WhatsApp Icon

BAZNAS RI Dorong Kemandirian Petani melalui Panen Raya Lumbung Pangan di Pesawaran

03/09/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS Pesawaran

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS RI Dorong Kemandirian Petani melalui Panen Raya Lumbung Pangan di Pesawaran

Dok. BAZNAS Pesawaran

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Pesawaran dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Panen Raya Lumbung Pangan Padi di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung hasil pemberdayaan petani binaan sekaligus menegaskan peran zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan H. Idy Muzayyad, S.Hi., M.Si.; Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.; Kepala Divisi Usaha Pertanian dan Perikanan BAZNAS RI Tatiek Kancaniati; Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Lampung Komarunizar, M.Pd.I.; Wakil Ketua I DPRD M. Nasir, S.I.Kom., M.M.; jajaran Forkopimda; Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran Hj. A. Hamid S., S.H., M.M. beserta jajaran; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I.; para pejabat pimpinan tinggi pratama Kabupaten Pesawaran; Ketua Gapoktan Makarti Jaya Haryanto; jajaran penyuluh pertanian; serta para petani dan unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Idy Muzayyad menyampaikan bahwa panen raya bukan sekadar momentum untuk melihat hasil produksi pertanian, tetapi menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Panen raya ini bukan sekadar momentum untuk melihat hasil produksi pertanian, tetapi menjadi bukti nyata bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus memperkuat ketahanan pangan.”

Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan program pemberdayaan mustahik berbasis agribisnis yang diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membangun kemandirian ekonomi keluarga. Program ini mencakup pengembangan komoditas padi, palawija, dan hortikultura dengan pendekatan agribisnis berkelanjutan serta menjadi salah satu dari 13 program prioritas BAZNAS periode 2026–2031.

Sejak 2018, Program Lumbung Pangan BAZNAS telah berkembang di 11 provinsi dan 21 titik lokasi. Program tersebut tercatat memberikan manfaat kepada 1.629 jiwa mustahik dengan total penyaluran sekitar Rp10,09 miliar. Dukungan yang diberikan mencakup sarana produksi, pendampingan teknis, sekolah tani, pelatihan, penguatan manajemen keuangan, advokasi, hingga akses pasar.

Di Pesawaran, program ini mulai diinisiasi BAZNAS Kabupaten Pesawaran pada 2025. Saat ini, sebanyak 60 petani binaan terlibat dalam program dengan total lahan mencapai 60 hektare. Nilai program sebesar Rp279,5 juta disalurkan dalam bentuk sarana produksi pertanian dan peningkatan kapasitas petani.

Para petani binaan membudidayakan varietas Inpari 32 yang dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit hawar daun bakteri serta menghasilkan beras yang sesuai dengan preferensi masyarakat. Dari lahan seluas 60 hektare, potensi produksi mencapai sekitar 300 ton Gabah Kering Panen (GKP) setiap musim, dengan rata-rata produktivitas 5 ton per hektare.

Dengan asumsi harga GKP Rp6.500 per kilogram, potensi nilai ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp1,95 miliar setiap musim. Sementara rata-rata laba petani berada di kisaran Rp17,5 juta per musim panen.

Capaian program juga terlihat dari tumbuhnya kesadaran petani dalam menunaikan zakat pertanian. Pada musim panen pertama 2026, zakat pertanian yang terkumpul mencapai Rp12,2 juta.

Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa pemberdayaan melalui dana zakat tidak berhenti pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mendorong transformasi mustahik menuju kemandirian hingga mampu menjadi muzaki.

Manfaat program pun dirasakan lebih luas. Pada Ramadan 2026, Lumbung Pangan Pesawaran mendapat kuota 14 ton beras atau setara 2.813 kemasan beras premium ukuran 5 kilogram. Beras tersebut kemudian didistribusikan ke empat wilayah di Lampung, yakni Bandar Lampung, Lampung Tengah, Mesuji, dan Tanggamus.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan petani melalui dana zakat dapat memberikan dampak berlapis, mulai dari penguatan ekonomi keluarga petani hingga pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Ke depan, keberlanjutan Program Lumbung Pangan perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan sektor pertanian, antara lain kekeringan, serangan hama, perubahan iklim, dan akses pasar.

Kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah, akademisi, ulama, pendamping, pemangku kepentingan sektor pertanian, dan kelompok tani menjadi penting agar program dapat berkembang secara berkelanjutan.

Panen Raya Lumbung Pangan Pesawaran menjadi gambaran bahwa zakat yang dikelola secara produktif dapat membuka jalan bagi mustahik untuk lebih mandiri, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

BAZNAS berharap Lumbung Pangan Pesawaran terus berkembang, semakin banyak petani yang mandiri, semakin kuat ekosistem pangan desa, dan semakin banyak mustahik yang naik kelas menjadi muzaki.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesawaran.

Lihat Daftar Rekening →