WhatsApp Icon
Ketua BAZNAS Kota Batam Kunjungi RSB Pesawaran, Apresiasi Dedikasi Nakes

PESAWARAN - Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran menerima kunjungan kehormatan dari Ketua BAZNAS Kota Batam pada Senin (04/05/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan tata kelola layanan kesehatan bagi kaum dhuafa serta bentuk dukungan moril terhadap para pejuang kemanusiaan di garda terdepan.

Apresiasi Tinggi untuk Tenaga Kesehatan

Dalam kunjungannya, Ketua BAZNAS Kota Batam menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) di RSB Pesawaran. Beliau menilai dedikasi para dokter, perawat, dan staf pendukung dalam melayani pasien dengan penuh empati adalah cermin nyata dari kebermanfaatan dana zakat.

 "Kami melihat ketulusan yang luar biasa di sini. Menjadi Nakes di Rumah Sehat bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian untuk memastikan mustahik mendapatkan hak kesehatan yang layak dan bermartabat," ujar Ketua BAZNAS Kota Batam di sela-sela peninjauan fasilitas medis.

 

Arahan Pengelolaan Pelayanan Mustahik

Selain memberikan apresiasi, kunjungan ini juga diisi dengan diskusi strategis mengenai optimalisasi pelayanan. Ketua BAZNAS Kota Batam memberikan arahan penting terkait tata kelola RSB agar tetap konsisten pada khitahnya sebagai pusat pelayanan mustahik.

 

Beberapa poin utama dalam arahan tersebut meliputi:

Standarisasi Layanan: Memastikan prosedur pelayanan tetap profesional tanpa membeda-bedakan latar belakang ekonomi pasien.

Responsivitas: Meningkatkan kecepatan penanganan darurat bagi pasien dari kalangan kurang mampu.

Transparansi dan Akuntabilitas: Menjaga kepercayaan muzzaki dengan pengelolaan operasional rumah sakit yang transparan.

Komitmen RSB Pesawaran

Pihak manajemen RSB Pesawaran menyambut hangat kunjungan serta arahan tersebut. Sinergi antarwilayah ini diharapkan dapat memicu inovasi baru dalam program-program kesehatan berbasis zakat, sehingga jangkauan manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Pesawaran dan sekitarnya.

Kunjungan diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol soliditas lembaga zakat dalam membangun kesehatan umat.

 

04/05/2026 | Kontributor: Humas Baznas Pesawaran
Optimalkan Pengelolaan ZIS, BAZNAS Pesawaran bersama BAZNAS Kota Batam  Gelar Forum Berbagi Ilmu dan Pengalaman

PESAWARAN – BAZNAS Kabupaten Pesawaran menerima kunjungan kerja dari BAZNAS Kota Batam dalam rangka kegiatan Berbagi Ilmu dan Berbagi Pengalaman guna memaksimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi kedua lembaga untuk saling bertukar inovasi dalam melayani umat.

Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kabupaten Pesawaran menyambut langsung kehadiran Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I. di Kantor BAZNAS Pesawaran Pada Senin 04/05/2026. Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Pesawaran yang ikut serta dalam forum diskusi intensif mengenai tata kelola zakat yang akuntabel dan efektif.

Kolaborasi Lintas Daerah

Seluruh pimpinan BAZNAS Pesawaran menyambut hangat kehadiran Habib Soleh. Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan strategi pengumpulan zakat serta program pendayagunaan yang telah berhasil dijalankan di masing-masing daerah.

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan BAZNAS Pesawaran dalam membagikan pengalaman pengelolaan ZIS di wilayahnya. Menurutnya, dinamika pengelolaan zakat di setiap daerah memiliki keunikan yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain.

Fokus Utama Diskusi

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menyoroti beberapa poin penting dalam pengelolaan ZIS, antara lain:

Optimalisasi Pengumpulan: Strategi menjangkau muzzaki secara lebih luas dan efektif.

Manajemen Organisasi: Penguatan tata kelola administrasi dan SDM di internal BAZNAS.

Penyaluran Produktif: Berbagi pengalaman mengenai program pemberdayaan ekonomi yang mampu mengubah taraf hidup mustahik.

Membangun Kemaslahatan Bersama

Pimpinan BAZNAS Pesawaran berharap kunjungan dan dialog ini dapat mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kualitas layanan kedua lembaga. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi baru yang mampu mendorong peningkatan perolehan ZIS serta ketepatan sasaran dalam penyalurannya.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi berkelanjutan demi kemajuan zakat nasional, khususnya di Kabupaten Pesawaran dan Kota Batam.

04/05/2026 | Kontributor: Humas Baznas Pesawaran
KIP Puji Komitmen Transparansi BAZNAS di Hari Keterbukaan Informasi Nasional 2026

Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menjunjung tinggi transparansi mendapat apresiasi penuh dari Komisi Informasi Pusat (KIP). Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KIP, Arya Sandhiyudha, Ph.D., dalam acara "Pemaparan Hasil Penelitian Alumni Beasiswa Riset BAZNAS", Kamis (30/4/2026), yang bertepatan dengan peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional.

Arya menilai, BAZNAS tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan berhasil membangun tata kelola informasi berbasis data dan riset demi kemaslahatan umat.

"Saya melihat BAZNAS dengan menggelar acara ini menunjukkan bahwa BAZNAS memang punya pendekatan terhadap keterbukaan informasi publik. Jadi, jarang nih ada badan publik yang merayakan keterbukaan informasi publik dengan cara melakukan uji penelitian, apalagi dibikin penelitiannya bagus banget tadi saya nyimak dan saya nyatet juga," jelas Arya dalam sambutannya.

Dedikasi Arya terhadap tata kelola zakat terlihat dari keputusannya untuk memprioritaskan hadir di BAZNAS, mengesampingkan berbagai agenda lainnya pada hari tersebut.

Jadi, saya itu undangan di Hari Keterbukaan Informasi Nasional hari ini tuh banyak sekali ya, tapi saya memang memilih BAZNAS. Alasannya jelas, karena ini kan terkait dengan umat. BAZNAS juga terus terang saya bimbing langsung bagaimana BAZNAS bisa meningkat terus dalam pemeringkatan keterbukaan informasi publik. Jadi, saya memberikan atensi serius,” tuturnya.

Lebih jauh, Arya menekankan bahwa di era digital ini, tata kelola amil yang baik (Good Amil Governance) dan transparansi audit menjadi kunci utama. Lembaga zakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan nilai etik internal, tetapi harus tanggap merespons masyarakat informasi yang kian kritis.

"Persoalan mendasarnya adalah masyarakat kita menganggap penting tidak audit itu? Jadi, akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi itu kan prinsip-prinsip yang sebenarnya populernya dari rumpun dunia Barat yang seakan-akan umat itu tidak merasa perlu dengan tema-tema itu. Saya punya kesimpulan sebenarnya umat itu justru harus melampaui religiusitas dia,” paparnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, M.Hum., menegaskan bahwa tema acara sengaja dihubungkan dengan momentum nasional.

Bahwa tema yang kita angkat pada kali ini adalah berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas dalam membangun kepercayaan publik di era keterbukaan informasi, tepat di Hari Keterbukaan Informasi Nasional,” jelas Farid.

Ia berharap, hasil riset dari para alumni Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) ini mampu memperkokoh kepercayaan muzaki (pemberi zakat) terhadap tata kelola lembaga.

Melalui riset-riset ini, BAZNAS berupaya melakukan kontekstualisasi dan reinterpretasi terhadap pengelolaan zakat agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan tata kelola yang lebih baik, kepercayaan muzaki diharapkan terus meningkat sehingga manfaat yang diterima oleh para mustahik pun menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI, seperti Deputi I M. Arifin Purwakananta dan Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri. Hadir pula perwakilan Badan Pengurus LAZISMU Pusat Artati Haris, serta para pemapar riset yakni Hidayaneu Farchatunnisa (Alumni Magister UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2023) dan Muhammad Nur Al Fatih Ilham (Alumni Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta 2022).

PPID BAZNAS Pesawaran

Di tingkat daerah, semangat keterbukaan informasi publik juga diimplementasikan secara nyata. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., memastikan bahwa masyarakat diberikan keleluasaan untuk mengakses informasi BAZNAS melalui kantor digital resmi mereka di kabpesawaran.baznas.go.id/.

"Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik (PPID) ini bisa diakses di website," ujar Hi. Hamid.

Langkah ini merupakan perwujudan dari amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

BAZNAS Pesawaran berupaya meningkatkan transparansi, mendorong akuntabilitas, serta memudahkan akses informasi bagi masyarakat,” tambahnya.

Upaya penyempurnaan layanan informasi publik ini tidak hanya berlaku di Pesawaran, melainkan digerakkan serentak di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

"Kami sudah mengikuti sosialisasi oleh BAZNAS Provinsi akhir April 2026 lalu. Tak hanya PPID, juga membentuk Satuan Audit Internal (SAI) sehingga badan publik -- BAZNAS ini lebih transparan dan akuntabilitas dalam mengelola dana umat, serta kerja amil untuk melayani muzaki maupun mustahik," pungkasnya.

04/05/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
Pimpinan dan Amil BAZNAS Pesawaran Ikuti Kelas Hukum: Perkuat Tata Kelola dan Regulasi Pembentukan LAZ

Pimpinan dan amil BAZNAS Kabupaten Pesawaran mengikuti Kelas Hukum Vol. 3 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Pusdiklat BAZNAS, Senin (27/04/2026). Mengusung tema "Sosialisasi Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemberian Rekomendasi BAZNAS dalam Pembentukan LAZ dan Pembentukan Perwakilan LAZ", agenda ini bertujuan memperkokoh pemahaman regulasi dan tata kelola kelembagaan zakat nasional.

Pimpinan Bidang Pengawasan dan Pengendalian BAZNAS RI, Hj. Neyla Saida Anwar, M.H., M.Hum., dalam arahannya menekankan esensi kepatuhan terhadap regulasi pembentukan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Ia menyoroti bahwa penguatan fungsi pengawasan adalah kunci utama agar pengelolaan zakat berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Penjabaran teknis kemudian disampaikan oleh Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan BAZNAS RI, Mulya Dwi Harto. Ia menguraikan mekanisme pemberian rekomendasi BAZNAS yang kini terintegrasi secara digital melalui sistem Kementerian Agama (Simzat Kemenag). Alur perizinan tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi, meliputi tahapan pengajuan, verifikasi administrasi, penelaahan rekam jejak lembaga, hingga validasi, visitasi lapangan, dan sidang pleno penetapan.

Diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS serta LAZ se-Indonesia, forum ini diharapkan mampu mendorong implementasi Peraturan BAZNAS Nomor 1 Tahun 2025 secara tepat sasaran. Dengan pemahaman yang komprehensif, proses pembentukan LAZ di Kabupaten Pesawaran dan seluruh Indonesia dapat berjalan sesuai regulasi, guna memberikan dampak yang optimal bagi pengelolaan zakat di tanah air.***

Mari bersama-sama kita hadirkan kesejahteraan bagi sesama.

Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:

BSI: 74.55.66.77.84

BNI: 12.10.83.84.13

Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871

(a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)

 

Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah

27/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS Lampung Bangun Ekosistem Zakat Berbasis Riset

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Lampung di Bandar Lampung, Jumat (24/4/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar lebih terarah, akuntabel, dan berbasis data.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Penais, Wakaf, dan Zakat Kemenag Lampung Drs. H. Makmur, M.Ag., tim Satuan Audit Internal (SAI) Maulana Isnain dan Ernalia, serta perwakilan Zakat Study Center.

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Iskandar Zulkarnain, menekankan urgensi kehadiran BAZNAS di tengah masyarakat. Menurutnya, pergerakan masif lembaga harus didukung oleh company profile yang merepresentasikan profesionalisme demi membangun kepercayaan publik, serta optimalisasi peran PPID dalam menjamin transparansi informasi.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa penguatan tata kelola zakat tidak boleh hanya berkutat pada aspek penghimpunan dan distribusi, melainkan harus ditopang oleh riset dan inovasi sebagai landasan kebijakan yang berkelanjutan.

"Kerja-kerja amil BAZNAS harus berdasarkan hasil riset, bukan asumsi pribadi atau kelompok atau golongan," tegas wartawan senior tersebut.

Sejalan dengan visi itu, Direktur Zakat Study Center, Muhammad Syauqi Al Muhdhar, memaparkan arah pengembangan riset zakat sebagai fondasi pengambilan keputusan strategis.

"Riset ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan penguatan tata kelola zakat di daerah, sejalan dengan harapan Gubernur Lampung agar pengelolaan zakat di Lampung dapat berkembang menjadi rujukan yang lebih luas," kata mahasiswa doktoral Universitas Kebangsaan Malaysia itu.

Fokus utama pembahasan bermuara pada pembentukan Ekosistem Zakat Innovation Hub, sebuah pusat keunggulan berbasis riset dan pemberdayaan. Melalui inisiatif ini, pengelolaan zakat di Lampung ditargetkan menjadi “laboratorium zakat dunia” yang melahirkan model pemberdayaan yang inovatif, terukur, dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Syauqi menambahkan, misi utama ekosistem ini mencakup penyediaan data akurat, pembangunan ekosistem pelatihan lintas sektor, dan implementasi model pemberdayaan berkelanjutan. Riset kontemporer ini juga diharapkan mampu menjadi panduan strategi pemberdayaan sekaligus dasar penyusunan kurikulum program zakat.

Proyek riset ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan. Hasilnya akan menjadi momentum bagi BAZNAS kabupaten/kota untuk menata ulang sistem penghimpunan dan pendistribusian ZIS, serta mengintegrasikan program lintas daerah.

Rakor ini menegaskan komitmen BAZNAS Lampung untuk mentransformasi zakat—tidak hanya sebagai instrumen bantuan sosial, tetapi sebagai kekuatan ekonomi umat yang dikelola secara profesional, berbasis data, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Mari bersama-sama kita hadirkan kesejahteraan bagi sesama.

Salurkan ZIS terbaik Anda melalui:

BSI: 74.55.66.77.84

BNI: 12.10.83.84.13

Bank Lampung: 40.70.30.40.11.871

(a.n. BAZNAS Kabupaten Pesawaran)

Layanan Daring: kabpesawaran.baznas.go.id/sedekah

25/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Pesawaran

Berita Terbaru

BAZNAS RI Ajak Seluruh LAZ di Indonesia Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan
BAZNAS RI Ajak Seluruh LAZ di Indonesia Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan ajakan tersebut dalam pembukaan BAZNAS Development Forum bertajuk Upaya Pengentasan Kemiskinan di Tengah Gejolak Ekonomi Global, yang digelar di Jakarta, Selasa (6/5/2025). Kiai Noor menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan seluruh LAZ dalam memperjelas peran masing-masing, terutama dalam memperkuat identifikasi terhadap kelompok penerima zakat (mustahik) dan pemberi zakat (muzaki). “Banyak pengangguran dan PHK, itulah yang terjadi di Indonesia dan kita tidak bisa menghindari itu. Maka yang perlu kita lakukan adalah kita harus benar-benar bisa membagi peran antara BAZNAS dengan seluruh LAZ, khususnya dalam mencermati dan melihat di mana muzaki dan mustahik,” ujar Kiai Noor. Noor juga mendorong adanya peninjauan ulang terhadap kriteria mustahik dan muzaki berdasarkan pendekatan fikih kontemporer. Katanya, pendekatan ini penting agar distribusi zakat lebih tepat sasaran dan kontekstual dengan kondisi masyarakat saat ini. “Jangan sampai gerakan zakat ini nanti kemudian dianggap membosankan dan dianggap ada satu perang untuk mendekati muzaki maupun mendekati mustahik, khususnya muzaki,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan harapannya agar seluruh LAZ di Indonesia bersinergi dalam berbagi peran dengan pemerintah menyukseskan program Asta Cita, terutama di bidang penurunan kemiskinan ekstrem. "Bagaimana kita semuanya memahami bahwa gerakan zakat adalah gerakan yang tidak hanya pendekatan-pendekatan kemanusiaan, tetapi pendekatan-pendekatan ketuhanan. Ini yang sering kami sampaikan bahwa gerakan zakat bukanlah antroposentrisme, tetapi antroposentrisme transendental,” kata Kiai Noor. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyoroti dampak ekonomi global yang kian terasa, mulai dari pelemahan sektor ekspor-impor hingga gelombang PHK di sejumlah sektor industri. “Kalau sektor ekspor-impor ini bergejolak, maka implikasinya adalah PHK. Kalau PHK masif, maka ini yang harus dikerjakan kita teman-teman di BAZNAS maupun LAZ,” ucap Saidah. Ia menegaskan perlunya respons cepat dan tepat dari para pengelola dana ZIS. Kebijakan pengelolaan dana ZIS harus adaptif, tidak hanya untuk mitigasi dampak jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi mustahik dalam jangka panjang. “Respons kebijakan pengelolaan dana zakat yang cepat dan tepat, saya kira diperlukan untuk memitigasi dampak jangka pendek, sekaligus juga untuk membangun ketahanan ekonomi mustahik dalam jangka panjang,” katanya.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS RI Kerja Sama dengan Kemenko PMK
Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS RI Kerja Sama dengan Kemenko PMK
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, khususnya melalui program pemberdayaan masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Prof. Dr. Nunung Nuriyanto, M.Si, dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A., serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Dr. (H.C.) A. Muhaimin Iskandar, M.Si., Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., dan Wali Kota Bogor, Drs. H. Dedie A. Rachim, M.Si. Dalam sambutannya, Menko PMK Imin menyatakan, kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang harus diselesaikan secara gotong royong dengan melibatkan semua pihak. “Kita bersama-sama memulai sebuah kolaborasi dan sinergi antara lembaga pemerintah, filantropi, dan sektor lainnya untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi simbol bagaimana kolaborasi dari berbagai sektor mampu membangun komunitas yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Menko Imin, di Sukasari, Bogor, Senin (5/5/25). Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemiskinan. “Program ini bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, yang menekankan kerjasama multipihak untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat untuk menjawab isu-isu sosial kemasyarakatan yang mendesak. “MoU dengan Kemenko PMK ini mencakup dukungan pelaksanaan di bidang pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan program pengelolaan zakat yang efektif, serta bentuk kerja sama lainnya yang disepakati bersama,” ucapnya. Pihaknya percaya, zakat dapat menjadi instrumen kuat dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan secara kolaboratif. “Mudah-mudahan dengan kolaborasi bersama ini kita bisabersatu dalam menyelesaikan pengentasan kemiskinan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat agar para mustahik bisa lebih sejahtera,” ucapnya. Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangkaian Soft Launching Sentra Cipta Mandiri (SCM). Turut hadir dalam acara ini berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman, Rektor IPB, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, serta mitra strategis seperti Kementerian Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, RS Marzoeki Mahdi, Bank Mandiri, BSI Maslahat, dan Bank BJB Bogor.
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, seperti WhatsApp (WA) sebagai sarana pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat berzakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus meningkatkan penghimpunan dan jangkauan layanan BAZNAS. Saat ini, sebesar 60 persen dari total fundraising BAZNAS berasal dari kanal digital. Angka ini menunjukkan peran penting teknologi dalam mendukung kinerja penghimpunan ZIS. Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Peran WhatsApp dalam Optimalisasi Pengumpulan ZIS” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (29/4/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT., dan Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, H. A. Hamid S., S.H., M.M. beserta jajaran. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D, menekankan, pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pelayanan BAZNAS. "Kami berupaya mengintegrasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS dan layanan WhatsApp ini. Platform ini harus dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan pengumpulan ZIS,” ujarnya. “Berbagai fasilitas digital seperti situs web dan layanan WhatsApp sudah tersedia di kantor digital BAZNAS. Kini tinggal bagaimana kita memaksimalkan penggunaannya,” tambahnya. Nadratuzzaman menyampaikan, BAZNAS telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan akan terus melakukan pengembangan ke arah yang lebih modern. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya pemanfaatan kantor digital BAZNAS yang baru dimanfaatkan sekitar 20 persen dari total potensinya. "Saya melihat di banyak website BAZNAS daerah sudah tersedia fitur WhatsApp, namun belum digunakan secara maksimal. Bahkan, saat saya mencoba menghubungi nomor layanan WhatsApp yang tertera di kantor digital pada beberapa BAZNAS kabupaten/kota, responnya lambat. Ini harus menjadi perhatian bersama," tambahnya. Lebih lanjut, Nadratuzzaman menegaskan, ke depannya, BAZNAS akan mendorong kantor-kantor daerah agar aktif memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, baik untuk pelayanan publik maupun dalam kegiatan penghimpunan dana ZIS. "Selama kita berada di BAZNAS, kita harus sadar akan pentingnya teknologi dan berkomitmen untuk menggunakannya. Tidak boleh lagi ada sikap pasif, tidak mau belajar, atau merasa tidak mampu,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT., menyampaikan, hasil survei internal menunjukkan mayoritas masyarakat menggunakan layanan WhatsApp BAZNAS untuk kebutuhan layanan dan konsultasi, baik dari kalangan muzaki maupun mustahik. “Ini menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan salah satu media komunikasi yang efektif dalam menjembatani hubungan antara BAZNAS dan publik,” ujarnya. "WhatsApp jenis Business API (Application Programming Interface) yang telah digunakan BAZNAS memungkinkan penggunaan fitur-fitur canggih seperti WhatsApp Ads, link donasi, broadcast pesan, flow interaktif, dan katalog donasi, yang sangat efektif untuk memperluas jangkauan layanan BAZNAS," jelasnya. Untuk itu, lanjutnya, BAZNAS RI mendorong seluruh BAZNAS baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota agar serius mengadopsi penggunaan teknologi ini dalam operasional sehari-hari. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi BAZNAS untuk tetap relevan dan dipercaya masyarakat sebagai lembaga pengelola zakat nasional, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital saat ini," ujarnya.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Bersama UAS, BAZNAS Pesawaran Santuni Mustahik
Bersama UAS, BAZNAS Pesawaran Santuni Mustahik
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Endang Zainal Khidir, berkesempatan menghadiri pengajian akbar di Lapangan Cakra Pamula, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan pada Ahad, 27 April 2025. Pengajian akbar yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Anak Yatim-Piatu (KOPAYAPI) Nurrohim Kabupaten Pesawaran ini menghadirkan penceramah kondang nasional, Ustadz Abdus Shomad (UAS). Pada kesempatan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran memberikan santunan kepada para penerima manfaat di lingkungan Desa Sungai Langka berupa uang tunai. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, KH. Endang Zainal Khidir, menyampaikan bahwa santunan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Pesawaran untuk senantiasa melayani dan memberikan manfaat kepada para penerima manfaat. "Santunan ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam meringankan beban para penerima manfaat di Kabupaten Pesawaran," tutur Ustadz Endang. Mari bersama-sama mendukung program BAZNAS Kabupaten Pesawaran untuk meringankan beban para penerima manfaat di Kabupaten Pesawaran dengan berdonasi melalui BAZNAS Pesawaran.
BERITA27/04/2025 | Ahmad Fudloli
BAZNAS Pesawaran mendapatkan penghargaan pelaksanaan Indeks Zakat Nasional 2025
BAZNAS Pesawaran mendapatkan penghargaan pelaksanaan Indeks Zakat Nasional 2025
BAZNAS Kabupaten Pesawaran mendapatkan penghargaan Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat Nasional 2025 oleh BAZNAS RI dengan nilai 0,47 kategori stabil.
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Kab. Pesawaran
Bupati Pesawaran Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Pesawaran
Bupati Pesawaran Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS Pesawaran
Bupati Pesawaran Dr. H. Dendi Ramadhona K., S.T., M.Tr.I.P. melakukan penyerahan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran pada Sabtu, 29 Maret 2025, di Rumah Dinas Bupati, Kurungan Nyawa, Gedong Tataan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Bupati Dendi dalam mendukung pengelolaan zakat secara profesional dan transparan guna memberdayakan umat serta mengentaskan kemiskinan. Ketua BAZNAS Pesawaran Hi. A. Hamid S.,S.H., M.M. dalam laporannya menyampaikan capaian dan peran strategis BAZNAS dalam mendistribusikan zakat kepada masyarakat. “Alhamdulillah di bulan Ramadhan ini BAZNAS telah menyalurkan berbagai macam santunan kepada masyarakat. Insya Allah sangat bermanfaat bagi mereka yang sangat membutuhkan," ujar Ketua BAZNAS. Bupati Dendi pun mengapresiasi peran penting dan kerja keras BAZNAS Pesawaran. Bupati Dendi juga mengajak jajarannya untuk terus meningkatkan peran penting BAZNAS Pesawaran. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dendi secara langsung menyerahkan zakat kepada BAZNAS Pesawaran. Momen ini menunjukkan teladan bagi seluruh umat Muslim, khususnya para pejabat di Kabupaten Pesawaran, untuk menunaikan kewajiban zakatnya melalui lembaga resmi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Rohim, S.H.I., Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan KH. Endang Zainal Khidir, Wakil Ketua Bagian SDM dan Hubmat Aripudin, Kepala Sekretaiat Ahmad Fudloli dan dua orang Staf Sekretariat Laksana Sanjaya, A.Md. dan M. Sarifudin, S.Pd.I.
BERITA29/03/2025 | Ahmad Fudloli
Perluas Akses Digital Zakat, BAZNAS Gandeng Bank BCA Hadirkan Layanan ZIS di myBCA
Perluas Akses Digital Zakat, BAZNAS Gandeng Bank BCA Hadirkan Layanan ZIS di myBCA
Jakarta—Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia memperkuat strategi optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Kerja sama ini diwujudkan dengan hadirnya kanal pembayaran ZIS resmi BAZNAS melalui platform digital utama BCA, aplikasi myBCA. Kemitraan strategis ini merupakan langkah maju dalam mendukung Gerakan Cahaya Zakat sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan kemudahan dan kecepatan transaksi digital. Sebelumnya, kolaborasi antara BAZNAS dan BCA telah terjalin melalui layanan Virtual Account dan transfer ke rekening BCA. Kini, nasabah BCA memiliki opsi tambahan yang lebih praktis. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi perbankan adalah kunci untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban berzakat. "Di era digital, kemudahan dalam bertransaksi sudah menjadi keharusan. BAZNAS dan BCA berinisiatif memanfaatkan platform myBCA untuk memfasilitasi masyarakat menyalurkan ZIS dengan cara yang lebih mudah, cepat, aman, dan efisien," ujar Kiai Noor. Ia menambahkan, BCA saat ini bahkan menempati posisi sebagai salah satu bank terfavorit yang digunakan oleh para muzaki (pemberi zakat) untuk menyalurkan donasi. Melalui perluasan layanan ini, BAZNAS optimistis pengumpulan ZIS akan meningkat signifikan, yang pada gilirannya akan memperluas jangkauan program sosial dan pemberdayaan untuk kesejahteraan mustahik (penerima zakat) di seluruh Indonesia. Sementara itu, Direktur BCA, John Kosasih, menegaskan komitmen Bank BCA dalam mendukung BAZNAS dan Gerakan Cahaya Zakat. "BCA berkomitmen untuk menyediakan layanan pembayaran ZIS yang mudah diakses oleh seluruh nasabah melalui berbagai produk dan layanan kami. Penambahan opsi pembayaran ZIS di fitur 'Bayar & Isi Ulang' pada aplikasi myBCA bertujuan membantu BAZNAS dalam mendigitalisasi transaksi ZIS, yang tentunya aman dan nyaman," jelas John Kosasih. Dengan hadirnya layanan ini, nasabah BCA kini dapat menunaikan zakat hanya dalam beberapa langkah sederhana di aplikasi myBCA, menjadikannya kesempatan yang lebih mudah bagi masyarakat untuk berbagi dan berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan nasional.
BERITA20/03/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Safari Ramadhan BAZNAS Pesawaran: Sinergi Membangun Pesawaran Yang Lebih Maju dan Sejahtera
Safari Ramadhan BAZNAS Pesawaran: Sinergi Membangun Pesawaran Yang Lebih Maju dan Sejahtera
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melaksanakan Safari Ramadan 1446 Hijriah di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran pada Selasa (11/03/2025). Dalam rangkaian Safari Ramadhan tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menyalurkan berbagai santunan senilai Rp71.000.000. Santunan tersebut meliputi Paket Berkah Ramadhan (beras sedekah/sembako), santunan anak yatim piatu, dan Paket Ramadhan Bahagia (paket ifthar/buka puasa Ramadhan) kepada para mustahik. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. Abdul Hamid, S.H., M.M., menyampaikan bahwa penyaluran santunan ini merupakan wujud komitmen BAZNAS Pesawaran untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam upaya membangun Pesawaran yang lebih maju dan sejahtera. “Kegiatan ini krusial, karena selain memberikan santunan kepada mustahik, juga merepresentasikan komitmen BAZNAS Pesawaran dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Daerah,” ujar Hi. Abdul Hamid. Safari Ramadhan dan Buka Puasa Bersama ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah dan BAZNAS Kabupaten Pesawaran untuk meningkatkan keterlibatan dengan masyarakat, memahami kebutuhan riil mereka, serta mengoptimalkan jangkauan program-program sosial. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian selama Ramadhan, guna membangun kekuatan sosial yang lebih besar demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Lampung, Bapak Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung, pejabat struktural Provinsi Lampung, perwakilan Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung, Bupati Pesawaran, Bapak Dr. H. Dendi Ramadhona K., S.T., M.Tr.I.P., unsur Forkopimda Pesawaran dan jajaran pejabat struktural Pemerintah Daerah Pesawaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Ketua BAZNAS Pesawaran beserta jajarannya, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam Kabupaten Pesawaran, para tamu undangan, serta para penerima manfaat.
BERITA11/03/2025 | Ahmad Fudloli
Rumah Sehat Baznas (RSB) dan IROPIN Gelar Bakti Sosial "Gerakan Mata Sehat Bercahaya" di Pondok Pesantren
Rumah Sehat Baznas (RSB) dan IROPIN Gelar Bakti Sosial "Gerakan Mata Sehat Bercahaya" di Pondok Pesantren
Pesawaran, Rumah Sehat Baznas (RSB) Pesawaran bekerjasama dengan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Pengurus Daerah (Pengda) Lampung sukses menggelar bakti sosial dengan tema "Gerakan Mata Sehat Bercahaya." Kegiatan ini berfokus pada skrining kelainan refraksi mata yang menyasar para santri. Dua lokasi pesantren menjadi sasaran utama program ini, yakni Pondok Pesantren Al Hidayat di Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, dan Pondok Pesantren Raudotul Huda Al Islami di Desa Sidomulyo, Kecamatan Negerikaton. Tujuan dari skrining ini adalah untuk mendeteksi dini masalah penglihatan, khususnya kelainan refraksi seperti rabun jauh atau rabun dekat, agar para santri dapat menerima penanganan yang tepat. Kesehatan mata yang optimal diharapkan dapat menunjang kelancaran proses belajar dan kegiatan sehari-hari mereka. Para pengasuh pesantren menyambut baik inisiatif ini. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat, KH. Ma'sum Abror, serta Pengasuh Pondok Pesantren Raudotul Huda, menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada RSB Baznas Pesawaran dan IROPIN Pengda Lampung atas kepedulian dan pelaksanaan bakti sosial di lingkungan pesantren mereka. Kegiatan ini menunjukkan komitmen RSB Baznas Pesawaran dan IROPIN Lampung dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar pesantren.
BERITA06/03/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
BAZNAS RI Siapkan 30 Program Ramadhan untuk 1,1 juta Mustahik
BAZNAS RI Siapkan 30 Program Ramadhan untuk 1,1 juta Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap melaksanakan 30 program unggulan sepanjang Bulan Ramadhan 2025/1446 H, sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di Indonesia. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, program-program tersebut nantinya akan menjangkau 34 provinsi di Indonesia dengan target penerima manfaat sebanyak 1.103.356 jiwa. "Untuk merealisasikan 30 program Ramadhan tahun ini BAZNAS telah merancang berbagai program guna memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan bantuan selama Ramadhan,” ujar Kiai Noor dalam "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024). Kiai Noor mengatakan, pendistribusian zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan langsung kepada mustahik, tetapi juga melalui program pendidikan, seperti beasiswa bagi pelajar maupun mahasiswa. "Alhamdulillah, masyarakat sudah mulai memahami pentingnya zakat. Bahkan, kita sudah memulai literasi zakat ini dengan berbagai macam beasiswa yang kita (BAZNAS) berikan, supaya jurnal-jurnal tentang zakat itu lebih banyak lagi," ujarnya. "Adapun 30 program BAZNAS Ramadhan 2025 ini nantinya akan menyasar kepada mustahik di seluruh Indonesia," kata Kiai Noor. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menjelaskan tiga kategori program Ramadhan BAZNAS yang difokuskan pada perbaikan fasilitas dan pelayanan peribadatan, bantuan bagi mustahik agar siap menjalankan ibadah puasa melalui akses makanan dan pembekalan, serta layanan bagi ibnu sabil yang ingin mudik. Pada kategori Program Nasional Ramadhan, kata Saidah, BAZNAS menghadirkan beberapa inisiatif seperti Pos Siaga Mudik, BTB Goes to School Ramadhan, Training Smart Ramadhan, Imam Muda Ramadhan, Pesantren 5.000 Kaum Marjinal, Pesantren 1.000 Cahaya Ramadhan, Penyaluran 50.000 Sarung, serta Vaksinasi Jelang Ramadhan. Saidah menambahkan, pada kategori Program Tematik Pendistribusian Ramadhan, BAZNAS akan menyalurkan berbagai bantuan seperti Zakat Fitrah, Hidangan Ramadhan, Paket Ramadhan Bahagia, Rumah Layak Huni BAZNAS, Mudik Bahagia Bersama BAZNAS RI, Masjid dan Mushola Berseri, Gerai Z-IFTHAR, Zmart Ramadhan. "Selain itu ada juga Gerakan Mata Sehat Bercahaya, Layanan Kesehatan Posko Mudik dan Balik, serta Ramadhan Sehat Bercahaya. Program ini juga bekerja sama dengan Alfamart dalam Program Branding Konten Cahaya Zakat Bersama Alfamart," ucapnya. Dalam kategori Program Tematik Pendayagunaan Ramadhan, Saidah menambahkan, BAZNAS akan melaksanakan berbagai inisiatif untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Program ini mencakup Pelatihan dan Inkubasi Pemasaran Berbasis Digital, juga Optimalisasi Pemasaran ZCorner melalui Event Tematik Ramadhan. "Tidak hanya itu, ada juga program Hampers Produk Mustahik, Santri Memberdayakan Desa, Advokasi dan Fasilitasi Bazar Event Eksternal, serta Sertifikasi Halal untuk Produk UMKM Selama Ramadhan. BAZNAS juga mengadakan program inspiratif seperti Lomba Cerita Inspiratif, Program 5.000 Motor Mudik Aman Nyaman Bersama Z-Auto, Ramadhan Sejuk, dan King Salman," jelasnya. Dengan berbagai program ini, kata Saidah, BAZNAS berharap dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menyukseskan berbagai program Ramadhan ini. “Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dititipkan kepada BAZNAS bisa sampai ke yang berhak dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Saidah. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si, CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran.
BERITA05/03/2025 | Ahmad Fudloli
Ramadhan 2025, BAZNAS Kampanyekan Tagline Cahaya Zakat
Ramadhan 2025, BAZNAS Kampanyekan Tagline Cahaya Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengangkat tagline Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik untuk tahun 2025, termasuk di bulan Ramadhan ini. Tagline ini menjadi simbol bahwa zakat memiliki peran yang tidak hanya memberi manfaat langsung bagi mustahik, tetapi juga mengantarkan keberkahan dan kebahagiaan bagi muzaki. Hal tersebut mengemuka pada "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. Ketua BAZNAS Prof. Noor Achmad, MA., menyampaikan, zakat mengajarkan kita bahwa berbagi adalah jalan menuju keberkahan. Menurut Kiai Noor, "Cahaya Zakat diinklusikan bahwa zakat menjadi bagian dari diri seseorang dalam menebar kebaikan, dengan berzakat dapat memperkuat hubungan antara hamba dengan Allah SWT. Serta di Al-Qur’an sudah disebutkan bahwa ini akan membangkitkan upaya kita kepada masyarakat bahwa ‘Nur’ atau cahaya Allah Swt bisa dirasakan semuanya.” Menurutnya, keberlangsungan kampanye mengenai Cahaya Zakat bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam membayar zakat. Dengan membawa secercah harapan bahwa semakin banyak orang yang melaksanakan kewajibannya dengan berzakat, semakin banyak pula manfaat yang diberikan untuk umat yang membutuhkan. “Kita menyakini bahwa Allah akan menambah terus rezeki kita, dan BAZNAS bukan hanya sekedar lembaga filantropi biasa saja, melainkan lembaga filantropi ketuhanan. Di mana kita memberikan kebaikan tidak hanya berupa material saja, melainkan dengan mengedukasi masyarakat mengenai zakat,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor juga berharap, tagline Cahaya Zakat di tahun 2024 ini dapat dimaknai dengan seksama seperti halnya dengan tagline BAZNAS di tahun-tahun sebelumnya. “Di tahun 2021 kita munculkan Gerakan Cinta Zakat yang diluncurkan oleh Pak Jokowi di Istana, karena dengan harapan akan banyak pengaruhnya jika istana yang menggaungkannya. Lalu di tahun 2022 kita munculkan Berkah Zakat yang tidak lain adalah bentuk setelah adanya cinta maka akan timbulah keberkahan di dalamnya,” ujarnya. Di tahun 2024, kata Kiai Noor kita membawa tagline Nikmat Zakat, makna nikmat ini muasalnya dari adanya berkah yang melimpah. Keberkahan ini menujukkan adanya nikmat Allah SWT yang sangat berarti untuk hambanya. “Dan di tahun ini kita ambil makna Cahaya Zakat karena wujud dari cahaya itu sendiri sangat luas penyebarannya, dan ini salah satu bentuk kekuasaan Allah Swt. Dengan demikian diharapkan Cahaya Zakat dapat menghadirkan sebuah keajaiban sebagaimana tertuang dalam A-Qur’an,” ujarnya.
BERITA04/03/2025 | Ahmad Fudloli
BAZNAS RI Targetkan Pengumpulan ZIS Ramadhan 2025 Rp509,5 Miliar
BAZNAS RI Targetkan Pengumpulan ZIS Ramadhan 2025 Rp509,5 Miliar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menargetkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama bulan Ramadhan 2025/1446 H mencapai Rp509,5 miliar. Target ini meningkat 18,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp430 miliar. Hal tersebut mengemuka pada "Konferensi Pers Program Ramadhan BAZNAS 2025, Cahaya Zakat, Keajaiban Muzaki dan Mustahik" yang diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (4/3/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si. CFRM., menyampaikan, untuk target penghimpunan ZIS Ramadhan BAZNAS RI (pusat) itu sebesar Rp509,5 miliar, sementara tota target nasional Ramadhan bersama dengan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yakni sebesar Rp9,1 triliun. Rizaludin mengatakan, Ramadhan tahun ini BAZNAS berupaya memberikan pengalaman terbaik untuk para muzaki melalui berbagai layanan terbaik. “Ramadhan kali ini kami ingin memberikan layanan dan pengalaman terbaik bagi para muzaki, kami telah mengembangkan berbagai kanal pembayaran zakat yang inovatif dan mudah diakses, agar masyarakat dapat menunaikan kewajibannya dengan lebih praktis dan cepat,” ungkap Rizaludin. Rizaludin menambahkan, strategi digitalisasi dan kemudahan layanan menjadi kunci utama dalam meningkatkan penghimpunan zakat. Selain itu, Rizaludin menekankan pentingnya keterlibatan berbagai sektor dalam mendukung pencapaian target pengumpulan zakat ini. "Seperti Ramadhan sebelumnya, kami menyediakan konter Ramadhan dan gerai zakat BAZNAS yang tersebar di kantor-kantor kementerian, perusahaan BUMN maupun swasta, dan di mall-mall, juga ada layanan jemput zakat dan doa zakat virtual," jelasnya. Rizaludin juga mengatakan, BAZNAS telah melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan pengumpulan di bulan Ramadhan tahun ini. Langkah-langkah tersebut tidak hanya dilakukan di dalam negeri tapi juga diluar negeri untuk mensosialisasikan layanan kepada masyarakat Indonesia di luar negeri yang ingin berzakat melalui BAZNAS. "Tidak hanya itu, kami pun menyediakan layanan zakat di luar negeri dengan melakukan aktivasi pengumpulan di KBRI dan KJRI, safari dakwah di luar negeri, kita juga kembali mengadakan Safari Ramadhan bersama MUI dalam program Membasuh Luka Palestina," ujar Rizaludin. Rizaludin menyampaikan, BAZNAS juga menyediakan layanan Zakat Istana. “Kami juga sudah berkirim surat kepada Sekretariat Negara yang ditujukan kepada Bapak Presiden Prabowo, semoga bisa mengadakan layanan Zakat Istana ini seperti 10 bahkan 15 tahun sebelumnya yang biasa dilakukan BAZNAS. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum, Kolonel Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si, beserta jajaran
BERITA04/03/2025 | Ahmad Fudloli
Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia: Investasi Strategis untuk SDM Unggul Indonesia
Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia: Investasi Strategis untuk SDM Unggul Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, salah satunya melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Rusia. Program ini bukan sekadar memberikan kesempatan pendidikan, tetapi juga menjadi investasi strategis untuk masa depan Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Program BCB Rusia 2024 berhasil menjaring 84 mahasiswa berprestasi dari 18 provinsi di Indonesia, mencakup jenjang pendidikan Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3). Dengan fokus utama pada disiplin ilmu STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), BAZNAS berharap ilmu yang diperoleh para penerima beasiswa di Rusia bisa diterapkan untuk memajukan teknologi dan industri dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., dalam Temu Perdana Beasiswa Cendekia BAZNAS Rusia Angkatan 1 Tahun 2024 yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (4/3/2025). Hadir Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., dan Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian, S.Sos, M.Hum. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., menyambut hangat para peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS dengan mendukung setiap langkah yang akan ditempuh para calon akademisi yang akan melanjutkan pendidikan ke Rusia. “Atas nama Pimpinan BAZNAS, kami mengucapkan selamat karena teman-teman adalah orang yang terpilih untuk menjadi bagian dari aset masa depan Indonesia. Dan apa yang kita berikan dapat menjadi perjuangan teman-teman untuk menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia Indonesia ke depan,” ujar Saidah. Saidah menekankan pentingnya investasi pada pendidikan untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan di masa depan. “Kehadiran teman-teman, para penerima beasiswa di Rusia, menjadi harapan bagi Indonesia Emas 2045. Saat ini kita dihadapkan pada tantangan besar, dengan masih banyak masyarakat Indonesia yang berada dalam kemiskinan ekstrem. Keberhasilan teman-teman ini akan memberikan dampak besar bagi Indonesia,” jelas Saidah. “Saya secara pribadi yakin dan optimis bahwa kita menuju Indonesia emas, bukan Indonesia cemas, karena kehadiran teman-teman semua. Jadi teruslah memberikan harapan, teruslah menjadi bagian dari upaya kita untuk menjadikan Indonesia lebih baik, Indonesia lebih adil,” ungkapnya. Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan bahwa untuk tahun 2024 dan 2025, angkatan pertama ini, program BCB Rusia menerima 84 peserta yang berasal dari 18 provinsi di seluruh Indonesia. “Kami berharap dengan adanya program beasiswa ini, zakat bisa berkontribusi dalam peningkatan kualitas SDM generasi unggul di masa depan,” ujarnya. Imdadun juga menyampaikan harapan besar agar ilmu yang didapatkan oleh para peserta di Rusia dapat diaplikasikan di Indonesia dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Imdadun menyampaikan, lebih dari 25 juta rakyat Indonesia masih berada dalam kemiskinan. BAZNAS percaya bahwa keberadaan program ini akan memberi dampak signifikan terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui peningkatan kualitas SDM yang mumpuni. Program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) adalah bagian dari komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, dan BCB Rusia 2024 sudah lengkap cakupan pendidikan yang diberikan dari Sarjana Strata Satu (S1), Pascasarjana Magister (S2), dan Gelar Doktor (S3) dengan total seluruh penerima mencapai 84 orang dengan rincian 52 orang penerima laki-laki dan 32 orang penerima perempuan.
BERITA04/03/2025 | Ahmad Fudloli
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Optimalkan Program Pendistribusian Selama Ramadhan
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Optimalkan Program Pendistribusian Selama Ramadhan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengoptimalkan program pendistribusian selama Ramadhan 2025 demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat para mustahik. Untuk itu, BAZNAS menggelar 16 program unggulan di bidang pendistribusian, meliputi pendidikan, dakwah, kemanusiaan, dan kebencanaan. Hal tersebut mengemuka dalam acara pengajian berbagi ilmu dan pengalaman yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI secara daring, Selasa (4/3/2025), dengan tema "Rencana Pendistribusian Nasional di Bulan Ramadhan". Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D., dan Direktur Pendistribusian BAZNAS RI, Ahmad Fikri M.d., NLP. Prof. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, Ph.D berharap 16 program tersebut dapat diketahui dan ditiru oleh BAZNAS di sejumlah daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan orang banyak. "Kita ingin pendistribusian ini diketahui oleh teman-teman kita di provinsi, kabupaten kota, dan diikuti sehingga dampaknya signifikan. Mudah-mudah apa yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT," kata Prof. Nadra. Sementara itu, Ahmad Fikri mengatakan ke-16 program tersebut merupakan jumlah total program yang diinisiasi dari beberapa divisi yang ada di Direktorat Pendistribusian BAZNAS RI. "Program Ramadhan Direktorat Pendistribusian dari divisi pendidikan dan dakwah, kemanusiaan dan kebencanaan total seluruhnya ada 16 program," ujar Fikri. Ke-16 program Ramadhan tersebut meliputi program Training Smart Ramadhan, Masjid/Mushola Berseri, Imam Muda Ramadhan, Pesantren 1.500 Kaum marjinal, Pesantren 1.000 Cahaya Ramadhan, HBR (Hidangan Berkah Ramadhan), Dapur Sehat Ramadhan, Paket Ramadhan Bahagia, Zakat Fitrah, RLHB Ramadhan (Sebelum bulan Ramadhan). Kemudian ada program RSB (Ramadhan Sehat Bercahaya), Vaksinasi jelang Ramadhan Mata sehat Bercahaya, Tetap Siaga di Ramadhan (BGS), Mudik Gratis dan Posko Mudik. "Program-program di atas akan menyasar kepada mustahik di seluruh Indonesia dengan dengan total target penerima manfaat sebanyak 356.659," kata Fikri. Ahmad Fikri berharap, dengan adanya program-program pendistribusian di atas dapat memberikan manfaat, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di bulan Ramadhan. "Semoga ini benar-benar bisa memberikan manfaat." BAZNAS berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan. "Program-program Ramadhan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berbagi melalui BAZNAS, sehingga lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang bisa merasakan berkah di bulan suci ini," pungkas Fikri.
BERITA04/03/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Wakil Menteri dan Pegawai Kemenhut RI Tunaikan Zakat melalui BAZNAS
Wakil Menteri dan Pegawai Kemenhut RI Tunaikan Zakat melalui BAZNAS
Wakil Menteri Kehutanan RI, Drs. Sulaiman Umar menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Penyerahan zakat ini turut diikuti oleh para pejabat serta pegawai keluarga besar Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI. Penyerahan zakat fitrah ini diselenggarakan pada acara Hari Bakti Rimbawan ke-42 di Gedung Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, Jakarta, Selasa (4/3/2025). Selain itu, peresmian Gerai Ramadan di lingkungan Kementerian Kehutanan juga turut dilakukan dalam acara ini. Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si., Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta, Plt. Sekretaris Jenderal Kemenhut Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Ketua UPZ Kemenhut Ir. Drs. Sujoko Prajitno, MM., Direktur Pengumpulan BAZNAS RI Faisal Qosim, Lc., serta sejumlah pejabat dan direktur di lingkungan Kemenhut. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengapresiasi langkah Kementerian Kehutanan dalam menggalakkan pembayaran zakat di lingkungan instansi pemerintah. "Alhamdulilah tadi sudah diterima zakat dari Wakil Menteri Perhutanan Drs. Sulaiman Umar, serta para pejabat Kemenhut yang dikumpulkan oleh UPZ Kemenhut. Dan hari ini kita juga telah resmi membuka gerai pembayaran zakat, infak, dan sedekah di lingkungan Kemenhut," ujarnya. Menurutnya, kegiatan penyaluran zakat dan pembukaan gerai zakat di lingkungan instansi pemerintahan, seperti yang dilakukan Kementerian Kehutanan merupakan contoh baik yang patut ditiru oleh kementerian dan lembaga lainnya, terutama di bulan Ramadhan ini. "Kami dari BAZNAS RI mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Kehutanan yang telah mempelopori rangkaian acara ini, khususnya kepada Wakil Menteri Kehutanan atas kepercayaannya bekerja sama dengan BAZNAS dalam pengumpulan zakat ini. Semoga Allah membalas kebaikan ini," tambahnya. “Zakat adalah bagian dari tauhid sosial yang bertujuan membantu fakir miskin. Kami mengajak seluruh pegawai dan pejabat di Kemenhut untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS,” ucapnya. Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan RI, Drs. Sulaiman Umar, mengajak seluruh pegawai Kemenhut untuk melaksanakan zakat di BAZNAS melalui UPZ Kemenhut. “Marilah kita laksanakan zakat dengan ikhlas dan tulus, sehingga kita meraih keberkahan dan keridaan dari Allah. Zakat juga dapat membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sulaiman. Melalui kegiatan ini, Sulaiman berharap akan semakin banyak pegawai Kemenhut yang terdorong untuk menunaikan zakat melalui jalur resmi seperti BAZNAS. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS bersama Kemenhut RI juga turut menyalurkan santunan dengan total sebesar Rp160 juta dalam bentuk 550 paket sembako kepada para mustahik, yang meliputi pensiunan Kemenhut di Jakarta dan Bogor, petugas kebersihan, pegawai layanan di Kemenhut, serta anak yatim piatu dan fakir miskin.
BERITA04/03/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Jagalah Hati, Mata, Lisan Saat Sedang Puasa Ramadhan
Jagalah Hati, Mata, Lisan Saat Sedang Puasa Ramadhan
Puasa bukanlah sekedar menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga hati, mata, dan lisan dari hal-hal yang bisa membatalkan pahala puasa ramadhan. Ramadhan adalah Madrasah jiwa, tempat kita belajar mengendalikan diri. Hati yang bersih, mata yang terjaga, dan lisan yang santun adalah cermin puasa yang hakiki. Mari raih keberkahan Ramadhan dengan menjaga tiga hal ini. Jagalah hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk. Isilah dengan dzikir dan niat tulus kerena Allah. Jagalah mata dari melihat sesuatu yang haram dan sia-sia. Jagalah lisan dari ghibah, dusta, dan ucapan yang menyakiti. Rasulullah Bersabda, "Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, 'Aku sedang berpuasa" (H.R. Bukhari dan Muslim) Rasulullah juga Bersabda, "Lima hal yang bisa menggurkan pahala orang berpuasa; membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu". (H.R Ad-Dailami) Ibadah puasa yang bertujuan untuk membersihkan diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan membentuk karakter yang baik. Ramadan adalah bulan penyucian diri. Mari manfaatkan momen ini untuk memperbaiki HATI, menjaga pandangan, dan menata ucapan agar puasa kita lebih bermakna. "Jaga Hatimu Tetap Bersih, Jaga Matamu Tetap Suci, dan Jaga Lisanmu Tetap Baik, karena Ramadhan adalah Waktu Penyucian Jiwa". Ditulis oleh; Rohim, S. HI
BERITA04/03/2025 | Waka I BAZNAS Pesawaran
Peduli Sesama, BAZNAS RI Ajak Generasi Milenial Tingkatkan Literasi Zakat
Peduli Sesama, BAZNAS RI Ajak Generasi Milenial Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak masyarakat Muslim di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas literasi tentang perzakatan yang dapat memperkuat pemahaman dan kesadaran akan pentingnya zakat, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Dari survei yang dilakukan BAZNAS RI, Indeks Literasi Zakat (ILZ) terhadap 1.300 responden dari kalangan generasi milenial dan generasi Z di Indonesia tercatat pada tingkat skor 74,84 poin, yang artinya masuk ke dalam kategori menengah/moderat. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor SE, Mec., dalam acara Publik Expose bertema Indeks Literasi Zakat yang dihelat secara daring melalui chanel Youtube BAZNAS TV pada Senin (3/3/2025). Turut hadir, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D dan Kepala Divisi Inovasi dan Program Kreatif Abdul Aziz Yahya Saoqi, M.Sc. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor SE, Mec., menyampaikan, tingkat literasi zakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menunaikan zakat, sehingga berdampak pada jumlah dana zakat yang terkumpul. “Apabila literasi zakat tidak dikembangkan sedemikian rupa dan pengetahuan tentang perzakatan dihubungkan dengan pertumbuhan ekonomi, bantuan untuk kemungkinan mereka yang fakir miskin dan 6 asnaf lainnya tidak menjadi pengetahuan publik, maka kita tidak akan pernah dapat melaksanakan amanah Allah SWT untuk membayar zakat bagi umat Islam,” ujar Zainulbahar. Menurut Zainulbahar, literasi tentang zakat harus terus digaungkan, sebagaimana yang menjadi tema utama acara Public Expose, sebab instrumen dari literasi zakat ini menjadi dasar pemahaman, kesadaran, dan prilaku masyarakat dalam menunaikan zakat. “Hasilnya bukan hanya mencermikan sejauh mana literasi zakat kita berkembang di tengah masyarakat, tetapi juga adalah bagaimana efektivitas program-program zakat yang telah dijalankan,” katanya. Zainulbahar mengatakan, BAZNAS merupakan salah satu lembaga di Indonesia yang diamanahkan oleh Undang-Undang untuk mengkoordinasikan, mengutip, mengumpulkan, dan menerima zakat dari seluruh umat Islam dalam potensi yang sudah ditentukan oleh kajian dan pengembangan, mencapai Rp327 triliun. “Ini sangat penting yang mana kita saat ini hanya mampu mengumpulkan pada kisaran 10 sampai 15 persen untuk memungkinkan bagi kita memberikan kesempatan kepada 8 asnaf yang lain hidup di wilayah Indonesia ini hidup dalam keadaan berkecukupan sebagaimana mestinya,” ucap Zainulbahar. Sementara itu, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal, Ph.D menambahkan, tingkat literasi zakat di kalangan generasi milenial dan generasi Z masih cukup rendah. Karenanya, peningkatkan kapasitas literasi zakat menjadi pekerjaan yang perlu segera diselesaikan. “Tentu ini menjadi PR kita bersama, baik BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, maupun BAZNAS Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia agar regulasi tentang perzakatan yang sudah tertuang dalam Undang-Undang untuk kemudian disampaikan kepada mereka untuk bersama-sama memaksimalkan potensi yang ada,” katanya.
BERITA03/03/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Ramadhan Penuh Berkah, Raim Laode Ajak Masyarakat Berbagi bersama BAZNAS
Ramadhan Penuh Berkah, Raim Laode Ajak Masyarakat Berbagi bersama BAZNAS
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng musisi dan komedian Raim Laode untuk mengajak masyarakat berbagi dengan berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS. Dalam kampanye ini, Raim Laode mengajak seluruh masyarakat untuk merasakan indahnya berbagi di bulan penuh berkah. “Halo sahabat BAZNAS, Raim Laode di sini mau mengajak kepada teman-teman semua untuk merasakan indahnya berbagi, apalagi di bulan yang sangat suci ini. Teman-teman bisa berzakat dan bersedekah di BAZNAS,” ujar Raim Laode. Lebih lanjut, Raim menekankan betapa mudahnya menunaikan zakat di era digital saat ini. “Caranya sangat gampang, silakan kunjungi www.baznas.go.id, langsung, seluruh informasi soal zakat, infak, dan sedekah ada di sana,” tambahnya. Selain itu, dengan gaya khasnya, Raim juga menyampaikan pesan ringan namun penuh makna untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya berzakat. “Percuma ganteng, kalau tidak bayar zakat,” ucapnya sambil tersenyum. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, menyambut baik ajakan Raim Laode dalam kampanye Ramadhan ini. “Kami mengapresiasi peran serta Raim Laode dalam menyebarkan pesan kebaikan. Kehadiran figur publik seperti Raim tentu memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (3/3/2025). Menurut Rizaludin, zakat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan umat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. “Dengan berzakat, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai muslim, tetapi juga turut membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” tambahnya. BAZNAS terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah. “Kami telah menyediakan berbagai kanal pembayaran digital yang memudahkan muzaki dalam menunaikan kewajibannya dengan aman dan nyaman,” jelas Rizaludin. Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan zakat ke berbagai program pemberdayaan ekonomi dan sosial. “Zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan disalurkan kepada mereka yang berhak, mulai dari program bantuan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi mustahik,” kata Rizaludin. Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat di Indonesia, BAZNAS memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap programnya. “Kami berkomitmen untuk menyalurkan dana zakat dengan amanah dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” tutup Rizaludin.
BERITA03/03/2025 | Humas BAZNAS Pesawaran
Peduli Stunting, BAZNAS Bersama BKKBN Luncurkan Layanan Sedekah GENTING
Peduli Stunting, BAZNAS Bersama BKKBN Luncurkan Layanan Sedekah GENTING
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN secara resmi meluncurkan layanan sedekah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini bertujuan untuk menggalang sedekah dari masyarakat guna mendukung penanggulangan stunting di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2025, BAZNAS bersama BKKBN berupaya membantu satu juta keluarga berisiko stunting dari keluarga miskin ekstrem. Peluncuran layanan Sedekah Genting ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. HM Imdadun Rahmat, M.Si, dan Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., di Gedung BAZNAS RI, Matraman, Jakarta, pada Kamis (27/2/2025). Deputi 2 BAZNAS RI Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan, program layanan Sedekah GENTING merupakan bentuk sinergi nyata antara kementerian dan BAZNAS dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Imdadun menambahkan, pada tahun 2025 ini isu stunting menjadi salah satu dari 10 program prioritas BAZNAS. Imdadun mengungkapkan, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan stunting dengan pendekatan berbasis kesejahteraan sosial. "Kalau tahun sebelumnya kita hanya delapan program prioritas maka tahun 2025 ini bertambah dua, yaitu program penanganan stunting dan program penanganan miskin ekstrem, oleh karena itu tepat sekali hari ini kita mulai dengan satu inisiatif yang luar biasa, untuk menggalang solidaritas, untuk menggalang semangat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak kita yang stunting," ungkapnya. Imdadun menjelaskan, BAZNAS akan melakukan kampanye besar-besaran untuk mendorong dan mengajak masyarakat agar menjadi orang tua asuh dengan bersedekah melalui program GENTING ini. Ia berharap, dengan banyak dana terkumpul maka akan banyak intervensi bantuan yang bisa dilakukan BAZNAS. "Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang selama ini telah bermitra bersama BAZNAS," ujarnya. Sementara itu, Deputi V Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan BAZNAS dalam program ini. “Kami menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS RI dalam mendukung program GENTING. Dengan sinergi ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang ikut serta dalam gerakan sosial ini untuk membantu anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup," jelasnya. "Bantuan ini nantinya akan diwujudkan dalam empat bentuk, yang sifatnya bantuan nutrisi, kemudian yang non-nutrisi bantuan perbaikan rumah agar layak huni, termasuk juga sanitasi yang baik dan air bersih, dan juga nanti kita ada kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendorong edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan sehat," jelasnya. BAZNAS dan BKKBN juga mengajak masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Sedekah GENTING dapat menyalurkan donasi melalui rekening resmi: Bank BTN 12101300011983 a.n. Badan Amil Zakat Nasional. Dengan sedekah ini, setiap orang dapat turut serta menjadi bagian dari solusi dalam mencegah dan menanggulangi stunting di Indonesia.
BERITA01/03/2025 | Ahmad Fudloli
Lumbung Pangan BAZNAS Bantu 80 Petani Binaan Jadi Muzaki
Lumbung Pangan BAZNAS Bantu 80 Petani Binaan Jadi Muzaki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Lumbung Pangan sejak 2022 hingga 2024 telah berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani binaan dengan mengentaskan 80 petani yang sebelumnya merupakan penerima manfaat (mustahik) kini telah menjadi muzaki. Sebanyak 80 muzaki baru ini tersebar di berbagai titik, yakni di Sukabumi sebanyak 40 orang, Sragen 31 orang, Garut 5 orang, Kalimantan Selatan 3 orang, dan Sleman 1 orang. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi yang baik antara BAZNAS dan para petani binaan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, para muzaki baru tersebut memiliki penghasilan hingga Rp21.309.975 per bulan, melampaui nisab zakat tahun 2023 sebesar Rp6.828.806. “Program Lumbung Pangan adalah bentuk nyata komitmen BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik di pedesaan, khususnya di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan,” ujar Saidah. Saidah mengungkapkan, program Lumbung Pangan dimulai sejak 2019 di Kabupaten Serang dengan membina 15 petani Pamaraian. Saat ini, program ini berkembang ke 10 titik lokasi dan berhasil mengentaskan 80 petani menjadi muzaki, terdiri dari 74 laki-laki dan 6 perempuan. “Kami mendorong para petani membentuk kelompok usaha agar mampu mengelola produktivitas, kualitas, serta kontinuitas pasokan produk pertanian. Selain itu, kelompok tersebut nantinya diharapkan dapat membangun jaringan distribusi dan mengembangkan produk turunan,” ucap Saidah. Selain muncul muzaki baru, lanjut Saidah, sebanyak 73 petani binaan juga telah melampaui had kifayah yang tersebar di enam lokasi, yaitu Garut (23 orang), Sragen (20 orang), Sukabumi dan Kalimantan Selatan (masing-masing 11 orang), Sleman (5 orang), serta Al-Ittifaq Bandung (3 orang). “Sementara itu, 126 petani yang telah terangkat di atas garis kemiskinan juga tersebar di titik-titik program yang sama, ditambah 6 orang di Teluknaga,” ungkapnya. Dari total 1.577 petani binaan program ini, sebanyak 730 orang atau sekitar 46,29 persen telah terdokumentasi dalam dashboard sebaran program Lumbung Pangan. “Dari 730 petani yang sudah masuk dalam sistem, sebanyak 132 orang telah mencapai kemandirian ekonomi, sementara 598 orang lainnya masih aktif dalam pendampingan program dan terus berproses menuju kemandirian,” katanya. Saidah mengimbuhkan, BAZNAS akan terus memperluas cakupan program Lumbung Pangan agar lebih banyak petani yang dapat keluar dari jerat kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki. “Dengan pencapaian ini, BAZNAS berharap program Lumbung Pangan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang berkelanjutan, membawa kesejahteraan bagi para petani, dan menguatkan peran zakat dalam membangun ekonomi umat,” harapnya.
BERITA28/02/2025 | Ahmad Fudloli
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →