Berita Terbaru
BAZNAS Lampung Gelar RAKORDA dan Luncurkan Gerakan Sadar Zakat
BANDAR LAMPUNG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Provinsi Lampung dan Launching Gerakan Sadar Zakat yang berlangsung di Hotel Emersia, Bandar Lampung, mulai tanggal 4 hingga 6 Desember 2025.
Acara penting ini bertujuan untuk menguatkan peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat dalam upaya mewujudkan visi Lampung MajU.
RAKORDA dan peluncuran gerakan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pimpinan daerah, menunjukkan komitmen kolektif terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Digitalisasi, Prof. Nadratuzzaman Hosen, turut hadir untuk memberikan arahan, khususnya terkait upaya digitalisasi pengelolaan zakat yang semakin modern.
Gubernur Lampung memimpin langsung pembukaan acara, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program-program BAZNAS.
Para Kepala Daerah se-Lampung, termasuk Bupati dan Walikota, turut hadir.
Pimpinan BAZNAS se-Lampung dari tingkat kabupaten/kota hadir untuk menyelaraskan program dan strategi kerja.
Salah satu peserta dalam kegiatan RAKORDA ini adalah BAZNAS Kabupaten Pesawaran. Kehadiran BAZNAS Pesawaran dalam kegiatan ini menjadi indikasi kuat dari komitmen mereka untuk memperkuat pengelolaan zakat di tingkat lokal.
Ketua BAZNAS Pesawaran Hi. A. Hamid S, menyatakan bahwa partisipasi dalam RAKORDA ini sangat penting untuk mengadopsi praktik terbaik dan strategi nasional. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pendistribusian zakat agar dapat memberikan dampak nyata dalam memajukan Kabupaten Pesawaran, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan diluncurkannya Gerakan Sadar Zakat dan penguatan koordinasi ini, diharapkan pengelolaan zakat di Lampung, termasuk Pesawaran, akan semakin profesional, terpercaya, dan mampu menjadi instrumen utama dalam pembangunan daerah.
BERITA04/12/2025 | HUMAS BAZNAS Pesawaran
Baznas Salurkan Bantuan Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar
Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung, menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam Sumatera di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan ini salah bentuk kepedulian masyarakat Lampung membantu meringankan warga yang terdampak langsung akibat bencana banjir dan longsor.
“Saatnya kita saling bahu membahu membantu saudara-saudara kita yang sedang mendapat ujian dari Allah. Bantuan ini bentuk rasa empati dan turut meringankan kesulitan yang dihadapi korban bencana akibat banjir dan longsor,” kata Gubernur Mirza usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Lampung dan Gerakan Sadar Zakat di Bandar Lampung, Kamis (4/12/2025).
Data yang dihimpun dari situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin Badan Penanggulangan Bencana Alam), Selasa (2/12/2025) pukul 10.00 WIB, dalam menu 'Rekapitulasi Terdampak Bencana’, terungkap bahwa, bencana yang menerjang 50 kabupaten itu menewaskan 631 orang, lalu warga yang dinyatakan hilang berjumlah 472 jiwa. Belum lagi kerusakan infrastrukur seperti jalan, jembatan fasilitas umum dan rumah warga.
Bantuan sebesar Rp150 juta itu berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui BAZNAS. Gubernur menyerahkan langsung kepada Pimpinan BAZNAS RI, Prof Muhammad Nadratuzzaman Hosen disaksikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, Sekdaprov Marindo Kurniawan, para Bupati dan Wali Kota di Lampung, serta unsur Forkopimda Lampung.
Pada kesempatan tersebut, BAZNAS RI menyerahkan sejumlah program bantuan kepada BAZNAS Kabupaten dan Kota di Lampung, meliputi Lumbung Pangan, Balai Ternak, Z-Auto, Rumah Layak Huni, Program UMKM, Microfinance Masjid. Selain itu juga dukungan percepatan penurunan stunting. Dalam RAKORDA itu juga dilakukan penandatanganan prasasti Rumah Sehat BAZNAS di Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Tengah sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan berbasis dana zakat.
BAZNAS Lampung juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah pendukung gerakan zakat, antara lain, Kabupaten Pesawaran, Kota Bandarlampung, Kota Metro, Tulang bawang Barat, Lampung Timur, dan Lampung Tengah. “Bantuan dari BAZNAS RI menjadi pendorong agar BAZNAS Lampung semakin agresif menggerakkan potensi zakat. Hal itu untuk memperkuat pentingnya penyusunan program yang tepat guna dan tepat sasaran untuk menghadirkan zakat memberi manfaat lebih besar bagi mustahik,” kata Iskandar.
Iskandar juga menegaskan BAZNAS Lampung terus meningkatkan kemampuan menggunakan teknologi untuk melakukan pengumpulan dan pendistribusian tepat sasaran. Dengan begitu, BAZNAS melibatkan Satuan Audit Internal (SAI) agar dana ZIS benar-benar sesuai aman syari’, aman regulasi, dan aman NKRI. “Kami terus memperkuat kelembagaan agar BAZNAS menjadi lembaga amil zakat yang amanah, profesional. Kami pastikan zakat dikumpulkan, didistribusikan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi umat,” tambahnya.
Rakorda BAZNAS Lampung tahun ini bertemakan: Menguatkan BAZNAS dalam Mewujudkan Lampung Maju. Ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk membangun lembaga zakat yang semakin terpercaya, meluas manfaatnya, dan selaras dengan agenda pembangunan daerah. Melalui sinergi antara BAZNAS, Pemerintah Provinsi Lampung, dan pemerintah kabupaten/kota, gerakan zakat diharapkan menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan umat. ***
BERITA04/12/2025 | Humas Baznas Pesawaran
BAZNAS Berikan Bantuan di Lokasi Bencana di Sumatera: Dukungan Air Bersih, Sembako, Layanan Kesehatan, dan Dapur Umum
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bersama BAZNAS di Indonesia Turut Meringankan Korban Bencana Alam di Sumatera BAZNAS RI dan BAZNAS Indonesia memberikan bantuan kepada korban banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Bantuan yang diberikan berupa sembako, air bersih, layanan kesehatan, dan dapur umum. Data dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana menyebutkan bahwa bencana ini telah menewaskan 631 orang dan 472 jiwa lainnya dinyatakan hilang. BAZNAS RI mendirikan dapur umum di beberapa lokasi seperti Tanah Datar, Padang, Tapanuli Selatan, Blang Awe di Aceh, dan Meusi di Bireuen. Saat ini, kondisi pengungsi masih membutuhkan dukungan, terutama dalam hal pelayanan makanan. Saidah Sakwan, MA., dari BAZNAS RI, menyatakan pentingnya penyaluran bantuan untuk membantu warga terdampak secara tepat waktu. BAZNAS juga akan memberikan pendampingan kesehatan dan paket kebersihan ke depannya. Melalui BAZNAS Tanggap Bencana, telah didirikan 32 titik pos bantuan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dengan menyumbangkan dana zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS untuk membantu pemulihan warga terdampak bencana.
BERITA02/12/2025 | BL-01
BAZNAS Distribusikan Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir di Kota Padang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat.
Penyaluran air bersih ini sebagai upaya respons cepat terhadap bencana yang melanda wilayah tersebut. Dalam aksi ini, BAZNAS menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar 150 kepala keluarga yang terdampak dan mengalami keterbatasan akses air layak konsumsi.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengatakan banjir membuat sumber air tercemar lumpur, limbah, bakteri E.coli, hingga virus penyebab diare dan leptospirosis. Dengan distribusi air bersih, para warga terdampak tidak perlu menggunakan air banjir yang tidak layak konsumsi sehingga risiko penyakit menurun drastis.
"Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia. Maka, BAZNAS memandang penting adanya air untuk membantu para warga memenuhi kebutuhan dasarnya," kata Saidah, dalam keterangan tertulis, Senin (1/12/2025).
Saidah menambahkan, tak mudah bagi tim kemanusiaan BAZNAS dalam menyalurkan bantuan. Akses menuju lokasi terdampak saat ini masih sangat terbatas.
"Jalan utama dipenuhi lumpur, material kayu, serta minimnya penerangan, sehingga tim BTB harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan menantang untuk mencapai titik pendistribusian. Alhamdulillah, dengan keyakinan kuat, kami berhasil mengatasi setiap kendala yang ada," lanjutnya.
BAZNAS RI, menurut Saidah, akan terus hadir mendampingi warga terdampak hingga pulih seperti semua, melalui bantuan logistik maupun layanan kemanusiaan lain yang dibutuhkan. Saat ini, telah tersebar 32 titik pos bantuan BAZNAS di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang siap melayani masyarakat.
“Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan masyarakat, BAZNAS terus berupaya hadir untuk membantu pemulihan penyintas bencana," katanya.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Luncurkan Modernisasi SIMBA di Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan modernisasi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) di ajang Rakernis Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025, Selasa (26/11/2025). Langkah ini menjadi dorongan besar percepatan digitalisasi tata kelola zakat di Indonesia.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa seluruh pelaporan BAZNAS ke depan wajib melalui SIMBA sebagai standar nasional. Ia mengakui transformasi digital awalnya penuh tantangan, terutama di daerah dengan keterbatasan perangkat dan jaringan. “Dulu masih banyak yang hanya pakai HP dan sinyalnya terbatas, tapi alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Kita ingin semua daerah bisa tembus,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi perkembangan teknologi, khususnya AI. Menurutnya, digitalisasi merupakan keniscayaan yang kini membuat BAZNAS semakin dilirik dunia.
“AI ini luar biasa, tapi jangan sampai kita dimanipulasi. Bisa saja dibuatkan suara saya padahal bukan saya. Karena itu manusia tetap harus jadi imamnya AI,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Ec, Ph.D., menjelaskan bahwa SIMBA kini lebih kuat, lebih cepat, dan memiliki standar keamanan setara perbankan. Menurutnya SIMBA bukan sekadar sistem laporan, tetapi alat memantau perjalanan mustahik hingga mandiri.
“Data sekarang sangat sensitif. Kebocoran bisa terjadi di mana saja. Karena itu SIMBA kita bangun ulang supaya lebih aman dan lincah,” jelasnya.
Prof. Nadra menyebut SDM daerah masih menjadi tantangan utama dalam transformasi digital. Banyak lembaga daerah belum memiliki staf IT, sehingga peningkatan kapasitas dilakukan bertahap. Meski demikian, dukungan lembaga teknologi global membantu memperkuat tim digitalisasi BAZNAS secara nasional.
“Tidak bisa langsung semuanya mahir. Kami latih pelan-pelan,” katanya.
Acara Zakat Tech Mini Expo 2025 juga menghadirkan berbagai inovasi digital dari BAZNAS daerah, mahasiswa, perbankan syariah, dan perusahaan teknologi global. Peserta disuguhkan teknologi berbasis AI, cloud, serta aplikasi zakat yang memperkuat ekosistem digital BAZNAS.
Dengan modernisasi SIMBA, BAZNAS menegaskan komitmennya membangun tata kelola zakat yang lebih transparan, aman, dan terintegrasi dari pusat hingga daerah. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi percepatan digitalisasi nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan pengelolaan zakat modern di tingkat global.
BERITA27/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Gelar Rakernis IT 2025, BAZNAS RI Optimalkan Modernisasi dan Digitalisasi Pengelolaan Zakat Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengoptimalkan modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional melalui penguatan sistem manajemen berbasis data yang kokoh dan terukur, sebagai upaya menciptakan tata kelola zakat yang lebih transparan, akuntabel, dan berdampak luas.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 dengan tema “Pemanfaatan dan Penguatan Digital Fundraising” untuk memperkuat ekosistem digital zakat di seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga mempertemukan BAZNAS Daerah dan mahasiswa dalam ruang kolaborasi inovatif untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan zakat.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa modernisasi sistem digital menjadi keharusan bagi BAZNAS RI dalam merespons perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan publik terhadap layanan zakat yang lebih cepat dan efisien.
“InsyaAllah BAZNAS RI akan menjadi BAZNAS yang terbaik, khususnya dalam keterbukaan informasi publik. Ini merupakan komitmen yang telah dibangun sejak lama, komitmen untuk mengembangkan digitalisasi di seluruh Indonesia, bukan hanya di pusat,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Kiai Noor menyampaikan bahwa digitalisasi tidak hanya menjadi instrumen efisiensi, tetapi juga bagian dari penguatan kelembagaan dan tata kelola manajemen yang terus diperbarui.
“Kami mengapresiasi upaya digitalisasi ini karena alhamdulillah BAZNAS juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lembaga publik yang transformal dan informatif. Penguatan kelembagaan dan manajemen, termasuk pelaporan melalui SIMBA, telah kita jalankan. Meski belum semua daerah siap, insyaAllah ke depan seluruh Indonesia akan memiliki transformasi digital yang sama dari pusat sampai daerah,” ucap Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, transformasi digital BAZNAS tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama menghadapi tantangan teknologi yang berkembang cepat.
“Kita memasuki era digital sehingga tidak mungkin SDM BAZNAS tidak memahami atau mengoperasikan sistem digital. Dalam lingkungan Prof. Nadratuzzaman sendiri ada transformasi digital termasuk bidang keamanan. AI juga menjadi tantangan; kita memperkuat bagaimana memanfaatkannya sekaligus mewaspadainya,” tuturnya.
Kiai Noor menambahkan bahwa lima tahun terakhir menunjukkan percepatan signifikan dalam transformasi digital BAZNAS dan dampaknya telah diakui di tingkat internasional.
“Terbukti, jaringan BAZNAS kini bersifat internasional bahkan menjadi rujukan zakat dunia. Karena itu, kami berterima kasih, melalui Rakernis ini kita dapat memastikan digitalisasi tidak pernah berhenti. Percepatannya begitu besar dan apa yang dilakukan di sini akan kita sampaikan kepada semua BAZNAS di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, menambahkan, penguatan basis data menjadi pilar utama dalam transformasi digital yang dicanangkan BAZNAS.
“Digitalisasi yang terukur memungkinkan peningkatan akurasi pendataan mustahik serta mempercepat proses distribusi zakat,” katanya.
Ia menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan zakat, peningkatan literasi digital bagi amil zakat dan pemangku kepentingan, serta evaluasi atas pelaksanaan program digitalisasi yang telah berjalan.
“Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan aplikasi-aplikasi digital yang dikembangkan BAZNAS RI agar dapat dimanfaatkan oleh BAZNAS Daerah, serta menampilkan berbagai inovasi melalui Mini Expo untuk menghasilkan rekomendasi penguatan sistem digital ke depan,” ujarnya.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan ZIS-DSKL Nasional, Amb. Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, serta perwakilan dari BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota, para praktisi dan akademisi.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
AI Bukanlah Pengganti, Melainkan Mitra Strategis Anda
Di tengah pesatnya adopsi teknologi digital, kekhawatiran mengenai Artificial Intelligence (AI) yang akan menggantikan peran manusia terus mencuat. Menanggapi hal ini, Sugiyanto Yoannatan, Enterprise Sales Google Cloud Indonesia, menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam memandang teknologi ini.
Dalam pernyataannya, Sugiyanto menggarisbawahi bahwa AI tidak dirancang untuk mengambil alih pekerjaan manusia, melainkan hadir sebagai mitra strategis. Teknologi ini berfungsi untuk mengaugmentasi kemampuan manusia, membebaskan tenaga kerja dari tugas-tugas repetitif, dan memberikan ruang lebih besar bagi inovasi serta pengambilan keputusan strategis.
"AI bukanlah pengganti, tetapi mitra strategis bagi Anda yang memungkinkan kegiatan bergerak lebih cepat dan efisien. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi antara kecerdasan mesin dan kreativitas manusia," ungkap Sugiyanto.
Google Cloud Indonesia terus mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab guna mengakselerasi transformasi digital di berbagai sektor, khususnya dalam penguatan digital fundraising BAZNAS.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Staf BAZNAS Pesawaran Ikuti Rakernis Transformasi Digital & Zakat Tech Mini Expo 2025 di Jakarta
Staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran tengah mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Transformasi Digital dan Zakat Tech Mini Expo 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI di Jakarta, pada tanggal 26 hingga 27 November 2025.
Acara penting ini berfokus pada pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dan strategi penguatan digital fundraising dalam pengelolaan zakat.
"Keikutsertaan BAZNAS Pesawaran bertujuan untuk mengadopsi inovasi teknologi terkini guna meningkatkan efisiensi, transparansi, dan jangkauan pengumpulan serta penyaluran zakat di wilayah Pesawaran, sejalan dengan upaya BAZNAS RI menuju ekosistem zakat digital yang modern," ujar Laksana Sanjaya Staf Sekretariat.
BERITA26/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Ungkap Potensi Zakat Pertanian Berbasis Desa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan kembali pentingnya optimalisasi zakat pertanian sebagai sumber penghimpunan zakat nasional.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., dalam Pengajian Selasa Pagi bertajuk "Implementasi Zakat Pertanian Berbasis Desa" yang diselenggarakan Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (25/11/2025).
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI, Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., menekankan besarnya potensi sektor pertanian bagi peningkatan zakat di berbagai daerah.
“Sebagai negara agraris, dan kita sebagai amil zakat tentunya kita berharap sektor pertanian ini menjadi salah satu sumber peningkatan pengumpulan zakat kita di BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota,” ujar Prof Nadra.
Prof Nadra mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang luas, namun belum dikelola secara optimal dari aspek zakat.
“Kita terkenal sebagai negara agraris, kita punya perkebunan yang luas, kita punya tanaman pangan yang luas, sawah yang luas, namun kita belum melakukan pungutan zakat di pertanian,” ucap Prof Nadra.
Ia juga menyoroti potensi zakat dari sektor peternakan yang mengalami perkembangan signifikan.
“Kalau di peternakan, kita sudah tau ada industri peternakan unggas yang luar biasa. Apalagi sekarang ada MBG yang kebutuhan telur maupun ayam begitu besar,” katanya.
Menurut Prof Nadra, kondisi ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya edukasi agar potensi zakat dapat tergarap lebih maksimal.
“Ini adalah peluang kita untuk menyadarkan para pengusaha, khususnya yang muslim dan pekerja di sektor pertanian dan perkebunan,” katanya.
Sementara itu, Divisi Kajian dan Pengembangan BAZNAS RI, Herlin, SE., M.Si., menambahkan bahwa data ekonomi terbaru turut menguatkan pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Hasil dari pertumbuhan PDB menurut Lapangan Usaha Triwulan I Tahun 2025 ini untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memegang peran nomor satu. Hal ini menandakan sektor pertanian menjadi salah satu tulang punggung bagi perekonomian Indonesia,” katanya.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Tingkatkan Pelayanan, RSB Pesawaran Kunjungi Rumah Pasien
Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran melaksanakan kegiatan Pelayanan kesehatan gratis kunjungan rumah pasien (home visit) dan pemberian sembako untuk penerima manfaat di Dusun Sukabanjar, Gedong Tataan, Pesawaran pada Kamis (20/11/2025).Penanggung jawab RSB Pesawaran, dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes., mengatakan: "Selain layanan di klinik, RSB juga aktif melaksanakan program sosial seperti kunjungan rumah pasien (home visit) untuk pelayanan kesehatan di tempat dan pemberian bantuan sembako kepada penerima manfaat di wilayah sekitarnya," ujar dr. Redha. "Program ini adalah wujud nyata dari pemanfaatan dana zakat untuk mendukung sektor kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat prasejahtera di Pesawaran." Pungkas dr. Redha.
BERITA20/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS PESAWARAN PERKUAT SINERGI DALAM KESIAPSIAGAAN BENCANA DAN PENGENDALIAN MALARIA
BAZNAS Pesawaran berpartisipasi dalam Rakor Penanggulangan Bencana dan Sosialisasi Percepatan Penanggulangan Malaria Pemkab Pesawaran, pada Selasa (18/11/2025) di Aula Pemkab Pesawaran.
Partisipasi ini menunjukkan komitmen BAZNAS dalam mendukung program pemerintah daerah dan konsep pentahelix.
Mewakil Ketua BAZNAS Pesawaran, Ahmad Fudloli, selaku Koordinator BAZNAS Tanggap Bencana menyatakan siap berperan aktif dalam penanggulangan bencana dan pencegahan Malaria melalui dana ZIS.
"BAZNAS siap berperan aktif dalam penanggulangan bencana dan pencegahan Malaria melalui dana ZIS," ujar Ahmad Fudloli
Ini menegaskan peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah untuk Pesawaran yang maju dan sejahtera.
BERITA18/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Salurkan Santunan untuk Korban Angin Puting Beliung
PESAWARAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah dengan menyalurkan santunan kepada korban bencana angin puting beliung di Dusun Kalibungur, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng.
Penyaluran santunan ini dilaksanakan pada Jumat, (14/11/2025), dan difokuskan kepada delapan rumah yang mengalami kerusakan paling parah akibat musibah tersebut.
Santunan diserahkan secara langsung oleh Waka III BAZNAS Pesawaran, M. Robani, yang didampingi oleh Camat Tegineneng Aep Alamsyah, bersama dengan Babinkamtibmas, Babinsa, dan aparatur desa setempat di Balai Desa Trimulyo. Kehadiran pihak-pihak ini menunjukkan sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Bantuan untuk Pemulihan Keluarga
Salah satu penerima santunan, Herianto, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS ini. Bantuan ini sangat membantu saya agar segera memperbaiki rumah saya, sebagai tempat berlindung bagi keluarga kecil saya," tutur Herianto penuh harap.
Sementara itu, Waka III BAZNAS Pesawaran, M. Robani, menjelaskan bahwa penyaluran santunan ini merupakan wujud nyata dari tanggung jawab sosial lembaga tersebut.
"Ini adalah komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat. Dana zakat yang dihimpun dari umat, kembali kami salurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban dan mempercepat proses perbaikan rumah warga," tegas M. Robani.
Camat Ajak Warga Berdonasi ZIS Melalui BAZNAS
Menutup kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Camat Tegineneng, Aep Alamsyah, turut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Pesawaran dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam program kebaikan.
"Kami berterima kasih kepada BAZNAS Pesawaran yang telah bergerak cepat membantu warga kami di Desa Trimulyo. Kami juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Tegineneng, untuk bersama-sama meringankan beban sesama dengan menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di BAZNAS Pesawaran. Mari kita jadikan BAZNAS sebagai sarana kita untuk berbagi dan menguatkan persaudaraan," ajak Camat Aep Alamsyah.
BERITA14/11/2025 | BTB BAZNAS Pesawaran
BAZNAS dan Pemkab Pesawaran Tinjau Dampak Angin Kencang di Tegineneng, Puluhan Rumah Rusak
PESAWARAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran bergerak cepat meninjau langsung dampak bencana angin kencang di Dusun Kalibungur, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhamad Ali, didampingi OPD terkait, tiba di lokasi untuk melihat kondisi warga dan memberikan dukungan.Peristiwa yang terjadi pada Senin siang (03/11/2025), sekitar pukul 13.15 WIB, tersebut menyebabkan kerusakan signifikan akibat hujan deras dan angin yang kencang.Menurut data di lapangan, bencana alam ini berdampak pada 53 rumah warga. Rinciannya, dua rumah mengalami rusak berat (roboh), tiga rumah rusak sedang, dan sisanya mengalami rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun musibah tersebut menyisakan trauma mendalam bagi para korban.Triono, salah satu korban yang rumahnya ambruk, menuturkan detik-detik mencekam saat kejadian."Pada saat kejadian itu, siang hari Senin, hujan disertai angin yang sangat kencang datang. Langsung membuat atap rumah warga beterbangan, serta pohon-pohon tumbang. Begitupun rumah saya ini langsung roboh terkena angin yang sangat kuat. Alhamdulillah kami sekeluarga selamat, tidak ada yang cedera," ujar Triono.Menyikapi musibah ini, BAZNAS Pesawaran yang diwakili oleh Waka III, M. Robani, bersama tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmennya untuk segera menyalurkan bantuan.Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhamad Ali, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah bersama BAZNAS akan bahu-membahu membantu para korban untuk meringankan beban mereka dan mempercepat proses perbaikan rumah yang rusak. Bantuan ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan terparah.
BERITA04/11/2025 | BTB Pesawaran
Hadapi Praktek Pinjol, Kemenag dan BAZNAS Luncurkan Program Microfinance Masjid
Kementerian Agama (Kemenag) RI bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) Berdaya Berdampak untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktek pinjaman online (pinjol), termasuk judi online (judol).
Peluncuran program BMM Madada dilakukan pada acara Madada Festival yang digelar Subdit Kemasjidan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kemenag RI, Selasa (7/10/2025). “Masjid berdaya adalah masjid yang memiliki kapasitas dan sumber daya untuk bertindak, sementara masjid berdampak adalah masjid yang menghadirkan perubahan positif bagi lingkungannya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad.
Menurut Dirjen Abu Rokhmad, program ini merupakan bagian dari strategi Masjid Berdaya dan Berdampak (Madada) yang menekankan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus motor penggerak kesejahteraan sosial dan ekonomi. Transformasi fungsi masjid dari pusat ibadah tradisional menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial harus menjadi langkah nyata agar masjid tetap relevan di era modern. “Melalui kolaborasi dengan BAZNAS, LAZ, BWI, BPJS, CSR, dan ormas Islam, masjid bisa menjadi pusat inovasi yang memberi manfaat langsung bagi jamaah,” kata Abu.
BMM Madada, lanjut Abu, dirancang sebagai pijaman lunak tanpa bunga yang disalurkan melalui masjid-masjid. Program ini menargetkan potensi penerima yang memiliki kapasitas usaha, sekaligus mengubah status mereka dari penerima bantuan menjadi muzaki aktif. “Dulu mereka hanya menerima bantuan, kini mereka bisa berperan sebagai pemberi. Banyak cerita sukses yang muncul dari program ini,” jelasnya.
Selain aspek ekonomi, Abu Rokhmad juga menyoroti inisiatif lingkungan dan edukasi. Masjid yang berdaya tidak hanya memperhatikan kesejahteraan jamaah, tetapi juga lingkungan sekitar, termasuk program penghijauan dan penanaman pohon di sekitar masjid percontohan. “Masjid harus bersih, indah, dan hijau. Ini bagian dari bentuk dakwah yang kontekstual,” tambah Abu.
Drjen juga menyinggung kegiatan edukasi keagamaan untuk berbagai generasi. “Kami mencatat generasi baby boomers sangat antusias belajar agama, sedangkan Gen Z dan milenial literasinya tinggi tapi praktik ibadahnya belum optimal. Program Fasolatan kami hadir untuk menjembatani hal ini, memberikan pengajian yang sesuai untuk orang tua agar bisa belajar dan tetap aktif secara spiritual,” ujarnya.
Dia berharap BMM Madada akan menjadi model masjid berdaya dan berdampak di seluruh Indonesia, mendorong ekonomi jemaah, menjaga lingkungan, dan membangun peradaban Islam yang inklusif. Mekanisme BMM Madada secara rinci adalah pinjaman lunak yang diberikan melalui masjid dan besarannya hingga Rp150 juta per masjid, ditujukan untuk warga yang dinilai memiliki kapasitas usaha atau potensi bisnis. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk memberdayakan masyarakat agar mandiri secara ekonomi.
BMM Madada memfasilitasi hubungan langsung antara penerima dengan masjid sebagai mediator, sekaligus membangun ekosistem usaha kecil yang berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada pinjol berbunga tinggi yang sering memberatkan. Keberhasilan program dalam mengubah penerima bantuan menjadi muzaki yang aktif berkontribusi ke masjid.
BERITA03/11/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Kolaborasi Kejaksaan dan BAZNAS Menguatkan Regulasi dan Syariah yang Aman
Kejaksaan Tinggi Lampung dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lampung bekerja sama dalam memperkuat pengelolaan zakat yang profesional dan amanah secara hukum. Dalam acara di Hotel Emersia, Bandar Lampung (28/10/2025), mereka menekankan pentingnya sinergi antara kedua lembaga untuk menciptakan tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, berkeadilan, dan memberikan keberkahan. Imam Yudha Nugraha dari Kejaksaan Tinggi Lampung menyoroti pentingnya pemahaman bahwa pengelolaan zakat haruslah sesuai dengan regulasi dan prinsip akuntabilitas, bukan hanya terbatas pada proses pengumpulan dan penyaluran dana.
Kolaborasi antara BAZNAS dan kejaksaan diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah potensi penyimpangan terkait dengan zakat. Penguatan aspek hukum diyakini dapat memberikan perlindungan, kepastian hukum, dan mencegah penyimpangan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat terus meningkat.
Melalui kerja sama dengan pihak terkait seperti perbankan syariah, Kementerian Agama, MUI, dan Kantor Akuntan Publik, BAZNAS berupaya untuk memberikan pengelolaan zakat yang efektif, profesional, dan berintegritas. Selain itu, BAZNAS Provinsi Lampung dan kabupaten/kota akan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) guna memperkuat program pengelolaan zakat hingga tingkat desa.
Program pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa menjadi perhatian utama untuk memperluas jangkauan dan efektivitas distribusi zakat. Anda juga dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui transfer melalui rekening sesuai informasi yang disediakan oleh BAZNAS.
BERITA01/11/2025 | BL-01
Hari Santri Nasional 2025, BAZNAS Hadirkan Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo dengan mengusung tema “Santri Berdaya, Ekonomi Berdikari”, di Kantor BAZNAS RI, dan disiarkan langsung melalui Youtube BAZNAS TV, Kamis (30/10/2025).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025, dan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri sebagai penggerak ekonomi umat yang mandiri dan berdaya saing global.
Deputi II BAZNAS RI, Dr. M. Imdadun Rahmat, M.S., dalam sambutannya menekankan pentingnya aspek spiritual dalam pemberdayaan ekonomi pesantren.
“Santri adalah penerus estafet dakwah dan pendidikan Islam. Memberdayakan ekonomi mereka berarti memperkuat kemandirian dakwah. Zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS merupakan investasi untuk membangun ketahanan ekonomi para pelaku dakwah ini,” tegasnya.
Imdadun juga menyambut baik langkah pemerintah yang telah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
“Kebijakan ini merupakan pengakuan formal atas kontribusi besar pesantren terhadap bangsa. Dengan 1,6 juta santri dan 250 ribu lulusan setiap tahun, pemberdayaan ekonomi pesantren adalah keniscayaan dalam mempercepat pembangunan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, dalam laporannya menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan pesantren.
“Potensi 42.300 pondok pesantren dengan lebih dari 4 juta santri adalah kekuatan ekonomi bangsa yang luar biasa. Melalui program Santripreneur yang diinisiasi sejak 2022, BAZNAS tidak hanya mencetak wirausaha, tetapi juga membangun duta zakat yang berintegritas dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai dasar berbisnis,” ujar Eka.
Menurut Eka, hingga saat ini program Santripreneur BAZNAS telah melahirkan 1.485 wirausaha santri di 225 kota, yang bergerak di berbagai sektor seperti kuliner, fesyen, industri kreatif, hingga jasa syariah. “Keberhasilan para alumni Santripreneur menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat,” imbuhnya.
Talkshow inspiratif ini menghadirkan tiga sosok alumni Santripreneur BAZNAS yang sukses mengembangkan usaha berbasis pemberdayaan: Tyovan Ari Widagdo, Aisyah Rahman, dan Syarifudin Mustofa.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin, Tyovan Ari Widagdo, berbagi pengalaman perjalanan bisnisnya sejak masih duduk di bangku SMA. Tyovan, yang kini dikenal sebagai pengusaha muda di bidang teknologi digital, menceritakan bagaimana semangat belajar dan keberanian berinovasi menjadi kunci dalam membangun usahanya.
“Saya sudah mulai usaha sejak kelas satu SMA. Waktu itu saya buat bisnis media online, lalu berkembang jadi perusahaan software house. Dari situ saya belajar banyak hal, termasuk pentingnya legalitas usaha dan membangun sistem manajemen,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri di era digital. “Santri punya modal besar: akhlak, disiplin, dan daya juang. Kalau ditambah literasi digital dan kemampuan bahasa, santri bisa menjadi pelaku ekonomi global. Dunia bisa dijangkau dari pesantren,” ujarnya.
Tyovan juga mengingatkan pentingnya storytelling dalam bisnis. “Produk bukan sekadar barang, tapi harus punya cerita. Misalnya tas dari pelepah pisang buatan santri itu bukan tas biasa , ia punya nilai dan kisah yang menginspirasi,” katanya.
Sementara itu, Aisyah Rahman, pendiri Bon Bon Flora, menceritakan perjalanan usahanya di bidang agribisnis tanaman hias yang fokus pada pemberdayaan petani. “Masalah yang saya lihat sederhana: banyak petani membuang hasil pertaniannya karena tidak laku dijual. Dari situ kami hadir sebagai agensi pemasaran digital gratis bagi petani tanaman hias,” jelasnya.
Melalui usaha tersebut, Aisyah telah membantu 34 petani dan 12 mitra binaan, serta memberdayakan ibu rumah tangga agar tetap produktif dari rumah. Ia juga menyediakan pendidikan gratis bagi lebih dari seribu anak desa melalui yayasan wakaf yang didirikannya.
“Ketika pandemi berakhir, bisnis kami sempat menurun drastis. Tapi setelah bertemu BAZNAS dan mendapat pendampingan, kami bangkit kembali dan kini bisa menembus pasar global, mengekspor tanaman hias ke Amerika, Kanada, Prancis, hingga Australia,” ungkapnya.
Kisah serupa disampaikan Syarifudin Mustofa, pendiri Mustafa & Co asal Cilacap, yang memproduksi merchandise ramah lingkungan dari limbah pelepah pisang. “Saya sebenarnya tidak sengaja jadi entrepreneur. Dulu cita-citanya jadi dosen, tapi tidak diterima. Akhirnya saya pulang kampung dan mulai membuat tas dari kulit dan bahan alam,” ujarnya.
Berawal dari keterbatasan, Syarifudin kini berhasil membangun bisnis sosial yang melibatkan santri putus sekolah. “Saya ingin membantu teman-teman santri yang tidak punya privilege seperti saya. Kami latih mereka agar punya keterampilan, agar bisa keluar dari kefakiran. Prinsip saya, bisnis yang gagal hanyalah bisnis yang berhenti. Kalau tidak berhenti, insyaallah tidak akan gagal,” tegasnya.
Talkshow Inspiratif dan Santripreneur Expo ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BAZNAS dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. Melalui kolaborasi yang sinergis antara lembaga zakat, pesantren, pemerintah, dan dunia usaha, BAZNAS terus berkomitmen menghadirkan santri yang unggul secara spiritual, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Gelar Wawancara Calon Pendamping Program Lumbung Pangan
Gedong Tataan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan wawancara calon pendamping Program Lumbung Pangan pada hari Jum'at 31 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kantor BAZNAS Pesawaran dan diikuti oleh peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi.
Program Lumbung Pangan merupakan salah satu inisiatif BAZNAS Pesawaran dalam mendukung kemandirian pangan masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi umat, khususnya bagi kelompok mustahik di wilayah Kabupaten Pesawaran.
Dalam kegiatan wawancara ini, calon pendamping diuji mengenai pemahaman tentang pertanian mereka terhadap pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, serta komitmen sosial untuk mendampingi kelompok penerima manfaat di lapangan.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, A. Hamid S., menyampaikan bahwa pendamping memiliki peran strategis dalam keberhasilan program ini.
“Pendamping bukan hanya menjadi penghubung antara BAZNAS dan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi mustahik,” ujarnya.
Ia menambahkan, BAZNAS Pesawaran berkomitmen untuk menyeleksi calon pendamping yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga semangat keikhlasan dan kepedulian sosial yang tinggi.
Diharapkan melalui proses seleksi ini, akan terpilih pendamping terbaik yang mampu mengawal pelaksanaan Program Lumbung Pangan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung visi BAZNAS dalam mewujudkan Pesawaran Sejahtera dan Berdaya.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, RSB Pesawaran Laksanakan Penyuluhan Kesehatan
Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan meliputi pendidikan seksual, pemeriksaan HB dan kolesterol, serta pemberian multivitamin penambah darah di SMPN 17 Pesawaran pada Jumat (31/10/2025). Program ini merupakan upaya promotif dan preventif yang bertujuan untuk membangun kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini.
Kepala RSB Kabupaten Pesawaran, dr. Redha Anggraini Jafar, M.Kes. menyatakan bahwa upaya ini penting untuk mengurangi angka penyakit dan beban kesehatan di masyarakat.
"Rumah Sehat BAZNAS tidak hanya fokus pada pengobatan (kuratif), tetapi juga pencegahan (preventif) dan promosi kesehatan (promotif). Dengan sosialisasi yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat, terutama yang masih berada di lingkungan sekolahan, dapat menjadi lebih mandiri dalam menjaga kesehatan mereka," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala RSB Kabupaten Pesawaran, dr. Redha Anggraini Jafar, M.Kes. beserta jajaran, dewan guru dan siswa/siswi SMPN 17 Pesawaran.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Dorong Keterlibatan Pesantren dan UMKM Binaan Pasok Pangan Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong pesantren dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan untuk terlibat aktif dalam rantai pasokan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai upaya menggerakkan ekonomi umat, terutama bagi para mustahik dan pelaku usaha kecil.
Hal tersebut mengemuka dalam acara BAZNAS Development Forum (BDF) III, yang dibuka oleh Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Turut hadir sebagai narasumber Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Ketua Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq KH. Setia Irawan, serta Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, MM., serta diikuti oleh perguruan tinggi, LAZ, BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, serta para penerima manfaat BAZNAS.
Dalam sambutannya, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan, titik temu antara zakat dan kebijakan MBG terletak pada semangat keberpihakan terhadap kelompok rentan.
Menurutnya, program MBG merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat miskin, sejalan dengan misi BAZNAS dalam membantu kaum dhuafa dan fakir miskin.
“BAZNAS berkomitmen menjadikan para mustahik binaan serta pelaku UMKM dampingan program zakat produktif sebagai bagian dari rantai pasok pangan halal yang sehat dan bergizi, mulai dari proses produksi bahan baku hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ujar Imdadun.
Lebih lanjut, ia menambahkan, BAZNAS juga berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pesantren yang memiliki peran penting, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial.
“Undang-Undang yang membahas terkait Pesantren telah menetapkan tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial. Karena itu, sangat relevan jika pesantren menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan MBG,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Badan Gizi Nasional, BAZNAS, dan Kementerian Agama dalam membentuk ekosistem pangan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan gizi nasional, serta menghadirkan model kemandirian pangan berbasis pesantren sebagai wujud nyata dari nilai-nilai Astacita.
Imdadun berharap, keterlibatan para mustahik dalam rantai pasok MBG dapat menggairahkan ekonomi umat. “Program MBG ini akan menggerakkan roda perekonomian nasional. Karena itu, sudah selayaknya para mustahik dampingan BAZNAS turut mengambil bagian dan memperoleh manfaat dari perputaran ekonomi yang digerakkan oleh program ini,” jelasnya..
“Melalui forum ini, BAZNAS ingin menegaskan perannya sebagai katalisator dan jembatan antara kebijakan nasional pemerintah dengan masyarakat bawah, khususnya mustahik, UMKM binaan, dan kalangan santri fakir miskin. Zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kewajiban agama, tetapi juga motor penggerak ekonomi rakyat dan bagian dari agenda pembangunan inklusif, termasuk program MBG ini,” tutur Imdadun.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS dan pesantren dalam integrasi Program MBG.
“Dengan karakter pesantren yang fleksibel dan mudah bernegosiasi, kerja sama ini akan lebih efektif. Kami berharap BAZNAS terus memperkuat ekosistem ekonomi pesantren agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga pusat kemandirian umat,” kata Amien.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, MM., menegaskan, pentingnya sinergi lintas lembaga, termasuk dengan BAZNAS, untuk memperkuat pelaksanaan program MBG.
“Kami juga membuka ruang kolaborasi bagi BAZNAS untuk terlibat dalam rantai pasok ini, terutama dalam pemberdayaan mustahik dan pelaku usaha kecil," ucap Nyoto.
Menurutnya, peran BAZNAS pada Program MBG sangat strategis, khususnya dalam memperkuat ekosistem gizi nasional berbasis umat. “BAZNAS diharapkan menjadi katalisator ekonomi umat dalam ekosistem MBG, melalui penyaluran zakat produktif, pemberdayaan UMKM, dan kolaborasi dengan pesantren. Sinergi ini akan menciptakan lingkaran kebaikan: anak-anak mendapat gizi layak, pondok pesantren dan UMKM binaan BAZNAS memiliki pasar berkelanjutan, dan zakat memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” kata Nyoto.
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Gubernur Lampung Ajak BAZNAS Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Bandar Lampung — Gubernur Lampung, Rahmad Mirzani Djausal, mengajak seluruh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Provinsi Lampung untuk berperan aktif sebagai kekuatan ekonomi umat. Ajakan tersebut disampaikan pada pembukaan Sosialisasi Pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) serta Pengendalian dan Audit Internal BAZNAS se-Provinsi Lampung, yang digelar di Hotel Emersia, pada 28 hingga 30 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmad menekankan pentingnya optimalisasi potensi zakat untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut, pengelolaan zakat yang transparan dan profesional akan menjadikan BAZNAS sebagai motor penggerak ekonomi umat di daerah.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan BAZNAS kabupaten dan kota se-Lampung, termasuk BAZNAS Kabupaten Pesawaran, yang turut hadir memperkuat komitmen dalam pemberdayaan zakat sebagai pilar kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS semakin erat, sehingga pengelolaan zakat di Lampung dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
BERITA28/10/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.
Lihat Daftar Rekening →