Berita Terbaru
Macam-Macam Zakat
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.
Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa, baik laki-laki maupun perempuan muslim, yang dilakukan pada bulan Ramadan.
Sedangkan zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas segala jenis harta, yang secara zat maupun substansi perolehannya tidak bertentangan dengan ketentuan agama. Sebagai contoh, zakat mal terdiri atas uang, emas, surat berharga, penghasilan profesi, dan lain-lain, sebagaimana yang diatur dalam UU No. 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, PMA No. 52 Tahun 2014 yang telah diubah dua kali dengan PMA No. 31/2019.
Zakat mal sebagaimana dimaksud pada paragraf di atas meliputi:
1. Zakat emas, perak, dan logam mulia lainnya; adalah zakat yang dikenakan atas emas, perak, dan logam mulia lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.
2. Zakat atas uang dan surat berharga lainnya; adalah zakat yang dikenakan atas uang, harta yang disetarakan dengan uang, dan surat berharga lainnya yang telah mencapai nisab dan haul.
3. Zakat perniagaan; adalah zakat yang dikenakan atas usaha perniagaan yang telah mencapai nisab dan haul.
4. Zakat pertanian, perkebunan, dan kehutanan; adalah zakat yang dikenakan atas hasil pertanian, perkebunan, dan hasil hutan pada saat panen.
5. Zakat peternakan dan perikanan; adalah zakat yang dikenakan atas binatang ternak dan hasil perikanan yang telah mencapai nisab dan haul.
6. Zakat pertambangan; adalah zakat yang dikenakan atas hasil usaha pertambangan yang telah mencapai nisab.
7. Zakat perindustrian; adalah zakat atas usaha yang bergerak dalam bidang produksi barang dan jasa.
8. Zakat pendapatan dan jasa; adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh dari hasil profesi pada saat menerima pembayaran, zakat ini dikenal juga sebagai zakat profesi atau zakat penghasilan.
9. Zakat rikaz; adalah zakat yang dikenakan atas harta temuan, di mana kadar zakatnya adalah 20%.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran memfasilitasi pembayaran Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan lebih mudah dan praktis melalui Zakat Online BAZNAS dengan mengaksesnya di tautan:
https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat.
Layanan BAZNAS Pesawaran: 0812-7111-2600
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Penulis: Rohim, S.H.I. (Waka I BAZNAS Pesawaran)
BERITA25/02/2025 | Rohim, S.H.I.
Cetak Amil Profesional, BAZNAS RI Wisuda Peserta Fundraising Development Program
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Wisuda 36 peserta Fundraising Development Program (FDP) sebagai upaya memperkuat kapasitas institusi zakat dan mencetak amil yang profesional di Indonesia.
FDP merupakan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi para fundraiser di BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, serta Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kegiatan ini telah berlangsung selama dua bulan, dari 26 Desember 2024 hingga 24 Februari 2025.
Adapun empat wisudawan terbaik di antaranya Kunti Zulva Russdiana Dewi dari peserta umum, Rojulan Fayadul Mujahid dari BAZNAS Kabupaten Banyumas, Muhammad Rudini dari BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, dan Ita Wardatul Janah dari peserta umum. Wisuda tersebut dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, Senin (24/2/2025).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para wisudawan dalam menyelesaikan program ini.
“36 wisudawan yang saya banggakan, Anda adalah amil-amil pilihan yang telah menunjukkan dedikasi dan kesungguhan dalam mendalami aspek fundraising zakat modern. Ilmu yang Anda peroleh adalah amanah yang harus diimplementasikan di institusi masing-masing,” ujarnya.
Kiai Noor menambahkan, Program FDP yang berlangsung selama dua bulan, dari 26 Desember 2024 hingga 24 Februari 2025, merupakan investasi BAZNAS dalam mengembangkan kompetensi SDM pengelola zakat, khususnya di bidang penghimpunan. "Wisudawan diharapkan menjadi agen perubahan yang mentransformasi praktik fundraising zakat di wilayah mereka," tuturnya.
Kiai Noor juga menegaskan, tantangan penghimpunan zakat saat ini semakin kompleks, terutama di era digital. “Muzaki semakin kritis dan menuntut profesionalitas dalam pengelolaan zakat. Peran para fundraiser profesional sangat penting dalam menghadapi tantangan ini,” tambah Kiai Noor.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag RI Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada BAZNAS RI.
"Saya terus terang bangga dan menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah memiliki program FDP, program ini luar biasa karena kami di Kemenag ketika menyusun regulasi pun harapannya adalah amil-amilnya betul-betul kompeten dan profesional, apalagi BAZNAS ini kan lembaga pemerintah meskipun nonstruktural, sangat bertumpu kepada kinerja para amilnya," kata Prof. Waryono.
"Selamat, kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, Mbak-mbak, dan Mas-mas yang hari ini diwisuda, mudah-mudahan ilmunya betul-betul diuji, jadi kalau lulus itu menurut saya kalau fundraising itu bukan ijazah, tapi pengumpulannya nyata," tutur Prof. Waryono.
Dalam kesempatan tersebut, Wisudawati terbaik FDP, Kunti Zulva Russdiana Dewi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti program FDP BAZNAS.
“FDP membuka wawasan kami tentang pentingnya integritas, inovasi, dan kepemimpinan dalam penghimpunan zakat. Kami siap untuk mengimplementasikan ilmu ini di daerah masing-masing,” ujar Kunti.
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Acmad Sudrajat Lc. MA. CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, serta Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Arifin Purwakananta.
BERITA24/02/2025 | Ahmad Fudloli
Bertajuk Cahaya Zakat, BAZNAS Gelar Tarhib Ramadhan Bersama 1000 Teman Tuli
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan Tarhib Ramadhan 1446 H dengan tajuk “Cahaya Zakat: Memberikan Keajaiban Muzaki dan Mustahik” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, (24/02/2025).
Pelaksanaan Tarhib Ramadhan 1446 H ini diikuti oleh 1000 peserta teman tuli dan teman dengar dari seluruh Indonesia, juga diikuti oleh Pimpinan dan Amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota secara daring, serta para pengajar Al-Qur'an Isyarat binaan BAZNAS.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, BAZNAS sangat bersemangat dan bergembira menyambut bulan Ramadhan karena di situlah menjadi bulan penuh ampunan Allah Swt. BAZNAS membersamai bulan Ramadhan dengan banyak mengajak seluruh umat untuk melakukan kebaikan.
“Tema tahun ini kita mengangkat Cahaya Zakat, cahaya ini adalah cahaya Allah SWT yang akan menembus ke seluruh hamba-hambanya terutama manusia. Dengan mengikuti Tarhib ini semoga Allah SWT memberikan nikmat kepada kita semua dan kita semua dapat menembus cahaya,” ujar Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, inklusi zakat bagaikan cahaya yang dapat menerangi dan memberikan penerangan untuk seluruh muzaki dan mustahik.
Lebih lanjut, Kiai Noor berharap, Cahaya Zakat dapat menjadi benderang yang menerangi kehidupan umat manusia.
“Dengan tarhib ini jangan ada orang yang merasa gelap, jangan ada orang yang merasa tertutup kesempatannya, dan tidak merasakan kesempatan. Usaha kita untuk semua termasuk disabilitas kita upayakan dengan Cahaya Zakat dari masyarakat untuk masyarakat,” ucap Kiai Noor.
Kiai Noor mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras dalam membuat acara dan menghubungi teman tuli guna membersamai kesuksesan acara dan motivasi besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tarhib Ramadhan 1446 H, dirangkai dengan peluncuran buku ‘Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik’ karya Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., pengenalan dan pembacaan Al-Qur'an Isyarat, juga laporan terkini pengemasan bantuan BAZNAS untuk Palestina bekerja sama dengan Shuna'u Al-Hayah/Life Makers Foundation di Mesir.
Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, SE, MIDEc, Ak, CA, CPA, CWM., Pimpinan Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM., Pimpinan Bidang SDM, Keuangan & Umum Kolonel (Purn) Drs. Nur Chamdani., Pimpinan Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Prof. (H.C.) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Utama H. Subhan Cholid, Lc., MA., juga Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia yang hadir secara daring.
BERITA24/02/2025 | Ahmad Fudloli
Sedekah, Bentuk Solidaritas Terhadap Sesama
Ajaran Islam mengajak kita untuk berempati dan menunjukkan solidaritas kepada sesama. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan bersedekah. Sedekah bisa berupa uang, barang, atau bantuan lain yang dibutuhkan orang lain. Bahkan yang sedang sakit dianjurkan untuk bersedekah, karena sedekah adalah obat.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
Hashinuw amwaalakum bizzakati wa daawu mardhaakum bish-shadaqah
"Lindungilah harta kalian dengan zakat dan obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah". (HR Ath-Thabrani)
Mengingatkan bahwa perbuatan baik, termasuk sedekah, dapat melindungi kita dari keburukan dan siksa Tuhan. Maka, mari kita bersedekah dan berbuat baik, terutama di masa-masa sulit, dan jangan menunggu hingga terkena musibah.
Sedekah tidak harus dalam jumlah besar, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Rasulullah SAW mengatakan bahwa sedekah kecil pun, seperti separuh biji kurma, dapat menjaga kita dari api neraka.
Rasulullah SAW bersabda:
Ittaqunnaara walau bisyiqqi tamrotin
"Lindungilah diri kalian dari api neraka, meskipun dengan bersedekah sepotong kurma". (HR Bukhari-Muslim)
Kita juga harus ingat bahwa harta kita tidak akan berkurang karena sedekah, justru akan mendapatkan berkah. Rasulullah SAW menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta kita.
Maa naqashat shadaqatun min maalin
"Harta tidak akan berkurang dengan sebab sedekah". (HR Muslim).
Marilah kita semua senantiasa mendukung program-program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Link Donasi: https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
Layanan BAZNAS Pesawaran: wa.me/6281271112600
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Penulis: Ahmad Fudloli (Staf Bag. SDM & Humas BAZNAS Pesawaran)
BERITA23/02/2025 | Ahmad Fudloli
Sambut Ramadan 1446 H, BAZNAS RI Luncurkan Program Pesantren 1000 Cahaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Pesantren 1000 Cahaya menyambut bulan suci Ramadan 1446 H dengan sejumlah kegiatan positif yang akan menyasar untuk kalangan masyarakat kurang mampu.
Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H adalah program Ramadan yang melibatkan mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) di 162 kampus se-Indonesia untuk mengajar anak jalanan, anak yatim, dan disabilitas dengan kegiatan pengajian, ceramah, tilawah, dan buka puasa bersama. Kegiatan ini dilakukan serentak di 162 titik untuk menanamkan nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Peluncuran program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si secara daring melalui YouTube BAZNAS TV pada Kamis (20/2/2025).
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 H akan melibatkan para mahasiswa penerima program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB).
“Yang kita harapkan, para penerima beasiswa ini juga memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan di masa depan. Sebab, persaingan ilmu menjadi sangat penting, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, program Pesantren 1000 Cahaya Ramadan 1446 menjadi bekal bagi masyarakat kurang mampu dalam menghadapi dinamika persaingan ilmu pengetahuan yang sangat dinamis di masa yang akan datang.
“Kami memperkirakan bahwa ilmu di masa mendatang akan terus berkembang secara dinamis. Namun demikian, apa yang kita siapkan saat ini, insyaAllah, akan menjadi bagian dari perjuangan kita dalam menghadapi tantangan tersebut,” ucap Kiai Noor.
“Maka dari itu, ini adalah bagian dari perjuangan, bagian dari jihad, bagian dari jihad fi sab?lillah. Apa yang kita lakukan bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga mempersiapkan generasi yang akan menghadapi tantangan di masa depan dengan fondasi yang kuat,” tambahnya.
Di sisi lain, Kiai Noor mengimbuhkan, dasar sosial keagamaan juga sangat penting, karena akan sangat berpengaruh dalam kehidupan di masa depan. Katanya, dengan memiliki kesadaran sosial, mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama dan kehidupan sosial secara luas.
“Oleh karena itu, kita berharap generasi mendatang yang dibina oleh BAZNAS RI memiliki ciri khas sebagimana orang-orang yang berilmu, memiliki keimanan yang kuat, serta peduli terhadap sosial. Mereka tidak hanya siap berkompetisi di masa depan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si., menambahkan, sasaran utama dari program ini adalah anak jalanan, anak yatim, dan kelompok disabilitas.
"Bentuk kegiatan yang akan dilakukan mencakup pembekalan keagamaan, seperti pengajian, ceramah, dan tilawah Al-Qur`an, yang kemudian akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di lokasi yang telah ditentukan," ujarnya.
“InsyaAllah, melalui kegiatan ini, mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan manfaat akademik, tetapi juga turut berkontribusi dalam kebermanfaatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan,” ucap Imdadun.
BERITA20/02/2025 | Ahmad Fudloli
Sambut Ramadhan RSB Pesawaran berikan Vaksin Influenza Gratis Bagi Mustahik
Sukabanjar, Kamis 20 Febuari 2025 Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu (mustahik) terutama adalah Marbot, Imam dan Petugas Masjid. dengan mengadakan program pemberian vaksin influenza secara gratis.
Kegiatan yang berlangsung di klinik RSB Pesawaran ini menyasar para mustahik yang selama ini menjadi penerima layanan kesehatan dari RSB. Vaksinasi influenza ini diberikan sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit musiman yang kerap meningkat pada masa pancaroba dan musim hujan.
Merupakan lanjutan dari program pemeriksaan mata dalam rangka Gerakan Mata Sehat dan pemberian vaksin influenza gratis, yang didukung oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui Sedekah Konsumen Alfamidi periode November–Desember 2024, dan turut bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN).
Kegiatan ini di selenggarakan sebelum ramadhan hal ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus influenza, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
RSB Pesawaran berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mustahik di wilayah Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.
BERITA20/02/2025 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
Optimalkan Distribusi Zakat, BAZNAS RI Kembali Luncurkan Aplikasi Had Kifayah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan pengembangan aplikasi Had Kifayah sebagai instrumen dalam menentukan standar minimum kebutuhan hidup seseorang atau keluarga. Inovasi ini memastikan distribusi zakat lebih adil, akurat, dan tepat sasaran.
Aplikasi Had Kifayah adalah sebuah alat yang dirancang untuk membantu mengukur dan menghitung Had Kifayad seseorang atau keluarga. Had kifayah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan seseorang atau keluarga apakah termasuk sebagai penerima zakat (mustahik) atau bukan.
Sebelumnya, aplikasi Had Kifayah Puskas BAZNAS RI yang dirilis pada 2018 hanya menggunakan satu rata-rata nasional. Kini, versi terbaru menghadirkan dua nilai, yaitu rata-rata nasional dan provinsi, yang memungkinkan penyesuaian berdasarkan harga bahan pokok di tiap daerah, sehingga lebih relevan dengan kondisi ekonomi setempat.
Acara peluncuran Aplikasi Had Kifayah digelar secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Rabu (19/2/2025). Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D, Kepala Divisi Kemanusian Muhammad Rojudin, serta Peneliti Senior BAZNAS RI Hidayaneu Fachratunnisa,M.E.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec , menekankan pentingnya Had Kifayah dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, aplikasi ini dapat mempercepat pengambilan keputusan, memastikan bantuan lebih efisien dan adil dengan data akurat.
"Kami mengimbau seluruh pengelola zakat, baik di BAZNAS maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan kota, untuk menerapkan sistem ini," ujarnya.
Zainulbahar turut mengapresiasi pengembangan aplikasi ini, karena dinilai sebagai inovasi penting dalam upaya menyejahterakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Indonesia.
"Saat ini, angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan menjadi 24,06 juta jiwa atau sekitar 8,57 persen dari total penduduk Indonesia. Angka ini cukup besar, tetapi tetap perlu strategi yang lebih efektif, termasuk optimalisasi zakat. Dan Aplikasi Had Kifayah bisa menjadi langkah awal dalam pengoptimalan zakat," jelas Zainulbahar.
"Dengan adanya inovasi ini, BAZNAS berharap distribusi zakat dapat semakin optimal, tepat sasaran, dan berkontribusi secara nyata dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D menjelaskan, penilaian yang dilakukan untuk menentukan batas kecukupan had kifayah terdiri atas tujuh dimensi, yakni makanan, perumahan, pakaian, ibadah, pendidikan, transportasi, dan kesehatan.
"Standarisasi tersebut membantu organisasi pengelola zakat dalam menentukan kelayakan penerima zakat dan menetapkan prioritas bantuan," jelas Hasbi.
Menurutnya, aplikasi ini memberikan kemudahan dalam proses digitalisasi data, sehingga penghitungan Had Kifayah lebih efisien. "Dengan digitalisasi, pengelola zakat dapat lebih cepat mengambil keputusan dan memastikan bantuan tepat sasaran," katanya.
Untuk diketahui pada 2024, hasil had kifayah di Indonesia rata-rata mencapai angka Rp4.615.749 per keluarga per bulan. Sedangkan, had kifayah per orangan mencapai angka Rp979.989 per kapita per bulan.
BERITA19/02/2025 | Ahmad Fudloli
BAZNAS Pesawaran memberikan bantuan untuk korban rumah roboh di desa Kedondong
Selasa, 18 Febuari 2025 BAZNAS Kab. Pesawaran bersama Bupati menyerahkan bantuan rumah roboh di desa Kedondong Kec. Kedondong pada kegiatan MUSRENBANG Kec. Way Ratai dan Kec. Kedondong di Saung Singgah Desa Wates Kec. Way Ratai.
Maryati adalah korban yang rumahnya roboh saat turun hujan lebat disertai angin kencang dimana rumahnya rata dengan tanah dimana kondisi kayu penyangga rumahnya sudah lapuk termakan usia menjadi penyebab roboh rumahnya.
"Kami berharap dengan bantuan ini dapat membantu ibu Maryati sekeluarga untuk dapat mendirikan kembali rumahnya dengan layak dan sehat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam beribadah." Ujar Kh. Endang Zainal K Waka II BAZNAS Pesawaran
AYO TUNAIKAN ZAKAT INFAK DAN SEDEKAH ANDA MELALUI :
BSI 74.55.66.77.84
BNI 12.10.83.84.13
Bank Lampung 40.70.30.40.11.871
Bank DKI Syariah 72622.123456
Maybank Syariah 2.721.200.000
CIMB Niaga Syariah 86.000.740.3000
a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran
Daftar rekening bank lainnya, silakan klik
? kabpesawaran.baznas.go.id/rekening
atau: kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA19/02/2025 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
Optimalkan Fundraising ZIS dibulan Ramadhan BAZNAS Pesawaran
Senin, 17 febuari 2025 BAZNAS Kab. Pesawaran melaksanakan rapat yang membahas tentang strategi fundraishing dan penyaluran pada bulan ramadhan 1446 H
"Ini adalah langkah kita untuk pengoptimalan pengumpulan ZIS pada bulan Ramadhan serta program penyaluran yang tepat sasaran untuk mustahik yang ada di pesawaran" Ujar ketua Baznas Kab. Pesawaran
BERITA19/02/2025 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
5 Hikmah Menunaikan Zakat
Ramadhan sudah di ambang pintu, mari kita sambut dengan penuh kebahagiaan. Bersihkan hati kita, dan sucikan harta kita. Karena di dalam harta kita ada hak orang lain.
Ada lima hikmah bagi orang yang menunaikan zakat:
Hikmah yang pertama, zakat adalah bentuk ibadah kepada Allah. Melalui zakat, seorang muslim menunjukkan kepatuhan dan ketaatannya kepada perintah Allah untuk berbagi dengan sesama.
Hikmah yang kedua, dengan menunaikan zakat, kita mendapatkan berkah. Seseorang akan diberi berkah oleh Allah dalam berbagai aspek kehidupan.
Hikmah yang ketiga, zakat dapat membuka pintu rezeki. Allah menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang yang menunaikan zakat, termasuk membuka pintu rezeki sesuai dengan janji Allah dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 39.
Hikmah yang keempat, zakat dapat membantu mensucikan harta dari sifat kikir dan serakah. Dengan dikeluarkannya zakat, kita akan sadar bahwa harta kekayaan hanyalah titipan Allah.
Hikmah yang kelima, zakat membersihkan dosa. Dengan menunaikan zakat, kita dapat menghapus dosa-dosa yang telah dilakukan dan sekaligus mendapatkan pahala dari Allah.
Oleh karena itu, mari salurkan zakat melalui BAZNAS Pesawaran. Insya Allah, programnya nyata membantu para mustahik, agar hidup mereka bisa sejahtera dan Pesawaran semakin jaya. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.
Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Link Donasi: https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
Layanan BAZNAS Pesawaran: wa.me/6281271112600
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Penulis: KH. Endang Zainal Khidir (Waka II BAZNAS Pesawaran)
BERITA19/02/2025 | KH. Endang Zainal Khidir
Optimalkan Penghimpunan, BAZNAS RI Tingkatkan Layanan ZIS bagi Muzaki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus meningkatkan layanan bagi muzaki guna memperkuat kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), melalui layanan prima yang lebih baik.
Berbagai inovasi berbasis teknologi dan komunikasi diterapkan BAZNAS, terutama menjelang Ramadhan untuk menghadirkan layanan prima yang lebih mudah, cepat, dan transparan.
Saat ini, BAZNAS memiliki teknologi layanan yang terintegrasi, untuk Teknologi Transaksi dapat melalui website BAZNAS, Online Payment, Payment Gateway, E-Commerse, hingga charity platform. Terdapat juga Teknologi Pencatatan registrasi melalui SIMBA, juga Teknologi Konversasi.
Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman dengan tema "Memelihara Hubungan Baik dengan Muzaki melalui Layanan Prima" yang diselenggarakan Pusdiklat dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (18/2/2025).
Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI Rulli Kurniawan, serta Kepala Divisi Layanan Muzaki D. Retno Damayanti.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Dr. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., menegaskan tugas amil zakat merupakan kelanjutan dari risalah Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan para muzaki menjadi bagian penting dalam pengelolaan zakat.
“Kepercayaan muzaki harus dijaga dengan pelayanan terbaik. Mereka perlu mendapatkan pengalaman yang memuaskan dan merasa bahwa dana yang mereka salurkan benar-benar dikelola secara transparan serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Nadratuzzaman.
Nadratuzzaman juga menyoroti pentingnya syiar zakat kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi dan literasi zakat harus semakin digencarkan agar masyarakat lebih memahami peran zakat dalam membantu sesama serta dampaknya terhadap kesejahteraan umat.
Lebih lanjut, Nadratuzzaman mengatakan, keberhasilan penggalangan dana zakat berbanding lurus dengan efektivitas komunikasi dan literasi yang diberikan kepada publik. Oleh sebab itu, BAZNAS RI terus meningkatkan edukasi melalui berbagai kanal digital dan layanan interaktif.
“Tujuan kami adalah menciptakan sistem zakat yang profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat. Layanan prima adalah kunci,” ujar Nadratuzzaman.
Sementara itu, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI Rulli Kurniawan menambahkan, BAZNAS telah mengembangkan berbagai saluran pembayaran ZIS dan DSKL yang terintegrasi digital.
“Sistem pembayaran yang mudah dan terpadu dengan pengalaman donatur, memastikan transaksi lebih cepat, aman, dan nyaman dalam membangun loyalitas muzaki,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Layanan Muzaki D. Retno Damayanti, menyebut paradigma pelayanan kini berorientasi pada Muzaki Experience, meliputi Seamless Interaction, Data-Driven Service, Muzaki Loyalty, dan Service Development.
“BAZNAS menghadirkan kalkulator zakat yang user-friendly, robot zakat, dan layanan konsultasi berbasis teknologi untuk mempermudah muzaki,” katanya.
Ia mengatakan, layanan prima BAZNAS tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga mengedepankan interaksi humanis dengan muzaki. Setiap petugas dilatih untuk memberikan informasi yang transparan dan responsif.
“Kami memastikan setiap transaksi segera diproses dan diinformasikan kepada muzaki. Dengan sistem ini, kepercayaan mereka terhadap BAZNAS akan semakin kuat,” ujarnya.
BERITA18/02/2025 | Ahmad Fudloli
BAZNAS Siapkan 52.000 Paket Makanan bagi Masyarakat Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Muassaaah Alamiyah, sebuah perusahaan perdagangan umum, menyiapkan 52.000 paket makanan yang akan dikirimkan untuk membantu warga Gaza yang terdampak krisis kemanusiaan.
Bantuan tersebut mencakup 8.500 paket makanan senilai Rp2 miliar yang akan disalurkan melalui Mishr El Khair, 8.500 paket makanan senilai Rp2 miliar yang akan didistribusikan melalui Shuna’a al-Hayah, serta 35.000 paket makanan senilai 500.000 dolar AS yang akan dikelola oleh Bayt Zakat.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., menyampaikan, BAZNAS berusaha memastikan setiap amanah yang diberikan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan efektif untuk masyarakat yang membutuhkan.
"BAZNAS RI berupaya memastikan bantuan yang diberikan dapat dirasakan manfaatnya. Dengan menggandeng berbagai mitra terpercaya, kami berharap bantuan ini dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan di Gaza," ujar Subhan Cholid dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta (18/2/2025).
Dalam kerja sama ini, Subhan menjelaskan, Muassasah Alamiyah bertindak sebagai penyedia barang bantuan yang akan disalurkan melalui mitra-mitra lembaga kemanusiaan terpercaya.
"Paket makanan tersebut terdiri dari beras, tepung, mie, keju, tuna, biskuit, kurma, jus, kacang kalengan, saus tomat, selai, dan pasta. Sebelum dikirimkan ke Gaza, paket-paket tersebut akan melalui proses quality control (QC) oleh tim BAZNAS RI guna memastikan kualitas bantuan yang diterima oleh masyarakat dalam kondisi terbaik," ucap Subhan.
Lebih lanjut, Subhan menegaskan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari BAZNAS International Forum (BIF) yang digelar pada November 2024 lalu.
"BAZNAS RI berkomitmen memperkuat peran zakat dalam mendukung misi kemanusiaan global. Lewat BIF, kami berhasil menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga internasional, termasuk Muassaaah Alamiyah, untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan efektif dan tepat sasaran," jelasnya.
Ia juga menegaskan, inisiatif ini bukan yang terakhir. Ke depan, kerja sama dengan berbagai mitra strategis akan terus dikembangkan untuk memberikan bantuan yang lebih luas dan berkelanjutan.
"Kami percaya zakat, infak, dan sedekah memiliki kekuatan besar untuk membantu mereka yang membutuhkan. BAZNAS RI akan terus menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkontribusi dalam aksi kemanusiaan global, khususnya bagi saudara-saudara kita di Palestina," tutup Subhan.
Dengan kerja sama ini, BAZNAS RI kembali menegaskan perannya sebagai lembaga zakat nasional yang aktif dalam misi kemanusiaan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional.
BERITA18/02/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Sedekah Mampu Menghapus Dosa dan Kesalahan
Dosa dan kesalahan ibarat api yang membinasakan. Jika tak terkendali, api akan meluluhlantakkan segalanya hingga tak dikenali lagi. Demikian pula dosa dan kesalahan; jika terus menumpuk, akan menghitamkan hati manusia hingga tak lagi dikenali. Salah satu penangkalnya adalah taubat, perbaikan diri, dan sedekah.
Sedekah mampu menghapus dosa dan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api. Hadits Nabi Muhammad SAW menyatakan:
Ash-shadaqtu tuthfi`ul khathaayaa kamaa yuthfi`ul maa`u an-naara
"Sedekah itu mampu menghapus kesalahan seperti air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi)
Marilah kita semua senantiasa mendukung program-program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan uluran tangan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Link Donasi: https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
Layanan BAZNAS Pesawaran: wa.me/6281271112600
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Penulis: Ahmad Fudloli (Staf Bag. SDM & Humas BAZNAS Pesawaran)
BERITA18/02/2025 | Ahmad Fudloli
BAZNAS Bersama King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre Distribusikan 7.911 Bantuan Paket Pangan Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuan paket pangan Ramadhan 1446 H sebanyak 7.911 dari lembaga bantuan kemanusiaan yang didirikan Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre.
Adapun Paket Pangan Ramadhan ini akan didistribusikan ke 40 kabupaten/kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bantuan tersebut berupa makanan pokok seperti beras, minyak goreng, mi instan, sarden, kecap manis, saos, garam, dan gula.
Penyerahan dan pelepasan bantuan paket pangan Ramadhan tersebut dilaksanakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (17/2/2025). Bantuan ini didanai oleh King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre.
Turut hadir, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Acmad, MA, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia H.E. Mr. Faisal Abdullah Al-Amudi, serta Perwakilan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) Abdul Rahman Al Zaben, dan Ghazi Alanazi, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag, Staf Ahli Menteri bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Kemensos RI Dr. Drs. Pepen Nazaruddin, M.Si, QGIA, serta Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Siti Nugraha Mauludiah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengatakan, bantuan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre (KSrelief) sebanyak 7.911 paket untuk Ramadhan ini didistribusikan ke 40 kabupaten/kota di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat islam di dunia, khususnya umat islam di Indonesia, dan pada bulan ini juga secara rutin BAZNAS menerima bantuan paket pangan Ramadhan dari King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre, untuk disalurkan kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkan, penyaluran bantuan ini merupakan program tahun ke-3,” ujar Kiai Noor.
Menurut Kiai Noor, distribusi bantuan paket pangan seberat 29 kg per paketnya menjadi bukti nyata dari semangat kemanusiaan yang tinggi, di mana lebih dari sekedar kata-kata, tapi melangkah ke tindakan nyata untuk meringankan beban masyarakat yang tengah dilanda kesulitan.
“Dengan menyebarkan paket-paket bantuan kepada 7.911 keluarga, kita tidak hanya memberikan makanan atau barang-barang pokok semata, tetapi kita juga memberikan harapan, cinta, dan kehangatan dalam setiap paketnya,” ujarnya.
Kiai Noor menegaskan, melalui kerja sama yang baik antara BAZNAS dan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre, diharapkan makin banyak masyarakat yang dibantu. Kiai Noor juga berharap kedepannya BAZNAS dan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre dapat meningkatkan kerja sama di bidang-bidang lainnya.
“BAZNAS siap untuk meningkatkan kerja sama yang lebih luas dengan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre di segala bidang, tidak hanya dalam kemanusiaan saja, tetapi juga ekonomi, pendidikan dan lain-lain,” katanya.
"Apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kami kepada kerajaan Saudi Arabia, khususnya King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre, semoga Allah selalu menjaga Raja Salman, Kerajaan Saudi Arabia dan seluruh penduduknya, Amin," tutup Kiai Noor.
Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program bantuan paket pangan Ramadhan hasil kerja sama antara BAZNAS dan King Salman Humanitarian Aid & Relief Centre.
"Bantuan kemanusiaan ini merupakan arahan dan instruksi langsung dari yang mulia Raja Salman bin Abdul Aziz dan Pangeran Muhammed bin Salman dengan berkoordinasi melalui BAZNAS dan ini merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat muslim Indonesia khususnya dan masyarakat muslim dunia secara umum," katanya.
"Bantuan ini merupakan bukti nyata peran yang diberikan oleh Kerajaan Arab Saudi dalam masalah kemanusiaan, Semoga bantuan ini dapat diterima oleh masyarakat muslim Indonesia yang membutuhkan sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik, dan semoga kedua bangsa ini terus diberikan kemajuan dan kemakmuran," ucapnya.
Hadir pula Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si. CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidnag Koordinasi Nasional Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM, Sekretaris Utama BAZNAS RI H. Subhan Cholid, Lc, serta Deputi 2 BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta dan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.
BERITA17/02/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Tiga Manfaat Sedekah Jariyah: Kebaikan yang Tak Pernah Putus
Sedekah jariyah, amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir meskipun setelah kematian, memiliki tiga manfaat utama yang seringkali luput dari perhatian banyak orang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.
Pertama, sedekah jariyah mendatangkan keberkahan hidup di dunia; Allah SWT akan membalas kebaikan tersebut dengan berlipat ganda, baik berupa rezeki yang melimpah, kesehatan, umur panjang, maupun perlindungan dari bencana.
Kedua, sedekah jariyah menjadi benteng perlindungan dari berbagai musibah dan malapetaka, baik di dunia maupun di akhirat; hadits Nabi SAW menyebutkan bahwa sedekah dapat menolak hingga 70 macam bala, termasuk penyakit.
Ketiga, sedekah jariyah memberikan ketenangan jiwa di akhir hayat; dengan bersedekah, seseorang telah mempersiapkan bekal akhirat dan mengurangi dosa-dosa yang telah diperbuat selama hidup di dunia, sehingga ia akan menghadapi kematian dengan lebih tenang dan damai.
Selain tiga manfaat utama tersebut, sedekah jariyah juga mengajarkan keikhlasan dan mendorong seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik, meninggalkan warisan kebaikan yang dikenang setelah ia tiada, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Munafiqun ayat 10 yang mengingatkan pentingnya bersedekah sebelum ajal tiba.
Mari kita terus mendukung dan gaungkan program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran guna membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Link Donasi: https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
Layanan BAZNAS Pesawaran: wa.me/6281271112600
#BAZNAS #baznaskabpesawaran #sedekahjariyah #infak #zakat #PuasaRamadhan #Ramadhan1446H #Pesawaran #CahayaZakat
Penulis: Ust. Aripudin (Waka IV BAZNAS Pesawaran)
BERITA17/02/2025 | Aripudin
Menyambut Ramadhan Dengan Tekad Siap Berzakat Cahaya Zakat Keajaiban Bagi Muzakki dan Mustahik
Berbekal Cahaya Zakat, kita memasuki bulan Ramadhan yang akan menyinarkan keajaibannya bagi muzakki maupun mustahik. Berbekal Cahaya Zakat, tersirat dalam sanubari kita bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah serta ampunan. Di bulan Ramadhan pula, kita diwajibkan untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan melakukan amal shaleh.
Salah satu amal shaleh yang sangat penting di bulan Ramadhan adalah zakat. Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang memiliki harta cukup, guna membantu orang-orang yang kurang mampu.
Allah SWT berfirman:
khudz min amwâlihim shadaqatan tuthahhiruhum wa tuzakkîhim bihâ wa shalli ‘alaihim, inna shalâtaka sakanul lahum, wallâhu samî‘un ‘alîm
"Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. At-Taubah: 103)
Zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sebagai sarana untuk membersihkan dan mensucikan diri kita. Dengan zakat, kita dapat membantu orang-orang yang membutuhkan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Oleh karena itu, marilah kita menyambut kehadiran bulan Ramadhan ini dengan berucap “Marhaban Ya Ramadhan” berbekal tekad siap berzakat. Indahnya berbagi dengan orang-orang yang kurang mampu dan membantu mereka dalam kesulitan.
Cahaya bagi Muzakki
Bagi muzakki, zakat memiliki makna yang sangat dalam. Menunaikan zakat bukan hanya tentang menyisihkan sebagian harta, tetapi lebih kepada membersihkan harta tersebut dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Zakat membantu muzakki untuk lebih peka terhadap kesulitan orang lain dan menyadari bahwa harta yang dimiliki adalah titipan yang harus dibagikan kepada yang membutuhkan.
Secara spiritual, zakat menjadi penghapus dosa dan pembawa ketenangan hati. Dalam kehidupan dunia, zakat membawa keberkahan berupa kelancaran rezeki, kedamaian, dan kebahagiaan yang lebih mendalam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Zakat membersihkan harta dan jiwa, serta mendatangkan keberkahan.”
Bagi para muzakki, zakat merupakan jalan dalam mencapai keberkahan hidup, dalam urusan dunia maupun akhirat. Zakat membuka pintu rezeki yang tidak terduga, meningkatkan kualitas hidup, dan memberi rasa puas serta damai karena telah berbagi dengan sesama.
Cahaya bagi Mustahik
Sedangkan bagi mustahik, zakat adalah cahaya harapan yang akan memberi peluang untuk mengubah dari kehidupan yang sulit kearah yang lebih baik. Melalui aktifitas muzakki dalam menunaikan zakatnya, telah banyak mustahik yang dientaskan dari kemiskinan, memperoleh pendidikan, dan memperbaiki kondisi ekonomi mereka. Zakat memberikan mereka kesempatan untuk hidup dengan lebih layak dan memulai perjalanan baru menuju kemandirian.
Zakat tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan papan/tempat tinggal, tetapi juga membuka akses terhadap peluang yang sebelumnya tertutup.
Inilah Cahaya Zakat yang mentransformasi membawa mustahik kearah kehidupan yang lebih baik, dan memungkinkan mereka untuk berkontribusi kembali kepada masyarakat sebagaimana harapan kita bersama.
Semoga Allah SWT menerima amal shaleh kita dan memberkahi kita dengan keberkahan dan ampunanNya di bulan Ramadhan.
Mari kita terus mendukung dan gaungkan program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran guna membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran FB : baznaspesawaran
Link Donasi: https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
Layanan BAZNAS Pesawaran: wa.me/6281271112600
Penulis: Hi. A. Hamid S., S.H., M.M. (Ketua BAZNAS Pesawaran)
BERITA16/02/2025 | Hi. A. Hamid S., S.H., M.M.
Salah Satu Ciri Orang Yang Bertakwa
Di dalam al-Quran, Allah SWT berfirman:
wa fî amwâlihim haqqul lis-sâ'ili wal-mahrûm
"Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta." (QS. Adz-Dzariyat [51] : 19)
Ayat ini menerangkan bahwa selain mereka (orang bertakwa) menunaikan salat wajib dan sunah, mereka juga senantiasa berinfak di jalan Allah dengan menunaikan zakat wajib atau memberikan sumbangan dan bantuan sukarela. Hal ini karena mereka meyakini bahwa sebagian harta mereka merupakan hak bagi fakir miskin yang meminta maupun yang tidak meminta karena merasa malu.
Imam Ibnu Jarir meriwayatkan sebuah hadis dari Abi Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw pernah menerangkan siapa saja yang tergolong orang miskin, dengan sabdanya:
Bukanlah orang miskin itu yang tidak diberi sebiji dan dua biji kurma atau sesuap dan dua suap makanan. Beliau ditanya, “(Jika demikian) siapakah yang dinamakan miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mempunyai apa yang diperlukan dan tidak dikenal tempatnya sehingga tidak diberikan sedekah kepadanya. Itulah orang yang mahrum tidak dapat bagian.” (Riwayat Ibnu Jarir dari Abi Hurairah)
Dalam Al-Qur'an, terdapat tiga kelompok ayat yang selalu beriringan dan tak terpisahkan, yaitu: perintah salat dan zakat, perintah agar taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta perintah bersyukur kepada Allah dan kedua orang tua. Setelah Allah SWT menjelaskan sifat-sifat orang bertakwa, Allah SWT menerangkan bahwa mereka melihat dengan hati nurani tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam semesta, di bumi dan langit, sehingga mereka memiliki ketenangan jiwa sebagai bukti kedekatan mereka kepada Allah SWT.
Mari kita terus mendukung program kebaikan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesawaran untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Donasi dapat disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Pesawaran.
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Link Donasi: https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat
Layanan BAZNAS Pesawaran: wa.me/6281271112600
Penulis: Ahmad Fudloli (Staf Bag. SDM & Humas BAZNAS Pesawaran)
BERITA15/02/2025 | Ahmad Fudloli
Bantu Masyarakat Palestina, BAZNAS dan Mishr Al Kheir Tandatangani Kerja Sama Penyaluran Bantuan Rp2 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Mishr Al Kheir menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk penyaluran 8.500 paket makanan senilai Rp2 miliar bagi masyarakat Palestina.
Bantuan ini merupakan tindak lanjut dari BAZNAS International Forum (BIF) yang digelar pada November 2024 lalu, yang menegaskan komitmen dan peran BAZNAS RI dalam diplomasi kemanusiaan global.
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di kantor Mishr Al Kheir di Kairo, Mesir, Kamis (13/2/2025), sebagai bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan bagi warga Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata dari solidaritas umat Islam Indonesia terhadap masyarakat Palestina.
“Kami di BAZNAS RI percaya bahwa zakat bukan hanya instrumen ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi permasalahan kemanusiaan. Kerja sama dengan Mishr Al Kheir ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial kita untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Subhan Cholid dalam keterangannya di Kairo, Mesir, Jumat (14/2/2025).
Subhan menyampaikan, kerja sama ini memperkuat peran BAZNAS RI dalam diplomasi kemanusiaan secara global.
“Kami berusaha terus membangun jaringan kerja sama strategis dengan berbagai lembaga kemanusiaan di dunia, termasuk Mishr Al Kheir, agar bantuan yang kami salurkan tepat sasaran dan memiliki dampak yang lebih luas,” jelasnya.
Ke depan, BAZNAS RI akan terus mengembangkan berbagai inisiatif kemanusiaan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di berbagai belahan dunia.
“Zakat, infak, dan sedekah memiliki potensi luar biasa dalam membangun kesejahteraan global, dan BAZNAS RI berkomitmen untuk terus menjadi jembatan kebaikan bagi umat,” tutup Subhan Cholid.
Paket makanan yang akan disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti beras, tepung, mi, keju, tuna, biskuit, kurma, jus, kacang kalengan, saus tomat, selai, dan pasta. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Palestina, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan akses pangan akibat konflik berkepanjangan.
Direktur Mishr Al Kheir Dr. Tariq Hasan Muhammad dalam kesempatan yang sama, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang terjalin dengan BAZNAS.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI dan masyarakat Indonesia atas kepeduliannya terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka yang saat ini menghadapi kondisi sulit. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Bantuan ini menegaskan peran aktif BAZNAS RI dalam aksi kemanusiaan internasional dan memperkuat sinergi dengan lembaga-lembaga kemanusiaan global dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
BERITA14/02/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Gelar Mujahadah Nisfu Syakban, BAZNAS RI Tekankan Profesionalisme Amil
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar tadarus dan mujahadah Nisfu Syakban sebagai momentum refleksi untuk meningkatkan profesionalisme dan spiritualitas amil dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (14/2/2025), juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, M.Si., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, juga para pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia yang turut hadir secara online.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., menyoroti pentingnya momentum Nisfu Syakban sebagai pengingat bagi para amil untuk terus meningkatkan profesionalisme.
Menurutnya, tugas amil bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi juga ibadah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
"Amil harus mampu membangun kepercayaan muzaki serta memastikan zakat yang dikumpulkan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi mustahik. Profesionalisme dalam pengelolaan zakat harus selaras dengan keikhlasan dan pengabdian kepada Allah Swt," ujarnya.
Selain itu, Achmad mengajak seluruh amil BAZNAS untuk menjadikan Nisfu Syakban sebagai momen refleksi diri.
Ia menekankan, pentingnya memperbanyak ibadah dan doa, khususnya di momentum nisfu syakban agar setiap individu dapat meningkatkan kualitas spiritual serta semakin teguh dalam menjalankan tugas demi kemaslahatan umat.
"BAZNAS berkomitmen untuk terus menjadi lembaga pengelola zakat yang amanah dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Kepercayaan masyarakat adalah amanah besar yang harus dijaga dengan profesionalisme dan keikhlasan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Rizaludin Kurniawan, M.Si., menegaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat kesadaran akan pentingnya tugas mulia dalam memberdayakan umat melalui zakat, infak, dan sedekah.
Ia mengingatkan, para amil untuk bekerja dengan niat ikhlas demi kesejahteraan umat, sebagaimana hadis Rasulullah yang menyatakan, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat."
Untuk meningkatkan efektivitas kinerja, Rizaludin menekankan, karakter amil BAZNAS harus mencerminkan prinsip 3H, 2S, dan 1M, yaitu Hand (terampil dalam bekerja), Heart (hati yang suci), Head (pemikiran yang positif), Soul (kesediaan untuk melayani), Spirit (semangat juang yang tinggi), serta Motive (niat yang tulus untuk Allah Swt).
Rizaludin mengatakan, keberhasilan pengumpulan dana zakat bergantung pada enam pilar utama, yaitu literasi, pemasaran, layanan, digitalisasi, sumber daya manusia, dan reputasi.
"Amil yang menguasai keenam pilar ini diyakini dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu," ujar Rizaludin.
BERITA14/02/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Sedekah di Hari Jumat
Hari Jum’at dalam Islam
Hari Jum’at disebut sebagai sayyidul ayyam atau pemimpin hari-hari lainnya, karna pada hari jum’at Allah SWT memberikan kelebihan, di antaranya; membuka pintu ampunan, do’a yang terkabulkan, amal kebajikan yang dilipatgandakan dan berpahala besar.
7 Keutamaan Sedekah di hari Jum’at.
Sedekah di hari Jum’at memiliki keutamaan, di antaranya:
1. Pahala yang dilipatgandakan: Rasulullah SAW bersabda bahwa pahala sedekah di hari Jum’at dilipatgandakan.
2. Menambah keberkahan: Sedekah di hari Jumat dapat menambah keberkahan dalam rezeki dan kehidupan, baik bagi yang memberi (Mutashaddiq) maupun yang menerima (Mustahiq).
3. Menghapus dosa: Sedekah di hari Jum’at dapat menghapus dosa-dosa sehingga dapat terhindar dari api neraka.
4. Dido’akan Malaikat: Malaikat akan mendo’akan kebaikan bagi siapa saja yang bersedekah di hari Jum’at, terutama di pagi hari.
5. Mendekatkan diri diri kepada Allah: Bersedekah di hari Jum’at adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
6. Membuka pintu rezeki: Sedekah dapat membuka pintu rezeki yang lebih luas.
7. Menjauhkan dari bala dan bencana: Sedekah adalah perisai bagi seorang Muslim dari berbagai bala bencana.
Keutamaan Sedekah dalam Islam
1. Sedekah dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan, orang yang kelaparan, baik itu kerabat, orang miskin, anak yatim, atau bahkan kepada orang yang tidak kita kenal, sebagaimana di jelaskan dalam Al-qur’an “Atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, Kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir." (QS. Al-Balad: 14-16)
• Sedekah merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keberkahan serta pahala
• Sedekah dapat meringankan beban hidup bagi penerima.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran, memfasilitasi pembayaaran zakat, infak, sedekah (ZIS) dengan lebih mudah dan praktis, melalui zakat online BAZNAS dengan mengaksesnya di link, https://kabpesawaran.baznas.go.id/bayarzakat.
Yuk Follow BAZNAS Kabupaten Pesawaran
IG : @baznaskabupatenpesawaran
FB : baznaspesawaran
Layanan BAZNAS Pesawaran:
wa.me/6281271112600Penulis: Rohim, S.H.I. (Waka I BAZNAS Pesawaran)
BERITA14/02/2025 | Rohim, S.H.I..

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.
Lihat Daftar Rekening →