah satu korban yang rumahnya ambruk, menuturkan detik-detik mencekam saat kejadian."Pada saat kejadian itu, siang hari Senin, hujan disertai angin yang sangat kencang datang. Langsung membuat atap rumah warga beterbangan, serta pohon-pohon tumbang. Begitupun rumah saya ini langsung roboh terkena angin yang sangat kuat. Alhamdulillah kami sekeluarga selamat, tidak ada yang cedera," ujar Triono.Menyikapi musibah ini, BAZNAS Pesawaran yang diwakili oleh Waka III, M. Robani, bersama tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmennya untuk segera menyalurkan bantuan.Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhamad Ali, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bersama BAZNAS akan bahu-membahu membantu para korban untuk meringankan beban mereka dan mempercepat proses perbaikan rumah yang rusak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan terparah.
BERITA04/11/2025 | BTB Pesawaran
Hadapi Praktek Pinjol, Kemenag dan BAZNAS Luncurkan Program Microfinance Masjid
Hadapi Praktek Pinjol, Kemenag dan BAZNAS Luncurkan Program Microfinance Masjid
Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) Berdaya Berdampak untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktek pinjaman online (pinjol), termasuk judi online (judol). Peluncuran program BMM Madada dilakukan pada acara Madada Festival yang digelar Subdit Kemasjidan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI, Selasa (7/10/2025). “Masjid berdaya adalah masjid yang memiliki kapasitas dan sumber daya untuk bertindak, sementara masjid berdampak adalah masjid yang menghadirkan perubahan positif bagi lingkungannya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad. Menurut Dirjen Abu Rokhmad, program ini merupakan bagian dari strategi Masjid Berdaya dan Berdampak (Madada) yang menekankan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus motor penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi. Transformasi fungsi masjid dari pusat ibadah tradisional menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial harus menjadi langkah nyata agar masjid tetap relevan di era modern. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, LAZ, BWI, BPJS, CSR, dan ormas Islam, masjid bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat langsung bagi jamaah,” kata Abu. BMM Madada, lanjut Abu, dirancang sebagai pijaman lunak tanpa bunga yang disalurkan melalui masjid-masjid. Program ini menargetkan potensi penerima yang memiliki kapasitas usaha, sekaligus mengubah status mereka dari penerima bantuan menjadi muzaki aktif. “Dulu mereka hanya menerima bantuan, kini mereka bisa berperan sebagai pemberi. Banyak cerita sukses yang muncul dari program ini,” jelasnya. Selain aspek ekonomi, Abu Rokhmad juga menyoroti inisiatif lingkungan dan edukasi. Masjid yang berdaya tidak hanya memperhatikan kesejahteraan jamaah, tetapi juga lingkungan sekitar, termasuk program penghijauan dan penanaman pohon di sekitar masjid percontohan. “Masjid harus bersih, indah, dan hijau. Ini bagian dari bentuk dakwah yang kontekstual,” tambah Abu. Drjen juga menyinggung kegiatan edukasi keagamaan untuk berbagai generasi. “Kami mencatat generasi baby boomers sangat antusias belajar agama, sedangkan Gen Z dan milenial literasinya tinggi tapi praktik ibadahnya belum optimal. Program Fasolatan kami hadir untuk menjembatani hal ini, memberikan pengajian yang sesuai untuk orang tua agar bisa belajar dan tetap aktif secara spiritual,” ujarnya. Dia berharap BMM Madada akan menjadi model masjid berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia, mendorong ekonomi jemaah, menjaga lingkungan, dan membangun peradaban Islam yang inklusif. Mekanisme BMM Madada secara rinci adalah pinjaman lunak yang diberikan melalui masjid dan besarannya hingga Rp150 juta per masjid, ditujukan untuk warga yang dinilai memiliki kapasitas usaha atau potensi bisnis. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri secara ekonomi. BMM Madada memfasilitasi hubungan langsung antara penerima dengan masjid sebagai mediator, sekaligus membangun ekosistem usaha kecil yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada pinjol berbunga tinggi yang sering memberatkan. Keberhasilan program dalam mengubah penerima bantuan menjadi muzaki yang aktif berkontribusi ke masjid.
BERITA03/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Kolaborasi Kejaksaan dan BAZNAS Menguatkan Regulasi dan Syariah yang Aman
Kolaborasi Kejaksaan dan BAZNAS Menguatkan Regulasi dan Syariah yang Aman
Kejaksaan Tinggi Lampung dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung bekerja sama dalam memperkuat pengelolaan zakat yang profesional dan amanah secara hukum. Dalam acara di Hotel Emersia, Bandar Lampung (28/10/2025), mereka menekankan pentingnya sinergi antara kedua lembaga untuk menciptakan tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, berkeadilan, dan memberikan keberkahan. Imam Yudha Nugraha dari Kejaksaan Tinggi Lampung menyoroti pentingnya pemahaman bahwa pengelolaan zakat haruslah sesuai dengan regulasi dan prinsip akuntabilitas, bukan hanya terbatas pada proses pengumpulan dan penyaluran dana. Kolaborasi antara BAZNAS dan kejaksaan diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah potensi penyimpangan terkait dengan zakat. Penguatan aspek hukum diyakini dapat memberikan perlindungan, kepastian hukum, dan mencegah penyimpangan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat terus meningkat. Melalui kerja sama dengan pihak terkait seperti perbankan syariah, Kementerian Agama, MUI, dan Kantor Akuntan Publik, BAZNAS berupaya untuk memberikan pengelolaan zakat yang efektif, profesional, dan berintegritas. Selain itu, BAZNAS Provinsi Lampung dan kabupaten/kota akan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) guna memperkuat program pengelolaan zakat hingga tingkat desa. Program pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa menjadi perhatian utama untuk memperluas jangkauan dan efektivitas distribusi zakat. Anda juga dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui transfer melalui rekening sesuai informasi yang disediakan oleh BAZNAS.
BERITA01/11/2025 | BL-01
Hari Santri Nasional 2025, BAZNAS Hadirkan Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo
Hari Santri Nasional 2025, BAZNAS Hadirkan Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo dengan mengusung tema “Santri Berdaya, Ekonomi Berdikari”, di Kantor BAZNAS RI, dan disiarkan langsung melalui Youtube BAZNAS TV, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri sebagai penggerak ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing global. Deputi II BAZNAS RI, Dr. M. Imdadun Rahmat, M.S., dalam sambutannya menekankan pentingnya aspek spiritual dalam pemberdayaan ekonomi pesantren. “Santri adalah penerus estafet dakwah dan pendidikan Islam. Memberdayakan ekonomi mereka berarti memperkuat kemandirian dakwah. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS merupakan investasi untuk membangun ketahanan ekonomi para pelaku dakwah ini,” tegasnya. Imdadun juga menyambut baik langkah pemerintah yang telah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. “Kebijakan ini merupakan pengakuan formal atas kontribusi besar pesantren terhadap bangsa. Dengan 1,6 juta santri dan 250 ribu lulusan setiap tahun, pemberdayaan ekonomi pesantren adalah keniscayaan dalam mempercepat pembangunan nasional,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, dalam laporannya menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren. “Potensi 42.300 pondok pesantren dengan lebih dari 4 juta santri adalah kekuatan ekonomi bangsa yang luar biasa. Melalui program Santripreneur yang diinisiasi sejak 2022, BAZNAS tidak hanya mencetak wirausaha, tetapi juga membangun duta zakat yang berintegritas dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai dasar berbisnis,” ujar Eka. Menurut Eka, hingga saat ini program Santripreneur BAZNAS telah melahirkan 1.485 wirausaha santri di 225 kota, yang bergerak di berbagai sektor seperti kuliner, fesyen, industri kreatif, hingga jasa syariah. “Keberhasilan para alumni Santripreneur menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat,” imbuhnya. Talkshow inspiratif ini menghadirkan tiga sosok alumni Santripreneur BAZNAS yang sukses mengembangkan usaha berbasis pemberdayaan: Tyovan Ari Widagdo, Aisyah Rahman, dan Syarifudin Mustofa. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Tyovan Ari Widagdo, berbagi pengalaman perjalanan bisnisnya sejak masih duduk di bangku SMA. Tyovan, yang kini dikenal sebagai pengusaha muda di bidang teknologi digital, menceritakan bagaimana semangat belajar dan keberanian berinovasi menjadi kunci dalam membangun usahanya. “Saya sudah mulai usaha sejak kelas satu SMA. Waktu itu saya buat bisnis media online, lalu berkembang jadi perusahaan software house. Dari situ saya belajar banyak hal, termasuk pentingnya legalitas usaha dan membangun sistem manajemen,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri di era digital. “Santri punya modal besar: akhlak, disiplin, dan daya juang. Kalau ditambah literasi digital dan kemampuan bahasa, santri bisa menjadi pelaku ekonomi global. Dunia bisa dijangkau dari pesantren,” ujarnya. Tyovan juga mengingatkan pentingnya storytelling dalam bisnis. “Produk bukan sekadar barang, tapi harus punya cerita. Misalnya tas dari pelepah pisang buatan santri itu bukan tas biasa , ia punya nilai dan kisah yang menginspirasi,” katanya. Sementara itu, Aisyah Rahman, pendiri Bon Bon Flora, menceritakan perjalanan usahanya di bidang agribisnis tanaman hias yang fokus pada pemberdayaan petani. “Masalah yang saya lihat sederhana: banyak petani membuang hasil pertaniannya karena tidak laku dijual. Dari situ kami hadir sebagai agensi pemasaran digital gratis bagi petani tanaman hias,” jelasnya. Melalui usaha tersebut, Aisyah telah membantu 34 petani dan 12 mitra binaan, serta memberdayakan ibu rumah tangga agar tetap produktif dari rumah. Ia juga menyediakan pendidikan gratis bagi lebih dari seribu anak desa melalui yayasan wakaf yang didirikannya. “Ketika pandemi berakhir, bisnis kami sempat menurun drastis. Tapi setelah bertemu BAZNAS dan mendapat pendampingan, kami bangkit kembali dan kini bisa menembus pasar global, mengekspor tanaman hias ke Amerika, Kanada, Prancis, hingga Australia,” ungkapnya. Kisah serupa disampaikan Syarifudin Mustofa, pendiri Mustafa & Co asal Cilacap, yang memproduksi merchandise ramah lingkungan dari limbah pelepah pisang. “Saya sebenarnya tidak sengaja jadi entrepreneur. Dulu cita-citanya jadi dosen, tapi tidak diterima. Akhirnya saya pulang kampung dan mulai membuat tas dari kulit dan bahan alam,” ujarnya. Berawal dari keterbatasan, Syarifudin kini berhasil membangun bisnis sosial yang melibatkan santri putus sekolah. “Saya ingin membantu teman-teman santri yang tidak punya privilege seperti saya. Kami latih mereka agar punya keterampilan, agar bisa keluar dari kefakiran. Prinsip saya, bisnis yang gagal hanyalah bisnis yang berhenti. Kalau tidak berhenti, insyaallah tidak akan gagal,” tegasnya. Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BAZNAS dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. Melalui kolaborasi yang sinergis antara lembaga zakat, pesantren, pemerintah, dan dunia usaha, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan santri yang unggul secara spiritual, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Gelar Wawancara Calon Pendamping Program Lumbung Pangan
BAZNAS Pesawaran Gelar Wawancara Calon Pendamping Program Lumbung Pangan
Gedong Tataan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan wawancara calon pendamping Program Lumbung Pangan pada hari Jum'at 31 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Pesawaran dan diikuti oleh peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi. Program Lumbung Pangan merupakan salah satu inisiatif BAZNAS Pesawaran dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi umat, khususnya bagi kelompok mustahik di wilayah Kabupaten Pesawaran. Dalam kegiatan wawancara ini, calon pendamping diuji mengenai pemahaman tentang pertanian mereka terhadap pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta komitmen sosial untuk mendampingi kelompok penerima manfaat di lapangan. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, A. Hamid S., menyampaikan bahwa pendamping memiliki peran strategis dalam keberhasilan program ini. “Pendamping bukan hanya menjadi penghubung antara BAZNAS dan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya. Ia menambahkan, BAZNAS Pesawaran berkomitmen untuk menyeleksi calon pendamping yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga semangat keikhlasan dan kepedulian sosial yang tinggi. Diharapkan melalui proses seleksi ini, akan terpilih pendamping terbaik yang mampu mengawal pelaksanaan Program Lumbung Pangan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung visi BAZNAS dalam mewujudkan Pesawaran Sejahtera dan Berdaya.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, RSB Pesawaran Laksanakan Penyuluhan Kesehatan
Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, RSB Pesawaran Laksanakan Penyuluhan Kesehatan
Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan meliputi pendidikan seksual, pemeriksaan HB dan kolesterol, serta pemberian multivitamin penambah darah di SMPN 17 Pesawaran pada Jumat (31/10/2025). Program ini merupakan upaya promotif dan preventif yang bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini. Kepala RSB Kabupaten Pesawaran, dr. Redha Anggraini Jafar, M.Kes. menyatakan bahwa upaya ini penting untuk mengurangi angka penyakit dan beban kesehatan di masyarakat. "Rumah Sehat BAZNAS tidak hanya fokus pada pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotif). Dengan sosialisasi yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat, terutama yang masih berada di lingkungan sekolahan, dapat menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatan mereka," ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala RSB Kabupaten Pesawaran, dr. Redha Anggraini Jafar, M.Kes. beserta jajaran, dewan guru dan siswa/siswi SMPN 17 Pesawaran.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →