WhatsApp Icon
RSB Pesawaran Berikan Edukasi Scabies dan Layanan Kesehatan Gratis bagi Santri Diniyyah Putri

Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran kembali melaksanakan kegiatan layanan kesehatan luar gedung di Perguruan Diniyyah Putri Lampung, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.25 WIB tersebut mengangkat tema “Penyuluhan Kesehatan Scabies dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis”. Layanan diberikan kepada santri dan tenaga pengajar sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini berbagai keluhan kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, RSB Pesawaran menugaskan dokter umum dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes. bersama tiga staf. Selain mendapatkan edukasi mengenai scabies, peserta juga memperoleh pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan secara gratis.

Sebanyak 85 penerima manfaat mengikuti kegiatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, antara lain ISPA, dyspepsia, dermatitis, febris, konjungtivitis, dan cephalgia.

dr. Redha Anggraini Japar, M.Kes. mengatakan, edukasi mengenai scabies penting diberikan di lingkungan pesantren karena interaksi dan aktivitas bersama yang cukup tinggi dapat meningkatkan risiko penularan apabila kebersihan diri dan lingkungan tidak diperhatikan.

“Kami berharap para santri dan tenaga pengajar semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, sehingga scabies maupun keluhan kesehatan lainnya dapat dicegah dan ditangani sejak dini,” ujar dr. Redha.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen RSB Pesawaran dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan akses pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara langsung.

Melalui layanan kesehatan luar gedung, RSB Pesawaran tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.

#BAZNASRI
#CahayaZakat
#BAZNASKabupatenPesawaran
#RumahSehatBAZNASPesawaran
#RSBIndonesia

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan dan Staf BAZNAS Pesawaran Ikuti Pra-RAKORNAS BAZNAS Secara Daring

Pimpinan dan staf Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran mengikuti kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-RAKORNAS) BAZNAS secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti oleh jajaran BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia. Pra-RAKORNAS menjadi bagian dari persiapan koordinasi nasional sekaligus momentum untuk mengevaluasi capaian program dan kinerja pengelolaan zakat di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, MA., menyampaikan sambutan dan laporan. Kegiatan kemudian dibuka oleh Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mujahid, M.Sc.

Salah satu agenda utama adalah pemaparan materi oleh Pimpinan Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi BAZNAS RI, H. Syarifuddin, S.Ag., ME., mengenai evaluasi pencapaian RKAT 2026 pada BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota.

Selain evaluasi program, Pra-RAKORNAS juga diisi dengan penggalangan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., mengatakan keikutsertaan dalam Pra-RAKORNAS penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan program BAZNAS di daerah tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional.

“Pra-RAKORNAS menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan koordinasi agar pengelolaan zakat semakin efektif dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Hi. Hamid.

Menurutnya, evaluasi secara berkala diperlukan agar setiap program yang dijalankan BAZNAS Pesawaran dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi tata kelola, perencanaan maupun dampaknya bagi mustahik.

Melalui kegiatan tersebut, BAZNAS Pesawaran berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BAZNAS RI dan BAZNAS di berbagai daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat serta memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

20/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Pendamping Lumbung Pangan BAZNAS Bahas Pengajuan Alsintan dan Persiapan Panen Raya di Desa Kutoarjo

Pendamping Program Lumbung Pangan BAZNAS, Galih Tirta Yudanta, mengunjungi kediaman Ketua Gapoktan Makarti Jaya di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (19/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memusyawarahkan pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) melalui Google Form. Pertemuan dihadiri Ketua Gapoktan serta sejumlah petani binaan.

Selain membahas pengajuan alsintan, pertemuan juga membahas persiapan pelaksanaan panen raya yang direncanakan berlangsung pada September mendatang. Para petani turut menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi, terutama kekeringan dan serangan hama tikus yang berpotensi memengaruhi produktivitas tanaman.

Menurut Galih, kondisi kekeringan terjadi hampir di seluruh wilayah Lampung. Di Desa Kutoarjo, pengairan irigasi dilakukan secara bergilir untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Petani tetap berikhtiar melalui perawatan tanaman dan pengendalian hama. Untuk tikus, sudah beberapa kali dilakukan gropyokan atau gerakan pengendalian hama bersama BPP Kecamatan Gedong Tataan dan PPL,” ujar Galih.

Ia berharap upaya pengendalian tersebut dapat menjaga populasi hama tetap terkendali hingga masa panen. Para petani juga didorong untuk terus melakukan perawatan tanaman secara optimal sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas.

 

#CahayaZakat

#LumbungPangan

#BadanAmilZakatNasional

 

19/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
RSB Pesawaran Edukasi Santri tentang Scabies dan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Pesawaran melaksanakan kegiatan luar gedung di Pondok Pesantren Al-Farabi, Halangan Ratu, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Selasa (18/8/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB dengan agenda penyuluhan kesehatan tentang scabies dan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan tersebut melibatkan satu dokter umum, dr. Jihan Azzahra Namira, bersama tiga staf RSB Pesawaran. Sebanyak 350 penerima manfaat yang terdiri atas santri, guru pondok pesantren, serta masyarakat sekitar mendapatkan edukasi kesehatan, pemeriksaan, dan pemberian obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan.

Dalam penyuluhan, santri diberikan pemahaman mengenai scabies, pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta langkah pencegahan agar penyakit kulit tersebut tidak mudah menular di lingkungan pesantren.

“Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting untuk mencegah scabies. Jika muncul keluhan seperti gatal yang menetap, sebaiknya segera diperiksa agar dapat ditangani sejak dini,” ujar dr. Jihan Azzahra Namira.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya dermatitis dan cephalgia. Melalui kegiatan ini, RSB Pesawaran tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya santri, terhadap perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu deteksi dini masalah kesehatan sekaligus memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

 

#BaznasRI

#CahayaZakat

#BaznasKabupatenPesawaran

#RumahSehatBaznasPesawaran

#Rsbindonesia

 

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Petani Binaan BAZNAS Lakukan Pemupukan untuk Jaga Produktivitas Cabai Rawit

Petani Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, melakukan pemupukan tanaman cabai rawit sebagai upaya menjaga pertumbuhan dan produktivitas tanaman di tengah kondisi lahan yang cenderung kering.

Monitoring dilakukan Pendamping Program Lumbung Pangan BAZNAS, Galih Tirta Yudanta, di lahan milik Bapak Handoyo. Selain mengusahakan tanaman padi, Handoyo memanfaatkan lahan seluas sekitar 25 x 25 meter di sekitar areal persawahannya untuk menanam sekitar 1.000–1.200 batang cabai rawit yang kini berusia sekitar 70 hari setelah tanam (HST).

Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk kandang dari kotoran ayam dan kambing yang telah difermentasi sempurna, dengan takaran sekitar 2–3 genggam per tanaman. Pupuk organik tersebut dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, sekaligus menjaga kemampuan tanah dalam menyimpan air dan nutrisi.

“Pupuk kandang dipilih karena relatif hemat biaya dan mudah diperoleh. Sebagian masyarakat di Desa Kutoarjo juga memelihara unggas dan kambing sehingga bahan bakunya cukup tersedia,” ujar Galih.

Pemanfaatan lahan untuk tanaman cabai diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi Handoyo. Upaya tersebut menjadi penting di tengah penurunan produktivitas lahan padinya akibat kendala kekeringan dan serangan hama tikus.

Melalui pendampingan Program Lumbung Pangan BAZNAS, petani didorong untuk mengoptimalkan lahan dan mengembangkan usaha pertanian yang adaptif, efisien, serta mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.

#CahayaZakat

#LumbungPangan

#BadanAmilZakatNasional

 

18/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran

Berita Terbaru

Reformasi Regulasi Wakaf, Jalan Menuju Transformasi Sistemik
Reformasi Regulasi Wakaf, Jalan Menuju Transformasi Sistemik
Wakaf, dalam sejarah peradaban Islam, merupakan fondasi kemandirian umat. Ia menjadi sumber pembiayaan pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi, bahkan kebudayaan. Namun, di tengah potensi luar biasa itu, realitas pengelolaan wakaf di Indonesia masih menyisakan ironi. Potensinya besar, tetapi pemanfaatannya sangat terbatas. Masalah utamanya bukan semata soal dana, tetapi terletak pada sistem regulasi yang belum adaptif, kelembagaan yang belum kokoh, serta profesionalisme dan orientasi sosial-ekonomi nazhir yang masih belum terstandarisasi. Tanpa intervensi sistemik, wakaf akan terus terjebak dalam potensi tanpa aktualisasi. Hingga 30 Juni 2025, capaian kinerja perwakafan nasional menunjukkan dinamika yang menarik. Tercatat 494 perwakilan BWI di provinsi dan kabupaten/kota, serta 505 lembaga nazhir wakaf uang yang telah terdaftar. Sebanyak 5273 nazhir telah memperoleh sertifikasi berbasis SKKNI Wakaf, dan 5963 pejabat pembuat akta ikrar wakaf telah aktif berperan. Dari sisi keuangan, total pengumpulan wakaf uang yang dikelola nazhir telah mencapai Rp3,03 triliun. Namun, dari 447.532 lokasi tanah wakaf yang terdata, baru 53% yang bersertifikat, dan hanya 4% yang telah dimanfaatkan secara produktif. Fakta ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara potensi dan realisasi. Salah satu akar persoalan mendasar adalah status kelembagaan nazhir. Selama ini, banyak pengelolaan wakaf masih dilakukan secara individual oleh nazhir perorangan. Model ini tidak lagi memadai dalam konteks pengelolaan aset modern yang menuntut skala ekonomi, akuntabilitas, dan manajemen kolektif. Oleh karena itu, ke depan, nazhir harus direkonstruksi sebagai lembaga sosial ekonomi berbadan hukum, bukan sebagai individu. Pengelolaan berbasis lembaga memungkinkan kerja kolektif, manajemen profesional, serta akuntabilitas keuangan dan sosial yang lebih tinggi. Selain profesional dan tersertifikasi, nahir juga harus memiliki jiwa social entrepreneurship. Yakni kemampuan untuk mengelola aset wakaf tidak hanya secara amanah, tetapi juga inovatif dan berorientasi pada nilai tambah sosial dan ekonomi. Model pengelolaan wakaf yang stagnan tidak akan mampu menjawab tantangan zaman. Dibutuhkan nazhir yang mampu berpikir seperti wirausahawan sosial—menciptakan dampak luas dengan efisiensi dan kreativitas, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai syariah. Permasalahan sertifikasi tanah wakaf juga masih menjadi hambatan besar. Tanpa legalitas, status hukum aset menjadi kabur, dan sulit dimanfaatkan secara produktif. Prosedur yang panjang, birokratis, dan kurang sinkron antara institusi pertanahan dan institusi keagamaan, membuat proses ini kerap mandek bertahun-tahun. Pemerintah perlu mengambil langkah cepat dengan menyederhanakan proses, melakukan digitalisasi sertifikasi, serta memberikan insentif untuk percepatan legalitas aset wakaf. Di sisi regulasi, stagnasi terlihat dari masih minimnya perangkat hukum yang mengatur perwakafan secara komprehensif. Hingga kini hanya terdapat 31 regulasi wakaf yang menjadi landasan hukum, jumlah yang tidak sebanding dengan kompleksitas dan dinamika pengelolaan wakaf nasional. Oleh karena itu, amandemen Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf menjadi sangat mendesak. Revisi tersebut harus menyentuh hal-hal yang bersifat substansial. Pertama, masa jabatan komisioner BWI yang saat ini hanya tiga tahun perlu diperpanjang menjadi lima tahun, dan hanya dapat diangkat kembali satu kali masa jabatan. Kedua, jumlah komisioner perlu disederhanakan menjadi lima orang saja, agar lebih lincah, efektif, dan fokus dalam membuat kebijakan strategis. Komisi kecil dengan kompetensi tinggi lebih sesuai dalam konteks pengambilan keputusan yang cepat dan terukur. Ketiga, hak nazhir dari hasil pengelolaan aset wakaf perlu ditingkatkan dari 10% menjadi 20%, sebagai insentif profesionalisme dan kinerja. Keempat, pembiayaan operasional dan program kerja BWI harus dijamin secara sistemik melalui APBN, dan untuk perwakilan daerah melalui APBD. Kelima, BWI harus didukung dengan sekretariat yang permanen dan SDM profesional, agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi aktor nyata dalam transformasi wakaf nasional. Namun, penting untuk dipahami bahwa fungsi utama BWI adalah sebagai regulator, pembina, dan pengawas nazhir. BWI seharusnya tidak berperan sebagai pelaksana kegiatan usaha secara langsung. Jika pun tertarik menjadi bagian dari kegiatan bisnis wakaf, maka mekanisme yang tepat adalah melalui akad wakalah—yakni BWI bertindak mewakili nazhir yang sah secara hukum. Model seperti ini telah diterapkan di Singapura, di mana regulator tetap menjalankan peran pengawasan sambil tetap mendukung inovasi kelembagaan. Pendekatan ini menjaga integritas peran BWI, mencegah konflik kepentingan, dan menjamin adanya pemisahan yang sehat antara fungsi regulator dan pelaku usaha. Status kelembagaan BWI juga perlu diperjelas. Untuk memperkuat peran dan efektivitasnya, BWI perlu ditetapkan sebagai lembaga negara non-kementerian. Integrasi wakaf ke dalam sistem fiskal dan pembangunan nasional menjadi sangat penting. Wakaf harus masuk ke dalam dokumen perencanaan strategis negara seperti RPJMN dan RPJMD. Hal ini penting agar wakaf tidak hanya dipandang sebagai gerakan sosial sukarela, tetapi sebagai bagian dari instrumen pembangunan nasional. Model wakaf produktif dapat diadopsi untuk membangun sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, dan UMKM. Nazhir sebagai kelembagaan sosial ekonomi juga membuka ruang untuk integrasi wakaf dengan sistem keuangan syariah, termasuk pengembangan Bank Wakaf yang fokus pada pembiayaan mikro berbasis wakaf. Dengan sistem manajemen modern dan akuntabilitas tinggi, lembaga nazhir bisa berfungsi layaknya lembaga keuangan sosial yang memperkuat ekonomi umat. Di sisi hukum, penyelesaian sengketa wakaf juga masih minim. Data menunjukkan hanya 17 penyelesaian sengketa wakaf yang berhasil ditangani hingga pertengahan 2025. Ini menunjukkan perlunya sistem hukum yang lebih proaktif, efisien, dan berpihak pada penyelesaian konflik wakaf secara adil dan maslahat. Reformasi regulasi juga harus menyentuh aspek perpajakan. Penghapusan Pajak Penghasilan atas hasil pengelolaan investasi wakaf, Tanpa dukungan fiskal yang memadai, pengembangan aset wakaf produktif akan tersendat. DPR sebagai lembaga pembentuk regulasi memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong reformasi ini. Revisi UU Wakaf harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif, berbasis data dan berorientasi pada hasil. Perubahan yang dilakukan tidak boleh bersifat kosmetik, melainkan menyentuh akar persoalan secara struktural dan strategis. Di banyak negara yang lebih maju dalam pengelolaan wakaf, seperti Malaysia dan Turki, regulasi yang modern dan dukungan institusional yang kuat telah menjadikan wakaf sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Indonesia memiliki potensi serupa—dengan aset wakaf bernilai ratusan triliun rupiah—namun belum dikelola secara optimal. Oleh karena itu, reformasi regulasi wakaf bukanlah isu administratif belaka, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan ekonomi umat. Perlu keberanian politik, kecerdasan regulatif, dan visi jangka panjang dari para pemangku kebijakan untuk menjadikan wakaf sebagai pilar pembangunan yang Islami, inklusif, dan berkelanjutan. Kini, momentum reformasi sistem wakaf nasional ada di tangan kita. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu tanpa tindakan nyata. Sudah saatnya Indonesia membangun sistem wakaf yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan langkah yang tepat, reformasi ini akan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi Islam yang adil dan berdaya tahan tinggi. Oleh: Muh. Nadratuzzaman Hosen (Guru Besar FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Jaharuddin (Ekonom, Universitas Muhammadiyah Jakarta)
BERITA06/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
BAZNAS Dukung PLTMH Bukit Tempurung, Bumdes Catat Lonjakan Pendapatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan wisata Bukit Tempurung, Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Berkat fasilitas penerangan ini, pengelolaan desa wisata semakin berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) secara signifikan. PLTMH yang dibangun atas dukungan BAZNAS kini sepenuhnya dikelola oleh Bumdes setempat. Termasuk di dalamnya biaya perawatan yang secara mandiri ditangani oleh pengelola desa. Hal ini juga dapat memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/9/2025), Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengapresiasi capaian Bumdes Bukit Tempurung. Ia menilai serah terima PLTMH kepada pengelola desa merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat. Dengan dukungan listrik yang stabil, Bumdes berhasil mengembangkan sejumlah fasilitas wisata. Di antaranya kafe/warung, area swafoto, dua unit vila, balai pertemuan, dua unit MCK, tiga unit tenda glamping, dan 34 unit tenda camping. Kehadiran fasilitas tersebut menarik lebih banyak pengunjung ke Bukit Tempurung. Peningkatan fasilitas tersebut langsung berpengaruh pada peningkatan pendapatan desa wisata. Tercatat, pendapatan Bumdes mencapai sekitar Rp25 juta pada Juni, naik menjadi Rp35 juta pada Juli, dan melonjak hingga Rp109 juta pada Agustus 2025. Saidah juga berharap Bukit Tempurung dapat menjadi model desa wisata berbasis energi terbarukan yang memberi manfaat luas bagi ekonomi umat. "Masyarakat sekitar juga merasakan manfaat langsung dari keberadaan PLTMH. Selain membuka lapangan kerja baru, pengunjung dapat lebih nyaman menikmati suasana Bukit Tempurung berkat penerangan yang memadai dan fasilitas yang tertata baik," ucapnya. Melalui dukungan infrastruktur energi terbarukan ini, Saidah berharap semakin banyak desa wisata yang tumbuh menjadi pusat ekonomi masyarakat. "Dengan pengelolaan yang profesional, desa berpotensi menjadi mandiri, berdaya saing, tentunya akan membuka peluang kesejahteraan lebih luas bagi warga. Semoga upaya-upaya kita ini dapat meningkatkan kesejahteraan umat," kata Saidah. Perwakilan Bumdes Bukit Tempurung menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS. Ia menilai PLTMH menjadi modal besar bagi pengembangan potensi wisata desa sekaligus mendorong keberlanjutan pengelolaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Paparkan Pentingnya Pola Pikir Tepat dalam Pengelolaan Zakat
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menekankan pentingnya membangun pola pikir yang tepat dalam pengelolaan zakat. Pola pikir dinilai berperan besar dalam menentukan strategi, kebijakan, hingga dampak zakat bagi masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Tujuh Gaya berpikir" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Rabu (3/9/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. “Kita menyadari bersama bahwa cara atau pola berpikir itu penting. Ada pola-pola berpikir yang relevan, baik dalam dunia ilmiah maupun dalam konteks zakat. Cara berpikir inilah yang memengaruhi perilaku dan keputusan, termasuk dalam merespons situasi ekonomi, strategi penghimpunan zakat, hingga prioritas pendistribusian,” ujar Nadratuzzaman. Ia menyebut, ada tujuh pola berpikir yang relevan untuk dipraktikkan, yakni critical thinking, analytical thinking, abstract thinking, creative thinking, concrete thinking, convergent thinking, dan divergent thinking. Setiap pola berpikir, kata dia, dapat menjadi instrumen penting dalam menyusun strategi yang tepat bagi lembaga maupun individu. Berpikir kritis, menurutnya, menjadi salah satu aspek mendasar yang juga dianjurkan dalam Al-Qur’an. “Dalam Surah Ali Imran disebutkan bahwa manusia diajak berpikir kritis, mempertanyakan segala sesuatu, dan mencari bukti sebelum mengambil keputusan,” jelasnya. Namun, ia mengatakan, budaya berpikir kritis sering dianggap oleh sebagian orang mengganggu, baik di lingkungan kerja maupun sosial. “Padahal, justru melalui kritik yang sehat, BAZNAS bisa memperbaiki strategi penghimpunan zakat dan meningkatkan kepercayaan publik,” tambahnya. Selain itu, kata Nadratuzzaman, analytical thinking atau berpikir analitis sangat dibutuhkan dalam mengurai persoalan pengelolaan yang kompleks menjadi bagian kecil. Menurutnya, pola ini dibutuhkan dalam pengelolaan zakat agar keputusan diambil berbasis data dan analisis sebab-akibat. Sementara itu, lanjut Nadratuzzaman, abstract thinking juga diperlukan untuk membaca tren zakat ke depan. “Dengan pandangan abstrak, BAZNAS dapat merancang program jangka panjang yang relevan dengan perubahan zaman,” ujarnya. Dalam hal inovasi, ia menekankan perlunya creative thinking. “Lembaga atau organisasi harus menumbuhkan iklim kreatif agar menghasilkan terobosan nyata, bukan sekadar mengikuti pola lama,” tegas Nadratuzzaman. Ia juga menyoroti concrete thinking yang berfokus pada capaian jangka pendek. Contohnya, BAZNAS menetapkan minimal 80 persen dana zakat yang dihimpun harus segera disalurkan setiap tahun. “Itu orientasi konkret yang memastikan zakat segera dirasakan manfaatnya,” jelasnya. Sementara itu, kata dia, convergent thinking diperlukan dalam pengambilan keputusan strategis. “Pemimpin BAZNAS harus bisa memilih opsi terbaik di antara banyak alternatif, dengan mempertimbangkan plus minusnya. Ini agar keputusan benar-benar efektif,” tambahnya. Terakhir, ia menyampaikan, divergent thinking atau berpikir divergen dipandang penting sebagai pemicu inovasi, meskipun lemah dalam eksekusi. “Pemikir divergen kaya ide, dan ide itu tetap berharga. Yang dibutuhkan kemudian adalah eksekutor yang mampu mewujudkannya,” ungkapnya. Selain tujuh pola berpikir tersebut, Nadratuzzaman mengaitkan istilah ilmiah seperti postulat, aksioma, dalil, teori, asumsi, paradigma, dan mindset dengan pengelolaan zakat. Menurutnya, jika cara berpikir ilmiah ini dipadukan dengan nilai-nilai syariah, zakat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan nasional. "Perbedaan- perbedaan diantara kita ini mempengaruhi cara berpikir kita semua. Sekarang, bagaimana kita bisa memanfaatkan perbedaan tersebut di tempat yang tepat," ucapnya.
BERITA04/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
BAZNAS RI Bersama Ivan Gunawan Distribusikan 25.000 Liter Air Bersih dan Makanan Siap Saji untuk Warga Gaza
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) bersama desainer sekaligus public figure, Ivan Gunawan (Igun), mendistribusikan bantuan tahap pertama berupa 25.000 liter air bersih dan 800 porsi makanan siap saji (Hotmeals) yang dilaksanakan pada 1–2 September 2025 di wilayah Gaza, Palestina. Distribusi air dilakukan di lima titik strategis, yakni Abu Hasirah Port, Al Sheikh Radwan, Al Rasheed, Palestine Stadium, dan Al Moataz Tower. Dari penyaluran tersebut, sedikitnya 1.562 jiwa menerima manfaat dengan rata-rata 16 liter air per orang. Sementara itu, distribusi makanan siap saji dilakukan di Palestine Kamp dan Al Ikhwa Kamp, menjangkau 800 penerima manfaat. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menegaskan, air bersih dan makanan merupakan kebutuhan mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat Gaza. “Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air bersih, saudara-saudara kita di Gaza menghadapi ancaman kesehatan dan kelangsungan hidup yang serius. Begitu pula makanan, yang menjadi energi untuk bertahan di tengah situasi darurat. Alhamdulillah, berkolaborasi dengan Ivan Gunawan, BAZNAS dapat mendistribusikan air bersih dan makanan ini,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (3/9/2025). Ia menambahkan, distribusi ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan, tetapi juga bukti nyata solidaritas bangsa Indonesia terhadap Palestina. “Setiap liter air dan setiap paket makanan yang sampai ke tangan mereka adalah bentuk kasih sayang masyarakat Indonesia. Ini adalah ikhtiar bersama untuk meringankan penderitaan yang mereka alami,” ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS akan terus berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap agar semakin banyak masyarakat Gaza yang bisa merasakan manfaatnya. “Insya Allah distribusi air bersih dan makanan akan terus berlanjut. BAZNAS berkomitmen memberikan laporan secara berkala agar masyarakat Indonesia dapat menyaksikan langsung bahwa amanah mereka benar-benar sampai kepada yang berhak. Terima kasih kepada Ivan Gunawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan infak kemanusiannya melalui BAZNAS,” tuturnya. Sementara itu, Ivan Gunawan melalui akun Instagram miliknya menyampaikan rasa syukur atas tersalurnya bantuan tahap pertama. “Saya ingin menginformasikan bahwa sumbangan tahap pertama dari event Love Hope for Humanity sudah sampai diterima oleh sahabat-sahabat kita di Gaza,” ungkap Ivan. Ivan juga mengumumkan rencananya untuk turun langsung menyalurkan bantuan berikutnya. “Insya Allah tanggal 8 nanti saya akan langsung memberikan santunan atau sumbangan kalian lewat Mesir. Doakan insya Allah saya diberikan keselamatan dan kesehatan selama perjalanan menuju Mesir nanti,” ujarnya. Lebih lanjut, Ivan menegaskan, bantuan ini adalah simbol cinta dan kepedulian yang tidak mengenal batas. “Di tengah reruntuhan dan luka yang belum sembuh, setetes harapan hadir dalam bentuk bantuan yang insyaAllah mampu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina,” kata Ivan.
BERITA03/09/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Potensi zakat tinggi mengapa realisasinya masih rendah?
Potensi zakat tinggi mengapa realisasinya masih rendah?
Potensi Zakat Rp327 Triliun, Mengapa Realisasinya Hanya 10 Persen? Dalam forum Pengajian BAZNAS 1 September 2025, Dr. H. Suhajar Diantoro, Pimpinan Ex Officio BAZNAS RI dari Kemendagri, menekankan bahwa gap besar ini bukan sekadar soal hitungan angka. “Zakat adalah instrumen redistribusi kekayaan. Kalau dikelola dengan benar, ia bisa menjadi motor penggerak keadilan sosial,” ujarnya. Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, mencapai Rp327,6 triliun per tahun, namun realisasinya hanya sekitar 10 persen, sementara jumlah penduduk miskin masih tinggi. Kesenjangan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya dukungan dari pemerintah daerah, implementasi digitalisasi zakat yang lambat, dan kurangnya kepercayaan publik. Untuk memaksimalkan potensi zakat, diperlukan political will yang kuat dari pemerintah, regulasi yang berani, serta peningkatan efisiensi melalui digitalisasi dan pembelajaran dari negara lain seperti Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan.
BERITA03/09/2025 | Laksana Sanjaya
BAZNAS Pesawaran siap menjalankan 9 resolusi hasil Rakornas BAZNAS 2025
BAZNAS Pesawaran siap menjalankan 9 resolusi hasil Rakornas BAZNAS 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 26-29 Agustus 2025 di Jakarta, menghasilkan sembilan resolusi untuk memperkuat tata kelola zakat, meningkatkan efektivitas layanan, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan mempercepat penanggulangan kemiskinan. Resolusi itu disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di depan perwakilan BAZNAS dari provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menekankan bahwa resolusi itu merupakan fokus utama dari Rakornas 2025. Ia menilai bahwa penguatan lembaga BAZNAS adalah hal yang paling penting dan juga mencerminkan komitmen dalam mendukung agenda pembangunan nasional lewat visi Asta Cita. "Pertama, kita perlu terus memperkuat BAZNAS." Dan Alhamdulillah, berkat kekuatan dan bantuan Allah SWT, BAZNAS sekarang semakin kuat. Dalam forum ini, kita mendapati penguatan dari keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak semua gugatan yang diajukan terhadap BAZNAS oleh beberapa pihak, sehingga posisi BAZNAS semakin kokoh. "Kita juga mendukung Asta Cita sebagai program pembangunan nasional," kata Noor Achmad. Oleh karena itu, Kiai Noor mengharapkan, kedua hal ini menjadi penghubung bagi BAZNAS untuk tetap membangun hubungan dengan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah. "BAZNAS telah memperoleh pengakuan yang luas dari pemerintah daerah serta para pihak yang berkepentingan." Namun, BAZNAS perlu memperkuat distribusi, penyaluran, dan pemberdayaan supaya manfaat zakat bisa lebih dirasakan oleh masyarakat," kata Kiai Noor. Kiai Noor juga menyampaikan pesan agar para amil dan penggerak zakat tidak merasa malu atau ragu dalam mengedarkan risalah zakat. Ia berpendapat bahwa zakat merupakan aspek dari dakwah serta alat krusial untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Ia percaya pertumbuhan BAZNAS akan semakin cepat dan memberikan efek yang signifikan. "BAZNAS kini telah berkembang dengan pesat, dan ke depannya insya Allah akan semakin menakjubkan." Kami percaya bahwa individu yang tidak mendukung BAZNAS pada akhirnya akan mengalami kekalahan. "Jangan pernah kehilangan harapan, teruslah optimis karena Allah akan menyaksikan usaha kita," tegasnya. Adapun 9 resolusi Rakornas BAZNAS 2025 adalah sebagai berikut: 1. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menjadi garda terdepan penyejahteraan ummat dan penanggulangan kemiskinan dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan nasional sesuai visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran; 2. BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga serta meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip 3 Aman yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI, khususnya meneguhkan Aman NKRI sebagai landasan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa; 3. Melanjutkan penguatan empat pilar utama pengelolaan zakat nasional, mencakup penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan kapasitas SDM, pengembangan infrastruktur, serta penguatan jaringan dan sinergi; 4. Mendorong pengesahan rancangan Peraturan Presiden zakat ASN dan Pegawai BUMN guna mengoptimalkan capaian target pengumpulan ZIS DSKL nasional tahun 2026; 5. BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan, UPZ Kecamatan, dan UPZ Masjid di seluruh wilayahnya masing-masing sesuai dengan jumlah desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan ulama dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 6. Optimalisasi pengumpulan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang berpotensi dikelola oleh BAZNAS meliputi harta tak bertuan (mal majhul), luqothah, tanah tak berpemilik atau terurus (ihyaul mawat), sanksi pidana (ta’zir), dam, denda berat haji (badonah), iwad, dormant account, dan lain sebagainya; 7. Mendorong pembentukan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI) di tingkat wilayah sebagai wadah asosiasi profesi amil zakat untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta menegakkan profesionalisme pengelolaan zakat di seluruh wilayah dalam jangka waktu 2 (dua) bulan sejak hari ini; 8. Memperkuat sinergi multipihak melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan lembaga internasional, serta memperluas kontribusi BAZNAS dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk dukungan terhadap Palestina dan masyarakat terdampak krisis lainnya; dan 9. Mengapresiasi putusan Mahkamah Konstitusi atas Judicial Review Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang semakin memperkuat kedudukan BAZNAS sebagai lembaga utama pengelola zakat nasional.
BERITA03/09/2025 | Laksana Sanjaya
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat
MK Tolak Gugatan UU Pengelolaan Zakat
Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak permohonan pengujian Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat yang diajukan oleh Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Forum Zakat dan Arif Rahmadi Haryono dalam Perkara 97/PUU-XXII/2024, juga menolak permohonan yang diajukan oleh Muhammad Jazir dan Indonesia Zakat Watch dalam Perkara 54/PUU-XXIII/2025 Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa permohonan para Pemohon tidak beralasan menurut hukum, sehingga ketentuan dalam UU 23/2011 tetap berlaku. MK juga menegaskan bahwa BAZNAS bukan lembaga superbody sebagaimana didalilkan para Pemohon, melainkan bagian dari sistem pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Pemerintah. Lebih lanjut, MK memerintahkan DPR bersama Pemerintah untuk melakukan revisi UU Pengelolaan Zakat paling lambat dalam waktu dua tahun, guna memperkuat tata kelola zakat di Indonesia. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sebagaimana dibacakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 97/PUU-XXII/2024 dan No. 54/PUU-XXIII/2025 pada tanggal 28 Agustus 2025 Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menyampaikan apresiasi atas putusan tersebut. “BAZNAS menghormati dan menyambut baik keputusan MK. Putusan ini menegaskan kembali kedudukan UU 23/2011 sebagai landasan hukum yang sah bagi pengelolaan zakat di Indonesia, sekaligus memberi arah untuk perbaikan melalui revisi undang-undang agar lebih adaptif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya. Putusan MK juga menekankan pentingnya penguatan unified system dalam pengelolaan zakat, yaitu sistem terintegrasi secara nasional yang memastikan koordinasi efektif antar-lembaga, baik pusat maupun daerah. Sistem ini akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas pengelolaan zakat sesuai prinsip syariah dan hukum positif Indonesia. Selain itu, MK juga mendorong penerapan prinsip good amil governance sebagai pedoman tata kelola bagi seluruh lembaga pengelola zakat, agar tetap profesional, kredibel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. BAZNAS memandang arahan MK ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, LAZ, serta seluruh pemangku kepentingan. “Kami siap berkontribusi aktif dalam proses revisi undang-undang, dengan tetap berlandaskan prinsip good zakat governance dan semangat kolaborasi demi tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui zakat,” tambahnya. Dengan adanya putusan ini, BAZNAS mengajak seluruh masyarakat, muzaki, mustahik, dan lembaga pengelola zakat untuk bersama-sama menjaga kepercayaan publik dan memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
BERITA28/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Pesawaran mengikuti Pembukaan Rakornas dan Baznas Award 2025, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
BAZNAS Pesawaran mengikuti Pembukaan Rakornas dan Baznas Award 2025, Dukung Asta Cita Presiden Prabowo
BAZNAS Kabupaten Pesawaran hadir dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan BAZNAS Awards 2025 di Jakarta, pada 26-29 Agustus 2025, hadir sebagai peserta Rapat Kordinasi Nasional dari Kabupaten Pesawaran diataranya Pesawaran Hi. A. Hamid S, S.H, M.M (Ketua Baznas), Rohim, S.H.I (Waka I), Hi. Endang Zainal Khidir (Waka II), M. Robani (Waka III), Aripudin (Waka IV), Bahri, M.Sy (Sekretaris) dan Staf Pelaksana. Kegiatan ini juga didukung penuh Bupati Pesawaran dengan memberikan akomodasi keberangkatan peserta Rakornas dan BAZNAS Award 2025 dengan satu unit Kendaraan Toyota Hi-Ace sebagai fasilitas saat kegiatan Rakornas dan BAZNAS Award 2025 Berjalangsung, Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BAZNAS 2025 dihadiri oleh Menteri Agama (Manag) RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar dan Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani. Kegiatan ini menjadi wujud dukungan nyata BAZNAS seluruh Indonesia terhadap Asta Cita Presiden Prabowo sekaligus momentum penting dalam menyelaraskan visi zakat nasional dengan arah pembangunan pemerintah. Rakornas 2025 juga menyoroti komitmen BAZNAS dalam misi kemanusiaan global. Salah satu agenda penting adalah penyampaian aksi BAZNAS dalam program "Membasuh Luka Palestina" juga kondisi terkini jalur bantuan ke Palestina melalui perbatasan Mesir, yang akan dipaparkan oleh perwakilan KBRI Mesir. “BAZNAS siap menyelaraskan visi dan misinya dengan Asta Cita Presiden Prabowo. Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 akan menjadi tonggak baru kontribusi zakat dalam pembangunan nasional serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera,” ucap Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/8/2025). Kiai Noor menjelaskan, Rakornas 2025 akan diikuti oleh 1.200 peserta dari BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten seluruh Indonesia, dan akan membahas isu-isu strategis mulai dari penguatan kelembagaan zakat, perluasan partisipasi muzaki, transformasi digital, integrasi data zakat nasional, hingga peningkatan dampak zakat terhadap kesejahteraan masyarakat. "Rakornas ini juga akan menjadi ajang konsolidasi menuju Rencana Strategis BAZNAS 2025–2029 agar tata kelola zakat semakin efektif, akuntabel, digital, dan selaras dengan pembangunan nasional," ucapnya. Ia menambahkan, Rakornas akan dihadiri oleh Menko PMK, Mendagri, Kepala BPS, Deputi PMK Bappenas, serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. Sementara pembukaan dijadwalkan oleh Menteri Agama, Ketua MUI, dan Ketua MPR. Pada pembukaan Rakornas tahun ini, BAZNAS akan meluncurkan Asosiasi Amil Zakat Republik Indonesia (AAZRI), serta peluncuran buku Islam Ala Prabowo Subianto yang diinisiasi oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani dan Ketua MUI, KH Anwar Iskandar. Terkait dengan BAZNAS Awards 2025, Ketua BAZNAS RI menyampaikan bahwa ajang penghargaan tersebut akan memberikan apresiasi kepada penerima dari kalangan kementerian/lembaga, kepala daerah, dan mitra strategis, serta BAZNAS dan LAZ di seluruh Indonesia. “Melalui Rakornas dan BAZNAS Awards 2025, BAZNAS meneguhkan peran zakat sebagai instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi umat, dan pencapaian tujuan pembangunan nasional," tambahnya. Kiai Noor mengatakan, "Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat harus semakin kuat dalam membangun bangsa yang sejahtera dan berkeadilan,” ucapnya. Kiai Noor juga berharap, Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama, meningkatkan tata kelola zakat yang profesional, serta memperluas dampaknya bagi kesejahteraan umat di seluruh Indonesia. Adapun rangkaian acara Rakornas dan BAZNAS Awards 2025 di antaranya: Hari Pertama (26 Agustus 2025): Peluncuran sejumlah program unggulan, ministerial session bersama Menko PMK terkait “Zakat sebagai Pilar Keadilan Sosial dan Pemerataan dalam Visi Indonesia Emas 2045”; Mendagri yang akan menyampaikan materi terkait “Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Optimalisasi Pengumpulan Zakat: Sinergi Kebijakan, Regulasi, dan Dukungan Kelembagaan”; dan Kepala BPS yang akan menyampaikan materi “Tren Kemiskinan dan Ketimpangan di Indonesia dalam Perspektif Penguatan Kebijakan Zakat Nasional”. Hari Kedua (27 Agustus 2025): Sesi menteri dengan Menko Polhukam, Menko Infrastruktur, dan Kepala Bappenas. Dilanjutkan plenary session yang membahas target dan strategi pengumpulan, penyaluran, perencanaan, transformasi digital, SDM, koordinasi nasional, serta pengendalian dan audit zakat. Hari Ketiga (28 Agustus 2025): Penganugerahan BAZNAS Awards 2025. Malamnya dilanjutkan dengan laporan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota. Hari Keempat (29 Agustus 2025): Lanjutan laporan daerah, pembacaan risalah Rakornas 2025, dan penutupan Rakornas. Selanjutnya Ketua Baznas Pesawaran Hi. A. Hamid S, S.H, M.M juga berterimakasih atas dukungan Bupati Pesawaran Kepada Baznas Pesawaran serta fasilitas yang diberikan dalam kegiatan Rakornas dan BAZNAS Award 2025 di Ancol Jakarta.
BERITA26/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Perluas Dakwah Inklusif Lewat Pengajaran Al-Qur’an Isyarat di SLB
BAZNAS Perluas Dakwah Inklusif Lewat Pengajaran Al-Qur’an Isyarat di SLB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan Pengimbasan Program Training of Trainers (ToT) Pengajar Al-Qur’an Isyarat 2024 di SLBN 4 Koja, Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti oleh 52 murid tuna rungu dari tingkat SD hingga SMA, dengan pendampingan langsung oleh Ust. Achmad Mubarok, S.Pd.I., alumni Program ToT BAZNAS di Yayasan Pesantren Bina Cendekia, Jakarta. Turut hadir Wakil Kepala Sekolah SLBN 4, Nur Asiah, S.Pd., serta perwakilan Divisi Dakwah Pendidikan BAZNAS RI. Pengimbasan ini menjadi langkah nyata BAZNAS dalam memperluas jangkauan dakwah inklusif, agar pembelajaran Al-Qur’an dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas rungu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. menyatakan, pengembangan program ini didorong oleh kepedulian terhadap akses pembelajaran agama yang adil dan menyeluruh bagi semua kalangan. “Kami ingin memastikan hak untuk belajar Al-Qur’an tidak berhenti di batas kemampuan fisik. Melalui program ini, BAZNAS mendorong lahirnya ruang-ruang pembelajaran yang ramah bagi difabel, agar mereka pun bisa tumbuh sebagai generasi Qur’ani,” ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/8/2025). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, terdapat lebih dari 22 juta penyandang disabilitas di Indonesia, dan sekitar 1,8 juta di antaranya adalah penyandang tuna rungu. Angka ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan akan pendidikan Islam yang inklusif sangat mendesak. Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari), Saidah menyampaikan, inisiatif ini adalah bagian dari semangat BAZNAS dalam memperluas syiar dakwah yang menyentuh semua kalangan, tanpa terkecuali. Saidah memaparkan, sejak digulirkan pada tahun 2024, Program ToT Pengajar Al-Qur’an Isyarat telah menjangkau 34 titik di 28 provinsi, dengan total peserta mencapai 1.036 orang. “Para peserta terdiri dari guru SLB, komunitas difabel, serta guru agama yang memiliki kepedulian terhadap penyebaran ilmu Al-Qur’an di kalangan difabel,” jelasnya. “Kami berharap, program ini tidak hanya berhenti di ruang kelas. Tapi menjadi gerakan dakwah yang menumbuhkan kepedulian dan kesetaraan dalam pendidikan Islam,” tambah Saidah. BAZNAS RI akan terus mendorong pelibatan masyarakat dalam mendukung dakwah inklusif melalui zakat, infak, dan sedekah. Program ini menjadi salah satu wujud dari peran zakat dalam membangun peradaban yang adil, terbuka, dan penuh kasih sayang.
BERITA23/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Distribusikan 4.600 Porsi Makanan Siap Saji di Gaza
BAZNAS RI Bersama Tempo Scan Distribusikan 4.600 Porsi Makanan Siap Saji di Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Tempo Scan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza. Sebanyak 4.600 porsi makanan didistribusikan sebagai bagian dari upaya meringankan penderitaan warga yang terdampak konflik berkepanjangan. Bantuan tersebut didistribusikan di beberapa titik yakni Al-Aqsa Hospital, Insan Camp, dan Al Manasr. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, distribusi bantuan makanan ini merupakan bagian dari solidaritas rakyat Indonesia kepada Palestina. Menurutnya, dukungan masyarakat Indonesia sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup warga Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi darurat. “Alhamdulillah, dengan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak termasuk Tempo Scan, kita bisa menyalurkan 4.600 porsi makanan bagi saudara-saudara kita di Gaza. Apa yang kita lakukan ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia tidak pernah meninggalkan Palestina dalam keadaan sulit,” ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (22/8/2025). Kiai Noor menegaskan, setiap rupiah yang disalurkan untuk Palestina melalui BAZNAS benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. “Kami ingin memastikan bahwa amanah dari masyarakat Indonesia tersampaikan dengan baik. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan melalui BAZNAS kami kelola secara profesional agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh saudara-saudara kita di Gaza,” jelasnya. Kiai Noor juga menambahkan, pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia di tengah sulitnya akses masuk ke Gaza. BAZNAS memegang teguh prinsip Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam setiap pengelolaan dana umat. “Insya Allah, dukungan dari masyarakat Indonesia akan kita lanjutkan dalam berbagai bentuk program kemanusiaan. Kami berdoa agar Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada rakyat Palestina, dan semoga segera hadir perdamaian yang adil dan bermartabat di tanah Gaza,” ucapnya. Baru-baru ini, BAZNAS juga telah mengirimkan puluhan ribu paket bantuan pangan melalui berbagai jalur, baik darat maupun udara (airdrop). Pengiriman dilakukan bekerja sama dengan mitra lokal dan lembaga kemanusiaan internasional yang memiliki akses langsung ke wilayah Palestina. Proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi keamanan di wilayah tersebut. Mari bersama-sama memperkuat dukungan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina dengan menyalurkan infak terbaik Anda melalui laman resmi BAZNAS di baznas.go.id/bantupalestina.
BERITA22/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
GERAKAN SEDEKAH BORONG SINGKONG, BAZNAS KOTA YOGYAKARTA BERDAYAKAN PETANI DAN BANTU MUSTAHIK
GERAKAN SEDEKAH BORONG SINGKONG, BAZNAS KOTA YOGYAKARTA BERDAYAKAN PETANI DAN BANTU MUSTAHIK
22/08/2025 | admin BAZNAS Kota Yogyakarta kembali menunjukkan kepedulian dan inovasi sosial melalui Gerakan Sedekah Borong Singkong. Program ini mengusung konsep kebaikan berlapis: membantu petani, memberdayakan masyarakat, dan menebar keberkahan melalui sedekah. Dalam gerakan ini, BAZNAS Kota Yogyakarta memborong hasil panen singkong milik petani dari Kabupaten Gunungkidul. Selama ini, harga singkong di tingkat petani kerap rendah dan tidak menentu. Melalui program ini, BAZNAS memastikan petani mendapatkan harga yang layak, sekaligus memanfaatkan hasil panen untuk kebutuhan pangan masyarakat. Setelah diborong, singkong tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, pondok pesantren, dan dapur sosial. Uniknya, distribusi ini dilakukan melalui skema sedekah. Masyarakat penerima cukup membayar sedekah sebesar Rp3.000 per kilogram singkong. Skema ini bertujuan agar penerima tidak hanya mendapat manfaat pangan, tetapi juga turut menanamkan nilai berbagi. Ketua BAZNAS Kota Yogyakarta menyampaikan, “Program ini bukan sekadar distribusi pangan. Ini adalah gerakan bersama yang menghubungkan muzakki, petani, dan mustahik dalam satu mata rantai keberkahan. Dengan sedekah Rp3.000 per kilogram, kita mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menerima, tetapi juga berkontribusi dalam kebaikan.” BAZNAS Kota Yogyakarta mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung gerakan ini, baik melalui sedekah tunai maupun bentuk dukungan lainnya. Setiap kontribusi akan memberikan dampak nyata: petani tersenyum, masyarakat terbantu, dan keberkahan mengalir untuk semua pihak.
BERITA22/08/2025 | ADMIN
BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola Zakat Lewat Kepemimpinan Adaptif
BAZNAS RI Perkuat Tata Kelola Zakat Lewat Kepemimpinan Adaptif
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan perlunya penerapan kepemimpinan yang adaptif untuk memperkuat tata kelola zakat sekaligus menjawab tantangan pengelolaan zakat di era modern. Hal ini penting guna merespons dinamika sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berubah. Hal tersebut mengemuka dalam forum Management Upgrade dengan tema "Penerapan Gaya Kepemimpinan" yang diselenggarakan oleh Pusdiklat di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Kamis (21/8/2025). Hadir sebagai narasumber Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta diikuti oleh para amil dari berbagai divisi dan jenjang jabatan. Dalam paparannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., menyampaikan, terdapat enam model kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam lembaga filantropi, seperti BAZNAS. “Dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS membutuhkan pemimpin yang bisa menyesuaikan diri dengan situasi. Enam model kepemimpinan ini memiliki keunggulan masing-masing, dan bila diterapkan dengan tepat, akan memperkuat peran BAZNAS sebagai penggerak kebangkitan ekonomi umat,” ujar Nadratuzzaman. Nadratuzzaman menjelaskan, model pertama adalah kepemimpinan transformasional. Pendekatan ini mendorong inovasi, termasuk dalam digitalisasi zakat, sekaligus meningkatkan motivasi kerja para amil. "Kedua, model kepemimpinan delegatif. Pendekatan ini lebih tepat dalam konteks lembaga filantropi seperti BAZNAS, karena setiap orang diberi ruang bekerja sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Tapi, kalau terlalu delegatif juga ada bahayanya, jadi harus tetap ada keseimbangan,” jelasnya. Selanjutnya, Nadratuzzaman menjelaskan, model ketiga adalah kepemimpinan transaksional. Model ini menekankan pada penghargaan dan sanksi sesuai kinerja. “Transaksional penting untuk memastikan target penghimpunan dan penyaluran zakat tercapai,” kata dia. "Kemudian, ada kepemimpinan demokratis. Model ini membuka ruang diskusi dan kolaborasi, terutama saat merumuskan kebijakan strategis bersama para pemangku kepentingan," ucap Nadratuzzaman. Lebih lanjut, Nadratuzzaman menuturkan, kepemimpinan otokratis juga memiliki peran penting. Model ini dibutuhkan dalam kondisi darurat, seperti ketika menyalurkan bantuan bencana yang membutuhkan keputusan cepat dan tegas. "Dan terakhir ada kepemimpinan karismatik. Model ini mengandalkan integritas dan keteladanan pemimpin untuk membangun kepercayaan publik," jelas Nadratuzzaman. Menurut Nadratuzzaman, setiap model kepemimpinan memiliki waktu dan konteks penerapannya sesuai dengan situasi yang dihadapi. “Kadang kita perlu inspiratif, kadang tegas, kadang juga memberi ruang partisipasi. Keseimbangan inilah yang membuat BAZNAS mampu menjalankan mandat negara dan menjaga amanah umat,” ujarnya. Ia juga menekankan, hal yang paling penting dalam kepemimpinan adalah komunikasi. Seorang pemimpin, kata dia, harus bisa meyakinkan dua pihak sekaligus, yakni tim internal di bawahnya serta pihak luar yang menjadi mitra atau pemangku kepentingan. Dengan penerapan kepemimpinan yang tepat, lanjutnya, BAZNAS dapat memperkuat kinerja dalam menghimpun dan menyalurkan zakat. Karena itu, kombinasi model kepemimpinan menjadi kebutuhan strategis di lingkungan BAZNAS. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada pemberdayaan mustahik dan pengentasan kemiskinan.
BERITA21/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Dukung Inovasi Anak Bangsa, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Riset 2025
Dukung Inovasi Anak Bangsa, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Riset 2025
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Riset Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung inovasi anak bangsa. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk terus berkembang melalui dukungan riset. Beasiswa Riset merupakan bagian dari program Beasiswa Pendidikan Tinggi yang dimiliki BAZNAS RI. Program ini memiliki beberapa tujuan yaitu, meningkatkan literasi dan inovasi di Indonesia, membantu mahasiswa/i dan peneliti merampungkan penelitiannya, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kebijakan. Program Beasiswa Riset BAZNAS 2025 diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (19/08/2025). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., Ketua Komisi Disabilitas Nasional sekaligus Penanggap I Dr. Dante Rigmalia, M.Pd., Pimpinan Bidang Penyaluran BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, zakat di Indonesia memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan dan riset. Menurutnya, jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, akan lahir kekuatan besar untuk membiayai riset strategis. “Kalau ada kekuatan dana yang besar dalam rangka untuk membiayai riset yang besar, insya Allah akan melahirkan ilmuwan-ilmuwan yang besar,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan, masih banyak mahasiswa yang berharap UKT-nya dapat dibantu. Namun, dari ratusan ribu mahasiswa, BAZNAS baru bisa memenuhi kebutuhan 36 ribu mahasiswa. Menurutnya, angka ini masih jauh dari cukup. “Dari laporan yang kami terima, ada ratusan ribu mahasiswa yang berharap UKT-nya bisa dibayarkan, yang kami penuhi hanya 36 ribu mahasiswa. Ini masih kecil sekali dibandingkan dengan jumlah yang membutuhkan,” ucapnya. Lebih lanjut, ia menegaskan, ide membiayai riset umat Islam sebenarnya sangat mungkin dilakukan, tetapi masih kalah dari negara-negara Barat yang memiliki dana besar untuk penelitian. “Ide untuk membiayai riset dan sekaligus juga untuk pendidikan bagi umat Islam, sebenarnya kalau kita gali secara mendalam itu akan bisa membiayai riset yang besar. Tapi saat ini, riset-riset besar justru dilakukan negara-negara Barat, karena dana mereka sangat besar,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala BRIN Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., mengapresiasi upaya BAZNAS RI yang mendukung riset nasional melalui program Beasiswa Riset BAZNAS. Katanya, program tersebut juga sejalan dengan program yang dimiliki BRIN. “Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang sangat perhatian sedemikian besar pada aktivitas riset, khususnya bagi para mahasiswa. Ini sejalan dengan program yang ada di BRIN yaitu program Degree by Research,” katanya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menuturkan, Beasiswa Riset 2025 juga diarahkan untuk memperkuat peran peneliti muda. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pencapaian Asta Cita, terutama poin ke-4 dan ke-6. “Alhamdulillah kita dapat melanjutkan upaya kita untuk memperkuat peneliti muda di dalam ikhtiar untuk membangun peradaban keilmuwan. Beasiswa ini ditujukan untuk melayani kebutuhan darurat para peneliti muda yaitu mahasiswa tingkat akhir, para peneliti, akademisi, dan praktisi,” ujarnya. “Sejak tahun 2019, total alumni Beasiswa Riset mencapai 1.104. Kami juga memberikan beasiswa ini kepada Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (Mazawa) sebagai bentuk keberpihakan BAZNAS terhadap disiplin ilmu yang berkaitan dengan Zakat.” ucap Saidah. Sejak 2019, terdapat 1.104 penerima Beasiswa Riset dengan fokus di berbagai bidang baik bertema Zakat dan Filantropi Islam, STEM, Kesehatan dan juga disiplin ilmu lain yang dibutuhkan untuk menciptakan kesejahteraan umat. Tahun 2025, BAZNAS menargetkan 230 penerima sarjana, 70 magister, 70 doktoral, serta 15 kelompok riset.
BERITA19/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Berkah BAZNAS Pesawaran Untuk Warga Durian
Berkah BAZNAS Pesawaran Untuk Warga Durian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung mendistribusikan bantuan BERKAH (beras sedekah/sembako) kepada masyarakat Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, sebagai bagian dari kegiatan Karya Bakti TNI pada Triwulan III Tahun 2025 di Dusun Tegal Arum, Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Rabu (19/08/2025). Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Pendistribusian KH. Endang Zainal Khidir, yang mewakili BAZNAS Kabupaten Pesawaran, dan dihadiri oleh para tamu undangan. KH. Endang Zainal Khidir, selaku Wakil Ketua Bidang Pendistribusian, menyampaikan kepada para penerima manfaat bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para donatur dan diharapkan dapat memberikan manfaat serta meringankan beban mereka. "Bapak, ibu, ini merupakan amanah dari para donatur yang telah menitipkan sebagian rezekinya kepada kami untuk disampaikan kepada yang berhak, semoga bermanfaat dan dapat mengurangi beban masyarakat," tutur H. Endang. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kontribusi dari para dermawan dan donatur yang telah menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan balasan terbaik atas segala kebaikan Bapak/Ibu. Kami mengajak Bapak/Ibu untuk terus mendukung program-program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
BERITA19/08/2025 | Ahmad Fudloli
Bertepatan dengan HUT RI, Bantuan BAZNAS Seberat 80 Ton Diterjunkan ke Gaza
Bertepatan dengan HUT RI, Bantuan BAZNAS Seberat 80 Ton Diterjunkan ke Gaza
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memastikan bantuan kemanusiaan tahap awal seberat 80 ton untuk Palestina telah berhasil diterjunkan langsung ke wilayah Gaza melalui mekanisme airdrop, Minggu (17/8/2025). Bantuan 80 ton yang disiapkan BAZNAS RI merupakan bagian dari total 800 ton logistik yang dikirim dari masyarakat Indonesia guna meringankan penderitaan masyarakat Gaza yang tengah dilanda krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut disalurkan bertepatan dengan momen HUT Republik Indonesia ke-80. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tahap perdana ini. Bantuan tersebut diharapkan bisa meringankan beban masyarakat di Gaza. “Alhamdulillah, pada 17 Agustus 2025 waktu setempat bantuan dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Palestina telah berhasil diterjunkan di Jalur Gaza melalui airdrop,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, paket bantuan tersebut dipersiapkan dengan sistem pengamanan khusus, termasuk parasut, agar tiba dengan selamat di lokasi penerima. "Bantuan berupa bahan makanan seberat 80 ton ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan," ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa pelaksanaan misi kemanusiaan ini menjadi simbol persaudaraan tanpa batas. Terlebih, Indonesia tengah merayakan kemerdekaan ke-80. “Pelaksanaan bantuan atas kerja sama BAZNAS RI dan TNI ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia yang tengah merayakan 80 tahun kemerdekaan, sebagai simbol persaudaraan tanpa batas,” katanya.
BERITA18/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Peringati HUT Ke-80 RI, BAZNAS Perkuat Komitmen Persatuan dan Kedaulatan Bangsa
Peringati HUT Ke-80 RI, BAZNAS Perkuat Komitmen Persatuan dan Kedaulatan Bangsa
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat komitmennya untuk terus menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa melalui peningkatan kinerja BAZNAS yang berlandaskan prinsip 3A, yakni Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Hal tersebut mengemuka pada Upacara Peringatan HUT Ke-80 RI yang digelar di halaman Gedung BAZNAS RI yang berlangsung khidmat, di Jakarta, Minggu (17/8/2025). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI, Deputi BAZNAS RI, Sestama BAZNAS RI, jajaran Persatuan Istri Amil (PIA) BAZNAS RI, serta amilin amilat keluarga besar BAZNAS RI. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. menegaskan, tanggung jawab besar BAZNAS dalam menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa bersama pemerintah dalam rangka mensejahterakan umat. "Mari kita maknai peringatan ini sebagai kekuatan bersama mengambil tema yang dicanangkan pemerintah yaitu Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju," kata Kiai Noor. Kiai Noor menjelaskan, melalui tema tersebut, BAZNAS berkomitmen untuk menjadi perekat bangsa dengan program-program yang dilaksanakan. "Dengan tema tersebut, mari kita jadikan sebagai kekuatan bagi kita sendiri bagaimana memperkuat BAZNAS dan seluruh keluarga BAZNAS di seluruh Indonesia sekaligus menjadikan BAZNAS yang berdaulat, menjadikan BAZNAS yang kuat menjadikan BAZNAS sebagai lembaga pemerintahan non struktural yang mempunyai kekuatan untuk berkiprah di negeri ini," ujar Kiai Noor. Oleh karena itu, lanjut Kiai Noor, apabila Indonesia menjadi bagian dari negara-negara maju di dunia, maka dia berharap hal itu merupakan bagian dari peran BAZNAS. Selain membangun kekuatan bersama, Kiai Noor berpesan untuk tidak terpengaruh dengan orang-orang yang mencoba melemahkan BAZNAS di seluruh Indonesia. Karenanya, itu menjadi tanggung jawab bersama agar BAZNAS seluruh Indonesia dapat bersatu dan berdaulat. "Maka dari itu, selalu saya tegaskan jangan sampai kita terpengaruh oleh orang-orang yang ingin melemahkan BAZNAS," jelas Kiai Noor. "Kita harus menjaga persatuan dan kedaulatan BAZNAS maka kita harus terus berkarya dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia," imbuh Kiai Noor.
BERITA17/08/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Berikan Senyum Kebahagiaan di HUT Ke-80 RI, BAZNAS Pesawaran Salurkan Bantuan BERKAT Kepada Dua Mustahik
Berikan Senyum Kebahagiaan di HUT Ke-80 RI, BAZNAS Pesawaran Salurkan Bantuan BERKAT Kepada Dua Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran telah menyerahkan bantuan Bedah Rumah Layak Sehat (BERKAT) kepada dua mustahik di Kabupaten Pesawaran dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI di lapangan upacara pengibaran duplikat sang merah putih komplek perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, pada hari Ahad (17/08/2025). Kedua mustahik tersebut adalah Bapak Ribut dan Ibu Silvi Kurnia Putri. Bapak Ribut, yang berdomisili di Dusun Sukaraja 2, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, menerima bantuan untuk renovasi rumahnya yang dinilai tidak layak huni. Sementara itu, Ibu Silvi Kurnia Putri, warga Dusun Sukaraja 7 Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, menerima bantuan serupa akibat rumahnya mengalami kebakaran beberapa waktu lalu. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Bapak Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen BAZNAS Kabupaten Pesawaran dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Program ini merupakan bentuk nyata kepedulian kami, khususnya dalam mendukung program pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bapak Hi. Hamid. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kontribusi dari para dermawan dan donatur yang telah menyalurkan donasi melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan balasan terbaik atas segala kebaikan Bapak/Ibu. Kami mengajak Bapak/Ibu untuk terus mendukung program-program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
BERITA17/08/2025 | Ahmad Fudloli
Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Pesawaran Berkunjung Ke BAZNAS Pesawaran
Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Pesawaran Berkunjung Ke BAZNAS Pesawaran
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M. didampingi para wakil ketua dan sekretaris BAZNAS Kabupaten Pesawaran menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Cabang ATR/BPN Kabupaten Pesawaran, Sri Rejeki, S.H., M.Kn., pada hari Kamis (14/8/2025), bertempat di kantor BAZNAS Kabupaten Pesawaran Unit Pimpinan di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan. Dalam pertemuan kali ini, Ibu Jeki didampingi oleh Bapak Harjito Sigit Wibowo, selaku Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran, Bapak Sodriyan, sebagai Koordinator Kelompok Substansi Penetapan dan Pengelolaan Tanah Pemerintah, Bapak Muhammad Choirul Iman, selaku Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, dan Robet Bagaskara, sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri. Rombongan tersebut diterima langsung oleh oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., S.H., M.M., yang didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Endang Zainal Khidir, Wakil Ketua Bagian Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, M. Robani, dan Sekretaris BAZNAS Pesawaran, Hi. Bahri, S.E., M.E.Sy. Dalam sambutannya Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid berharap kunjungan silaturahmi ini dapat mempererat hubungan kelembagaan, sekaligus membuka peluang sinergi dalam pengelolaan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kantor ATR/BPN Kabupaten Pesawaran. "Kami berharap pertemuan ini dapat mempererat hubungan kelembagaan, sekaligus membuka peluang sinergi dalam pengelolaan zakat di kantor Pertanahan Pesawaran," Ujar Hi. A. Hamid. "Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pihak BPN Kabupaten Pesawaran dalam proses penerbitan Sertifikat Hak Pakai bidang tanah untuk Kantor BAZNAS Kabupaten Pesawaran," Imbuhnya. Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan Sertifikat Hak Pakai atas bidang tanah hibah dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran untuk Kantor BAZNAS Kabupaten Pesawaran, dan Piagam Penghargaan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
BERITA14/08/2025 | Ahmad Fudloli
Sosialisasi & Penyerahan SK UPZ Desa Se-Kabupaten Pesawaran
Sosialisasi & Penyerahan SK UPZ Desa Se-Kabupaten Pesawaran
Pesawaran, 13 Agustus 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pesawaran menggelar sosialisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah dan DSKL ditingkat Desa serta penyerahan SK UPZ Desa secara simbolis di Kecamatan Teluk Pandan. Kegiatan ini diadakan diaula Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, serta dihadiri oleh 40 pengurus UPZ Desa, Kades di Kecamatan Teluk Pandan. Dalam kegitan ini juga turut dihadiri oleh Bupati Pesawaran yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Kadis PMD, serta Camat Teluk Pandan. Dalam laporannya Ketua BAZNAS Pesawaran Hi. A. Hamid S, S.H, M.M menyampaikan "bahwa tujuan diadakanya kegiatan ini adalah untuk membangun ekosistem zakat yang efektif dan adaptif di tingkat pedesaaan, serta menekankan pada konsolidasi fungsi pengumpulan dalam satu UPZ Desa sebagai pusat koordinasi antara UPZ Desa dengan Wilayahnya". Dalam sambutanya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Sunyoto, S.E, M.M juga menjelaskan dalam sambutanya “bahwa UPZ Desa Ini dibentuk harapanya kedepan kehadiran BAZNAS ini dapat dirasakan sampai dipelosok-pelosok desa yang tidak mungkin dicapai oleh BAZNAS Pesawaran, maka disinilah peran penting Pengurus UPZ Desa dalam mengelola Penghimpunan ataupun pendistribusian zakat diwilayahnya” dan dilanjutkan penyerahan SK UPZ Desa Se-Kecamatan Teluk Pandan. Waka I Bid Pengumpulan BAZNAS Pesawaran Rohim, S.H.I memberikan pemaparan tentang manfaat pengelolaan zakat ditingkat desa diantaranya : · UPZ Desa memiliki kewenangan yang lebih luas · UPZ Desa sebagai basis pembinaan UPZ masjid, SD/MI, SMP, dan RT/RW · UPZ Desa memiliki fleksibilitas · BAZNAS Kab/Kota dapat fokus dalam pengembangan UPZ Desa · UPZ Desa dapat merancang dan melaksanakan program penyaluran zakat yang lebih spesifik dan relevan dengan kondisi serta masalah yang dihadapi oleh masyarakat di desa tersebut Dengan adanya kegiatan ini harapannya pengurus UPZ Desa dapat secara professional dalam pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan DSKL sehingga dapat optimal dalam penyaluran manfaat zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/08/2025 | M. Syarifudin
Pimpinan BAZNAS Pesawaran Mengikuti Kegiatan Pra-Rakornas 2025
Pimpinan BAZNAS Pesawaran Mengikuti Kegiatan Pra-Rakornas 2025
Selasa, 05 Agustus 2025 Pimpinan Baznas Kabupaten Pesawaran mengikuti kegiatan Pra-Rakornas Baznas 2025. Dalam kegiatan ini pemateri diisi langsung oleh pemateri dari Baznas RI diantaranya, Evaluasi Pengumpulan ZIS DSKL, Evaluasi Semester 1 oleh Direksi Penguatan Pengumpulan Nasional, dan strategi pengumpulan pada smester II, mengingat pentingnya kegiatan ini Ketua Baznas Pesawaran Hi. A. Hamid. S., S.H., M.M, bagi Baznas Pesawaran dalam meningkatkan Program-Program Baznas. Dalam kegiatan ini juga menjelaskan keikut sertanya dalam kegiatan pra-rakornas ini agar dapat terus meningkatkan tata Kelola dan kinerja dalam pegelolaan ZIS DSKL di Kabupaten Pesawaran. Maka dengan koordinasi ini membangun visi-misi yang kuat dari Baznas RI kepada Baznas Daerah, serta membuat kebijakan yang terarah strategis yang dibahas dalam kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan pra-rakornas semoga baznas daerah dapat lebih terarah serta dapat menyatukan visi-misi yang profesional dan berdampak besar bagi Mustahik diPesawaran.
BERITA05/08/2025 | Laksana Sanjay
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →