WhatsApp Icon
Teladan Pemimpin: Bupati Pesawaran dan Jajaran ASN Tunaikan Zakat Serentak

PESAWARAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan penghimpunan zakat massal pada hari Rabu, (11/03/2026). Mengusung tema "Keteladanan Pimpinan dalam Menunaikan Zakat", acara ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola zakat di lingkungan pemerintahan.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan, serta seluruh jajaran Kepala Dinas dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Pesawaran.

Pemimpin Sebagai Lokomotif Kebaikan

Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar kewajiban agama, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial aparatur negara terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan dimulainya penyaluran zakat dari pucuk pimpinan, diharapkan hal ini menjadi pelecut semangat bagi seluruh pegawai dan masyarakat luas untuk melakukan hal serupa.

 "Zakat adalah instrumen penting dalam pembangunan daerah. Jika para pimpinan sudah memberikan teladan, insya Allah keberkahan akan mengalir ke seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Pesawaran," ujar Bupati Nanda.

 

Kampanye Zakat Menguatkan Indonesia

Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang lebih besar. Penyaluran zakat oleh para pejabat daerah ini menjadi bukti nyata sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan lembaga amil.

 * Tujuan Utama: Meningkatkan kesadaran zakat di sektor formal (ASN).

 * Target: Optimalisasi penghimpunan dana untuk program pengentasan kemiskinan.

 * Visi: Menjadikan zakat sebagai pilar kemandirian ekonomi umat.

"Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kampanye 'Zakat Menguatkan Indonesia'. Kami ingin menunjukkan bahwa melalui zakat yang dikelola dengan transparan dan profesional, kita bisa bersama-sama memperkuat pondasi ekonomi bangsa, dimulai dari tingkat kabupaten," pungkas Ketua BAZNAS Pesawaran.

Dampak Positif bagi Daerah

Penyetoran zakat secara kolektif ini diharapkan dapat mengoptimalkan perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kabupaten Pesawaran. Dana yang terhimpun nantinya akan disalurkan kembali kepada para mustahik (penerima zakat) melalui berbagai program unggulan BAZNAS, seperti bantuan modal usaha, beasiswa pendidikan, hingga renovasi rumah tidak layak huni bagi warga Pesawaran.

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Optimalkan Keberkahan Ramadan, Bupati Pesawaran Imbau ASN dan Masyarakat Salurkan Zakat Melalui BAZNAS

PESAWARAN – Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Penyaluran dana umat tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui lembaga resmi, yakni Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran, khususnya dalam rangka mengoptimalkan momentum bulan suci Ramadan.

Bupati Nanda Indira menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat, terutama para aparatur negara, dalam menunaikan zakat fitrah maupun zakat mal. Penyaluran melalui BAZNAS dinilai sebagai langkah strategis guna memastikan pengelolaan dana umat berjalan secara transparan, profesional, dan tepat sasaran kepada para mustahik (penerima zakat) di wilayah Pesawaran.

Lebih lanjut, inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pembersihan harta dan jiwa selama bulan suci, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesawaran.

Dana ZIS yang terkumpul melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran akan dioptimalkan untuk berbagai program pemberdayaan dan jaring pengaman sosial berkelanjutan. Penyaluran tersebut mencakup program beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, bantuan modal usaha untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), layanan kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan pokok bagi kaum duafa di wilayah Kabupaten Pesawaran.

"Dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, saya mengimbau seluruh elemen masyarakat dan jajaran ASN di Kabupaten Pesawaran untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah dan zakat mal, serta memperbanyak infak dan sedekah. Saya sangat menganjurkan agar penyaluran dana umat ini dipercayakan kepada BAZNAS Kabupaten Pesawaran. Melalui lembaga resmi, kita memastikan bahwa amanah tersebut dikelola secara profesional, transparan, dan terdistribusi tepat sasaran untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan." Ujar Bupati Nanda.

Bagi masyarakat dan ASN yang hendak menunaikan zakat, infak, dan sedekah, penyaluran dapat dilakukan dengan datang langsung ke gerai layanan BAZNAS atau melalui transfer ke rekening resmi berikut:

BSI: 74.55.66.77.84

BNI: 12.10.83.84.13

Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871

(a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)

Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah


Layanan Jemput Zakat & Konsultasi: +62 812-7111-2600


Alamat Kantor: Jl. A. Yani (Komplek Islamic Center Kabupaten Pesawaran), Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran

 

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Menag RI Serahkan SK Presiden kepada Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa jabatan 2026-2031. Prosesi penyerahan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

?Penyerahan SK ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyatakan rasa syukur atas terbitnya payung hukum bagi kepengurusan ini agar roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal.

?"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS," jelas Nasaruddin Umar.

?"Pengurus BAZNAS yang baru ini kiranya bisa, dan sedapat mungkin menjadikan kenaikan zakat bisa tiga kali lipat. Saat ini BAZNAS bisa menghimpun sekitar Rp41 triliun," tambahnya.

?Dia menekankan, pengurus BAZNAS selaku amil harus tetap berpegang teguh pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas, tanpa interpretasi kiasan. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lainnya.

?Nasaruddin Umar turut berpesan agar pengurus BAZNAS menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjaga integritas lembaga demi mengangkat martabat bangsa di mata dunia.

?"Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya," ujarnya.

Berikut ini nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS Periode 2026-2031: 

1. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

2. Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.

3. Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si.

4. Saidah Sakwan, M.A.

5. H. Ending Syarifuddin, M.E

6. H. Idy Muzayvad, S.H.I, M.SI

7. H. Mokhamad Mahdum SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA CRP GRCE CWM. CHRP.

8. Hj. Neyla Saida Anwar

9. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag

10. Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si

11. Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom, M.M..

10/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Sinergi BAZNAS dan Pemkab Pesawaran: Salurkan 210 Paket Berkah Ramadhan dan Santuni 80 Anak Yatim

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendistribusikan 210 Paket Berkah Ramadhan, hidangan berbuka puasa (ifthar), serta santunan kepada 80 anak yatim piatu. Penyaluran bantuan ini dilaksanakan di Masjid An-Nur, Desa Pejambon, Kecamatan Negeri Katon, pada Selasa (3/3/2026).

Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan silaturahmi daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. Acara berlangsung khidmat dan diisi dengan siraman rohani melalui tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran, KH. Ahmad Rusdi Ubaidillah Abror.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan, S.E., M.M., beserta jajaran pejabat pemerintah kabupaten, dan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pesawaran, serta tokoh masyarakat setempat yang membaur dalam semangat persaudaraan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., menyampaikan bahwa penyaluran ini adalah bentuk komitmen bersama dalam menebar kebaikan di bulan suci.

"Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam meringankan beban masyarakat, khususnya anak yatim piatu, di bulan suci Ramadhan. Kami berharap Paket Berkah dan santunan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat di momen penyucian diri ini," ujar Hi. Hamid.

Melalui sinergi yang berkelanjutan ini, diharapkan tali silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dapat semakin erat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di wilayah Kabupaten Pesawaran.

Mari Hadirkan Kesejahteraan Bersama

Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:

  • BSI: 74.55.66.77.84
  • BNI: 12.10.83.84.13
  • Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871
    (a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)
  • Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah
03/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Tebar Kebahagiaan Ramadhan, BAZNAS dan Pemkab Pesawaran Salurkan Ratusan Paket Bantuan di Tegineneng

Di tengah suasana bulan suci, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran kembali memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melalui aksi sosial yang nyata. Pada Selasa (3/3/2026), kolaborasi ini diwujudkan dengan menyalurkan 160 Paket Berkah Ramadhan, hidangan ifthar, serta santunan kepada 80 anak yatim piatu di Masjid Nurul Falah, Dusun Srimulyo, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng.

Penyaluran bantuan ini terintegrasi dalam rangkaian agenda kunjungan silaturahmi daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. Suasana persaudaraan kian terasa khidmat dengan adanya siraman rohani yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran, KH. Ahmad Rusdi Ubaidillah Abror.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan, S.E., M.M., beserta jajaran perangkat daerah, ketua dan jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pesawaran, serta tokoh masyarakat setempat yang hadir untuk merajut kehangatan ukhuwah islamiyah bersama warga.

Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., menegaskan bahwa penyaluran ini merupakan bentuk optimalisasi dana zakat dalam mendukung program kepedulian sosial di daerah.

"Sinergi bersama Pemkab Pesawaran ini adalah komitmen nyata BAZNAS Pesawaran untuk memastikan kemuliaan Ramadhan dapat dirasakan secara merata, khususnya bagi anak-anak kita yang yatim piatu. Semoga bantuan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan jasmani, tetapi juga membuktikan kepada para muzaki bahwa amanah mereka telah tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran menjadi kebahagiaan bagi sesama," tegas Hi. Hamid.

Melalui momentum silaturahmi yang berkelanjutan ini, diharapkan kolaborasi antara umara, ulama, dan masyarakat semakin solid dalam menumbuhkan kesadaran berbagi di Bumi Andan Jejama.

Mari Hadirkan Kesejahteraan Bersama

Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:

  • BSI: 74.55.66.77.84
  • BNI: 12.10.83.84.13
  • Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871
    (a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)
  • Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah
03/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran

Berita Terbaru

UPZ Award 2025, BAZNAS RI Beri Penghargaan kepada 120 Instansi
UPZ Award 2025, BAZNAS RI Beri Penghargaan kepada 120 Instansi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 120 instansi yang terdiri atas Kementerian/Lembaga Negara/BUMN, BUMS yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendorong kesejahteraan umat. Penghargaan tersebut diberikan BAZNAS RI dalam kegiatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Award 2025 yang menjadi rangkaian acara Rapat Kerja (Raker) UPZ tingkat nasional 2025 di Bogor, Rabu malam (10/9/2025). Pada kesempatan ini, Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh instansi yang telah menerima penghargaan UPZ Award 2025. “Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh instansi atas apa yang Bapak Ibu lakukan dalam merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan zakat secara nasional," kata Haji Mo. Lebih lanjut, Haji Mo menuturkan, penyelenggaraan UPZ Award 2025 digelar untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para instansi penggerak zakat. Sebab menurutnya, UPZ memiliki peran yang sangat vital dalam memperluas jangkauan layanan zakat dan memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, serta selaras dengan rencana strategis BAZNAS. “Sekali lagi selamat kepada UPZ yang telah menerima penghargaan. Semoga para UPZ di seluruh Indonesia semakin kompeten, berdampak nyata, dan berkelanjutan dalam menyejahterakan umat,” imbuhnya. Berikut pemenang UPZ Award 2025: BINTANG 5: PENGUMPULAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN AGAMA RI 2. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM RI 3. BPJS KETENAGAKERJAAN 4. BANK INDONESIA (BI) 5. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 6. PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk 7. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT INDOSAT Tbk 9. PT BANK MUAMALAT INDONESIA Tbk OPTIMALISASI POTENSI ZAKAT 1. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 2. KEMENTERIAN AGAMA RI 3. ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (ANRI) 4. KANTOR BAZNAS PUSAT 5. PT BIO FARMA (Persero) 6. PT SEMEN PADANG 7. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 8. BPRS MADINA MANDIRI SEJAHTERA PERENCANAAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 2. KEMENTERIAN KEHUTANAN RI 3. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) 4. UO MABES TNI 5. PT SEMEN PADANG 6. PT PETROKIMIA GRESIK (Persero) 7. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 8. YAYASAN AMALIAH ASTRA PENYALURAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 2. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 3. MABES TNI ANGKATAN LAUT 4. BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) 5. TELKOM GROUP 6. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 7. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 8. BPRS HIK CIBITUNG PELAPORAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH RI 2. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 3. MABES TNI ANGKATAN LAUT 4. KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) 5. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 6. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 7. YAYASAN KHOIRUR ROOZIQIIN INDONESIA 8. BPRS MADINA MANDIRI SEJAHTERA BINTANG 4: PENGUMPULAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 2. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 3. KEMENTERIAN KEUANGAN RI 4. BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) 5. RS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH HARAPAN KITA 6. MABES TNI ANGKATAN LAUT 7. PT BANK MANDIRI Tbk 8. PT SEMEN PADANG 9. YAYASAN AMALIAH ASTRA 10. PT ASURANSI JIWA SYARIAH AL-AMIN 11. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) OPTIMALISASI POTENSI ZAKAT 1. KEMENTERIAN PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI 2. KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN RI 3. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 4. MASJID ISTIQLAL 5. BPJS KETENAGAKERJAAN 6. BANK INDONESIA (BI) 7. PT PETROKIMIA GRESIK 8. PT ASABRI (Persero) 9. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 10. PT ADIRA FINANCE 11. MEDIA GROUP 12. PT INDOSAT Tbk PERENCANAAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA/BP2MI 2. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM RI 3. KEMENTERIAN PARIWISATA RI 4. ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA (ANRI) 5. MABES TNI ANGKATAN LAUT 6. MASJID ISTIQLAL 7. PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT BIO FARMA (Persero) 9. PT SEMEN TONASA 10. PT INDOSAT Tbk 11. MEDIA GROUP 12. YAYASAN KHOIRUR ROOZIQIIN INDONESIA PENYALURAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN KEHUTANAN RI 2. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH RI 3. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 4. BANK INDONESIA (BI) 5. BADAN STANDARDISASI NASIONAL (BSN) 6. BPJS KETENAGAKERJAAN 7. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) Tbk 9. PT BIO FARMA (Persero) 10. BPRS MADINA MANDIRI SEJAHTERA 11. YAYASAN KHOIRUR ROOZIQIIN INDONESIA 12. MEDIA GROUP PELAPORAN ZIS TERBAIK 1. KEMENTERIAN DALAM NEGERI RI 2. KEMENTERIAN KEHUTANAN RI 3. KEMENTERIAN BADAN USAHA MILIK NEGARA RI 4. PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) 5. MASJID ISTIQLAL 6. BANK INDONESIA (BI) 7. PT PETROKIMIA GRESIK 8. PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR 9. PT SEMEN PADANG 10. PT ASIA MEDIA PRISMA (AMP) 11. BPRS HIK CIBITUNG 12. MEDIA GROUP TANPA BINTANG: KAMPANYE ZAKAT TERBAIK 1. PT BANK SYARIAH INDONESIA Tbk 2. UO MABES TNI 3. MABES TNI ANGKATAN LAUT 4. TELKOM GROUP 5. PT PERMODALAN NASIONAL MADANI (Persero) 6. UNIVERSITAS GUNADARMA 7. PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 8. PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR 9. BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN) 10. PT SEMEN PADANG UPZ THE RISING STARS 1. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH RI 2. BADAN SIBER DAN SANDI NEGARA (BSSN) 3. PT INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM (INALUM) 4. KAHMI NASIONAL UPZ LEMBAGA PENDIDIKAN TERBAIK 1. STF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2. UNIVERSITAS GUNADARMA 3. UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH LIFETIME ACHIEVEMENT 1. BAPAK OKTOWERI UPZ BAZNAS PT SEMEN PADANG 2. BAPAK ANDAN KESUMAH UPZ BAZNAS PT BANK NEGARA INDONESIA (Persero) Tbk 3. BAPAK NURSAHID UPZ BAZNAS PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Rakernas UPZ BAZNAS 2025 Hasilkan 10 Rekomendasi Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional
Rakernas UPZ BAZNAS 2025 Hasilkan 10 Rekomendasi Perkuat Tata Kelola ZIS Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menggelar Rapat Kerja (Raker) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat nasional pada 9-10 September 2025 di Bogor, dengan menghasilkan sepuluh rekomendasi untuk memperkuat peran UPZ sebagai mitra utama BAZNAS dalam tata kelola Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) secara nasional. Rekomendasi tersebut dibacakan oleh Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta dihadapan seluruh perwakilan UPZ BAZNAS. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, jajaran Pimpinan BAZNAS RI, juga penerima BAZNAS Award 2025. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP menegaskan kegiatan Rakernas UPZ BAZNAS ini dalam rangka merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan ZIS. "Kami harap resolusi ini bukan sekadar kata-kata, tetapi bagaimana ini menjadi langkah kita untuk tata kelola ZIS nasional yang berdampak dan berkelanjutan," kata Haji Mo, Rabu (10/9/2025). Melalui kegiatan ini, Haji Mo menegaskan, BAZNAS ingin memastikan pengelolaan zakat mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi dengan lebih efektif. Karena itu, pihaknya mendorong UPZ agar semakin kompeten, berdampak nyata, dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bagi umat. "Kami juga berpesan kepada para amil di seluruh Indonesia untuk menjaga nama baik BAZNAS karena UPZ menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi layanan zakat bagi pegawai di lingkungan instansi masing-masing,” imbuhnya. Berikut 10 Rekomendasi Rapat Kerja (RAKER) UPZ BAZNAS Tingkat Nasional Tahun 2025: Mendorong penguatan profesionalisme UPZ melalui kebijakan pengembangan dan peningkatan kapasitas dan kompetensi Amil melalui sertifikasi Amil Zakat; Memperkuat kelembagaan dan kedudukan BAZNAS RI sebagai lembaga pemerintah non-struktural (LNS) serta mewujudkan terintegrasinya UPZ BAZNAS tingkat nasional dengan segala elemen yang mendukung ekosistem pengelolaan zakat; Mendorong transformasi digital dalam aspek perencanaan, pengumpulan, penyaluran, dan pelaporan melalui SIMBA UPZ; Mendorong pimpinan di kementerian, lembaga, BUMN dan Swasta di masing-masing lembaga/instansinya untuk memberikan penguatan dalam aspek perencanaan, pengumpulan, penyaluran, dan pelaporan; Mendorong peningkatan pengumpulan ZIS UPZ BAZNAS tingkat nasional tahun 2026 untuk mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045; Memberikan prioritas dan penguatan kolaborasi program penyaluran ZIS-DSKL untuk program yang berdampak dan berkelanjutan seperti pemberdayaan ekonomi, beasiswa dan program lainnya; Memasukkan branding BAZNAS dalam setiap media komunikasi UPZ ?dan melibatkan BAZNAS dalam agenda peresmian program di UPZ ; Menguatkan penataan prosedur perencanaan, standar layanan, pelaporan dan pengelolaan zakat melalui implementasi Perbaznas No 2 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat; Menjunjung penegakan kode etik amil, memperkuat pengendalian internal serta menjaga netralitas; Berpartisipasi aktif menghadiri setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS RI dalam rangka menindaklanjuti hasil Rekomendasi RAKER UPZ BAZNAS Tingkat Nasional Tahun 2025.
BERITA11/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Beri Pelatihan untuk 1.000 Penerima Manfaat Program Madrasah Layak Belajar 2025
BAZNAS RI Beri Pelatihan untuk 1.000 Penerima Manfaat Program Madrasah Layak Belajar 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan pelatihan atau dan bimbingan teknis Program Madrasah Layak Belajar. Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 madrasah penerima manfaat dari 34 provinsi dan 343 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dan 18 diantara penerima manfaat merupakan madrasah dari wilayah 3T, Selasa (9/9/2025). Dalam sambutannya, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, S.Ag., M.Si. menekankan pentingnya kesinambungan program ini agar mampu memberi dampak lebih besar dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. "Program Madrasah Layak Belajar sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Program ini juga mendukung agenda Asta Cita dalam peningkatan kualitas manusia Indonesia dan pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah 3T," kata Imdadun. Imdadun menegaskan, seluruh kegiatan ini dibiayai dari dana zakat. Zakat tidak hanya menjadi instrumen distribusi keadilan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak filantropi Islam nasional yang memperkuat mutu pendidikan dan mempercepat pencapaian SDGs serta Asta Cita. "Fokus program adalah peningkatan fasilitas pembelajaran, terutama kelas dan perpustakaan madrasah, sehingga literasi dan kualitas belajar siswa dapat meningkat," kata Imdadun. Imdadun menyampaikan harapannya agar bantuan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi madrasah di Indonesia, khususnya Madrasah Ibtidaiyah Swasta. Menurutnya, sinergi dan kepedulian bersama akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan. "Tujuan substansial dari program ini yakni meningkatkan fasilitas ruang kelas dan sanitasi madrasah. Upaya ini diharapkan mampu menunjang kegiatan belajar sekaligus menumbuhkan pola hidup sehat di kalangan siswa," ujarnya. Dengan adanya bimbingan teknis ini, kata Imdadun, para peserta diharapkan lebih siap dalam mengelola bantuan, melaksanakan renovasi, dan membuat laporan program sesuai pedoman. "BAZNAS RI optimis bahwa langkah ini akan memperkuat peran madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu melahirkan generasi unggul," tandasnya. Kegiatan ini melibatkan guru-guru madrasah, di antaranya Ibu Niken Nur’aini Aisiyah, S.E., Guru Matematika dari MI Falakhiyah II Jampet Bojonegoro, yang bertugas sebagai pembawa acara, serta Ibu Hj. Afrisa, S.Pd.I., Guru PAI dari MIS Tarbiyah Islamiyah Koto Panjang Payakumbuh, yang bertugas sebagai pembaca Al-Qur’an.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Gelar Pelatihan, BAZNAS Dorong UMKM Kota Malang Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Gelar Pelatihan, BAZNAS Dorong UMKM Kota Malang Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik (OPPM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Konten media sosial dan Affiliate Marketing untuk masyarakat di kota Malang. Pelatihan ini digelar selama dua hari mulai 9-10 September 2025. Dalam keterangan tertulisnya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas masyarakat dengan memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran produk mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat kota Malang. Karena dengan meningkatnya kemampuan mereka dalam mengelola konten media sosial, maka UMKM dapat lebih mandiri dan berdaya saing, sehingga dapat menjangkau konsumen lebih luas lagi. “Kalau sebelumnya hanya mempromosikan produk-produk UMKM secara konvensional, melalui pelatihan ini mereka bisa menjangkau konsumen lebih luas lagi di pasar digital,” kata Saidah, di Jakarta, Rabu (10/9/2025). Tentu saja tidak mudah bagi UMKM untuk beralih dari platform konvensional ke digital, karena itulah menurut Saidah diperlukan pelatihan ini. “BAZNAS berkomitmen untuk tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan sampai para pelaku UMKM benar-benar mandiri dan siap,” tutur Saidah. Sementara itu, Plt. Direktur Pemberdayagunaan BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan BAZNAS Kota Malang serta BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Malang. Menurut Eka, selama kegiatan para peserta mendapatkan materi seputar strategi affiliate marketing, seperti memilih produk dan platform serta bagaimana cara mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang terjadi melalui tautan afiliasi yang dibagikan. “Peserta juga akan mendapatkan teknik pembuatan konten kreatif, hingga praktik optimalisasi media sosial untuk pemasaran produknya,” kata Eka. Selanjutnya, para peserta juga akan tetap mendapatkan bimbingan secara intensif selama 6 bulan pasca pelatihan. Tidak hanya itu, BAZNAS juga akan menyediakan peralatan konten yang dibutuhkan untuk diberikan kepada masing-masing kelompok. “Dengan pelaksanaan program ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan penjualannya melalui media sosial dan marketplace dengan optimalisasi konten dan affiliate,” kata Eka. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik (DOPP) BAZNAS RI, Deden Kuswanda, Ketua BAZNAS Kota Malang Prof. Dr. Kasuwi Saiban, MA serta para wakil ketua BAZNAS Kota Malang. Turut hadir juga pengusaha dan praktisi digital marketing Coach Edo selaku narasumber dan Coach Hariobbi selaku konten creator Malang.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
BAZNAS RI Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang TOP GRC Awards 2025, yakni TOP GRC Awards 2025 #3 Star dan Special Appreciation: The High Commites GRC on Public Institution 2025. TOP GRC Awards merupakan ajang penghargaan terbesar di Indonesia di bidang Governance, Risk, and Compliance (GRC). Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Asosiasi GRC Indonesia, IRMAPA, ICoPI, dan PaGi, serta didukung oleh konsultan bisnis dan akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Bandung. Ajang ini diikuti ratusan institusi terkemuka di Indonesia dan menjadi tolak ukur penerapan tata kelola terbaik di berbagai sektor. Berdasarkan penilaian independen terhadap lebih dari 900 perusahaan, Dewan Juri menempatkan BAZNAS sebagai salah satu penerima penghargaan prestisius tahun ini. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mokhamad Mahdum, atau akrab disapa Haji Mo, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih BAZNAS. Ia menilai capaian ini merupakan pengakuan publik terhadap kinerja BAZNAS. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi besar bagi BAZNAS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan, demi mewujudkan lembaga zakat yang kredibel dan terpercaya,” ujar Haji Mo setelah menerima penghargaan tersebut, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Ia mengatakan, penghargaan tersebut adalah wujud kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat secara nasional. Menurutnya, kepercayaan ini harus dijaga dengan integritas dan transparansi penuh. “Pengakuan ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk selalu berinovasi dan menjaga transparansi dalam setiap langkah. Penghargaan ini justru awal dari tantangan baru untuk bekerja lebih baik,” ucap Haji Mo. Haji Mo menambahkan, penghargaan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran BAZNAS, mulai dari pusat hingga daerah, yang terus berupaya mewujudkan visi kebangkitan zakat di Indonesia. Sinergi internal menjadi faktor penting dalam capaian yang diperoleh. “Kami dedikasikan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat yang telah menaruh kepercayaan kepada BAZNAS dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. BAZNAS RI akan terus menjaga amanah tersebut dengan sepenuh hati,” kata Haji Mo. Menurut Haji Mo, keberhasilan ini juga berkat dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas yang bersinergi bersama BAZNAS. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu memperkuat peran zakat dalam pembangunan nasional. “Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar zakat benar-benar mampu menghadirkan dampak besar dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat. Kami berharap penghargaan ini menjadi penyemangat semua pihak untuk mendukung kebangkitan zakat di Indonesia,” katanya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Penggunaan SIMBA oleh UPZ BAZNAS
Pimpinan BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Penggunaan SIMBA oleh UPZ BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong unit pengumpulan zakat (UPZ) untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS) dalam melakukan input data harian zakat, infak dan sedekah (ZIS). Dengan aplikasi SIMBA, pengelolaan zakat akan menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan yang akan menumbuhkan kepercayaan kepada muzakki untuk menyalurkan zakatnya. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen dalam acara Rapat Kerja UPZ BAZNAS Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 yang digelar di Bogor selama tiga hari, mulai 9-11 September 2025. Dalam kesempatan tersebut, Prof Nadra menekankan pentingnya anggota UPZ di seluruh daerah untuk memahami betul tata cara penggunaan aplikasi SIMBA agar memudahkan kerja harian mereka. Selain itu, muzaki (orang yang berzakat) juga akan lebih percaya karena dapat meminta track record donasi yang pernah disetorkan melalui mereka. “Oleh karena itu, saya hari ini ingin mendengar langsung masukan-masukan, usulan-usulan yang bermanfaat dari segi pengumpulan atau dari segi yang lain, fitur-fitur apa yang perlu ditambahkan untuk membuat aplikasi ini lebih baik lagi,” kata Prof Nadra. Menurut Prof Nadra, BAZNAS juga berkomitmen untuk terus menyempurnakan aplikasi SIMBA melalui serangkaian perbaikan berkelanjutan dengan menggandeng tim IT, demi memberikan kenyamanan saat digunakan oleh UPZ. “BAZNAS akan terus melakukan peningkatan dan modernisasi pada aplikasi SIMBA untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan zakat,” ujar Prof Nadra. Selain itu kata dia, aplikasi SIMBA ini memiliki banyak sekali manfaat, antara lain mempermudah membuat laporan pertanggungjawaban keuangan, membantu tata kelola yang lebih baik dan berstandar, menjaga kepercayaan muzaki, dan sudah terintegrasi dengan paj?k sehingga bukti setor pajak akan online dengan DJP. “Bukti setor zakat ini nantinya tidak dipersoalkan ketika kami serahkan ke DJP, karena terus terang saja kami di pusat, itu dipersoalakan di kantor-kantor pajak. Apakah betul, kan banyak penipuan-penipuan, ijazah saja bisa dipalsukan dan persis, apalagi bukti setor pajak,” kata Prof Nadra. Prof Nadra kemudian memaparkan pentingnya UPZ menggunakan aplikasi SIMBA, pertama, untuk memastikan pencatatan transaksi harian melalui SIMBA UPZ agar pelaporan akurat dan real-time. Kedua, sebagai pusat data zakat nasional yang terintegrasi dengan aplikasi SIMBA. Ketiga, segala bentuk kebutuhan data tentang pengelolaan zakat harus bersumber dari aplikasi SIMBA UPZ yang terintegrasi dengan aplikasi SIMBA. Keempat, berfungsi untuk menguatkan pembuatan RKAT, sebagai bahan Monev, dan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel terutama pada aspek penyaluran dan pendayagunaan. Kelima, dapat memenuhi seluruh fungsi manajemen dari RKAT, pengumpulan, keuangan, penyaluran, dan laporan, dan terakhir, akan selalu dilakukan modernisasi pada aplikasi SIMBA sehingga fungsi-fungsi manajemen tercover seluruhnya sehingga tata kelola BAZNAS lebih baik. "Mudah-mudahan SIMBA ini dapat benar-benar dimanfaatkan dan digunakan oleh UPZ BAZNAS, sehingga dapat memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah," ucapnya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Rakernas UPZ 2025, Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Rakernas UPZ 2025, Kemenko PMK: BAZNAS Berperan Strategis dalam Pemerataan Sosial
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., menegaskan bahwa BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pemerataan sosial sekaligus transformasi bangsa. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja UPZ BAZNAS Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 di Jakarta, Selasa (8/9/2025). Menurutnya, BAZNAS bukan sekadar lembaga pengumpul zakat, tetapi motor perubahan yang menjawab tantangan Indonesia menuju 2045. Ia menyebut pilar utama pembangunan manusia yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi dapat diperkuat melalui program-program zakat. “Kalau kita bicara kualitas manusia, pilarnya selalu tiga: kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Maka Kemenko PMK tugasnya mengurusi itu, dan zakat bisa hadir di semua pilar tersebut,” jelasnya. Lebih jauh, ia menilai BAZNAS memiliki peluang besar menjadi pelopor transformasi zakat digital. Di era teknologi, transparansi dan kecepatan layanan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pengelolaan zakat juga harus adaptif. “Masa kita kalah dengan penarik bank yang tiap bulan mengingatkan nasabah? Kita mengajak pada kebaikan, maka amil zakat harus proaktif menyapa, melaporkan, dan berterima kasih kepada muzaki. Sistem digital bisa membantu semua itu,” paparnya. Ia pun mengusulkan lahirnya satu aplikasi zakat nasional yang memungkinkan masyarakat memantau secara real-time penyaluran zakat. Dengan begitu, kepercayaan publik semakin meningkat dan zakat makin dirasakan manfaatnya oleh umat. “Satu aplikasi terpadu ini tentu bisa diinisiasi oleh BAZNAS. Real-time, transparan, dan menjadi model nasional,” tambahnya. Selain itu, Prof. Warsito menekankan agar zakat tidak hanya hadir di hilir saat muncul masalah sosial, tetapi juga di hulu untuk membangun moral dan mental bangsa. “Bisakah zakat hadir di hulu? Bagaimana zakat digunakan untuk pembangunan moral dan mental bangsa, membentuk jiwa pejuang, kerja keras, dan karakter unggul? Karena kadang masalah sosial muncul dari lemahnya moral dan mental,” jelasnya.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, Kemenag RI Ajak Amil UPZ BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat
Tingkatkan Kesejahteraan Umat, Kemenag RI Ajak Amil UPZ BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur mengajak para amil Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS untuk memperkuat profesionalisme dalam pengelolaan zakat, guna meningkatkan kesejahteraan umat dan menekan angka kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, zakat merupakan instrumen strategis yang dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk membantu jutaan masyarakat miskin di Indonesia. Karena itu, peran amil tidak bisa dipandang sebelah mata. "Kerja-kerja amil merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Tidak hanya sebatas tugas amil yang mengambil dan menjemput zakat, tetapi juga pada dampak besar yang dirasakan oleh para mustahik, khususnya fakir dan miskin yang jumlahnya hari ini masih sekitar 24 juta jiwa," ujar Dirzawa Kemenag RI Waryono Abdul Ghofur, dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) UPZ BAZNAS, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/9/2025), "Ini adalah pekerjaan rumah (PR) besar bagi kita semua, yakni bagaimana zakat bisa memberikan dampak nyata dan berkelanjutan," tegasnya. Ia mengungkapkan, potensi zakat di Indonesia masih sangat besar. Namun, realisasi penghimpunannya belum optimal sehingga perlu kerja keras dan sinergi antara UPZ, Lembaga Amil Zakat (LAZ), maupun BAZNAS. Karena itu, lanjut Waryono, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan agar publik semakin percaya. “Kalau kita sudah mendapatkan kepercayaan masyarakat, maka masyarakat akan dengan semangat menyalurkan zakatnya melalui UPZ BAZNAS,” katanya. Ia menyampaikan, amanah Presiden Prabowo yang berulang kali menekankan bahwa kemerdekaan sejati baru akan terwujud jika Indonesia mampu menghapus kemiskinan. "Instrumen untuk menghilangkan dan mengurangi angka kemiskinan itu diamanatkan kepada kita semua melalui zakat," kata Waryono. Lebih lanjut, Waryono juga menyinggung arahan Menteri Agama RI yang mendorong agar pengelolaan dana sosial keagamaan lebih optimal. Menurutnya, selain zakat, potensi dana sosial keagamaan juga mencakup wakaf, infak, dan sedekah. “Ketika pengumpulannya lebih banyak, hampir pasti manfaatnya juga lebih besar,” katanya. "Untuk itulah kami dari Kementerian Agama mengajak para amil, untuk bagaimana kita semua mengelola amanah ini dengan tingkat profesionalisme yang tinggi. Tentu di antaranya ditunjukkan dengan kerja-kerja yang akuntabel, yang transparan, sehingga kemudian publik percaya kepada kita," ujar Waryono. Waryono mengatakan, dengan kebersamaan, dan profesionalisme yang tinggi, cita-cita untuk mengumpulkan zakat sesuai dengan hitungan potensial itu akan menjadi kenyataan. Waryono juga menyampaikan apresiasi kepada para penggerak zakat yang terus berkhidmat untuk umat. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para amil yang telah berjuang dalam perjalanan ini. Terus memberikan khidmah melalui pergerakan zakat, dan juga mungkin sebagiannya melalui wakaf,” katanya. Waryono juga mengingatkan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama. Menurutnya, pesan tersebut relevan untuk peran amil zakat sebagai jembatan antara kaum kaya dan miskin. “Yang kaya tidak sombong, yang miskin pun tidak minder. Dan yang menjadi jembatan antara keduanya adalah para amil,” jelasnya. Ia menutup dengan harapan agar forum rapat kerja UPZ menghasilkan rekomendasi strategis yang benar-benar bermanfaat. Menurutnya, manfaat itu tidak boleh berhenti pada amil semata, melainkan harus dirasakan langsung oleh masyarakat yang menantikan peran UPZ. “Indikator utamanya adalah penurunan angka kemiskinan, dan ini harus menjadi komitmen kita semua,” tegasnya.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Gelar Rakernas UPZ dan UPZ Award 2025
Perkuat Tata Kelola Zakat, BAZNAS RI Gelar Rakernas UPZ dan UPZ Award 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Rapat Kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Nasional dan UPZ Award 2025 pada 9–11 September 2025 di Bogor. Agenda ini mengusung tema “UPZ BAZNAS yang Kompeten, Berdampak, dan Berkelanjutan” yang dihadiri perwakilan UPZ dari berbagai instansi kementerian, lembaga, BUMN, dan BUMS. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor Achmad MA., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, S.Ag., M.Ag., Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D., jajaran Pimpinan BAZNAS RI, serta para perwakilan UPZ BAZNAS. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa Raker UPZ Nasional 2025 menjadi wadah strategis dalam memperkuat peran UPZ sebagai mitra utama BAZNAS dalam tata kelola zakat, sekaligus momentum untuk merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan penghimpunan dan pengelolaan zakat secara nasional. “Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 telah memberikan mandat kepada BAZNAS untuk membentuk UPZ di lingkungan kementerian, lembaga negara, BUMN, dan BUMS. Kehadiran UPZ menjadi perpanjangan tangan BAZNAS dalam melaksanakan pengumpulan dan pengelolaan zakat secara nasional,” ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, kontribusi UPZ selama ini terbukti signifikan, di mana hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 146 UPZ dengan total penghimpunan mencapai Rp390 miliar. Menurutnya, capaian ini menunjukkan potensi besar yang harus terus dikembangkan melalui penguatan kelembagaan dan inovasi penghimpunan zakat. “Peran UPZ sangat vital dalam memperluas jangkauan layanan zakat dan memastikan pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, serta selaras dengan rencana strategis BAZNAS. UPZ juga menjadi garda terdepan dalam memfasilitasi layanan zakat bagi pegawai di lingkungan instansi masing-masing,” jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menekankan bahwa Raker UPZ Nasional ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk meningkatkan kompetensi amil, memperkuat sinergi antar-UPZ, dan menghadirkan layanan yang inovatif bagi umat. “Kita ingin memastikan pengelolaan zakat mampu menjawab tantangan sosial-ekonomi dengan lebih efektif. Melalui Raker ini, kita dorong UPZ agar semakin kompeten, berdampak nyata, dan berkelanjutan dalam menyejahterakan umat,” tegasnya. Kiai Noor menambahkan, “Kami mengucapkan banyak terima kasih karena Pak Menteri Agama dan Menko PMK melalui perwakilannya tadi juga mengapresiasi sekaligus mendorong betul terhadap bagaimana ke depan kita bersama-sama menuntaskan kemiskinan.” Raker UPZ Nasional 2025 juga dirangkai dengan UPZ Award sebagai bentuk apresiasi bagi UPZ yang menunjukkan kinerja terbaik. BAZNAS berharap kegiatan ini dapat memperkokoh ekosistem zakat nasional, sekaligus menjadi pijakan dalam pencapaian indikator kinerja BAZNAS pada tahun 2025.
BERITA09/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Manfaat Sedekah
Manfaat Sedekah
Sedekah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, baik untuk diri sendiri maupun untuk kebaikan sesama. Sedekah bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memberikan harta, kebaikan, hingga bantuan dalam bentuk kata-kata atau tindakan. Berikut di antara manfaat bersedekah: Pahala yang besar: Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dengan ganjaran pahala yang besar, baik di dunia maupun di akhirat. Membersihkan hati: Sedekah dapat membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti serakah, dengki, dan kesombongan. Memperbaiki rezeki: Bersedekah dapat membantu memperluas rezeki, baik secara materi maupun non-materi. Membantu sesama: Sedekah adalah bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang kurang mampu atau membutuhkan bantuan. Menjaga keharmonisan: Bersedekah dapat menciptakan keharmonisan dalam masyarakat karena membantu orang lain yang membutuhkan. Mari kita mulai bersedekah dari sekarang, meskipun sedekah itu kecil, yang penting adalah keikhlasan dan niat yang tulus. Ingatlah, bersedekah itu bukan hanya untuk membantu orang lain, tetapi juga untuk diri kita sendiri. Penulis: Ustadz Rohim, S.H.I. (Waka I BAZNAS Kabupaten Pesawaran) https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA09/09/2025 | Ustadz Rohim, S.H.I.
Bersama Ivan Gunawan, BAZNAS RI Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih 45.000 Liter bagi Warga Palestina
Bersama Ivan Gunawan, BAZNAS RI Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih 45.000 Liter bagi Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Ivan Gunawan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua dan ketiga sebanyak 45.000 liter air bersih untuk warga Gaza, Palestina. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya distribusi tersebut. Menurut dia, penyaluran ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Indonesia yang terus mengalir untuk Palestina. “Alhamdulillah, berkat kerja sama BAZNAS dengan Ivan Gunawan, kami dapat kembali menyalurkan bantuan kemanusian tahap kedua dan ketiga berupa 45.000 liter air bersih bagi masyarakat Gaza. Total ada 2.812 jiwa yang merasakan manfaat bantuan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/9/2025). Kiai Noor menjelaskan, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah yang menjadi titik krisis air bersih. Pada tahap kedua, kata Kiai Noor, distribusi dilakukan di Al Thawrah Street, United Nation Building, Al Samer Area, Abu Hasierah Area, dan Al Sheikh Radwan Area. Sebanyak 1.562 jiwa menerima bantuan dengan rata-rata 16 liter air bersih per orang. "Sementara pada tahap ketiga, penyaluran berlanjut ke wilayah Al Sheikh Radwan 3rd, Al Nabulsi, dan Al Wehda Street. Di kawasan tersebut, sebanyak 1.250 jiwa mendapatkan bantuan dengan alokasi serupa, yakni sekitar 16 liter per orang," lanjut Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BAZNAS untuk membantu masyarakat Gaza. Ia menekankan, air bersih adalah kebutuhan vital yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, terlebih dalam kondisi darurat akibat konflik berkepanjangan. “Kami memahami betul bahwa air adalah sumber kehidupan. Dalam situasi seperti sekarang, pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas utama,” ujarnya. Kiai Noor juga menyampaikan apresiasi kepada Ivan Gunawan yang melalui perusahaannya atas kontribusi besar yang diberikan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi tokoh publik lain untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan. “Keterlibatan figur publik seperti Ivan Gunawan memberi pesan kuat bahwa kepedulian bisa diwujudkan oleh siapa saja. Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas kontribusinya dalam membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memantau perkembangan situasi di Gaza dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan. Fokus utama adalah memastikan kebutuhan mendasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap dapat diakses warga. “Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Insya Allah, BAZNAS akan melanjutkan misi kemanusiaan hingga masyarakat Palestina bisa bangkit kembali,” katanya. Kiai Noor juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung program-program kemanusiaan ini, baik melalui doa maupun donasi. “Setiap dukungan yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Mari kita bersama-sama membantu saudara-saudara kita di Palestina yang sedang membutuhkan bantuan,” ujar Kiai Noor. Distribusi tahap kedua dan ketiga ini menambah deretan aksi nyata BAZNAS dalam menyalurkan bantuan ke Gaza. Sebelumnya, BAZNAS bersama Ivan Gunawan juga telah menyalurkan 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) pada tahap pertama di sejumlah titik wilayah Gaza, Palestina. https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Distribusikan Paket ZChicken untuk Pengemudi Ojol dan Pekerja Rentan
BAZNAS RI Distribusikan Paket ZChicken untuk Pengemudi Ojol dan Pekerja Rentan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Bank Makanan melaksanakan kegiatan pendistribusian makanan siap saji berupa 200 paket ZChicken bagi masyarakat rentan, khususnya pengemudi ojek online (ojol) dan pekerja nonformal di kawasan Jakarta. Kehadiran paket makanan siap saji tersebut disambut antusias oleh para penerima manfaat. Bagi mereka, makanan ini menjadi sesuatu yang sangat berarti. Selain bisa dinikmati untuk makan siang sambil beristirahat, uang yang biasanya dipakai untuk membeli makan siang dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, bahkan menambah penghasilan yang dibawa pulang untuk keluarga. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menjelaskan, program Bank Makanan merupakan wujud kepedulian BAZNAS untuk mendampingi kelompok masyarakat yang rentan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “BAZNAS melalui Bank Makanan ingin memastikan bahwa masyarakat pekerja rentan tetap bisa menikmati makanan yang layak. Kehadiran paket ZChicken ini bukan hanya soal mengurangi beban pengeluaran, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan rasa kebersamaan di tengah perjuangan mereka mencari nafkah,” ungkap Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Senin (8/9/2025). Lebih lanjut, Saidah menegaskan, pekerja sektor informal adalah kelompok yang paling terdampak dari ketidakpastian ekonomi. “Mereka yang bekerja sebagai pengemudi ojol, pedagang asongan, hingga juru parkir sering kali tidak memiliki pendapatan tetap. Dengan adanya makanan siap saji ini, mereka bisa merasa lebih tenang dan sedikit lebih ringan dalam menjalani aktivitas harian,” tambahnya. Saidah mengatakan, pendistribusian dilakukan di berbagai titik, mencakup wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. "Paket makanan ini ditujukan bagi masyarakat ekonomi rentan yang kesehariannya mencari nafkah di jalanan kota, seperti pengemudi ojol, sopir bajai, pedagang asongan, juru parkir, dan pekerja nonformal lainnya," ucapnya. Selain menyasar para pekerja jalanan, distribusi paket ZChicken juga menjangkau masyarakat di kawasan kampung pemulung. Kehadiran paket makanan ini menjadi dukungan tambahan bagi warga setempat, khususnya dalam mencukupi kebutuhan makan mereka. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari para muzaki yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah. Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menyelesaikan dua masalah besar yaitu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia dan memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan melalui pendekatan kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak. https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA08/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Hadiri Peluncuran Majelis Al-Quran IKADI
BAZNAS Pesawaran Hadiri Peluncuran Majelis Al-Quran IKADI
Wakil Ketua IV Bagian SDM, Hubmat, Adm dan Umum Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran, Ustadz Aripudin menghadiri acara peluncuran Majelis Al-Quran yang diselenggarakan oleh Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Pesawaran pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center Kabupaten Pesawaran, Ahad (7/9/2025). Ketua IKADI Kabupaten Pesawaran, Ustadz Septri Yuanda, M.Pd., menyatakan komitmen untuk mengembangkan dakwah moderat dan bekerjasama dengan pemerintah daerah. ”Visi dan misi IKADI adalah menjadi perekat umat dan bangsa dalam bingkai NKRI. Oleh karena itu, kami bersedia untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan semua pihak, terutama Pemerintah Daerah dan ormas-ormas Islam lainnya, guna mewujudkan tujuan dakwah ini,” ujar Ustadz Septri. Acara yang mengangkat tema "hidup bahagia di bawah naungan Al-Quran" ini dihadiri oleh perwakilan dari Bagian Kesra Setdakab Pesawaran, Kasi Bimas Islam Kemenag Pesawaran, Camat Gedong Tataan, KUA Gedong Tataan, serta perwakilan dari beberapa organisasi masyarakat Islam Kabupaten Pesawaran.
BERITA07/09/2025 | Ahmad Fudloli
Nabi Muhammad SAW Sang Juru Damai dan Penebar Kedamaian
Nabi Muhammad SAW Sang Juru Damai dan Penebar Kedamaian
Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang menebarkan kedamaian dan menjadi teladan dalam membangun peradaban kasih sayang, sebagaimana yang diceritakan dalam Kitab Barzanji. Kisah tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW menyelesaikan sengketa peletakan Hajar Aswad di Ka'bah, yang hampir memicu peperangan, menjadi contoh kebijaksanaan beliau dalam meredam konflik. Di dalam kitab al-Barzanji dikisahkan: Fawadla'al-hajara fi tsaubin tsumma amara an tarfa'ahul-qaba'ilu jami’an ila murtaqah. Farafaûhu ila maqarrihi min ruknin hatikal-baniyyah. wa wadla'ahu shallallâhu 'alaihi wa sallama biyadihisy-syarifati fi maudli'ihil-âna wa banâh. Artinya: "Lalu beliau meletakkan Hajar Aswad itu di selembar kain, kemudian beliau memerintahkan semua kabilah untuk mengangkatnya. Lalu mereka mengangkat Hajar Aswad ke tempatnya pada sendi bangunan itu. dan Beliau meletakkan Hajar Aswad itu dengan tangannya yang mulia pada tempatnya yang sekarang." Dalam hal ini, beliau tidak mengambil kehormatan untuk dirinya sendiri, melainkan melibatkan semua pihak dengan solusi yang adil, yang menjaga marwah setiap pihak, dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Keputusan sederhana Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa tersebut menyelamatkan masyarakat Makkah dari perpecahan, menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah menghadirkan kedamaian untuk semua. Kisah ini menjadi inspirasi di tengah realitas sosial saat ini, di mana perbedaan seringkali menjadi pemicu pertikaian, mengajarkan pentingnya musyawarah, merawat persatuan, dan menegakkan keadilan untuk masa depan yang lebih baik. Penulis: Ahmad Fudloli (Staf Bagian SDM dan Humas BAZNAS Pesawaran)
BERITA07/09/2025 | Ahmad Fudloli
Reformasi Regulasi Wakaf, Jalan Menuju Transformasi Sistemik
Reformasi Regulasi Wakaf, Jalan Menuju Transformasi Sistemik
Wakaf, dalam sejarah peradaban Islam, merupakan fondasi kemandirian umat. Ia menjadi sumber pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi, bahkan kebudayaan. Namun, di tengah potensi luar biasa itu, realitas pengelolaan wakaf di Indonesia masih menyisakan ironi. Potensinya besar, tetapi pemanfaatannya sangat terbatas. Masalah utamanya bukan semata soal dana, tetapi terletak pada sistem regulasi yang belum adaptif, kelembagaan yang belum kokoh, serta profesionalisme dan orientasi sosial-ekonomi nazhir yang masih belum terstandarisasi. Tanpa intervensi sistemik, wakaf akan terus terjebak dalam potensi tanpa aktualisasi. Hingga 30 Juni 2025, capaian kinerja perwakafan nasional menunjukkan dinamika yang menarik. Tercatat 494 perwakilan BWI di provinsi dan kabupaten/kota, serta 505 lembaga nazhir wakaf uang yang telah terdaftar. Sebanyak 5273 nazhir telah memperoleh sertifikasi berbasis SKKNI Wakaf, dan 5963 pejabat pembuat akta ikrar wakaf telah aktif berperan. Dari sisi keuangan, total pengumpulan wakaf uang yang dikelola nazhir telah mencapai Rp3,03 triliun. Namun, dari 447.532 lokasi tanah wakaf yang terdata, baru 53% yang bersertifikat, dan hanya 4% yang telah dimanfaatkan secara produktif. Fakta ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara potensi dan realisasi. Salah satu akar persoalan mendasar adalah status kelembagaan nazhir. Selama ini, banyak pengelolaan wakaf masih dilakukan secara individual oleh nazhir perorangan. Model ini tidak lagi memadai dalam konteks pengelolaan aset modern yang menuntut skala ekonomi, akuntabilitas, dan manajemen kolektif. Oleh karena itu, ke depan, nazhir harus direkonstruksi sebagai lembaga sosial ekonomi berbadan hukum, bukan sebagai individu. Pengelolaan berbasis lembaga memungkinkan kerja kolektif, manajemen profesional, serta akuntabilitas keuangan dan sosial yang lebih tinggi. Selain profesional dan tersertifikasi, nahir juga harus memiliki jiwa social entrepreneurship. Yakni kemampuan untuk mengelola aset wakaf tidak hanya secara amanah, tetapi juga inovatif dan berorientasi pada nilai tambah sosial dan ekonomi. Model pengelolaan wakaf yang stagnan tidak akan mampu menjawab tantangan zaman. Dibutuhkan nazhir yang mampu berpikir seperti wirausahawan sosial—menciptakan dampak luas dengan efisiensi dan kreativitas, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariah. Permasalahan sertifikasi tanah wakaf juga masih menjadi hambatan besar. Tanpa legalitas, status hukum aset menjadi kabur, dan sulit dimanfaatkan secara produktif. Prosedur yang panjang, birokratis, dan kurang sinkron antara institusi pertanahan dan institusi keagamaan, membuat proses ini kerap mandek bertahun-tahun. Pemerintah perlu mengambil langkah cepat dengan menyederhanakan proses, melakukan digitalisasi sertifikasi, serta memberikan insentif untuk percepatan legalitas aset wakaf. Di sisi regulasi, stagnasi terlihat dari masih minimnya perangkat hukum yang mengatur perwakafan secara komprehensif. Hingga kini hanya terdapat 31 regulasi wakaf yang menjadi landasan hukum, jumlah yang tidak sebanding dengan kompleksitas dan dinamika pengelolaan wakaf nasional. Oleh karena itu, amandemen Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf menjadi sangat mendesak. Revisi tersebut harus menyentuh hal-hal yang bersifat substansial. Pertama, masa jabatan komisioner BWI yang saat ini hanya tiga tahun perlu diperpanjang menjadi lima tahun, dan hanya dapat diangkat kembali satu kali masa jabatan. Kedua, jumlah komisioner perlu disederhanakan menjadi lima orang saja, agar lebih lincah, efektif, dan fokus dalam membuat kebijakan strategis. Komisi kecil dengan kompetensi tinggi lebih sesuai dalam konteks pengambilan keputusan yang cepat dan terukur. Ketiga, hak nazhir dari hasil pengelolaan aset wakaf perlu ditingkatkan dari 10% menjadi 20%, sebagai insentif profesionalisme dan kinerja. Keempat, pembiayaan operasional dan program kerja BWI harus dijamin secara sistemik melalui APBN, dan untuk perwakilan daerah melalui APBD. Kelima, BWI harus didukung dengan sekretariat yang permanen dan SDM profesional, agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi aktor nyata dalam transformasi wakaf nasional. Namun, penting untuk dipahami bahwa fungsi utama BWI adalah sebagai regulator, pembina, dan pengawas nazhir. BWI seharusnya tidak berperan sebagai pelaksana kegiatan usaha secara langsung. Jika pun tertarik menjadi bagian dari kegiatan bisnis wakaf, maka mekanisme yang tepat adalah melalui akad wakalah—yakni BWI bertindak mewakili nazhir yang sah secara hukum. Model seperti ini telah diterapkan di Singapura, di mana regulator tetap menjalankan peran pengawasan sambil tetap mendukung inovasi kelembagaan. Pendekatan ini menjaga integritas peran BWI, mencegah konflik kepentingan, dan menjamin adanya pemisahan yang sehat antara fungsi regulator dan pelaku usaha. Status kelembagaan BWI juga perlu diperjelas. Untuk memperkuat peran dan efektivitasnya, BWI perlu ditetapkan sebagai lembaga negara non-kementerian. Integrasi wakaf ke dalam sistem fiskal dan pembangunan nasional menjadi sangat penting. Wakaf harus masuk ke dalam dokumen perencanaan strategis negara seperti RPJMN dan RPJMD. Hal ini penting agar wakaf tidak hanya dipandang sebagai gerakan sosial sukarela, tetapi sebagai bagian dari instrumen pembangunan nasional. Model wakaf produktif dapat diadopsi untuk membangun sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan UMKM. Nazhir sebagai kelembagaan sosial ekonomi juga membuka ruang untuk integrasi wakaf dengan sistem keuangan syariah, termasuk pengembangan Bank Wakaf yang fokus pada pembiayaan mikro berbasis wakaf. Dengan sistem manajemen modern dan akuntabilitas tinggi, lembaga nazhir bisa berfungsi layaknya lembaga keuangan sosial yang memperkuat ekonomi umat. Di sisi hukum, penyelesaian sengketa wakaf juga masih minim. Data menunjukkan hanya 17 penyelesaian sengketa wakaf yang berhasil ditangani hingga pertengahan 2025. Ini menunjukkan perlunya sistem hukum yang lebih proaktif, efisien, dan berpihak pada penyelesaian konflik wakaf secara adil dan maslahat. Reformasi regulasi juga harus menyentuh aspek perpajakan. Penghapusan Pajak Penghasilan atas hasil pengelolaan investasi wakaf, Tanpa dukungan fiskal yang memadai, pengembangan aset wakaf produktif akan tersendat. DPR sebagai lembaga pembentuk regulasi memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong reformasi ini. Revisi UU Wakaf harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif, berbasis data dan berorientasi pada hasil. Perubahan yang dilakukan tidak boleh bersifat kosmetik, melainkan menyentuh akar persoalan secara struktural dan strategis. Di banyak negara yang lebih maju dalam pengelolaan wakaf, seperti Malaysia dan Turki, regulasi yang modern dan dukungan institusional yang kuat telah menjadikan wakaf sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Indonesia memiliki potensi serupa—dengan aset wakaf bernilai ratusan triliun rupiah—namun belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, reformasi regulasi wakaf bukanlah isu administratif belaka, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan ekonomi umat. Perlu keberanian politik, kecerdasan regulatif, dan visi jangka panjang dari para pemangku kebijakan untuk menjadikan wakaf sebagai pilar pembangunan yang Islami, inklusif, dan berkelanjutan. Kini, momentum reformasi sistem wakaf nasional ada di tangan kita. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu tanpa tindakan nyata. Sudah saatnya Indonesia membangun sistem wakaf yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan langkah yang tepat, reformasi ini akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi Islam yang adil dan berdaya tahan tinggi. Oleh: Muh. Nadratuzzaman Hosen (Guru Besar FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Jaharuddin (Ekonom, Universitas Muhammadiyah Jakarta)
BERITA06/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan wisata Bukit Tempurung, Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Berkat fasilitas penerangan ini, pengelolaan desa wisata semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) secara signifikan. PLTMH yang dibangun atas dukungan BAZNAS kini sepenuhnya dikelola oleh Bumdes setempat. Termasuk di dalamnya biaya perawatan yang secara mandiri ditangani oleh pengelola desa. Hal ini juga dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/9/2025), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Bumdes Bukit Tempurung. Ia menilai serah terima PLTMH kepada pengelola desa merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat. Dengan dukungan listrik yang stabil, Bumdes berhasil mengembangkan sejumlah fasilitas wisata. Di antaranya kafe/warung, area swafoto, dua unit vila, balai pertemuan, dua unit MCK, tiga unit tenda glamping, dan 34 unit tenda camping. Kehadiran fasilitas tersebut menarik lebih banyak pengunjung ke Bukit Tempurung. Peningkatan fasilitas tersebut langsung berpengaruh pada peningkatan pendapatan desa wisata. Tercatat, pendapatan Bumdes mencapai sekitar Rp25 juta pada Juni, naik menjadi Rp35 juta pada Juli, dan melonjak hingga Rp109 juta pada Agustus 2025. Saidah juga berharap Bukit Tempurung dapat menjadi model desa wisata berbasis energi terbarukan yang memberi manfaat luas bagi ekonomi umat. "Masyarakat sekitar juga merasakan manfaat langsung dari keberadaan PLTMH. Selain membuka lapangan kerja baru, pengunjung dapat lebih nyaman menikmati suasana Bukit Tempurung berkat penerangan yang memadai dan fasilitas yang tertata baik," ucapnya. Melalui dukungan infrastruktur energi terbarukan ini, Saidah berharap semakin banyak desa wisata yang tumbuh menjadi pusat ekonomi masyarakat. "Dengan pengelolaan yang profesional, desa berpotensi menjadi mandiri, berdaya saing, tentunya akan membuka peluang kesejahteraan lebih luas bagi warga. Semoga upaya-upaya kita ini dapat meningkatkan kesejahteraan umat," kata Saidah. Perwakilan Bumdes Bukit Tempurung menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS. Ia menilai PLTMH menjadi modal besar bagi pengembangan potensi wisata desa sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam pengelolaan zakat. Pola pikir dinilai berperan besar dalam menentukan strategi, kebijakan, hingga dampak zakat bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Tujuh Gaya berpikir" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Rabu (3/9/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. “Kita menyadari bersama bahwa cara atau pola berpikir itu penting. Ada pola-pola berpikir yang relevan, baik dalam dunia ilmiah maupun dalam konteks zakat. Cara berpikir inilah yang memengaruhi perilaku dan keputusan, termasuk dalam merespons situasi ekonomi, strategi penghimpunan zakat, hingga prioritas pendistribusian,” ujar Nadratuzzaman. Ia menyebut, ada tujuh pola berpikir yang relevan untuk dipraktikkan, yakni critical thinking, analytical thinking, abstract thinking, creative thinking, concrete thinking, convergent thinking, dan divergent thinking. Setiap pola berpikir, kata dia, dapat menjadi instrumen penting dalam menyusun strategi yang tepat bagi lembaga maupun individu. Berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu aspek mendasar yang juga dianjurkan dalam Al-Qur’an. “Dalam Surah Ali Imran disebutkan bahwa manusia diajak berpikir kritis, mempertanyakan segala sesuatu, dan mencari bukti sebelum mengambil keputusan,” jelasnya. Namun, ia mengatakan, budaya berpikir kritis sering dianggap oleh sebagian orang mengganggu, baik di lingkungan kerja maupun sosial. “Padahal, justru melalui kritik yang sehat, BAZNAS bisa memperbaiki strategi penghimpunan zakat dan meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya. Selain itu, kata Nadratuzzaman, analytical thinking atau berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam mengurai persoalan pengelolaan yang kompleks menjadi bagian kecil. Menurutnya, pola ini dibutuhkan dalam pengelolaan zakat agar keputusan diambil berbasis data dan analisis sebab-akibat. Sementara itu, lanjut Nadratuzzaman, abstract thinking juga diperlukan untuk membaca tren zakat ke depan. “Dengan pandangan abstrak, BAZNAS dapat merancang program jangka panjang yang relevan dengan perubahan zaman,” ujarnya. Dalam hal inovasi, ia menekankan perlunya creative thinking. “Lembaga atau organisasi harus menumbuhkan iklim kreatif agar menghasilkan terobosan nyata, bukan sekadar mengikuti pola lama,” tegas Nadratuzzaman. Ia juga menyoroti concrete thinking yang berfokus pada capaian jangka pendek. Contohnya, BAZNAS menetapkan minimal 80 persen dana zakat yang dihimpun harus segera disalurkan setiap tahun. “Itu orientasi konkret yang memastikan zakat segera dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Sementara itu, kata dia, convergent thinking diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis. “Pemimpin BAZNAS harus bisa memilih opsi terbaik di antara banyak alternatif, dengan mempertimbangkan plus minusnya. Ini agar keputusan benar-benar efektif,” tambahnya. Terakhir, ia menyampaikan, divergent thinking atau berpikir divergen dipandang penting sebagai pemicu inovasi, meskipun lemah dalam eksekusi. “Pemikir divergen kaya ide, dan ide itu tetap berharga. Yang dibutuhkan kemudian adalah eksekutor yang mampu mewujudkannya,” ungkapnya. Selain tujuh pola berpikir tersebut, Nadratuzzaman mengaitkan istilah ilmiah seperti postulat, aksioma, dalil, teori, asumsi, paradigma, dan mindset dengan pengelolaan zakat. Menurutnya, jika cara berpikir ilmiah ini dipadukan dengan nilai-nilai syariah, zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan nasional. "Perbedaan- perbedaan diantara kita ini mempengaruhi cara berpikir kita semua. Sekarang, bagaimana kita bisa memanfaatkan perbedaan tersebut di tempat yang tepat," ucapnya.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer sekaligus public figure, Ivan Gunawan (Igun), mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) yang dilaksanakan pada 1–2 September 2025 di wilayah Gaza, Palestina. Distribusi air dilakukan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran tersebut, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter air per orang. Sementara itu, distribusi makanan siap saji dilakukan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp, menjangkau 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, air bersih dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air bersih, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi ancaman kesehatan dan kelangsungan hidup yang serius. Begitu pula makanan, yang menjadi energi untuk bertahan di tengah situasi darurat. Alhamdulillah, berkolaborasi dengan Ivan Gunawan, BAZNAS dapat mendistribusikan air bersih dan makanan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia menambahkan, distribusi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang sampai ke tangan mereka adalah bentuk kasih sayang masyarakat Indonesia. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan yang mereka alami,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS akan terus berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap agar semakin banyak masyarakat Gaza yang bisa merasakan manfaatnya. “Insya Allah distribusi air bersih dan makanan akan terus berlanjut. BAZNAS berkomitmen memberikan laporan secara berkala agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung bahwa amanah mereka benar-benar sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada Ivan Gunawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan infak kemanusiannya melalui BAZNAS,” tuturnya. Sementara itu, Ivan Gunawan melalui akun Instagram miliknya menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama. “Saya ingin menginformasikan bahwa sumbangan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity sudah sampai diterima oleh sahabat-sahabat kita di Gaza,” ungkap Ivan. Ivan juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya. “Insya Allah tanggal 8 nanti saya akan langsung memberikan santunan atau sumbangan kalian lewat Mesir. Doakan insya Allah saya diberikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan menuju Mesir nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Ivan menegaskan, bantuan ini adalah simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas. “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ivan.
BERITA03/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Potensi zakat tinggi mengapa realisasinya masih rendah?
Potensi zakat tinggi mengapa realisasinya masih rendah?
Potensi Zakat Rp327 Triliun, Mengapa Realisasinya Hanya 10 Persen? Dalam forum Pengajian BAZNAS 1 September 2025, Dr. H. Suhajar Diantoro, Pimpinan Ex Officio BAZNAS RI dari Kemendagri, menekankan bahwa gap besar ini bukan sekadar soal hitungan angka. “Zakat adalah instrumen redistribusi kekayaan. Kalau dikelola dengan benar, ia bisa menjadi motor penggerak keadilan sosial,” ujarnya. Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun per tahun, namun realisasinya hanya sekitar 10 persen, sementara jumlah penduduk miskin masih tinggi. Kesenjangan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya dukungan dari pemerintah daerah, implementasi digitalisasi zakat yang lambat, dan kurangnya kepercayaan publik. Untuk memaksimalkan potensi zakat, diperlukan political will yang kuat dari pemerintah, regulasi yang berani, serta peningkatan efisiensi melalui digitalisasi dan pembelajaran dari negara lain seperti Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan.
BERITA03/09/2025 | Laksana Sanjaya
BAZNAS Pesawaran siap menjalankan 9 resolusi hasil Rakornas BAZNAS 2025
BAZNAS Pesawaran siap menjalankan 9 resolusi hasil Rakornas BAZNAS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26-29 Agustus 2025 di Jakarta, menghasilkan sembilan resolusi untuk memperkuat tata kelola zakat, meningkatkan efektivitas layanan, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan mempercepat penanggulangan kemiskinan. Resolusi itu disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di depan perwakilan BAZNAS dari provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menekankan bahwa resolusi itu merupakan fokus utama dari Rakornas 2025. Ia menilai bahwa penguatan lembaga BAZNAS adalah hal yang paling penting dan juga mencerminkan komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional lewat visi Asta Cita. "Pertama, kita perlu terus memperkuat BAZNAS." Dan Alhamdulillah, berkat kekuatan dan bantuan Allah SWT, BAZNAS sekarang semakin kuat. Dalam forum ini, kita mendapati penguatan dari keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak semua gugatan yang diajukan terhadap BAZNAS oleh beberapa pihak, sehingga posisi BAZNAS semakin kokoh. "Kita juga mendukung Asta Cita sebagai program pembangunan nasional," kata Noor Achmad. Oleh karena itu, Kiai Noor mengharapkan, kedua hal ini menjadi penghubung bagi BAZNAS untuk tetap membangun hubungan dengan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah. "BAZNAS telah memperoleh pengakuan yang luas dari pemerintah daerah serta para pihak yang berkepentingan." Namun, BAZNAS perlu memperkuat distribusi, penyaluran, dan pemberdayaan supaya manfaat zakat bisa lebih dirasakan oleh masyarakat," kata Kiai Noor. Kiai Noor juga menyampaikan pesan agar para amil dan penggerak zakat tidak merasa malu atau ragu dalam mengedarkan risalah zakat. Ia berpendapat bahwa zakat merupakan aspek dari dakwah serta alat krusial untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Ia percaya pertumbuhan BAZNAS akan semakin cepat dan memberikan efek yang signifikan. "BAZNAS kini telah berkembang dengan pesat, dan ke depannya insya Allah akan semakin menakjubkan." Kami percaya bahwa individu yang tidak mendukung BAZNAS pada akhirnya akan mengalami kekalahan. "Jangan pernah kehilangan harapan, teruslah optimis karena Allah akan menyaksikan usaha kita," tegasnya. Adapun 9 resolusi Rakornas BAZNAS 2025 adalah sebagai berikut: 1. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menjadi garda terdepan penyejahteraan ummat dan penanggulangan kemiskinan dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional sesuai visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran; 2. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga serta meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip 3 Aman yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI, khususnya meneguhkan Aman NKRI sebagai landasan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; 3. Melanjutkan penguatan empat pilar utama pengelolaan zakat nasional, mencakup penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan infrastruktur, serta penguatan jaringan dan sinergi; 4. Mendorong pengesahan rancangan Peraturan Presiden zakat ASN dan Pegawai BUMN guna mengoptimalkan capaian target pengumpulan ZIS DSKL nasional tahun 2026; 5. BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan, UPZ Kecamatan, dan UPZ Masjid di seluruh wilayahnya masing-masing sesuai dengan jumlah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ulama dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 6. Optimalisasi pengumpulan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berpotensi dikelola oleh BAZNAS meliputi harta tak bertuan (mal majhul), luqothah, tanah tak berpemilik atau terurus (ihyaul mawat), sanksi pidana (ta’zir), dam, denda berat haji (badonah), iwad, dormant account, dan lain sebagainya; 7. Mendorong pembentukan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) di tingkat wilayah sebagai wadah asosiasi profesi amil zakat untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menegakkan profesionalisme pengelolaan zakat di seluruh wilayah dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 8. Memperkuat sinergi multipihak melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan lembaga internasional, serta memperluas kontribusi BAZNAS dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap Palestina dan masyarakat terdampak krisis lainnya; dan 9. Mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi atas Judicial Review Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang semakin memperkuat kedudukan BAZNAS sebagai lembaga utama pengelola zakat nasional.
BERITA03/09/2025 | Laksana Sanjaya
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →