WhatsApp Icon
Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Gelar Senam Sehat dan Pemeriksaan Gratis bagi Mustahik

Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Senam Sehat, Edukasi Hipertensi, dan Pelayanan Kesehatan Gratis. Acara yang digelar pada Selasa (23/6/2026) ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh 35 orang penerima manfaat (mustahik) di wilayah Pesawaran.

Kegiatan yang berlangsung hangat sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini dikawal langsung oleh tim medis profesional RSB Pesawaran, yang terdiri dari satu orang dokter umum, satu orang perawat, serta dibantu oleh dua orang staf.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama untuk memohon kelancaran dan keberkahan, yang kemudian disusul dengan sesi senam sehat. Aktivitas fisik ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta, tetapi juga untuk membangun semangat kebersamaan di antara para mustahik.

Setelah tubuh bugar oleh senam, para peserta diajak untuk menyimak sesi edukasi kesehatan. Mengangkat tema krusial mengenai "Hipertensi", dokter dari RSB Pesawaran memberikan pemahaman komprehensif mengenai faktor risiko, cara pencegahan, hingga pentingnya pengendalian tekanan darah melalui pola hidup yang tepat.

Guna memastikan kondisi kesehatan peserta secara aktual, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan pengecekan kadar gula darah. Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini terhadap potensi penyakit tidak menular di tengah masyarakat. Suasana semakin semarak dengan adanya pembagian doorprize bagi para peserta yang aktif dan berani bertanya saat sesi edukasi, sebelum akhirnya ditutup dengan pembagian kudapan (snack) sehat dan doa penutup.

Program ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS terhadap kesehatan masyarakat lapis bawah. Tujuan utamanya tidak sekadar memberikan pengobatan sesaat, melainkan membuka akses layanan kesehatan gratis sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga kesehatan jasmani mereka. Dengan pengetahuan yang bertambah, diharapkan para mustahik dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, sehingga kualitas hidup mereka secara keseluruhan dapat meningkat.

Menanggapi antusiasme warga dalam kegiatan ini, Dokter Umum Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran menyampaikan pesannya terkait pentingnya langkah preventif dalam kesehatan.

"Hipertensi sering kali menjadi 'silent killer' atau pembunuh diam-diam karena gejalanya kerap tidak disadari. Melalui sinergi antara senam jasmani, edukasi, dan deteksi dini seperti hari ini, kami berharap para mustahik tidak hanya sekadar mendapatkan akses pengobatan gratis, tetapi juga terbangun kesadarannya untuk mengubah pola hidup sehari-hari. Kesehatan adalah investasi terbaik, dan mencegah selalu jauh lebih baik daripada mengobati." Ujar dr. Jihan Azzahra Namira, Dokter Umum RSB Pesawaran.

Melalui pelayanan yang ramah, mudah dijangkau, dan bermanfaat, Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran akan terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa setiap mustahik mendapatkan hak yang sama untuk hidup sehat dan sejahtera.

23/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, Baznas Pesawaran Menyusun Program Spa Academy Berbasis Syariah

 

PESAWARAN – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran secara resmi menerima pemaparan program strategis dari Baznas RI mengenai *SPA Academy* yang diperuntukkan bagi para mustahik di wilayah Kabupaten Pesawaran. Pertemuan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Rapat Kantor Unit Pimpinan Baznas Pesawaran pada Senin (22/06/2026).

Pemaparan program inovatif ini disampaikan langsung oleh Vera Wati, S.IP., Direktur Latifa Spa Academy Tangerang.

Sinergi Kuat dan Dukungan dari Baznas Provinsi Lampung

Program SPA Academy ini merupakan bentuk kepedulian nyata dari Baznas RI dalam mengentaskan kemiskinan berbasis pemberdayaan wilayah. Menariknya, implementasi program strategis ini di tingkat daerah tidak berjalan sendiri, melainkan mendapatkan dukungan penuh dan apresiasi dari Baznas Provinsi Lampung.

Sinergi antara Baznas RI, Baznas Provinsi Lampung, dan Baznas Kabupaten Pesawaran ini menunjukkan komitmen kolektif yang kuat dalam mengawal proses pendayagunaan zakat agar lebih produktif, tepat sasaran, dan memiliki dampak yang luas bagi masyarakat di Provinsi Lampung, khususnya di Bumi Andan Jejama.

Fokus pada Kemampuan Vokasi dan Kemandirian Ekonomi

Dalam paparannya, Vera Wati menjelaskan bahwa program SPA Academy ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah komitmen untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat) di masa depan melalui jalur pemberdayaan ekonomi kreatif.

Narasi utama dari program ini berfokus pada pembekalan keahlian khusus yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja. Melalui pelatihan ini, para mustahik akan diberikan kemampuan vokasi di bidang Spa Syariah yang mengusung konsep Halal Wellness (kebugaran yang halal dan sesuai syariat).

 "Tujuan utama kita adalah membekali para mustahik dengan keahlian vokasi yang terstandarisasi. Dengan konsep Spa Syariah Halal Wellness, para peserta tidak hanya belajar teknik kebugaran, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya sesuai koridor syariat Islam. Ini adalah peluang bisnis dan kerja yang sangat menjanjikan saat ini," ujar Vera Wati.

Dengan keahlian yang bersertifikasi tersebut, para mustahik diharapkan memiliki modal keterampilan yang kuat untuk membuka usaha mandiri maupun terserap di industri kebugaran. Output akhir yang dikejar dari program ini adalah lahirnya sumber penghasilan yang stabil bagi para mustahik, yang pada gilirannya akan mendongkrak taraf hidup keluarga mereka secara signifikan dan berkelanjutan.

Sambut Baik Program Pusat

Pimpinan Baznas Kabupaten Pesawaran menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas program stimulus yang diinisiasi oleh Baznas RI yang bersinergi dengan Baznas Provinsi Lampung serta menggandeng Latifa Spa Academy ini. Pihak Baznas Pesawaran menyatakan siap melakukan penyaringan dan seleksi ketat terhadap para mustahik di Kabupaten Pesawaran yang dinilai memiliki potensi serta komitmen kuat untuk mengikuti pelatihan intensif ini hingga selesai.

Melalui sinergi lintas tingkatan ini, Baznas Kabupaten Pesawaran berharap angka kemiskinan di daerah dapat terus ditekan melalui program-program pemberdayaan berbasis keahlian nyata yang langsung menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat bawah.

 

22/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas Pesawaran
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Dampingi Akreditasi RSB Pesawaran

PESAWARAN – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran melakukan pendampingan intensif kepada Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran. Kegiatan ini difokuskan pada persiapan Akreditasi RSB serta pengelolaan sistem pelayanan kesehatan yang lebih prima.

Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan langsung di Gedung RSB Pesawaran pada Jum'at, 19 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB.

Kehadiran Lintas Sektor

Sinergi ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait guna memastikan seluruh indikator penilaian akreditasi dapat terpenuhi dengan baik. Hadir dalam kegiatan tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Bapak Iqbal, Ibu Fina, dan Bapak Tafsirudin. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pesawaran Hi. A. Hamid S, S.H, M.M (Ketua Baznas Pesawaran), Ky. Endang Zainal Khidir (Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan), M. Robani (Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan). Pihak RSB Pesawaran dr. Redha Anggraini Japar (Penanggung Jawab Klinik) serta Seluruh jajaran staf dan tenaga medis RSB Pesawaran

Kesiapan Akreditasi Menuju Hasil Maksimal

Selain memberikan arahan mengenai tata kelola pelayanan, tim dari Dinas Kesehatan juga turun langsung untuk memastikan kesiapan fisik, dokumen, serta prosedur standar operasional (SOP) yang dimiliki RSB Pesawaran dalam menghadapi proses penilaian akreditasi mendatang.

Berdasarkan hasil peninjauan dan evaluasi di lapangan, Dinas Kesehatan menilai bahwa kesiapan RSB Pesawaran secara umum sudah berada dalam kategori cukup baik.

"Secara keseluruhan persiapan yang dilakukan oleh pihak RSB sudah sangat matang. Hanya tinggal melakukan sedikit penyempurnaan dan pembenahan minor di beberapa sektor agar nantinya bisa meraih nilai akreditasi yang maksimal," ujar perwakilan tim pendamping Dinas Kesehatan.

Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara Dinas Kesehatan, Baznas, dan manajemen RSB Pesawaran, diharapkan proses akreditasi ini berjalan lancar. Standarisasi ini nantinya akan menjadi jaminan bahwa masyarakat Kabupaten Pesawaran akan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang semakin bermutu, aman, dan profesional.

19/06/2026 | Kontributor: RSB Pesawaran
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Laksanakan Home Visit, Berikan Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Sembako bagi Ibu Hamil Mustahik

Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran kembali memberikan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis dan Pemberian Sembako bagi Ibu Hamil Mustahik yang dilaksanakan secara langsung ke rumah penerima manfaat (home visit), Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, meliputi Jalan Sungai Langka, Jalan Wonoharjo Kurungan Nyawa, dan Jalan Negeri Sakti. Tim layanan terdiri dari satu dokter umum, satu bidan, serta dua staf Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran.

Dalam pelaksanaannya, tim mendatangi rumah-rumah mustahik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung. Selain pemeriksaan oleh dokter dan bidan, para penerima manfaat juga mendapatkan obat-obatan sesuai kebutuhan medis, paket sembako, serta informasi mengenai layanan kesehatan yang tersedia di Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran.

Sebanyak empat ibu hamil mustahik dan satu penerima manfaat lainnya mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan sosial dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memantau kondisi ibu hamil sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan.

Dokter Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran, dr. Redha Anggraini Japar menyampaikan bahwa kegiatan home visit menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

"Kami ingin memastikan para ibu hamil mustahik tetap mendapatkan pemantauan kesehatan yang baik meskipun memiliki keterbatasan dalam menjangkau layanan kesehatan. Melalui home visit ini, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung sekaligus memberikan edukasi dan dukungan yang dibutuhkan," ujar dokter Redha.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi mustahik, khususnya ibu hamil, memantau kondisi kesehatan secara berkala, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga melalui penyaluran paket sembako. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran dengan masyarakat penerima manfaat.

Melalui pelayanan yang diberikan secara langsung ke rumah, diharapkan para ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih sehat, aman, dan terpantau, sehingga turut mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan calon bayi.

Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran akan terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan kesejahteraan mustahik melalui program-program kesehatan yang berkelanjutan.

Salam Sehat.

#CahayaZakat

#BaznasRI

#BaznasKabupatenPesawaran

#RumahSehatBaznasPesawaran

18/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Rumah Sehat BAZNAS Pesawaran Gelar Senam Sehat, Edukasi Diabetes, dan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Mustahik

Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran sukses menyelenggarakan kegiatan promotif, preventif, dan pelayanan kesehatan langsung. Acara yang bertajuk “Giat RSB Pesawaran Senam Sehat, Edukasi Kesehatan Tema Diabetes Mellitus dan Pelayanan Kesehatan Gratis” ini dilaksanakan pada hari Jumat, (22/5/2025), mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan dihadiri oleh 31 orang penerima manfaat (mustahik). Untuk memastikan kelancaran acara dan kualitas pelayanan medis, RSB Pesawaran menerjunkan tim yang terdiri dari 1 orang Dokter Umum, 1 orang Bidan, serta 2 orang staf.

Rangkaian acara disusun secara terpadu agar warga mendapatkan manfaat yang menyeluruh. Alur kegiatan dimulai dengan doa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi senam sehat bersama untuk meningkatkan kebugaran tubuh peserta. Setelah berolahraga, warga mendapatkan edukasi kesehatan yang disampaikan langsung oleh Dokter Umum mengenai pencegahan, pola hidup sehat, serta pengelolaan penyakit Diabetes Mellitus.

Untuk memeriahkan suasana dan memancing antusiasme, panitia juga menyediakan doorprize bagi peserta yang aktif bertanya pada sesi edukasi. Setelah itu, warga diarahkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya pengecekan glukosa darah. Acara kemudian ditutup dengan pembagian snack ringan dan penutupan.

Terkait pelaksanaan giat ini, Kepala RSB Pesawaran, dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes. menyampaikan bahwa program ini sengaja dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan secara mudah dan terjangkau.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, menerapkan pola hidup sehat, serta memahami bahaya dan pencegahan Diabetes Mellitus. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan sosial antara tenaga kesehatan dan masyarakat serta memberikan pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi warga yang membutuhkan," jelas dr. Redha.

Melalui pendekatan yang menyeluruh ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan fisik secara cuma-cuma, tetapi juga dibekali dengan pengetahuan kesehatan yang lebih baik dan motivasi untuk terus menjaga pola hidup sehat.

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tercipta masyarakat yang lebih sehat, aktif, dan peduli terhadap kondisi kesehatannya. Salam Sehat, Terima Kasih," tutupnya.

#cahayazakat

#BaznasRI

#BaznasKabupatenPesawaran

 #RumahsehatBaznasPesawaran

22/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran

Berita Terbaru

BAZNAS RI Luncurkan ZIfthar, Perluas Akses Pasar UMKM Binaan Selama Ramadan
BAZNAS RI Luncurkan ZIfthar, Perluas Akses Pasar UMKM Binaan Selama Ramadan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan ZIfthar, sebuah program strategis yang dirancang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM binaan selama bulan suci Ramadan. Peresmian inisiatif ini diselenggarakan di Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta, pada Kamis (26/2/2026). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., memaparkan bahwa ZIfthar bertujuan untuk mengoptimalkan momentum peningkatan kebutuhan pangan masyarakat saat Ramadan. Melalui program ini, produk UMKM binaan diharapkan dapat menjangkau konsumen secara lebih masif. Pelaksanaannya pun dilakukan serentak di 30 titik yang mencakup 27 kabupaten/kota di 11 provinsi se-Indonesia. “Alhamdulillah, hari ini BAZNAS meluncurkan ZIfthar di 30 titik. Program ini hadir untuk memberikan akses pasar bagi produk UMKM binaan kami. Kita ingin memberikan sirkulasi ekonomi nyata bagi mereka selama 15 hari ke depan, agar keberkahan Ramadan juga dirasakan secara ekonomi oleh para mustahik binaan,” ujar Saidah. Sebagai bentuk dukungan komprehensif, BAZNAS memfasilitasi penyediaan stand secara gratis bagi seluruh pelaku usaha. Lebih dari itu, BAZNAS turut memberikan pendampingan sertifikasi halal dan penyempurnaan kemasan guna meningkatkan daya saing produk, serta mendorong terciptanya pesanan berulang (repeat order) pasca-Ramadan. Dampak positif dari program ini langsung dirasakan oleh para penerima manfaat di berbagai daerah, salah satunya di Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Surtiana, pelaku UMKM pemilik "Pop Ice dan Bakaran", menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam ZIfthar terbukti efektif dalam mendongkrak omzet dan memperluas basis pelanggan. “Alhamdulillah, lewat ZIfthar Ramadan ini usaha saya meningkat dan konsumen bertambah. Produk unggulan saya seperti pop ice dan bakaran kini makin banyak yang kenal dan pesan lewat WA. Harapannya kegiatan ini terus diadakan setiap tahun oleh BAZNAS,” ungkap Surtiana. Sejalan dengan komitmen pemberdayaan ini, BAZNAS Kabupaten Pesawaran mengajak masyarakat dan para dermawan untuk terus berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Penyaluran donasi dapat dilakukan melalui: BSI: 74.55.66.77.84 BNI: 12.10.83.84.13 Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871 a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran, atau secara daring melalui kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah.
BERITA28/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Mutlak untuk Mustahik, Bukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
BAZNAS RI Tegaskan Dana Zakat Mutlak untuk Mustahik, Bukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan isu yang berkembang di ruang publik terkait dugaan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan BAZNAS RI secara tegas menyatakan bahwa seluruh dana zakat yang dikelola tetap berada pada koridor syariat dan regulasi perundang-undangan yang ketat. Pimpinan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menekankan bahwa zakat bukan sekadar instrumen sosial yang bersifat fleksibel, melainkan kewajiban agama dengan aturan penyaluran yang rigid. “Zakat bagi BAZNAS adalah syariat dan amanah yang harus disalurkan untuk fakir miskin. Pemberitaan zakat untuk MBG adalah tidak benar,” ujar Rizaludin dalam keterangan resminya. Senada dengan hal tersebut, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen menjelaskan bahwa distribusi zakat BAZNAS dilakukan dengan pengawasan melekat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. “Zakat melalui BAZNAS tidak untuk program MBG, tetapi disalurkan untuk fakir miskin dan enam asnaf lainnya sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan melekat dan ketat,” jelas Nadratuzzaman. Secara teologis, alokasi zakat telah ditetapkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60 yang mencakup delapan golongan penerima (asnaf). KH. Achmad Sudrajat, Pimpinan BAZNAS RI lainnya, menegaskan bahwa menjaga kemurnian rukun Islam adalah pondasi utama lembaga ini. “Zakat adalah rukun Islam yang menjadi pondasi dalam menolong fakir miskin sesuai dengan Q.S. At-Taubah Ayat 60. Zakat tidak untuk mendanai MBG,” tegas Achmad Sudrajat. BAZNAS RI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring informasi dengan literasi yang benar.
BERITA27/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Komitmen Tanpa Kompromi: BAZNAS RI Perketat Standar Akuntabilitas Melalui Pengawasan Berlapis
Komitmen Tanpa Kompromi: BAZNAS RI Perketat Standar Akuntabilitas Melalui Pengawasan Berlapis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat tata kelola kelembagaan melalui penerapan sistem pengawasan berlapis yang transparan dan akuntabel. Upaya ini dilakukan sebagai implementasi mandat Undang-Undang agar pengelolaan ZIS berlangsung sesuai koridor syariat dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A. menyatakan, transparansi merupakan fondasi utama lembaga dalam menjalankan amanah umat. Ia menekankan, operasional BAZNAS tidak berjalan tanpa kontrol, melainkan diawasi oleh berbagai otoritas resmi. “BAZNAS dalam menjalankan tugasnya berada dalam sistem pengawasan berlapis sesuai Undang-Undang, termasuk pengawasan syariah, audit internal, audit eksternal, serta pengawasan oleh otoritas terkait,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Kiai Noor secara khusus memberikan apresiasi terhadap pernyataan Menteri Agama RI mengenai penguatan fungsi pengawasan BAZNAS. Menurutnya, hal ini sejalan dengan aspirasi BAZNAS di tingkat pusat maupun daerah serta amanat konstitusi. “Kita mengapresiasi pernyataan Pak Menag karena sesuai dengan harapan kami dan harapan dari daerah-daerah, bahkan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Pasal 34 Ayat 1, yang menyebut bahwa Menteri melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap BAZNAS dan LAZ,” jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, inisiatif ini membuka peluang bagi penguatan struktur lembaga yang lebih komprehensif di masa depan. “Dengan demikian, maka bisa jadi Pak Menteri merasa perlu membentuk lembaga baru di BAZNAS yaitu Dewan Pengawas seperti yang ada di Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selama ini berdasar peraturan perundangan yang ada, BAZNAS baru diawasi oleh DPR, Itjen Kemenag, Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pengawasan internal. Dengan adanya masukan pemikiran dari Pak Menag, maka ke depan BAZNAS akan lebih kuat lagi dalam melaksanakan prinsip 3 Aman (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI),” tegasnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS sangat terbuka terhadap segala bentuk penguatan pengawasan demi memastikan dana zakat benar-benar tersalurkan kepada mustahik secara tepat sasaran. Sejalan dengan semakin besarnya BAZNAS, maka pembentukan Dewan Pengawas sangat diperlukan. “Komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama BAZNAS dalam menjaga amanah umat. Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui tata kelola yang profesional demi kemaslahatan bangsa,” ujarnya.
BERITA26/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Kemenag Klarifikasi Penggunaan Dana Zakat Tak Terkait Program MBG
Kemenag Klarifikasi Penggunaan Dana Zakat Tak Terkait Program MBG
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk menggunakan dana zakat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penjelasan ini diberikan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat. Thobib Al Asyhar, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, menegaskan bahwa penyaluran zakat tetap mengikuti prinsip syariat Islam dan hukum yang berlaku. Zakat hanya akan diberikan kepada delapan golongan yang ditetapkan dalam syariat Islam, sebagaimana tercantum dalam QS. At-Taubah ayat 60 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Delapan golongan penerima zakat tersebut mencakup fakir, miskin, amil, mualaf, riqab (hamba sahaya), gharimin (orang terlilit utang), fisabilillah, dan ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). Kemenag menegaskan bahwa prinsip ini menjadi landasan utama dalam pengelolaan zakat nasional, dengan menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. BAZNAS Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk mencari informasi dari sumber resmi dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi. Dengan penjelasan ini, diharapkan pemahaman masyarakat tentang penyaluran zakat hanya kepada delapan golongan sesuai syariat Islam semakin meningkat. Mari bersama-sama memberikan senyum dan harapan kepada mereka yang membutuhkan. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Lampung melalui rekening-rekening yang tersedia.
BERITA25/02/2026 | Admin
BAZNAS RI Tetapkan Standar Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa di Rp7.640.144 per Bulan pada Tahun 2026
BAZNAS RI Tetapkan Standar Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa di Rp7.640.144 per Bulan pada Tahun 2026
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menetapkan nisab zakat penghasilan dan jasa tahun 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan. Nilai ini menjadi acuan bagi umat Islam dalam menetapkan ambang minimal penghasilan yang memenuhi syarat untuk membayar zakat. Keputusan menetapkan nisab tersebut didasarkan pada ketentuan syariat yang menyamakan nisab zakat penghasilan dengan 85 gram emas per tahun. Nilai tersebut kemudian dikonversikan ke dalam rupiah berdasarkan harga emas yang berlaku, menjadi nilai nisab tahunan yang dibagi menjadi perhitungan bulanan sebesar Rp7.640.144. Dengan ketentuan ini, individu yang memiliki pendapatan setara atau melebihi nisab tersebut setiap bulan wajib membayar zakat penghasilan sebesar 2,5 persen dari total pendapatan yang diterima. Ketentuan kadar zakat ini mengacu pada prinsip zakat maal dalam syariat Islam. BAZNAS RI menjelaskan bahwa zakat penghasilan adalah zakat yang dikenakan atas pendapatan halal dari pekerjaan atau jasa, baik yang diterima secara rutin seperti gaji maupun honorarium, maupun pendapatan dari pekerjaan profesional lainnya. Penetapan nisab zakat penghasilan setiap tahun dilakukan dengan mempertimbangkan fluktuasi harga emas di pasar untuk menyesuaikan nilainya agar tetap sesuai dengan prinsip perhitungan zakat yang mengacu pada harga emas. Diharapkan dengan penetapan ini, masyarakat dapat lebih memahami batasan kewajiban zakat penghasilan dan menunaikannya sesuai ketentuan syariat. Zakat yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para mustahik melalui program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Sumber: BAZNAS RI. "BAZNAS RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Rp7.640.144 per Bulan." Dipublikasikan pada 24 Februari 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA25/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Berdayakan Ekonomi Umat, BAZNAS Pesawaran Luncurkan Program Z-Ifthar di Gerning
Berdayakan Ekonomi Umat, BAZNAS Pesawaran Luncurkan Program Z-Ifthar di Gerning
Pesawaran – Semarak bulan suci Ramadhan 1447 H di Kabupaten Pesawaran terasa berbeda tahun ini. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran resmi meluncurkan program unggulan ekonomi syariah bertajuk "Gerai Z-Ifthar Ramadhan" yang dipusatkan di halaman Masjid Jami Nurul Huda, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng. Program ini hadir sebagai oase ekonomi bagi warga sekitar. Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan dilibatkan untuk mengisi gerai-gerai yang tersedia. Kehadiran para pedagang ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam berburu hidangan berbuka puasa (takjil), tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi keluarga mustahik di wilayah Tegineneng. Zakat Produktif: Dari Mustahik Menuju Mandiri Program Z-Ifthar bukanlah sekadar pasar takjil musiman. Inisiatif ini merupakan wujud nyata pendayagunaan zakat produktif. BAZNAS Pesawaran memberikan stimulan berupa bantuan modal usaha serta fasilitas gerai yang layak agar para pedagang memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi, bahkan setelah Ramadhan usai. "Kami memilih lokasi di Masjid Jami Nurul Huda Desa Gerning karena antusiasme masyarakat dan geliat ekonomi lokal yang sangat potensial. Dengan 30 pedagang yang terlibat, kami berharap ada perputaran uang yang signifikan yang langsung dirasakan oleh warga kami sendiri," Memakmurkan Masjid Melalui Ekonomi Sejak dibuka pada sore hari, deretan gerai yang menyajikan aneka kudapan tradisional hingga minuman segar langsung diserbu pembeli. Riuh rendah transaksi ini menciptakan suasana hangat yang mempererat silaturahmi antar warga Desa Gerning, Lebih dari sekadar transaksi jual beli, penempatan Z-Ifthar di area rumah ibadah diharapkan mampu: Memakmurkan Masjid: Menarik minat warga untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah setelah berbelanja takjil. Mempererat Ukhuwah: Menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat di bulan suci. Transformasi Ekonomi: Mengubah pola pikir bantuan konsumtif menjadi produktivitas yang berkelanjutan. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Pesawaran menegaskan komitmennya bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran mampu menjadi solusi nyata dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan ekonomi berbasis masyarakat desa.
BERITA24/02/2026 | Humas Baznas Pesawaran
Tebar Berkah Ramadhan, BAZNAS Pesawaran Bagikan 190 Paket Berkah Ramadhan dan Santunan 80 Anak Yatim Piatu
Tebar Berkah Ramadhan, BAZNAS Pesawaran Bagikan 190 Paket Berkah Ramadhan dan Santunan 80 Anak Yatim Piatu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menyalurkan sebanyak 190 Paket Berkah Ramadhan dan 80 santunan untuk anak yatim piatu dalam kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Lampung yang digelar pada 24 Februari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Al Ikhsan, Dusun Solehudin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, dan menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran santunan ini merupakan bagian dari kolaborasi BAZNAS Pesawaran dalam mendukung kegiatan Safari Ramadhan Provinsi Lampung, sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap para mustahik, khususnya anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Sebanyak 180 Paket Berkah Ramadhan yang berisi kebutuhan pokok diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Selain itu, 80 anak yatim piatu juga menerima santunan sebagai bentuk perhatian dan dukungan agar mereka dapat merasakan kebahagiaan di bulan penuh berkah ini. Ketua BAZNAS Pesawaran menyampaikan bahwa program ini merupakan amanah dari para muzakki yang telah menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya di bulan Ramadhan,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Pesawaran terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA24/02/2026 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
Penguatan Integritas Filantropi Islam: BAZNAS Gandeng KPK Maksimalkan Akuntabilitas Dana ZIS
Penguatan Integritas Filantropi Islam: BAZNAS Gandeng KPK Maksimalkan Akuntabilitas Dana ZIS
Jakarta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat sinergi dalam mendorong pendidikan antikorupsi bagi pengelola zakat di seluruh Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara BAZNAS RI dan KPK, di Gedung KPK, di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Hadir di situ, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Banten Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, S.E., M.Ec., Ketua KPK Setyo Budiyanto, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, Ketua BAZNAS Banten Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd., beserta jajarannya. Ketua BAZNAS RI Prof. Noor Achmad menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dengan KPK merupakan langkah penting dalam menjaga akuntabilitas sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan pengelolaan zakat nasional. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, pendidikan antikorupsi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pengawasan di seluruh unit BAZNAS, baik di tingkat pusat maupun daerah. Ia menilai, kebutuhan akan pendidikan antikorupsi semakin mendesak mengingat pengelolaan ZIS menuntut kehati-hatian serta standar integritas yang tinggi. “Kami juga memiliki BAZNAS Institute yang menyelenggarakan pendidikan, termasuk pendidikan antikorupsi. Kami berharap KPK berkenan mengisi materi khusus dalam setiap pelatihan agar penguatan integritas semakin optimal,” kata Noor. Ketua Baznas RI itu berharap sinergi antara BAZNAS dan KPK mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan pengelola zakat sekaligus meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, seperti BAZNAS. “Kehadiran kami di KPK ini merupakan bentuk transparansi agar publik mengetahui bahwa BAZNAS terbuka dan siap diawasi. Pengelolaan dana publik selalu memiliki risiko sehingga pengawasan harus terus diperkuat,” katanya. Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyambut baik komitmen BAZNAS dalam memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke seluruh unit BAZNAS di Indonesia. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadi pelanggaran. “Kami mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan BAZNAS dan mendukung penyebaran pendidikan antikorupsi hingga tingkat daerah. Jika memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dirutinkan dan dilaksanakan secara regional, baik daring maupun luring. KPK siap berkontribusi dalam pendidikan antikorupsi bagi seluruh pengelola zakat di daerah,” ujarnya. Setyo menambahkan, penguatan integritas di tingkat kabupaten dan kota menjadi perhatian penting karena pengelolaan zakat di daerah memiliki tantangan tersendiri. Pendidikan antikorupsi dinilai mampu memperkuat pemahaman mengenai konflik kepentingan, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses penghimpunan hingga distribusi dana. Dalam konteks pencegahan, ia menekankan pentingnya sistem tata kelola yang terbuka dan profesional. Transparansi dalam penghimpunan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan keuangan harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pengelola. “Dengan tata kelola yang profesional dan transparan, kepercayaan publik akan meningkat," kata Setyo. *** Mari ikut ambil bagian dalam menghadirkan lebih banyak senyum dan harapan bagi mustahik. Tunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Anda melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran dengan cara transfer via rekening: BSI: 74.55.66.77.84 a.n. BAZNAS Kab. Pesawaran atau melalui https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat. Nantinya Anda akan menerima Bukti Setor Zakat dari BAZNAS. ***
BERITA22/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Lansia di Desa Kebagusan
BAZNAS Pesawaran Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Lansia di Desa Kebagusan
Tim Layanan Aktif BAZNAS (LAB) Kabupaten Pesawaran kembali mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui program kesehatan. Kali ini, bantuan pengobatan disalurkan kepada Ibu Maryani, seorang warga lanjut usia (lansia) yang berdomisili di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan, pada Rabu (11/02/2026). Mengingat kondisi kesehatannya, Ibu Maryani saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di kediaman keluarganya. Bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Pesawaran diharapkan dapat meringankan beban biaya pengobatan dan pemulihan beliau, serta memberikan dukungan moril bagi pihak keluarga yang merawat. Penyaluran ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi para lansia dan kelompok rentan. Terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Pesawaran. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua.
BERITA19/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Tarhib Ramadan 2026, BAZNAS RI Ajak Seluruh Amil Gencarkan Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia
Tarhib Ramadan 2026, BAZNAS RI Ajak Seluruh Amil Gencarkan Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar Tarhib Ramadan melalui mujahadah dan doa bersama yang diikuti seluruh pimpinan serta amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia, guna memperkuat spiritualitas dan komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat sebagai semangat Zakat Menguatkan Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam Tarhib Ramadan BAZNAS 2026 yang bertema "Zakat Menguatkan Indonesia" yang dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., Ketua MUI Bidang Fatwa Prof. Dr. KH. Asrorun Ni’am Sholeh, serta seluruh amil BAZNAS se-Indonesia yang digelar secara daring melalui siaran langsung di kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (17/2/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi dan Informasi Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., serta Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc., M.A., CFRM. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan, Tarhib Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pengingat bagi seluruh amil untuk menjalankan tugas utama dalam memastikan zakat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya. "Ramadan bagi kita (amil) semua adalah ajang perjuangan, ajang jihad, bagaimana kita memfasilitasi dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin," ujar Kiai Noor. Ia menjelaskan, tugas amil tidak hanya memfasilitasi orang-orang yang berkelebihan harta untuk menunaikan zakat, tetapi juga melakukan tathhir (pensucian harta), tazkiyah (penyucian jiwa), serta mendoakan para muzaki. Peran tersebut, menurutnya, merupakan amanah mulia karena berkontribusi langsung dalam menghadirkan keadilan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, Kiai Noor meminta seluruh jajaran BAZNAS memastikan layanan bantuan tersedia secara optimal selama Ramadan. Ia menegaskan, jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar di bulan suci. Kiai Noor mengatakan, bulan Ramadan menjadi bulan yang penting bagi BAZNAS. Karena itu, lanjutnya, diperlukan usaha yang tinggi, kekuatan yang besar, dan kerja keras, sehingga jangan sampai ada orang yang merasa terzalimi. "Jangan sampai ada anak yatim yang kekurangan, orang miskin yang merasa kurang, apalagi ada yang kelaparan dan tidak bisa berbuka atau sahur dengan baik,” tegasnya. Sejalan dengan semangat tersebut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp515 miliar selama Ramadan tahun ini. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai melalui sinergi dan kerja kolektif seluruh amil di Indonesia. Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat agar berjalan sesuai amanat Undang-Undang Pengelolaan Zakat. Menurutnya, terdapat dua tujuan utama pengelolaan zakat, yakni pelayanan yang efektif dan efisien serta kontribusi nyata terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan mustahik. “Indikator keberhasilan lembaga zakat bukan hanya pada besarnya penghimpunan, tetapi sejauh mana zakat mampu mengurangi kemiskinan dan mentransformasi mustahik menjadi muzaki,” ujarnya. Dukungan juga disampaikan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono. Ia mengucapkan selamat menyambut Ramadan dan berharap bulan suci menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, kolaborasi, serta kepedulian sosial. Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh menegaskan, pentingnya kesiapan administratif dan substantif para amilin dalam melayani muzaki. Ia juga menekankan, Ramadan merupakan momentum syiar yang perlu diperkuat melalui kolaborasi dan inovasi layanan zakat di ruang publik. "Zakat harus berdampak, Ramadan harus semarak melalui jejaring. Salah satunya dengan menyiarkan aktivitas Ramadan di fasilitas keagamaan dan ruang publik," ucapnya. Pada kesempatan tersebut, seluruh Pimpinan BAZNAS RI yang hadir turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dan berharap momentum Ramadan tahun ini semakin memperkuat gerakan zakat nasional demi kemaslahatan umat serta kontribusi nyata dalam menguatkan Indonesia.
BERITA18/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Wujudkan Kepedulian, Baznas dan Pemkab Pesawaran Salurkan Bantuan bagi Korban Puting Beliung di Kecamatan Tegineneng
Wujudkan Kepedulian, Baznas dan Pemkab Pesawaran Salurkan Bantuan bagi Korban Puting Beliung di Kecamatan Tegineneng
PESAWARAN – Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah alam yang menimpa warga, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran bersama jajaran Forkopimda menyalurkan bantuan dan santunan kepada korban terdampak angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng pada Senin (16/02/2026). Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira Bastian, didampingi Ketua DPRD Pesawaran M. Nasir, Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito P. Panditha, S.I.K., M.S.S. serta Kepala Dinas Terkait. Sinergi Lintas Instansi Meski dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, terjangan angin puting beliung menyebabkan dua rumah warga roboh dan beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon. Guna meringankan beban para penyintas, bantuan disalurkan secara kolaboratif: Baznas Pesawaran: Menyerahkan santunan khusus bagi pemilik rumah yang roboh guna membantu proses perbaikan hunian, serta memberikan bantuan tali asih bagi warga terdampak lainnya. Pemkab Pesawaran: Mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan sembako, material bangunan (asbes), perlengkapan tidur (kasur dan selimut), hingga makanan siap saji. Polres Pesawaran: Menyalurkan paket Bakti Sosial sebagai wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat. DPRD Pesawaran: Memberikan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako tambahan kepada para korban. Komitmen Pelayanan Masyarakat Ketua Baznas Kabupaten Pesawaran, Hi. A Hamid S, S.H, M.M, menjelaskan bahwa kehadiran Baznas di tengah masyarakat merupakan amanah untuk memastikan warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian. "Ini adalah bentuk upaya nyata Baznas bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu para korban pasca musibah. Fokus utama kami adalah memastikan warga yang rumahnya roboh mendapatkan dukungan finansial awal agar mereka bisa segera memperbaiki tempat tinggalnya," ujar Hi. A Hamid. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kondisi psikologis dan ekonomi warga di Kecamatan Tegineneng pasca bencana.
BERITA16/02/2026 | Humas Baznas Pesawaran
BAZNAS Pesawaran dan PEMKAB Pesawaran Tinjau Lokasi Terdampak Puting Beliung di Tegineneng
BAZNAS Pesawaran dan PEMKAB Pesawaran Tinjau Lokasi Terdampak Puting Beliung di Tegineneng
PESAWARAN – Sebagai bentuk respons cepat terhadap musibah alam yang menimpa warga, Baznas Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Pesawaran bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana angin puting beliung di wilayah Kecamatan Tegineneng, Minggu (15/02/2026). Peninjauan ini difokuskan pada empat desa yang mengalami dampak cukup signifikan, yakni Desa Gedung Gumanti, Desa Bumi Agung, Desa Sriwedari, dan Desa Kresno Widodo. Kehadiran Pimpinan Daerah Hadir memimpin rombongan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran, Wildan, S.E, M.M., didampingi oleh Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, serta jajaran terkait lainnya. Turut mendampingi di lokasi, Camat Tegineneng beserta perangkat desa setempat guna memastikan data di lapangan sinkron dengan kondisi riil masyarakat. Fokus pada Pendataan dan Pemulihan Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis dalam upaya pendataan pemulihan pasca bencana. Baznas Pesawaran melalui tim BTB berkomitmen untuk bergerak cepat dalam memetakan kerusakan guna menentukan langkah bantuan yang tepat sasaran.
BERITA15/02/2026 | BTB BAZNAS Pesawaran
Perkuat Sinergi Kelembagaan, BAZNAS Pesawaran Gandeng Pengadilan Agama Gedong Tataan Optimalisasi Penghimpunan ZIS
Perkuat Sinergi Kelembagaan, BAZNAS Pesawaran Gandeng Pengadilan Agama Gedong Tataan Optimalisasi Penghimpunan ZIS
GEDONG TATAAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran terus memperluas jangkauan sinergi kelembagaan guna mengoptimalkan potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Langkah strategis ini diwujudkan melalui audiensi resmi dengan Ketua Pengadilan Agama (PA) Gedong Tataan yang digelar pada Jumat (13/02/2026). Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antarlembaga, namun juga membawa misi khusus: pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Pengadilan Agama Gedong Tataan. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.H., menyampaikan urgensi kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan dana umat. Menurutnya, keberadaan UPZ di instansi vertikal seperti Pengadilan Agama merupakan langkah krusial untuk menjamin profesionalitas dan akuntabilitas penghimpunan zakat profesi dari para aparatur sipil negara. "Kami hadir untuk membangun kesepahaman bahwa pengelolaan zakat yang terorganisir melalui UPZ akan memberikan dampak yang lebih luas dan terukur bagi kesejahteraan masyarakat Pesawaran. Sinergi dengan Pengadilan Agama Gedong Tataan adalah kunci untuk memaksimalkan potensi tersebut," ujar Hi. Hamid. Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Gedong Tataan, Yulistia, S.H., M.Sy., menyambut baik inisiatif BAZNAS Kabupaten Pesawaran. Beliau menegaskan komitmen institusinya untuk mendukung penuh program-program keumatan, khususnya dalam memfasilitasi pegawai di lingkungan PA Gedong Tataan untuk menunaikan kewajiban zakatnya dengan lebih mudah dan tepat sasaran. Melalui pembentukan UPZ ini, diharapkan tata kelola zakat di lingkungan Pengadilan Agama Gedong Tataan menjadi lebih tertib administrasi sesuai dengan regulasi syariat dan perundang-undangan yang berlaku (UU No. 23 Tahun 2011). Kerja sama ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara BAZNAS dan lembaga peradilan di Kabupaten Pesawaran, dengan harapan dapat menjadi katalisator pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat di wilayah Andan Jejama.
BERITA13/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Bantu Palestina, BAZNAS RI Bersama Dubes Mesir Salurkan 5 Mobile Clinic dari Tempo Scan
Bantu Palestina, BAZNAS RI Bersama Dubes Mesir Salurkan 5 Mobile Clinic dari Tempo Scan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyerahkan lima unit Mobile Clinic dari Tempo Scan di Kairo, Mesir, Selasa (10/2/2026). Lima unit Mobile Clinic tersebut untuk mendukung penyediaan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepedulian Tempo Scan yang secara konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI. Menurut Kiai Noor, dukungan lima unit Mobile Clinic sangat dibutuhkan karena mampu menjangkau masyarakat di berbagai lokasi, termasuk wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan permanen. “Tempo Scan ini sudah sering kali memberikan bantuan untuk masyarakat Palestina, baik bantuan pangan maupun bantuan kemanusiaan lainnya. Alhamdulillah, kali ini Tempo Scan kembali menyalurkan bantuan berupa lima unit Mobile Clinic. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Tempo Scan yang terus menjadikan BAZNAS sebagai mitra penyaluran bantuannya,” ujar Kiai Noor di Mesir, Rabu (11/2/2026). Ia menjelaskan, lima unit Mobile Clinic tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, layanan medis awal, serta dukungan logistik kesehatan guna membantu tenaga medis dalam memberikan pelayanan darurat kepada masyarakat terdampak. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI akan terus memastikan lima unit Mobile Clinic tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal melalui koordinasi dengan mitra kemanusiaan di lapangan, agar layanan kesehatan darurat dapat menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia. "Untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan efektif, BAZNAS RI juga bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan di Mesir serta jaringan mitra internasional yang berpengalaman dalam penyaluran bantuan di wilayah konflik Palestina," jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS RI untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas dampak bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih membutuhkan dukungan internasional. “Apa yang dilakukan Tempo Scan ini sangat baik dan patut diapresiasi. Melalui kerja sama ini, BAZNAS berharap kontribusi masyarakat dan sektor swasta Indonesia dapat terus mengalir serta memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina,” ujarnya. Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI dan Tempo Scan atas bantuan lima unit Mobile Clinic untuk membantu rakyat Gaza. “Alhamdulillah, Masya Allah. Hari ini pada tanggal 10 Februari, pertama saya mengucapkan terima kasih, apresiasi kepada BAZNAS yang telah dengan usahanya, upaya yang keras menyediakan lima unit ambulans yang akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan di Gaza,” kata Kuncoro. Kuncoro berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kondisi kemanusiaan di Palestina. Terakhir, Kuncoro juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini tidak pernah putus menyalurkan bantuan-bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina di Gaza. "Terima kasih kepada masyarakat kita, warga negara Indonesia, baik yang berada di Kairo maupun di Indonesia, atas bantuan-bantuan kemanusiaan baik finansial maupun dukungan lainnya, termasuk material. Insya Allah, kita akan terus berusaha untuk membuka jalur dan melancarkan upaya bantuan kemanusiaan ke Gaza," ujarnya.
BERITA12/02/2026 | Humas Baznas RI
BAZNAS Pesawaran Gelar Pertemuan Strategis dengan Kejaksaan Negeri
BAZNAS Pesawaran Gelar Pertemuan Strategis dengan Kejaksaan Negeri
GEDONG TATAAN – Dalam rangka memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel, jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran melakukan kunjungan silaturahmi resmi ke Kantor Kejaksaan Negeri Pesawaran pada Selasa, 10 Februari 2026. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran Hi. A Hamid S, S.H, M.M yang didampingi oleh jajaran pimpinan lainnya yakni Wakil Ketua (Waka) II, Waka IV, Sekretaris, serta sejumlah staf pelaksana BAZNAS. Fokus Kolaborasi Kelembagaan Pertemuan ini bertujuan untuk membangun kolaborasi kelembagaan yang lebih erat antara BAZNAS sebagai lembaga pengelola dana umat dengan Kejaksaan Negeri sebagai lembaga penegak hukum. Fokus utama diskusi meliputi: Pendampingan Hukum: Memastikan seluruh program pendayagunaan zakat berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Optimalisasi Zakat: Membahas potensi kerja sama dalam sosialisasi kewajiban zakat di lingkungan instansi vertikal. Transparansi: Menciptakan sistem pengelolaan keuangan yang bersih dan terhindar dari penyimpangan. Sambutan Hangat Kepala Kejari Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran, Ibu Umi Kalsum, menyambut hangat kehadiran rombongan BAZNAS. Dalam keterangannya, beliau menyatakan dukungannya terhadap kiprah BAZNAS di Kabupaten Pesawaran. "Kami menyambut baik inisiatif silaturahmi ini. Kejaksaan Negeri Pesawaran siap mendukung BAZNAS dalam hal pendampingan hukum dan konsultasi agar penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan dapat terlaksana dengan tepat sasaran dan aman secara regulasi," ujar Ibu Umi Kalsum. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk saling mendukung dalam upaya menyejahterakan masyarakat Pesawaran melalui penguatan tata kelola zakat yang profesional.
BERITA10/02/2026 | Humas Baznas Pesawaran
Baznas Pesawaran dan Pendamping PKH Beri Santunan Pengobatan Warga Wonorejo
Baznas Pesawaran dan Pendamping PKH Beri Santunan Pengobatan Warga Wonorejo
TEGINENENG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmen nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bekerja sama dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tegineneng, Baznas menyalurkan bantuan pendampingan dan santunan pengobatan bagi warga di Dusun Wonorejo, Desa Trimulyo, pada Kamis (06/02/2026). Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk meringankan beban biaya medis sekaligus memastikan warga prasejahtera mendapatkan akses kesehatan yang layak. Poin Utama Aksi Kemanusiaan: Penyaluran Santunan: Bantuan dana pengobatan diberikan langsung kepada warga yang sedang berjuang melawan penyakit untuk membantu operasional medis yang tidak tercover bantuan lain. Pendampingan Intensif: Tim pendamping PKH turut memastikan proses administrasi dan rujukan pasien berjalan lancar di fasilitas kesehatan. Penyediaan Rumah Singgah: Memahami kendala jarak dan biaya akomodasi, Koordinator Pendamping PKH Tegineneng, Saudara Amri, mengupayakan adanya fasilitas rumah singgah bagi pasien selama masa pengobatan berlangsung. "Kami berusaha memastikan bahwa kendala biaya maupun akomodasi tidak menjadi penghalang bagi warga untuk sembuh. Kehadiran rumah singgah ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga pasien," ujar Amri. Dampak bagi Masyarakat Sinergi antara lembaga zakat dan pendamping sosial ini mendapat apresiasi positif dari warga Desa Trimulyo. Kolaborasi ini membuktikan bahwa koordinasi yang baik di tingkat lapangan dapat mempercepat penanganan masalah sosial-kesehatan di Kabupaten Pesawaran.
BERITA06/02/2026 | Humas Baznas Pesawaran
Sinergi Kemanusiaan, Baznas Pesawaran Dorong Pembentukan UPZ di Lingkungan Polres
Sinergi Kemanusiaan, Baznas Pesawaran Dorong Pembentukan UPZ di Lingkungan Polres
GEDONG TATAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran melakukan kunjungan audiensi ke Markas Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran pada Kamis (05/02/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan kepolisian setempat. Landasan Hukum dan Optimalisasi ZIS Ketua Baznas Kabupaten Pesawaran, Hi. A Hamid S, S.H, M.M, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat di kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah. Dalam paparannya, A Hamid menekankan pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan institusi penegak hukum untuk mendukung program kesejahteraan umat. "Kami berharap melalui kunjungan ini, dapat segera dibentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkup Polres Pesawaran. Ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk sinergi nyata dalam menyukseskan program-program sosial Baznas yang nantinya juga akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Pesawaran," ujar A Hamid. Respon Positif Kapolres Pesawaran Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito Pandhita, S.I.K. Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Baznas dalam mengelola dana ZIS secara profesional dan transparan. Sebagai langkah tindak lanjut, Kapolres menegaskan akan segera melakukan koordinasi internal dengan jajaran di Polres Pesawaran. Koordinasi Jajaran: Kapolres akan menginstruksikan unit-unit terkait untuk memetakan potensi ZIS di lingkungan Polres. Pembentukan UPZ: Polres Pesawaran menyatakan kesiapannya untuk membentuk wadah UPZ resmi sebagai mitra Baznas. "Kami menyambut baik ajakan kerja sama ini. Kedepannya, kami akan berkoordinasi dengan seluruh jajaran untuk menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah secara terorganisir. Kami siap membentuk UPZ di lingkup Polres Pesawaran sebagai bentuk komitmen kami dalam mendukung program kemanusiaan," tegas AKBP Alvie. Dengan terbentuknya UPZ di Polres Pesawaran, diharapkan penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan dapat lebih masif dan tepat sasaran, memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat melalui nilai-nilai religi.
BERITA05/02/2026 | Humas Baznas Pesawaran
Permudah Pelaporan, BAZNAS RI Optimalkan Aplikasi SiMBA
Permudah Pelaporan, BAZNAS RI Optimalkan Aplikasi SiMBA
Pusdiklat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyelenggarakan kajian Selasa pagi (3/2/2026) dengan tema “Sistem Pelaporan Zakat Nasional melalui SiMBA” yang dipandu oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc ,Ph.D. “Pada pagi hari ini, BAZNAS akan membahas tentang fitur SiMBA pelaporan bulanan, yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan BAZNAS Provinsi, Kabupaten dan Kota, serta LAZ terhadap peraturan BAZNAS No. 1 Tahun 2023,” ujar Prof Nadra saat membuka acara kajian Selasa Pagi yang dapat ditonton ulang melalui kanal BAZNAS TV, Selasa (3/2/2026). Menurut Prof Nadra, ada banyak sekali manfaat dalam menggunakan aplikasi SiMBA, antara lain mempermudah membuat laporan pertanggungjawaban keuangan, membantu tata kelola berstandar tinggi, dan tentunya untuk menjaga kepercayaan muzaki. “Karena SiMBA memungkinkan BAZNAS untuk melaporkan keuangan secara transparan dan komunikatif, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat. Dengan menggunakan SiMBA, jadi tidak perlu lagi menyusun laporan keuangan menggunakan pendekatan akuntansi atau mencari para akuntan,” jelasnya. Prof Nadra juga menyampaikan selamat dan apresiasinya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur karena telah meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik (KAP) atas laporan keuangan tahun 2025. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti pengelolaan dana zakat yang transparan dan akuntabel serta menjadi bentuk pertanggungjawaban dari BAZNAS Kaltim kepada masyarakat sebagai muzaki. “Ini semua karena mereka menggunakan SiMBA secara baik dan benar. Tiap hari mereka meng-input datanya dari SiMBA sehingga pada akhir tahun tinggal di-print out saja laporan akhir tahunnya. Karena itu semuanya sudah siap untuk diperiksa oleh akuntan publik,” kata Prof Nadra. “Jadi, kepada Bapak Ibu sekalian, kalau mengikuti penggunaan SiMBA ini dengan baik dan benar, maka ada kemudahan yaitu tidak perlu lagi menyusun laporan keuangan menggunakan pendekatan akuntansi atau mencari para akuntan untuk memberikan laporannya. Karena bisa secara langsung dilakukan,” tambahnya. BAZNAS Kaltim ini, lanjut Prov Nadra, telah membuktikan kepada masyarakat sebagai muzaki, tentang apa-apa saja yang telah dilakukan selama satu tahun ini. Dari mulai pengumpulan hingga pendistribusian kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Sementara itu, Kepala Bagian Pelaporan Nasional BAZNAS RI Sugianto mengulas secara mendalam Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2023 tentang mekanisme pelaporan pelaksanaan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. “Jadi di dalam peraturan yang telah diatur di undang-undang, BAZNAS maupun LAZ itu dibentuk untuk melaksanakan tugas pengelolaan zakat secara nasional dengan menyelenggarakan fungsi. Ada empat fungsi utama mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan. Jadi kita tidak hanya berfokus pada pengumpulan ataupun penyaluran saja, tetapi harus dibarengi dengan pengendalian yang baik dan dipertanggungjawabkan dengan baik pula,” ujar Sugianto. Karena bagaimanapun kata dia, BAZNAS merupakan lembaga pengelola zakat yang bekerja atas dasar kepercayaan dari masyarakat. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat itu, BAZNAS harus bisa mempertanggungjawabkan dana-dana yang dititipkan masyarakat. “Bagaimana caranya? Caranya dengan kita membuat atau mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kita lakukan dari dana-dana yang kita kumpulkan di masyarakat. Nah, ini diatur juga di undang-undang di pasal 7, ada di pasal 15 dan pasal 19 terkait dengan kewajiban pelaporan yang harus dibuat oleh BAZNAS,” ungkapnya. Oleh karena itu tambah Sugianto, timnya selalu memperbarui layanan pelaporan pada Aplikasi SiMBA agar selalu update dan memudahkan para anggota BAZNAS RI maupun BAZNAS Provinsi dan Kabupaten saat membuat laporan melalui SiMBA. “Mudah-mudahan semakin baik, semakin memudahkan Bapak Ibu sekalian dalam membuat laporan. Kita berusaha untuk selalu berimprovement, selalu meningkatkan baik dari sisi aplikasi maupun dari sisi pendampingan ataupun dari sisi layanan dalam hal penyusunan laporan itu,” tambahnya.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia
Ramadan 2026, BAZNAS RI Kampanyekan Tagline “Zakat Menguatkan Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” sebagai tema utama pengelolaan zakat tahun 2026, termasuk pada momentum bulan Ramadan. Tagline ini menegaskan posisi zakat sebagai kekuatan sosial nasional yang berperan strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan hingga penanganan bencana. Tagline tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026: Zakat Menguatkan Indonesia yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa tagline ini merepresentasikan semangat kolektif untuk menjadikan zakat sebagai instrumen penguatan ketahanan sosial dan ekonomi nasional. “Zakat Menguatkan Indonesia mencerminkan semangat gotong royong nasional yang menyelaraskan kewajiban zakat menjadi kekuatan nyata bagi ketangguhan bangsa dalam menjawab berbagai persoalan besar, terutama kemiskinan, kebencanaan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional,” ujar Kiai Noor. Ia mencontohkan peran zakat dalam penanganan bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menurutnya, zakat berfungsi sebagai jaring pengaman sosial yang mampu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak. “Dalam situasi tersebut, zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial yang membantu mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak,” ungkapnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menegaskan bahwa tagline ini bukan sekadar simbol, melainkan penegasan atas peran zakat sebagai fondasi pembangunan sosial. “Melalui tagline ini, kami ingin menegaskan bahwa zakat merupakan fondasi kokoh yang menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera,” katanya. Sejalan dengan hal tersebut, ia menilai bahwa tingkat kedermawanan masyarakat Indonesia cenderung meningkat menjelang dan selama bulan Ramadan. Pada periode ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat lintas lapisan. Terkait arah kebijakan, Kiai Noor menyampaikan bahwa BAZNAS pada tahun 2026 akan memprioritaskan penguatan respons kebencanaan secara menyeluruh, mulai dari fase tanggap darurat, pemulihan, hingga rekonstruksi berbasis pemberdayaan masyarakat. Beberapa program pemulihan pascabencana yang telah disiapkan dan dijalankan antara lain Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid. Wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi, seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, menjadi perhatian utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berbasis zakat. “Di daerah-daerah tersebut, zakat kami dorong sebagai penguat ketahanan masyarakat agar mereka mampu bangkit lebih cepat dan memiliki daya tahan yang lebih baik,” jelas Kiai Noor. Selain fokus pada kebencanaan, BAZNAS juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkokoh Indonesia dari tingkat akar rumput. Menutup pernyataannya, Kiai Noor berharap tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” dapat menjadi ajakan bersama bagi seluruh elemen bangsa. “Ini bukan sekadar slogan, tetapi ajakan bersama agar zakat menjadi energi besar dalam menjaga persatuan, menghadirkan harapan, dan menguatkan Indonesia di tengah berbagai tantangan,” pungkasnya. Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, para deputi, direktur, serta amil dan amilat BAZNAS yang terlibat dalam pelaksanaan Program Ramadan BAZNAS 2026.
BERITA03/02/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran Salurkan Kursi Roda untuk Ibu Dahlia, Warga Sukaraja yang Alami Cedera Patah Kaki
BAZNAS Pesawaran Salurkan Kursi Roda untuk Ibu Dahlia, Warga Sukaraja yang Alami Cedera Patah Kaki
PESAWARAN – Tim Layanan Aktif Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Kamis (29/01/2026). Kali ini, bantuan berupa satu unit kursi roda diserahkan kepada Ibu Dahlia, warga Sukaraja I, RT 001/RW 000, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan. Penyaluran bantuan ini dilakukan menyusul kondisi Ibu Dahlia yang mengalami keterbatasan mobilitas akibat cedera patah kaki setelah terjatuh di kamar mandi beberapa waktu lalu. Saat ini, Ibu Dahlia tinggal sementara di kediaman salah satu putrinya. Kondisi keluarga Ibu Dahlia mendapat perhatian khusus karena situasi yang cukup mendesak. Mengingat putrinya yang pemilik rumah sedang bekerja di Jakarta dan berhalangan pulang, perawatan Ibu Dahlia kini ditangani langsung oleh putrinya yang lain, Cherli Medila. Cherli diketahui rela menempuh perjalanan jauh dan pulang dari Kalimantan khusus untuk merawat sang ibunda di masa pemulihan ini. Kehadiran Tim Layanan Aktif BAZNAS Pesawaran diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta memberikan sarana mobilitas yang layak bagi Ibu Dahlia selama proses penyembuhan. Cherli Medila, yang mewakili keluarga penerima manfaat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas respons cepat BAZNAS Pesawaran. Bantuan ini dinilai sangat krusial mengingat Ibu Dahlia membutuhkan bantuan penuh untuk bergerak. "Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Pesawaran atas perhatian dan bantuannya. Jujur, situasi kami sedang sulit karena kakak di Jakarta tidak bisa pulang, sehingga saya yang dari Kalimantan harus segera kemari untuk merawat Ibu. Kursi roda ini sangat membantu saya dalam mengurus Ibu sehari-hari, terutama untuk berjemur atau bergerak di dalam rumah," ungkap Cherli Medila dengan penuh haru saat menerima bantuan. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian BAZNAS Pesawaran dalam mengelola dana umat untuk membantu warga yang tertimpa musibah dan membutuhkan pertolongan mendesak di bidang kesehatan.
BERITA30/01/2026 | Humas BAZNAS Pesawaran
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →