WhatsApp Icon
Ketua BAZNAS Kota Batam Kunjungi RSB Pesawaran, Apresiasi Dedikasi Nakes

PESAWARAN - Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran menerima kunjungan kehormatan dari Ketua BAZNAS Kota Batam pada Senin (04/05/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan tata kelola layanan kesehatan bagi kaum dhuafa serta bentuk dukungan moril terhadap para pejuang kemanusiaan di garda terdepan.

Apresiasi Tinggi untuk Tenaga Kesehatan

Dalam kunjungannya, Ketua BAZNAS Kota Batam menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSB Pesawaran. Beliau menilai dedikasi para dokter, perawat, dan staf pendukung dalam melayani pasien dengan penuh empati adalah cermin nyata dari kebermanfaatan dana zakat.

 "Kami melihat ketulusan yang luar biasa di sini. Menjadi Nakes di Rumah Sehat bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan mustahik mendapatkan hak kesehatan yang layak dan bermartabat," ujar Ketua BAZNAS Kota Batam di sela-sela peninjauan fasilitas medis.

 

Arahan Pengelolaan Pelayanan Mustahik

Selain memberikan apresiasi, kunjungan ini juga diisi dengan diskusi strategis mengenai optimalisasi pelayanan. Ketua BAZNAS Kota Batam memberikan arahan penting terkait tata kelola RSB agar tetap konsisten pada khitahnya sebagai pusat pelayanan mustahik.

 

Beberapa poin utama dalam arahan tersebut meliputi:

Standarisasi Layanan: Memastikan prosedur pelayanan tetap profesional tanpa membeda-bedakan latar belakang ekonomi pasien.

Responsivitas: Meningkatkan kecepatan penanganan darurat bagi pasien dari kalangan kurang mampu.

Transparansi dan Akuntabilitas: Menjaga kepercayaan muzzaki dengan pengelolaan operasional rumah sakit yang transparan.

Komitmen RSB Pesawaran

Pihak manajemen RSB Pesawaran menyambut hangat kunjungan serta arahan tersebut. Sinergi antarwilayah ini diharapkan dapat memicu inovasi baru dalam program-program kesehatan berbasis zakat, sehingga jangkauan manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.

Kunjungan diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol soliditas lembaga zakat dalam membangun kesehatan umat.

 

04/05/2026 | Kontributor: Humas Baznas Pesawaran
Optimalkan Pengelolaan ZIS, BAZNAS Pesawaran bersama BAZNAS Kota Batam  Gelar Forum Berbagi Ilmu dan Pengalaman

PESAWARAN – BAZNAS Kabupaten Pesawaran menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kota Batam dalam rangka kegiatan Berbagi Ilmu dan Berbagi Pengalaman guna memaksimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi kedua lembaga untuk saling bertukar inovasi dalam melayani umat.

Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Pesawaran menyambut langsung kehadiran Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I. di Kantor BAZNAS Pesawaran Pada Senin 04/05/2026. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pesawaran yang ikut serta dalam forum diskusi intensif mengenai tata kelola zakat yang akuntabel dan efektif.

Kolaborasi Lintas Daerah

Seluruh pimpinan BAZNAS Pesawaran menyambut hangat kehadiran Habib Soleh. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan strategi pengumpulan zakat serta program pendayagunaan yang telah berhasil dijalankan di masing-masing daerah.

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan BAZNAS Pesawaran dalam membagikan pengalaman pengelolaan ZIS di wilayahnya. Menurutnya, dinamika pengelolaan zakat di setiap daerah memiliki keunikan yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain.

Fokus Utama Diskusi

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menyoroti beberapa poin penting dalam pengelolaan ZIS, antara lain:

Optimalisasi Pengumpulan: Strategi menjangkau muzzaki secara lebih luas dan efektif.

Manajemen Organisasi: Penguatan tata kelola administrasi dan SDM di internal BAZNAS.

Penyaluran Produktif: Berbagi pengalaman mengenai program pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah taraf hidup mustahik.

Membangun Kemaslahatan Bersama

Pimpinan BAZNAS Pesawaran berharap kunjungan dan dialog ini dapat mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kualitas layanan kedua lembaga. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi baru yang mampu mendorong peningkatan perolehan ZIS serta ketepatan sasaran dalam penyalurannya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi berkelanjutan demi kemajuan zakat nasional, khususnya di Kabupaten Pesawaran dan Kota Batam.

04/05/2026 | Kontributor: Humas Baznas Pesawaran
KIP Puji Komitmen Transparansi BAZNAS di Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2026

Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menjunjung tinggi transparansi mendapat apresiasi penuh dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KIP, Arya Sandhiyudha, Ph.D., dalam acara "Pemaparan Hasil Penelitian Alumni Beasiswa Riset BAZNAS", Kamis (30/4/2026), yang bertepatan dengan peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional.

Arya menilai, BAZNAS tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan berhasil membangun tata kelola informasi berbasis data dan riset demi kemaslahatan umat.

"Saya melihat BAZNAS dengan menggelar acara ini menunjukkan bahwa BAZNAS memang punya pendekatan terhadap keterbukaan informasi publik. Jadi, jarang nih ada badan publik yang merayakan keterbukaan informasi publik dengan cara melakukan uji penelitian, apalagi dibikin penelitiannya bagus banget tadi saya nyimak dan saya nyatet juga," jelas Arya dalam sambutannya.

Dedikasi Arya terhadap tata kelola zakat terlihat dari keputusannya untuk memprioritaskan hadir di BAZNAS, mengesampingkan berbagai agenda lainnya pada hari tersebut.

Jadi, saya itu undangan di Hari Keterbukaan Informasi Nasional hari ini tuh banyak sekali ya, tapi saya memang memilih BAZNAS. Alasannya jelas, karena ini kan terkait dengan umat. BAZNAS juga terus terang saya bimbing langsung bagaimana BAZNAS bisa meningkat terus dalam pemeringkatan keterbukaan informasi publik. Jadi, saya memberikan atensi serius,” tuturnya.

Lebih jauh, Arya menekankan bahwa di era digital ini, tata kelola amil yang baik (Good Amil Governance) dan transparansi audit menjadi kunci utama. Lembaga zakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan nilai etik internal, tetapi harus tanggap merespons masyarakat informasi yang kian kritis.

"Persoalan mendasarnya adalah masyarakat kita menganggap penting tidak audit itu? Jadi, akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi itu kan prinsip-prinsip yang sebenarnya populernya dari rumpun dunia Barat yang seakan-akan umat itu tidak merasa perlu dengan tema-tema itu. Saya punya kesimpulan sebenarnya umat itu justru harus melampaui religiusitas dia,” paparnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum., menegaskan bahwa tema acara sengaja dihubungkan dengan momentum nasional.

Bahwa tema yang kita angkat pada kali ini adalah berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas dalam membangun kepercayaan publik di era keterbukaan informasi, tepat di Hari Keterbukaan Informasi Nasional,” jelas Farid.

Ia berharap, hasil riset dari para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) ini mampu memperkokoh kepercayaan muzaki (pemberi zakat) terhadap tata kelola lembaga.

Melalui riset-riset ini, BAZNAS berupaya melakukan kontekstualisasi dan reinterpretasi terhadap pengelolaan zakat agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan tata kelola yang lebih baik, kepercayaan muzaki diharapkan terus meningkat sehingga manfaat yang diterima oleh para mustahik pun menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, seperti Deputi I M. Arifin Purwakananta dan Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri. Hadir pula perwakilan Badan Pengurus LAZISMU Pusat Artati Haris, serta para pemapar riset yakni Hidayaneu Farchatunnisa (Alumni Magister UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2023) dan Muhammad Nur Al Fatih Ilham (Alumni Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta 2022).

PPID BAZNAS Pesawaran

Di tingkat daerah, semangat keterbukaan informasi publik juga diimplementasikan secara nyata. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., memastikan bahwa masyarakat diberikan keleluasaan untuk mengakses informasi BAZNAS melalui kantor digital resmi mereka di kabpesawaran.baznas.go.id/.

"Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik (PPID) ini bisa diakses di website," ujar Hi. Hamid.

Langkah ini merupakan perwujudan dari amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BAZNAS Pesawaran berupaya meningkatkan transparansi, mendorong akuntabilitas, serta memudahkan akses informasi bagi masyarakat,” tambahnya.

Upaya penyempurnaan layanan informasi publik ini tidak hanya berlaku di Pesawaran, melainkan digerakkan serentak di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

"Kami sudah mengikuti sosialisasi oleh BAZNAS Provinsi akhir April 2026 lalu. Tak hanya PPID, juga membentuk Satuan Audit Internal (SAI) sehingga badan publik -- BAZNAS ini lebih transparan dan akuntabilitas dalam mengelola dana umat, serta kerja amil untuk melayani muzaki maupun mustahik," pungkasnya.

04/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan dan Amil BAZNAS Pesawaran Ikuti Kelas Hukum: Perkuat Tata Kelola dan Regulasi Pembentukan LAZ

Pimpinan dan amil BAZNAS Kabupaten Pesawaran mengikuti Kelas Hukum Vol. 3 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Pusdiklat BAZNAS, Senin (27/04/2026). Mengusung tema "Sosialisasi Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemberian Rekomendasi BAZNAS dalam Pembentukan LAZ dan Pembentukan Perwakilan LAZ", agenda ini bertujuan memperkokoh pemahaman regulasi dan tata kelola kelembagaan zakat nasional.

Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., dalam arahannya menekankan esensi kepatuhan terhadap regulasi pembentukan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia menyoroti bahwa penguatan fungsi pengawasan adalah kunci utama agar pengelolaan zakat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Penjabaran teknis kemudian disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI, Mulya Dwi Harto. Ia menguraikan mekanisme pemberian rekomendasi BAZNAS yang kini terintegrasi secara digital melalui sistem Kementerian Agama (Simzat Kemenag). Alur perizinan tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi, meliputi tahapan pengajuan, verifikasi administrasi, penelaahan rekam jejak lembaga, hingga validasi, visitasi lapangan, dan sidang pleno penetapan.

Diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS serta LAZ se-Indonesia, forum ini diharapkan mampu mendorong implementasi Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2025 secara tepat sasaran. Dengan pemahaman yang komprehensif, proses pembentukan LAZ di Kabupaten Pesawaran dan seluruh Indonesia dapat berjalan sesuai regulasi, guna memberikan dampak yang optimal bagi pengelolaan zakat di tanah air.***

Mari bersama-sama kita hadirkan kesejahteraan bagi sesama.

Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:

BSI: 74.55.66.77.84

BNI: 12.10.83.84.13

Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871

(a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)

 

Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah

27/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Lampung Bangun Ekosistem Zakat Berbasis Riset

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Lampung di Bandar Lampung, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar lebih terarah, akuntabel, dan berbasis data.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Penais, Wakaf, dan Zakat Kemenag Lampung Drs. H. Makmur, M.Ag., tim Satuan Audit Internal (SAI) Maulana Isnain dan Ernalia, serta perwakilan Zakat Study Center.

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, menekankan urgensi kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat. Menurutnya, pergerakan masif lembaga harus didukung oleh company profile yang merepresentasikan profesionalisme demi membangun kepercayaan publik, serta optimalisasi peran PPID dalam menjamin transparansi informasi.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penguatan tata kelola zakat tidak boleh hanya berkutat pada aspek penghimpunan dan distribusi, melainkan harus ditopang oleh riset dan inovasi sebagai landasan kebijakan yang berkelanjutan.

"Kerja-kerja amil BAZNAS harus berdasarkan hasil riset, bukan asumsi pribadi atau kelompok atau golongan," tegas wartawan senior tersebut.

Sejalan dengan visi itu, Direktur Zakat Study Center, Muhammad Syauqi Al Muhdhar, memaparkan arah pengembangan riset zakat sebagai fondasi pengambilan keputusan strategis.

"Riset ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan penguatan tata kelola zakat di daerah, sejalan dengan harapan Gubernur Lampung agar pengelolaan zakat di Lampung dapat berkembang menjadi rujukan yang lebih luas," kata mahasiswa doktoral Universitas Kebangsaan Malaysia itu.

Fokus utama pembahasan bermuara pada pembentukan Ekosistem Zakat Innovation Hub, sebuah pusat keunggulan berbasis riset dan pemberdayaan. Melalui inisiatif ini, pengelolaan zakat di Lampung ditargetkan menjadi “laboratorium zakat dunia” yang melahirkan model pemberdayaan yang inovatif, terukur, dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Syauqi menambahkan, misi utama ekosistem ini mencakup penyediaan data akurat, pembangunan ekosistem pelatihan lintas sektor, dan implementasi model pemberdayaan berkelanjutan. Riset kontemporer ini juga diharapkan mampu menjadi panduan strategi pemberdayaan sekaligus dasar penyusunan kurikulum program zakat.

Proyek riset ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan. Hasilnya akan menjadi momentum bagi BAZNAS kabupaten/kota untuk menata ulang sistem penghimpunan dan pendistribusian ZIS, serta mengintegrasikan program lintas daerah.

Rakor ini menegaskan komitmen BAZNAS Lampung untuk mentransformasi zakat—tidak hanya sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi sebagai kekuatan ekonomi umat yang dikelola secara profesional, berbasis data, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Mari bersama-sama kita hadirkan kesejahteraan bagi sesama.

Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:

BSI: 74.55.66.77.84

BNI: 12.10.83.84.13

Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871

(a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)

Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah

25/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran

Berita Terbaru

SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1444 H / 2022
SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1444 H / 2022
Mari awali tahun ini dengan berzakat, infaq dan sedekah, semoga Allah SWT teguhkan iman Islam kita untuk kehidupan berlimpah berkah. Aamiin
BERITA30/07/2022 | Ahmad Fudloli
BAZNAS KABUPATEN PESAWARAN BERIKAN BEASISWA KEPADA MAHASISWA INSTIDLA
BAZNAS KABUPATEN PESAWARAN BERIKAN BEASISWA KEPADA MAHASISWA INSTIDLA
Ketua BAZNAS Kabuapten Pesawaran H. A. Hamid. S, S.H., M.M. menghadiri undangan dies Natalis ke-2 dan peresmian gedung kuliah institut teknologi dan bisnis diniyah Lampung pada Rabu (27/7/2022). Dalam kesempatan tersebut BAZNAS juga menyerahkan bea mahasiswa kepada santri yang sudah hafal 30 juz untuk kuliah di Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (INSTIDLA). Hamid mengatakan bahwa BAZNAS Kabupaten Pesawaran memiliki program satu desa satu sarjana, dirinya berharap agar pemberian beasiswa ini dapat mendukung program pemerintah yang ingin mencerdaskan masyarakat kabupaten Pesawaran. INSTIDLA merupakan Institut pertama yang ada di Kabuapten Pesawaran, hal ini meruapakan mimpi semua masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk mencerdaskan kehidupan di Bumi Andan Jejama
BERITA27/07/2022 | BAHRI, S.E., M.E.Sy
Selamat Hari Jadi Ke-15 Kabupaten Pesawaran, Bumi Wisata Sejuta Pesona
Selamat Hari Jadi Ke-15 Kabupaten Pesawaran, Bumi Wisata Sejuta Pesona
Selamat Hari Jadi Ke-15 Kabupaten Pesawaran, Bumi Wisata Sejuta Pesona
BERITA17/07/2022 | Ahmad Fudloli
Potensi Zakat di Lampung
Potensi Zakat di Lampung
Dikutip dari iNews.id, World Giving Index (WGI) yang dilaporkan oleh Charities Aid Foundation (CAF) pada pertengahan 2021 lalu mengumumkan hasil survey mengenai negara paling dermawan di dunia. Indonesia menduduki peringkat pertama negara paling dermawan di dunia. Penilaian tersebut berdasarkan tiga aspek yakni membantu orang asing, menyumbangkan uang ke lembaga amal dan mengikuti kegiatan amal secara sukarela. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki tujuan untuk membantu umat Islam yang membutuhkan bantuan dan pertolongan. Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 327 triliun. Dalam keterangan yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/4/2022), Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), KH. Noor Achmad, mengatakan “Kami menyadari bahwa potensi zakat di Indonesia sangatlah besar sekali. Catatan kami ada Rp 327 triliun potensi zakat,” Potensi zakat dengan total Rp 327 triliun tersebut, diantaranya berasal dari zakat perusahaan senilai Rp 144 triliun, zakat penghasilan ada Rp 139 triliun, zakat tabungan dan deposito sebesar Rp 58 triliun, zakat pertanian Rp 19,8 triliun, dan terakhir zakat peternakan Rp 9,5 triliun. “Potensi zakat tersebut tersebar di 514 kabupaten kota seluruh Indonesia,” ungkap KH. Noor Achmad Dikutip dari https://lampung.kemenag.go.id/, dalam Rapat Koordinasi Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Whiz Prime Hotel Bandar Lampung, Senin, (7/12/2020), Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. H. Abdurrahman, M.Ag., mengatakan “Potensi yang dimiliki Lampung yakni sebesar Rp 2,6 Triliun, hal ini dilihat dari perkembangan di 15 Kabupaten/Kota yang ada. Namun, capaiannya selama ini masih jauh dari potensi yang ada. Oleh sebab itu, rakor pada pagi hari ini saya kira perlu mendiskusikan agar separuh potensi tersebut bisa kita input. Mohon potensi ini bisa digali lagi, terutama pada PNS dan sektor swasta,” Semoga potensi yang besar itu dapat tergali sehingga akan semakin banyat manfaat yang akan diterima oleh saudara-saudara kita, yakni para dluafa` yang membutuhkan. Aamiin
BERITA13/04/2022 | Ahmad Fudloli
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →